Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#249 jawaban percepat pernikahan?


__ADS_3

Hari sudah malam, keheningan melanda hingga yang terdengar adalah suara jangkrik yang saling bersautan, terkadang suara katak sawah terdengar membuat keadaan semakin sepi.


Keadaan seperti itu hanya terasa di daerah pondok pesantren milik keluarga fikri, tak jarang suara jangkrik bahkan katak terdengar pasalnya pondok dengan sawah tidak jauhh. keadaan sunyi haikal baru saja kembali ke pondok setelah seharian full ia berada diluar pesantren.


" kall.. kemana aja ? " tanya azam saat ia berpapasan dengan haikal yang hendak berkeliling mengintai anak anak, walau baru saja tiba dan sudah membersihkan tubuhnya ia tidak ada kata lelah, ia selalu memegang tanggung jawab yang telah diberikan orang orang kepadanya.


" biasaa " jawab haikal, jawaban haikal membuat azam mengerti ia pun hanya menggerakan kepalanya pertanda setuju.


" gimana pondok ? " tanya haikal disela mereka berkeliling.


" seperti biasa kal, Aman , cuma heru tau sendiri " ucap azam ia pun mengarahkan senternya kesegala penjuru.


" ohh " kata haikal ia sudah paham dan tidak ingin menanyakan detail mengenai temannya itu.


" lu beneran kal gak ketemu sama zia ? " tanya azam tiba tiba mendadak haikal menghentikan jalannya.. " kenapa ? " jawab haikal ia merasa aneh melihat azam seperti mencurigainya.


" heru dia kesel banget lu gak ada di pondok, ngomong mulu , gerutu teruss , katanya lu ketemu sama ziaaa " ucap azam


" ketemu sama zia udah pasti kan gue nganter abi umi , pasti ketemu aneh dehh" jawab haikal ia melanjutkan perjalanannya.


" si heru aneh emang" protes azam ia merasa bodoh sekali di depan haikal.


" haikalllll" teriak seseorang dibelakang mereka.


haikal dan azam pun menoleh ia melihat laki laki menghampirinya siapa lagi kalau bukan heru, baru saja dibicarakan yang bersangkutan sudah ada dihadapannya. " ada apa " jawab haikal cuekk.


" lu kemana " tanya heru to the point.


" keliling lah kemana emang , ini bawa senter " kata haikal ia sengaja dibuat bercandaan agar tidak kepancing emosi heru.


" bukan itu maksud gue lo kemanaaa akhir akhir ini "


" tumben nanya ada apaaa ? "


" gausah bertele tele jawab gue kal! lo ketemu zia kann" tanya heru


" nah nanya nya enak kan kalau langsung , ia ketemu zia , karna gue diajak abi umi untuk ikut dengan mereka " jawab haikal.


" kurang ajar lo! " ucap heru ia ingin sekali menonjok haikal namun ditahan oleh azam.


" udahh ruu udahhh , malu banyak ustad dibawah " ucap azam ia berusaha membuat suasana adem.


" haikal duluan kurang ajar " protes heru kepada azam.


" yaudah lu santai jangan ngegass, inget kita ini contoh bagi santri yang lainn " bentak azam.


" kurang ajar bagaimana her , abi umi meminta saya untuk ikut dengannya , saya tidak bisa menolak karna itu permintaan abi umi, bertemu zia atau tidak , saya rasa anda sudah pasti tau jawabannya karna saya mendatangi kediamannya dengan abi umi tentu sudah pasti saya menemuinya, kalau dirimu merasa keberatan dan tidak terimaa silahkan mengajukan kepada abi umi bukan kepada saya " jelas haikal ia pun melanjutkan perjalanan kembali agar tidak terpancing emosi heru.


" sialaan loo, jangan mentang mentang anak abi bisa seenaknya , lo kan cuma anak angkat harusnya tau diri " ucap heru ia pun di tonjok oleh azam " bughhh... bugh"


" awssss " lirih heru.

__ADS_1


" selama ini gue dieimin lo herr , tapi lo keterlaluan, kan udah dibilang jangan merebutkan hal yang belom pasti keadaannya, kalaupun pasti ingettt siapaa yang pantass" ucap azam.


