Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
Kedatangan keluarga delia H-1 tasyakuran


__ADS_3

hari semakin soree, senja menampakkan keindahannya sebelum pada akhirnya mereka akan meninggalkan keindahannya. semakin nampak semakin pula perlahan memudar.


Keluarga delia yang berada di depok ia sudah tiba di rumah delia fikri sore hari ba'da ashar, keluarga yang baru saja tiba hanya keluarga inti belum dari keluarga besar kedua orang tuanya yang akan berencana datang esok pagi.


Haikal yang berdiam dirumah abi uminya ia merapihkan seisi rumah karna abi sudah berpesan keluarga umi segera datang, padahal fikri hanya menitipkan pesan jika keluarga umi sudah datang beritahukan padanya untuk menemui mereka, namanya juga haikal ia tidak ingin abinya di cap buruk untuk itu ia membantu membersihkan rumah umi serta ia pel.


#on#


" tumben amat lu kal "celetuk dika yang menghampiri haikal didapur abinya.


sedikit menoleh ia melihat dika berjalan ke arahnya, tanpa menghadap dika ia melanjutkan kerjaannya mencuci piring bekas mereka makan "ya harus tanggung jawab dong habis makan masa mau tinggal pergi! udah dikasih enak mangkak lagi " celetuk haikal dengan tajam ia benar benar tidak menyukai sikap temannya yang tak mau bersih bersih.


" nyindir?"


" syukur deh kalau merasa" jawab haikal enteng ia membersihkan atas kompor tanam milik abinya dengan kanebo sebelumnya ia menyemprotkan cairan pembersih ke atas kompor.


" lu.ngapa sih kal " celetuk heru yang baru saja tiba.


" eh tau diri ngapa sih! abi udah memberikan izin kita menjaga rumahnya mempersilahkan makan, bahkan makanannya aja goofood , kita pake barangnya, tidur di rumah yang bagus, gak di asrama , tau diuntung gak sih ?" kesal haikal pada teman temannya yang hanya diam mematung


" kan bisa nanti kal " sahut dika.


" pas gue ngambil gofood diluar, abi panggil gue ke pondok tau abi bilang apa ?" ucap haikal ngegantung.


Semua temannya malah menggelengkan kepalanya tanpa rasa bersalah mereka hanya mendengarkan haikal berpidato.


" abi bilang kalau keluarga umi dateng bilang abi ya nanti umi abi kesana, kalian bayangin deh ya kalau ini ini ini dan ini kotor, yang malu siapa ? yang dicap buruk siapa ?" tegas haikal ia menunjukkan barang barang yang sebelumnya mereka gunakan.


" maaf kal gue gatau"


" maaf kal.


" yaallah lu ga bilang kal dari tadi "


" giliran gini aja pads cepet kalau ga gitu ga pada sadar sadar , kerjain tuh dari diri sendiri bukan karna orang" celetuk haikal melihat temannya kalang kabut.


#off#


Setelah kedatangan keluarga delia, haikal ia membuka gerbang rumah abinya dengan pakaian sarung hitam, koko pendek , jam tangan hitam, sendal jepit, peci putih ia berlarian kearah gerbang.


"Assalammualaikum " ucap mamah saat pintu mobil dibukakan oleh haikal dengan sedikit menundukkan badannya sebagai rasa hormat.


" waalaikumussalam mah, selamat datang" jawab haikal dengan tersenyum sopan.


" terimakasih nak " ucap mamah, haikal mengantar mamah ke teras rumah abinya yang berada kursi. sambil ia membantu mamah membawakan tas miliknya.


Hal itu membuat teman teman haikal mengamati ia melihat haikal yang begitu sangat sopan dan ramah kepada keluarga ning delia, " apa jangan jangan cewenya haikal itu kakanya umi " bisik azam pada teman temannya.


" ah iya yaaa"


" eh tapi ga mungkinnn masa ia sih" sahut dika lagi.


asik mengamati dan berbisik sampai mereka tidak mengetahui kalau haikal berkali kali memanggil temannya.


" suttt hey" kode haikal pada temannya

__ADS_1


" heheh maaf ya mah mereka suka aneh sendiri, gak inget situasi " canda haikal pada mamah dan keluarga uminya.


" hehehe "


" pletakk" bunyi geplakan dika mengenai tengkuk haikal.


" auwhh" ucap haikal dengan tetap tersenyum.


" liat ya lu dikk" geram haikal dalam hatii.


" maaf mah haikal suka aneh ngomongnya, " timpal azam lagi.


" ah yasudah mah kami izin pamit panggilkan abi sama umi dahulu yaa, " ucap azam ia meminta izin pada mamahnya delia.


" ihss caper amat " gumam haikal dalam hati ia keduluan.azam.


