
Prakkk (bunyi rotan kayu yang di pukul ke pintu )
" cepat tahajud ! " teriak pengurus pondok perempuan.
"cepatt" ucapnya pada santri putri yang serba lama.
" makannya jangan jadi anak manja! gini kan apa apa lelet!! biasa di layanin ! " celetuk pengurus santri putri. Sontak ucapannya membuat korban merasa kena mental, dan yang lain pun mendengarnya kasihan namun itu semua dilakukan supaya mereka dapat disiplin.
" Yaallah meni nyesek bangett dengernya, harus gue laporin delia ga sih kaya gini ? " gumam zia dalam hati.
Saat asik melihat santri yang diocehin ka zia dikejutkan oleh tangan yang merangkul pundaknya, dengan cepat ia menoleh melihat santri seasramanya berdiri disisi ka zia.
" Astagfirullah " ucap ka zia terkejut
" Maaf kak maaf , kaka lagi liat apa ? ayo ke masjid nanti telat dihukum ka " ucap nabila , ia yang pendiam dan sangat baik diantara semua santri di bagian asrama hanya nabila , zahra (anak ustad ilham) lah yang menjadi akrab dengan ka zia , bukan yang lain tidak ingin bergabung tapi karna safira yang paling welcome dan ka zia pun welcome istilahnya satufrekuensi.
banyak yang ingin bergabung dengan ka zia dan nabila, zahra namun mereka takut mengingat ka zia ini pemilik pondok, adik dari gus fikri dan ning jadi mereka mau berteman pun takut takut, padahal ka zia tidak seperti itu.
" oh iya, itu aku lagi liat anak itu kasihan ya " ucap ka zia sambil menunjuk anak tadi yang sedang dimarahin pengurus.
" ya ka, tapi kalau kita bantu nanti dihukum " jawab zahra menimpali.
" Assalammualaikum zahra " ucap nabila dan ka zia menoleh ke sisi kanan.
" eh yaallah lupa , Assalammualaikum heheh" sahut zahra ia menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" waalaikumussalam "
" kamu dari mana ? "
" Ana dari asrama tapi ke kantor dulu ada titipan ini kitab baru " jawab zahra sambil memberikan satu satu kitab kepada sahabatnya.
" ohh inii" jawab ka ziaa ia melihat kitab yang berada ditangannya, mereka sambil berjalan dengan ka zia berada ditengah.
" kamu tau ? " tanya nabila merasa heran dengan reaksi ka zia.
" tau tadi a fikri , eumm maksud aku abi fikri sama umi membawa ini terus dikasih ke ustad ilham, udah gitu aja " jawab ka zia santai.
"huhh dasar "
" mentang mentang anak pemilik pondok, santai banget jalannya mau sholat kek mau ke mall " sahut anak santri putri geng ciwi ciwi yang meminta dirinya bertaaruf kepada haikal lewat umi delia.
Ka zia ia mendengar ucapan santri putri pun mendadak menghentikan langkahnya, hal itu pun membuat nabila dan zahra mendadak berhenti, " ka zia gausah dilayanin yaa orang seperti itu" kata nabila mengingatkan.
__ADS_1
" udah yu jalan lagi sholat ka" kata zahra menimpali.
Ka zia ia pun memandang santri putri yang berani mencelanya, ia tidak ingin membuat keributan justru ka zia memberikan tatapan tak sukaa dan berjalan masuk kedalam masjid.
" fyuhhh"
" habis tahajud pelajaran siapa ?" tanya ka zia.
" abi fikri habis subuh sampai jam 6 " jawab nabila.
" waduhhhh "
" udah ngobrolnya nanti kita sholat dulu" ucap zahra mengingatkan sahabatnya karna imam pun sudah memasuki masjid dan tanpa waktu lama mereka memulai sholat tahajud.
***
" udah kunci lagi pintunya ya mii , masih pada tidur umi lanjut tidur yaa " kata fikri meminta sang istri untuk kembali tidur.
" aku hantar abi kedepan ya "
" tidak usah umi masih malam "
" yaudah abi hati hati yaa jalannya masih malam ini bii" ucap delia yang cemas ia pun memeluk suaminya dengan erat.
" ia sayangg, yaudah tidur yaa abi dijemput haikal didepan, kasihan sudah menunggu , "/ucap fikri ya membalas pelukkan delia.
" ia , Assalammualaikum "
" waalaikumussalam " ucap delia ia pun menutup pintu kamar sedangkan pintu utama kuncinya dibawa fikri , namun delia mempunyai kunci cadangan disetiap kunci mobil maupun motor, terkecuali motor dipondok.
Fikri berangkat menuju pondok, delia kembali kekamarnya, tak ada aktifitas yang dilakukan delia mengingat semuanya sudah beres hanya pakaian yang belum di jemur, setelah subuh rencananya akan dijemur oleh delia.
" hftt iseng main Ask sambil menunggu subuh " gumam delia ia membuka ponselnya dan mulai membuka sosial media ia membuat Ask bebas mau bertanya apa saja.
(beginilah kelakuan paksu, overprotektif sama istrinya) keluh deliaa.
Berbagai macam pertanyaan masuk ponsel delia padahal jam 03:15 , ia pun memilih pertanyaan yang sekiranya ada manfaatnya, mengingat ponsel delia kapanpun di cek suami ia mau memberikan yang terbaik untuk orang sekitar dan masyarakat.. delia mulai membaca satu persatu pertanyaan yang dikirim untuknya.