" udah jangan pukul , bisa di bicarakan baik baik kann, udah zam herr, " ucap haikal ia pun membantu membangunkan heru namun di tepis olehnya.


" herr saya tau saya cuma anak angkat abi, tapi saya beruntung diangkat olehnya, dengan begitu saya merasa punya keluarga, walau begitu saya tetap berbakti kepada orang tua angkat saya " ucap haikal ia pun merangkul azam dan mengajaknya pergi.


****


suara dentingan garpu sendok terdengar samar samar di keluarga mamah, ya mereka tengah makan malam seluruh keluargaa.


" jadi bagaimana nak apakah sudah dibicarakan oleh haikal ? " tanya mamah yang sudah mengetahui alasan kenapa dipercepat pernikahan haikal zia.


" belum mah, setelah ini Aa akan menghubungi haikal" ucap fikri melirik jam dinding pukul 22:00 WIB , sebenarnya ini makan malam kedua karna fikri sengaja mentraktir mereka, sedangkan anak anak mereka sudah beristirahat ke kamarnya masing masing.


" kenapa engga sekarang a , supaya kami mendengar ? " ucap suster tiba tiba, pertanyaan suster membuat mereka terkejut, siapa dia ? beraninya ikut campur urusan keluarga majikannya dan yang lebih terkejut mendengar suster memanggil dirinya adalah Aa. sontak membut fikri diam.


" saya hnya takut kalau ada anak santri teman sekawannya haikal yang mendengar nanti riweh, bukannya zia ingin di rahasiakan lebih dulu ? " jelas fikri tanpa melihat siapa yang berbicara ,jawaban fikri diangguki oleh semua keluarga. fikri pun tidak betah ia langsung izin istirahat lebih dulu. " mahh kak saya izin naik duluan yaa, sayang aku duluan yaa" pamit fikri kepada keluarganya dan dilanjuti kepada sang istri ia mengusap kepala deliaa dengan lembut.


" loh makannya a ? " ucap mamah.


" Aa sudah kenyang "


" sayang tunggu" ucap deliaa ia mengambil beberapa makanan untuk mereka makan di kamar. fikri pun menunggunya di ujung tangga.


" jangan di bawa yangg , gasopan lagi makan " tegur fikri dengan kelembutan.


" gaappa aa bawa saja kalian butuh waktu berdua kan , bawa nak " ucap mamah, mamahpun paham dengan perasaan fikri.


Kemesraan terlihat jelas oleh mata yang melihat kearah delia fikri , entah apa yang dirasaakan suster itu membuat ia cemburu.


" ibu nyonyah saya minta maaf , saya tidak sengaja memanggil bapa tadi dengan sebutan Aa , sungguh saya minta maaf" lirih suster dengan airmata yang mengalir


" huftttt yasudshhh apa boleh buatt , " ucap mamah dengan nada kesedihan.


" lain kali harus bisa di kontrol ucspannya , saya gamau karna kamu hubungan adik kaka berantakan, kali ini saya maafkan besok atau lusa melakukann kesalahan saya gak bisa memahaminya " ucap kia yang mana ialah yang menggaji suster itu.


" baik buu saya minta maaf dan terimakasih " ucapnya


" sana istirahat " kata kiaa dan suster itupun kembali ke kamarnya.


" Aa pake ngambek segala, tapiii enak juga ya manggil aa " gumam suster itu dalam hati.


~


" sayang kamu makannya sudah ? " tanya delia saat ia sudah sampai dikamar, fikri langsung mengganti kaos putih (yang suka dipakai daleman koko) .


" belumm hehehhe " jawab fikri memelas.


delia yang mendengarnya hanya bisa mengucap "dasar" ia mengerti kenapa suaminya tidak ingin makan dibawah.


" yaudah aku suapi yaaa " kata delia dan diangguki fikri. saat mereka melakukan hal romantis layaknya pasangan yang sedang di mabuk asmara. ponsel fikri berbunyi buru buru ia angkat ternyata haikal melakukan panggilan videocall. fikri pun menggeser tombol hijau dan ia menyandarkan diri ketubuh sang istri , hingga delia ikut berada dalam layar panggilan.

