
Suasana perjalanan didalam tol terasa nyaman dan tidak menguji kesabaran, pasalnya banya diantara mereka yang sedang terlelap dalam tidurnya dan banyak diantara mereka yang memilih menyiapkan menu makanan untuk menyambut bulan suci ramadhan. sehingga jalanan pun menjadi lengang.
Keadaan di mobil fikri maupun kia sama sama hening tak ada canda tawa karna mereka tertidur pulas kecuali fikri dan erik mereka tidak tidur karna mengemudi kendaraan. perdebatan terjadi di dalam mobil haikal " ekhmm aus banget tenggorokan" gumam haikal memegang tenggorokannya ia berharap sang istri perhatian
Zia yang mendengar sang suami kehausan ia hanya melirik dengan ujung mata kanannya dan kembali fokus pada ponselnya. " minum tinggal minum ribet amat" gerutu zia dalam hati yang sebenarnya canggung.
tak ada rasa peduli pada zia haikal pun mengambil ponselnya berniat menghubungi abi fikri ia meminta mampir kerest area.
" abi jadi mampir ke rest area gak yaa" ucap haikal sengaja dengan mata sesekali ia arahkan ke ponsel dan jalanan.
" ya.. yaa nihh" ucap zia ia mengambil air minum yang berada disisi kiri haikal atau di sisi kananya zia. ia pun membukanya dan memberikan ke haikal. " hemm terimakasih istriku" ucap haikal dengan tersenyum tampan.
zia yang mendapatkan perlakuan manis ia pun menjadi salah tingkah dan wajahnya berubah merah bak kepiting rebus. " sama sama" ketus ka zia ia menbetulkan kembali posisi duduknya menyila dengan bantal berada di pangkuannya.
" coba bilang sama sama wajahnya diarahkan ke aku dong masa ke jendela. " kata haikal ia menggoda sang istri.
" apaan sih udah ahh"
" laper gak ? " tanya haikal , didalam mobil yang memulai pembicaraan selalu haikal berbeda dengan zia ia memilih diam dan selalu menatap kearah luar jendela.
" engga , udah ah saya mau tidur " ucap zia ia menyandarkan kepala di sisi jendela dengan bantal leher yang menyanjadi alas bantalnya.
" tidur lah nanti aku bangunkan" ucap haikal mengelus kepala zia, rasa kantuk yang mendalam membuat zia tertidur tanpa protes atas perlakuan suaminya, entah dia sudah mengantuk atau nyaman di perlakukan sepeeti itu. saking cintanya dengan zia ia sampai rela mengusap kepala dan kembali fokus di tol.
RESTAREA
Mobil fikri dan kia sudah sampai lebih dulu disusul oleh mobil haikal, ketiganya memarkirkan mobilnya dengan berjejer satu sama lain. setelah memarkirkan mereka turun untuk buang air kecil atau makan..
" nak mamah tinggal sebentar ya mau ke toilet," ucap mamah kepada fikri.
" iya mah " jawab fikri, ia melihat ke belakang putrinya masih terlelap dalam tidur. dan melihat ke sang istri yang sama sama masih tertidur, diikuti zayyan.
Tok. tok. tok suara ketukan kaca mobil fikri pun membuka kaca mobil sedikit karna sang istri tertidur tanpa cadar. " nanti ya tunggu pada bangun" jawab fikri ia menutup kembali kacanya.
" zia kemana kal ?" tanya erik
" kamar mandi bang " jawab haikal ia berjongkok dekat dengan bang erik. " rokok kal " ucap erik memberikan haikal rokok miliknya untuk bersantai.
" maaf bang, saya gak ngerokok" tolak haikal dengan ramah, aduh babang 😍
" iya gapapa "
kia pun datang dengan membawakan kopi untuk sang suami. " loh fikri kemana ? " tanya kia saat tidak berkumpul. " dimobil lia sama anak anaknya tidur jadi gak turun" jawab erik mengambil kopi miliknya.
" zia kemana kal ? " tanya kia lagi.
" zia sama mamah ke toilet kak "
1" maaf ya kaka gatau kalau kamu disini jadi belinya buat erik aja , soalnya pas nyampe langsung beli kopi , kaka juga gatau kalau zia ke toilet" jelas kia dan diangguki oleh haikal.
Mamah dan zia pun datang menghampiri mereka yang tengah mengobrol di dekat mobil fikri dan erik.
" loh delia fikri mana ? " tanya mamah yang tidak melihat delia fikri
" di mobil " jawab mereka kompak.
" ikut aku yu " ucap haikal ia menarik tangan ka zia membawanya ketempat makan untuk membeli kopi atau lainnya.