" ahh iya silahkan , mamah tunggu disini yah"


" baik mah kalau begitu kami permisi , assalammualaikum"


" waalaikumussalam"


Temannya haikal pun ia berlari keluar gerbang sedangkan haikal ia masih diam mematung. sampai temannya pun meneriaki nya


" kall woyy ayooo"


" mah kak saya pamit dulu ya, Assalammualaikum " ucap haikal ia mencium punggung tangan mamah dan membungkukan badannya.


" Waalaikumussalam ya nak"


Singkat cerita haikal sudah memberikan informasi kalau keluarga umi sudah tiba dirumahnya dengan cepat delia menggendong zayyan yang masih berada diatas ranjang ia mengangkat zayyan sambil berkata " bangun..bangun..makan nasi sama garem" kata delia ia menepuk kasur yang bekas zayyan tiduri.


" ko makan nasi sama garem mi " tanya fikri heran.


" gatau aku mah ikutin mamah dahulu bi" kata delia ia membetulkan gendongan


" jangan garem, makan pakai nasi gitu umi, atuh kasihan makan pakai garem " protes fikri.


" iya bii" kata delia ia sudah siap dengan zayyan berada gendongannya dan fikri ia menggendong alisyah keluar dari rumah singgah


" ning mau kemana ?"


" Ustadzah saya mau pulang dahulu esok saya kesini lagi, " kata delia dengan ramah.


" baiklah hati hati "


" Assalammualaikum "


"waalaikumussalam "


" Bismillah " mereka melangkahkan kakinya keluar dari pondok pesantren.


karna cuaca bandung yang tidak terlalu panas namun sejuk fikri tetap memegang payung untuk melindungi a zayyan, sedangkan tangan kirinya ia menggendong alisyah. lengkap sudah pasangan suami istri ini dimana mereka berjalan kaki dari pondok kerumah mereka yang melewati kebun sebelum kejadian zayyan rewel.


" permisi pangnumpang numpang , anak orang mau lewat, permisi pang numpang numpang anak orang mau lewat" begitulah sepanjang jalan delia mengatakan hal seperti itu karna tak pernah tau akan bertemu apa dijalanan.

__ADS_1


" ada ada aja umi" kata fikri ia menggelengkan kepalanya, banyak yang ia tak tau dari keluarga sang istri yang tak seperti dirumahnya, termasuk cara delia melewati tempat tempat tertentu.


" Assalammualaikum mah " ucap fikri delia bersamaan ia masuk kedalam pekarangan rumah.


" waalaikumussalam yaallah cucu nenek rindu sangatt" ucap mamah ia mencium pipi kedua cucunya.


" waalaikumussalam " ucap kakia kazia dan suami ka kia.


" pasangan sholeh adem banget liatnya" celetuk kakia.


" kaka bisa aja , maafin kami yah buat semuanya lama menunggu " ucap delia ia menunggu pintu dibuka fikri.


" iya gapapa tau ko adik kaka ini sibuk "


" yang mana a dibobol maling " celetuk erik tanpa sadar.


" hah maling " terkejut semuanya kecuali mas erik dan kakia.


" ia mah maaf aa gak cerita sama mamah kalau rumah ini hampir saja kemalingan namun untungnya kepergok anak anak jadi alhamdulillah masih dalam lindungan allah, silahkan duduk mah kaka bang" jelas fikri memperisilahkan mereka duduk.


" Atuh aa yaallah kamu mah parah mamah gak dibilangin, tapi kamu semua gak apa apa "


" Alhamdulillah engga apa apa mah, rumah ini kosong waktu kejadian, kami berada di pondok " jawab delia.


" Alhamdulillah "


" Mah kak dicicip makanannya" kata fikri ia membuka toples kaca yang berhias diatas meja.


" iyaudah kaya siapa aja si Aa , santai atuh "


"gapapa kan cape jauh jauh" jawab delia.


" A fikri nanti aku boleh main ke pondok gak A?" tanya ka zia yang selama ini diam.


fikri dan delia ia hanya saling menatap satu sama lain dengan senyum menggoda.


" boleh tapi lingkungan santri putri ?"


" kenapa ?"


" kenapa bagaimana ?" celetuk ka kia.


" ma..maksudnya aku ga boleh berkeliling ?"


" ka kaka bisa ko berkeliling asalkan dalam lingkungan santri putri kalau kaka mau , namun kalau mau dirumah singgah aja gapapa, " jelas delia.


" oke , kayanya aku tinggal di pondok aja selama disini , apa masih ada kamar kosong a ?"


" ka zia lagi mau liat seseorang ya "goda delia.


" apas ih engga"


" yaudah nanti aa tanya ustadzah disana ya kak, kalau ada kaka boleh ikut disana " ucap fikri.


"

__ADS_1


__ADS_2