__ADS_1


" Assalammualaikum abi umii" kata haikal di sebrang sana.


" Waalaikumussalam Nak , ada apaa " kata fikri sambil tetap di suapi oleh delia.


" gak ada apa apa abi, abi tadi menyampaikan kalau ada yang mau dibicarakan oleh haikal bii.. "


Sambil menunggu jawaban fikri ia melihat abinya tengah mengunyah makanan sontak hal itu jadi bahan ledekan anaknya " ceuhhh ilahhh biii masih di suapi umi rupanya, haikal mau disuapi umi ya bii"


" enak ajaa! minta sama istrimu nanti" kata fikri


" hahahaa umi suaminya marah " ledek haikal.


" kamu sih nak, jangan buat abi badmood yaa nanti abi gak ngurusin lohh, " sahut delia dengan fikri mengarahkan ponselnya ke delia.


" iya iya maaf biii, abi ku sayang , ada apa heumm ? " kata haikal ia mulai serius.


" pernikahan kamu dengan zia abi percepat yaaa,kamu setuju gak nak ? soalnya keadaan disini kan kamu tau, sebelum menyebar dan menjadi sulit ,jadi besok kamu langsung ke depok sama bunda abah , sewa hotel di dekat sini , untuk surat menyurat abi urus nanti abi minta pak anton urus surat disana. " jelas fikri hal itu membuat haikal terdiam , disatu sisi ia ingin segera menikah dengan ka zia tapi disisi lain ia tidak ingin pernikahannya bermasalah.


" abi terserah haikal bagaimana? abi sudah membicarakan ini dengan abah " kata fikri lagi.


" bii haikal ingin menikah dengan ka zia tapi untuk mendadak haikal berterus terang sama abi kalau haikal tidak ada biaya setelah menikah, haikal tidak ingin merepotkan mamah " kata haikal.


" untuk uang kamu tidak usah khawatir abi ada , lagi pula mau puasa supaya kalian bisa puasa bersama dan abi tidak bisa lama lama di depok, kalau kamu di depok setidaknya kamu bisa membantu umi mengurus produksinya ada istrimu, abi di bandung lagi banyak projek nak , " kata fikri ia mencoba menjelaskan sedikit demi sedikit kepada anak bujangnya yang kini dalam kebimbangan.


" zia bagaimana bi? "


" zia tergantung kamu, lusa wo tempat ka kia bisa dadakan kalau cuma akad saja, abi gak mau memaksakan kamu , itu balik lagi ke kamunya , terlebih para penggemarmu sudah tidak sabar kalian menikah ? " ucap fikri


" haikal tetap hari jumat bii " kata haikal ia berani mengambil keputusan , hal itu membuat fikri tersenyum senang ternyata anak laki lakinya mampu mengambil keputusan sendiri tanpa peduli pendapat orang lain ..


" abi kenapa senyumm ? "


" abi ngerjain haikal yaaa ? "


" engga nak, abi umi hanya ingin tau seberapa goyahnya kamuu menghadapi pilihan sulit. " kata fikri.


" abi umi rese yaaa "


" sudah umi tf ke rekeningmu coba dilihat" kata delia tiba tiba. ia memberikan uang atas izin suaminya dan menyampaikan untuk apa kepada suaminya agar tidak menimbulkan fitnah.


" umiiii abii terimakasih " lirih haikal.


" sama sama , pergunakan uang sebaik mungkin , abi tau mau menikah ujiannya banyak apalagi kamu sebagai kepala keluarga nantinya , belilah sesuai kebutuhan bukan keinginan " kata fikri memberikan sedikit wejangan kepada anak laki lakinya.


" baik abi umi sekali lagi terimakasih " lirih haikal.


" sama sama yaudah nak abi mau istirahat , kamu jugaa sampai bertemu hari kamiss " kata fikri , karna ini malam senin .


" selamat beristirahat my hero , Assalammualaikum "


" Waalaikumussalam nak , "

__ADS_1


###panggilanberakhir


__ADS_2