
Aku tak menyangka apa yang aku lihat saat ini benar benar seperti mimpi indah ,melihat orang yang aku rindukan kini hadir didepanku. jangan ditanya bagaimana perasaanku saat ini ,bahagia bangga rindu dan bersyukur . Dipeluknya tubuhku akupun membalasnya terasa kerinduan pada keluargaku " Sayangggg" lirih mamah menghampiriku memelukku dengan eratt.
" Kamu kuat ya nak demi cucu mamah dan cucu penerus keluarga adam syarief ." ucap mamah mengusap perutku yang rata.
" Mamah delia kangennnn , " sahut delia merentangkan tangannya seraya ingin memeluk mamah.
" Kaka ga dipeluk " sahut ka ziaaa protess dengan raut wajah ngambek yang dibuat buat.
" Ahhhhh kakaka sayangggg sini siniii " ucap deliaaa bahagiaa , kakia dan ka zia pun memeluk delia dengan erat sambil menghapus airmata dirinya tanpa sepengetahuan delia.
" Bunda bahagia nak melihat kamu ceriaaa ,bunda harap kamu seperti ini nak karna bagi bunda kamu adalah cahaya di keluarga ini " Gumam bunda dipelukkan fikri.
" sehat sellau ya dee dan selamat kamu mau jadi ibuu jangan nakal yaaa inget pesan suami sama dokter " ucap ka zia .
" ya ka makasih yaaa ,papah mana mah " tanya delia yang tidak melihat papahnya.
" Kenapa nak " sahut papah keluar dari kamar mandi berjalan menghampiri delia anak kesayangnya.
" Papahhhhhhhhh" ucap deliaaaa merentangkan tangannya ,dipeluknya laki laki itu dengan erat sesekali mengusap pungggung papah, ia rindu dengan laki laki penyabar,sholeh,sayng keluarga yang paling penting mereka adalah cinta pertama bagi anak anaknya.
" Sayang jangan nangis papah gamau liat kamu nangis yaa,kami sudah disini menemui kamu jadi papah minta jangan nangisss kasihan cucu ppapah " sahut papah mengusap kepalaku.
Ahhhh rasanya aku benar benar bahagiaaaaaaaaaa ," Yaallah terimakasih disaat ujian dan cobaan hadir ,engkau memberikan keluarga yang menguatkanku demi buah cinta kamiii , yaallah teruslah seperti ini buatlah ia bahagia, jangan kau hadirkan kekecewaan pada raut wajah mereka sungguh hamba tak sanggup " gumam delia dalam hatii.
Disaat kami berbincang diselingi tawa canda dan terkadang terharu.pertanyaan delia membuat kami takut takut untuk menjawabnya.
" Papah mamah nginep kan " tanya delia .
" Papah mamah ngga nginep nak besok kaka kamu ujian ,mas tyo juga kerjaaa ,gapapa kan nak " jawab mamah mengusap putrinya.
" yahhhh yaudah gapapa mah "
__ADS_1
" Nanti kami kesini lagi deee " ucap kakia yang melihat raut kekecewaan delia .
" papah gabisa janji tapi mamah dan kaka bisa kesini sayanggg " ucap papah ,pertanyaan papah itu membuat diantara mereka bertanya tanya namun tidak dianggap serius.
" Abiiii umiiii lisyah mau main ya sama viola " ucap Alisyah yang langsung bangun dari tidurnya tanpa duduk dahulu dan itu membuat kagetttt merekaaa semuaaa.
" Astagfirullah" sahut mereka terkejut.
" innalillahi wa innaillaihi rojiun "
" Alisyah pelan pelan sayanggg " ucap fikriii melihat anaknya begitu semangat.
" Dasarr anaknya fikri " sahut mba wulan dan itu membuat mereka tertawa pastinya pandangan mereka kearah fikri .
" Mari semua kita makan siang dulu yuuu sudah disiapkan bibi " Ucap bunda mengajak mereka untuk makan siang sebenarnya makan siang yang sudah terlewat.
" Jangan repot repot yaallah kami kesini mau liat putri kami " ucap papah yang merasa tak enak pada keluarga abah.
Abah yang mengerti pun merangkul papah untuk mengajaknya makan siang di bawah pemandangan itu disaksikan kami semuaaa, aku dan fikri saling menatap bahagia satu sama lainn ,nikmat tuhan manakah yang engkau dustakan .
" Lia boleh ikut engga bun ,abiii mahh delia bosenn " ucap deliaa yang sebenarnya gamau diperlakukan seperti orang sakit namun ia mengerti ada calon penerusss keluarga Adam syarief .
" yasudah gapapa nanti turun digendong abi yaa neng " ucap bunda..
Akhirnya aku turun berkumpul dnegan lainnya walau suami harus menggendongku agar tak lelah katanyaa , suamiku menggendongku menuruni anak tangga satu demi satu dengan selang infus dibawa oleh bunda dan mamah ia mengikutiku dibelakang.
" nak beruntungnya dirimu mendapatkan keluarga yang baik dan mertua yang baik,,mamah bahagia nak perasaan mamah selama ini salah ,mamah tenang liatnya " gumam mamah dalam hati .
*
*
__ADS_1
*
*
Setelah makan seperti biasa mereka berkumpul bersamaa ,sudah seperti keluarga ga ada batasannya ,sampe kia zia naik kelantai 3 dengan wulan dan syifa salsa. sebelumnya mereka pamitt
" Abahh bunda semuanya kita mau ke atas dulu yaaa" ucap syifa
" Mau kemana nak " tanya mamah penasaran dengan anak anaknya.
" zia diajak mba wulan sama syifa mahh "
" Ini kasihan loh teteh delia masa ditinggalin" ucap bunda yang merasa kasihan dengan mentunya sebab mereka bersama meninggalkan delia yang tengah duduk.
" Yaudah teh hayuu ikutt ,boleh kan Aa " ucap syifaa setengah gemeteran dan itu membuat fikri curiga.
" Wulan ga ikut dehh dee ,kalian ajaa " sahut wulan tiba tiba ia pun duduk kembali.
" Kia juga deh takut viola nakal "
" yasudah kita aja yaaa "
" kalian mau ngapain ih kaka kaka pada engga jadi ko kalian keatas ga sopan sayangkuh " ucap bundaa tetap melarang anaknya meninggalkan delia.
" Gapapa bundaa izinkan saja " sahut fikri yang mengupas buah jeruk untuk istrinya diotaknya fikri ia ingin tahu apa yang dilakukan adik adiknya itu.
" yasudah "
" Aa makasih banyak loveyou " ucap salsa dengan raut bahagia.
mereka pun naik kelantai 3.
__ADS_1
fikri tak membalas ucapan salsa ia hanya tersenyum hambar ,walau saat ini ia mengurusi istrinya namun pikirannya ia bercabang ,disatu sisi ia memikirkan kondisi istrinya, perusahaan, pesantren, masalah adiknya ,belum lagi urusan lainnya ,sungguh berat beban mu wahai sang suamii.
hallo semua maaf ya author baru up soalnya author sibuk mempersiapkan Mau ada acara ,doain ya semua lancar.. hehee btw kalian penasaran sama tokoh siapa sihh ?? dan baagiamana kelanjutannya ??