+ : Assalammualaikum umi, umi mau bertanya kenapa hijrah ko susah banget umi ? mohon jawabnya.
- : Waalaikumussalam, hijrah itu mudah, yang sulit adalah istiqomah, mintalah pertolongan Allah untuk ditetapkan hatinya dijalan yang benar, coba diingatkan kembali hijrah kita untuk apa sih ? apakah untuk Allah swt atau hanya ikut trend.
+ Assalammualaikum umi, umi mau tanya dong ko bisa umi sukses diusia muda apakah pakai uang suami ?
__ADS_1
- : waalaikumussalam, tips sukses menurut umi sholat wajib 5 waktu jangan ditinggal, sholat malamnya jangan ditinggal, rajin membaca Alquran, sholat sunnah subuh, sedekah subuh, cinta dan patuh kepada orang tua serta suami (bagi yang sudah menikah ) heheh kalau kata abi gak ada istilah uang suami yang ada uang istri.
+ : Assalammualaikum , umi aku dateng diacara tasyakuran dede zayyan Masyaallah meriah banget, umi cantik anggun. jangan didenger omongan orang yang membicarakan keluarga umi.
-: Waalaikumussalam wahh masyaallah tabarakallah Alhamdulillah terimakasih yaa, kamu juga cantik.
+: umi kenapa ga suka di publish ? kehidupannya? romantisnya? banyak istri ustad atau putra kyai yang publish loh.
- : hehehe, bukan tidak suka tapi seseorang berhak memilih dan mempunyai hak untuk memilih, romantisnya umi sama abi biarlah menjadi cerita kita aja hehehe, kalau ingin bertemu datang saja dipondok hehhe.
Begitulah beberapa pertannnyaan yang diterima oleh delia dan ia jawab dengan santai Dan masih banyak lagi.
Allahuakbar Allahuakbar
suara adzan subuh berkumandang pertanda waktu sholat tiba, bersamaan dengan itu zayyan terbangun namun tidak nangis justru ia diam mendengarkan suara adzan yang di kumandangkan oleh Haikal.
" Masyaallah anak umi sudah bangunn, zayyan mau sholat subuh yaaa, , iaa sayang umi" kata delia ia mengangkat zayyan dan memindahkannya keatas tempat tidur. delia dengan cepat merekam video zayyan yang tengah mendengarkan adzan yang langsung dikirimkan ke grup keluarga dengan caption "Anak sholeh penerus Abi"
~
" Hoamm Alhamdulillah " ucap mamah ia membuka pintu kamar dan bersiap turun untuk sholat subuh, 10 menit ia berwudhu kemudian melaksanakan sholat subuh di mushola yang berada dirumah itu.
Delia pun turun melihat siapa yang membuka pintu mushola dengan perlahan ia melihat mamah tengah sholat dan berdoa, hati delia sangat tersentuh mana kala mamah mengadu kepada Allah bahwasannya ia rindu papah.
" Yaallah sungguh aku sangat merindukan Hambamu, bolehkah aku berkata sejujurnya , aku sangat merindukan ia, hikssss laki laki yang sudah puluhan tahun bersamaku, hiksss , yaallah berikanlah aku kekuatan dan kesabaran untuk menahan rindu, tanpa anak anak mungkin tak akan kuat seperti ini hiksss, yaallah bahagiakan lah anak anak hamba, berkahilah rumah tangganya, dan berikan jodoh yang terbaik menurutmu untuk putri hamba " lirih mamah dengan sesegukkan, air mata membasahi pipinya, nafas yang tersendat sendat akibat menangis, hidung yang memerah ,
Dengan langkah perlahan delia menghampiri mamah dengan menuntun lisyah dan menggendong zayyan, sudah hal terbiasa bagi alisyah bangun pagi hari untuk melaksanakan sholat subuh, dengan dibangunkan oleh delia maupun fikri, kaki yang terasa lemas, tubuh yang bergetar ia terus memaksakan berjalan dengan membawa serta 2 anak anaknya.
sesaat sampai alisyah langsung mengambil barisan sholat tanpa memperdulikan neneknya, bukan tak perduli namun delia menyuruhnya untuk sholat saja lewat gerakan tangannya, delia perlahan duduk disisi mamahnya yang sedang menangis menutup wajahnya. hati mana yang tak sakit melihat ibunya menangis pilu dihadapannya
" mahh ikhlaskan papah, mamah kuat mamah bisaa, mamahhhh" lirih delia ia merangkul mamah dengan tangan kirinya sedangkan zayyan berada di tangan kanan delia.
Diusapnya pundak mamah memberikan kekuatan, mamah pun menoleh dengan wajah yang sembab dan airmata mengalir dengan cepat ia memeluk putri kecilnya itu.
" hiksssss...hikssss ."
" cupp..cuppp..istigfar ya mahhh" lirih delia ia pun menghapus airmatanya.
" Astagfirullahaladzim hikss Astagfirullahaladzim " ucap mamah ia pun menghapus airmatanya dan duduk bersandar pada dinding mushola ia tersenyum menatap alisyah yang begitu paham gerakan sholat.
delia buru buru datang membawa air minum sambil menggendong zayyan. " ini mahh diminum dulu airnya " kata delia memberikan minum dan mamah pun mengambilnya.
" terimakasih nak "
__ADS_1
" sama sama mah "
Ia mendorong ayunan zayyan dan ia meletakkan zayyan disana agar leluasa untuk mengobrol dengan mamah.