" kemana ihh " tanya zia saat tangannya di gandeng haikal.
" ikut ajaa "
__ADS_1
Ka zia pun pasrah saat haikal menuntun tangannya, toh ia merasa nyaman dan terlindungi saat bersama haikal, saat hati dan diri sedang bergejolak ingin teriak tapi haikal mampu memberikan keteduhan.
" mau beli apa ? beli lah " ucap haikal dengan enaknya zia pun memilih makanan yang memang ia mau dan tentu haikal memesan kopi 2 untuknya dan untuk abi fikri.
" udah ini aja " ucap zia memilih cemilan roti dan beberapa lidi..
" udah ? "
" eummm boleh aku minta ayam tepung rasanya lapar tapi makannya nanti di mobil " kata kazia ia mengatakan hal itu dengan menunduk ia takut haikal marah atau tak mengizinkannya. haikal melihat sang istri malu malu pun tersenyum senang , butuh waktu untuk zia menerima kehadiran orang baru di sisinya hal itu membuat haikal tak patah semangat. jika kita ingin makan nasi maka butuh proses padi menghasilkan beras lalu di olah menjadi nasi maka seperti itulah kondisi rumah tangga sang pengantin.
" yasudah ayo beli" ucap haikal ia menuntun ka zia masuk ke resto cepat saji untuk membeli ayam tepung/chiken kesukaan zia. tak butuh lama mereka sudah membeli 2 box nasi yang mana untuknya berdua.
" terimakasih "
" sama sama " jawab haikal ia mengelus kepala ka zia , perhatian yang haikal beri mampu membuat ka zia nyaman hingga tanpa disadari ka zia bersandar pada pundak haikal sepanjang perjalanan menuju mobil.
" ciee udah rangkul rangkulan nihh" goda bang erik dan kia saat keduanya tiba dan zia pun melepas gandengan mereka , haikal memasukkan kembali makanan yang ia beli kedalam mobil dan menghampiri abi.
" apaan sih kak "
" itu kenapa pergi paksaa pulang udah gandengan " kata kia dengan usilnya.
" yaa emang kenapa ? " tanya zia lagi.
" bii ini kopi haikal belikan untuk abi " ucap haikal memberikan kopi untuk abinya yang tengah membuka pintu mobil, delia sudah bangun ya guyss.
" wahh terimakasih banyak yaa kall " kata fikri mengambil kopi
" sama sama. "
" abi delia kemana yaa ? " tanya zia
" delia ke toilet sama mamah, sekalian alisyah" jawab fikri ia menggendong baby zayyan.
" berangkat jam berapa ini kita ke pantai ? " tanya erik ia melihat jam 4 di tangannya.
" sebentar lagi "
" kopi aja belum habis bang" ucap fikri melihat kopi erik masih setengah, erik mengerti saat fikri mengeluarkan zayyan disaat itulah ia mematikan rokoknya.
" zia tolong titip zayyan yaa saya mau ke toilet habis ini kita berangkat" ucap fikri memberikan zayyan kepada zia, dengan senang hati zia menerima zayyan.
" okeee "
Satu moment diabadikan oleh erik dimana haikal berada di belakang zia dengan zia menggendong baby zayyan, dengan tangan yang ia letakkan di pundak zia. ckrekkk
" sayang liat " ucap erik menunjukkan foto ke kia , sontak kia pun paham. ia mengarahkan zia dan haikal untuk berfoto dengan baby zayyan.
" mumpung orang tuanya gak ada buru foto" usul erik ia pun melakukan yang sama mengabadikan moment itu.
Kia tipikal orang yang langsung kirim foto detik itu juga ke ka zia agar ia bisa pasang di status wa miliknya. 15 menit kemudian mereka masuk ke mobil masing masing untuk menuju lokasi tujuan.
" coba aku liat foto yang tadi " kata haikal sambil mengemudikan kendaran.
" nih " zia pun menunjukkan beberapa foto dengan menggeser layar ponselnya.
" semoga suatu saat kita seperti ini yah" sahut haikal dan membuatnya terkejut saat zia mengatakan "Aaamiiin "
" kamu bilang apa ? "
" Aamiin" jawab zia
__ADS_1
" kamu setuju ? "
" untuk sekarang tidak tapi aku tidak terus terusan seperti ini bukan ? " jawab zia , hal itu membuat haikal tersenyum bahagia.
" gapapa walau entah kapan kita memiliki buah hati asalkan itu dari hatimu bukan karna hak yang belum kamu lakukan, aku tidak ingin kamu keberatan " jelas haikal dan diangguki oleh zia yang sambil membuka nasi berisi ayam.
" mau ? " tanya zia
" sekarang ? ini di tol sayang, engga harus di tol juga kan yaang" tanya haikal ia terheran heran dengan ka ziaa yang sepertinya mulai belajar untuk menghargai haikal. Zia yang mendengar haikal memanggil dirinya dengan sayang reflek langsung membuang wajahnya ke arah luar tanpa ingin memandang sang suami.
" eummm. maksud aku gak di tol juga kan ? " tanya haikal terheran dengan sikap zia
" apaa da orang mau nawarin ayam" ketus ka ziaa ia pun langsung menyuapi ayam ke mulutnya.
" aku kira apaa" lirih haikal.
" engga usah buat kamu ajaa " jawab haikal lagi ia pun melanjutkan perjalananya menuju lokasi.
Beberapa jam kemudian yaitu jam setengah 5 pagi hari mereka telah sampai di lokasi pantai yang menjadi tujuan mereka, semuanya keluar dari mobil untuk sholat subuh ,kecuali fikri dan delia mereka memilih untuk menjaga anak anaknya dan bergantian dengan mamah.
" kunci mobilnya " ucap fikri karna tempat yang menjadi tujuan mereka belum ada wisatawan yang datang ,hanya keluarga mereka yang sudah tiba bisa jadi seperti privat pantai., haikal dan erik pun mengunci kendaraannya dan menghampiri ibu ibu yang sepertinya memiliki usaha minuman atau makanan.
" bu permisi maaf mau bertanya kalau mushola dimana yaa ? " tanya mamah kepada ibu ibu.
" kalau disini kelewat bu lumayan jauh, kalau mau sholat silahkan di tempat saya aja bu " jawab ibu ibu dan mereka pun menumpang sholat di tempat usaha ibu itu.
" kak gantian sholatnya titip tas , erik sama haikal gantian ya ga ada yang jaga kita " bisik mamah yang memberikan tas kepada kia , karna haikal zia dan mamah memilih sholat lebih dulu. " jangan lama mah " ucap kia yang merasa tidak nyaman.
Karna tidak telalu jauh dari pantai mereka berjalan kaki untuk menumpang sholat dan wudhu, untungnya mamah zia kia maupun delia selalu membawa mukena saat berpergian. erik mengirimkan pesan kepada fikri untuk hati hati menjaga anak anaknya karna suasana sunyi dan hanya kita saja membuat semuanya khawatir.
Singkatnya mamah zia dan haikal telah selesai untuk sholat dan mereka menunggu erik kia yang tengah sholat, mereka tidak langsung pergi begitu saja, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan mereka berjalan bersama.
" sudah mah " ucap kia yang baru saja selesai ( sengaja author percepat ya)
" sudah ka "
" ibu terimakasih banyak masyaallah berkenan memberikan kami tempat untuk sholat, ini ada rezeki untuk ibu" ucap mamah memberikan uang 50 ribu untuk ibu ibu.
" gausah bu gaapa kalau mau apa aapa kesini aja "
" iya bu nanti anak saya sholat disini juga yaa "
" iya bu silahkan"
" kami permisi ya bu assalammualaikum"
" waalaikumussalam".
Mereka pun menyusul fikri delia yang berada di mobil, sepanjang jalan menuju mobil kia tidak henti hentinya memarahi mamah karna memberikan uang 50 ribu kepada ibu ibu tadi, bukan karna nominal melainkan ia baru saja tiba jika memberikan uang dalam jumlah yang besar di sangkanya kita orang kaya dan takutnya hal yang tak diinginkan akan terlaksana. " mamah ihss ngeri kia mah "
" uda gapapa orang bagi rezeki kok, berdoa aja semoga selalu di berikan rezeki"
" Aamiin "
sesampainya di mobil kia masuk kedalam diikuti vio dan suster sedangkan erik ia menjaga mereka diluar, haikal tidak masuk mobil ia memilih berjaga diluar dengan erik sedangkan mamah ia menjaga alisyah ditemani zia. " mah fikri tinggal dulu yaa , nanti telpon aja " ucap fikri saat ingin meninggalkan anak anak untuk sholat. " ia a "
Delia fikri hanya membawa mukena dan sajadah kecil untuknya menumpang sholat di tempat yang sama dengan mamah.
" neng yang anaknya ibu tadi ya ? " tanya ibu ibu kepada delia.
" iya bu , ini suami saya"
__ADS_1
" oh yaa neng masuk. masuk"
Delia fikri pun memilih mengambil wudhu dan segera sholat saat sudah diizin kan oleh ibu ibu.