
Acara berlangsung dengan tertib dan lancar, pengajian pun selesai ba'da ashar. moment pembagian sembako diiringi doa dari para jamaah yang hadir dalam pengajian walimatul ursy tersebut.
" selamat yaa teh semogaa lancar" ucap ibu ibu kepada ka ziaa. ka zia hanya bisa melayangkan senyumnya dan mamah lah yang menjawab setiap doa, entah apa yang di rasakan zia seolah iaa terbebani.
" sama samaa bu"
Seluruh jaamaah pun telah pulang diikuti ustadzah pemimpin taklim azzahra. " ning ustadzah pulang dulu yahhh " ucapnya kepada delia. " terimakasih banyak ustadzah sudah sempatkan datang " kata delia memeluk ustadzah .
" sama sama kalau begitu saya pamit yaa Assalammualaikum"
" waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"
Sholat ashar dilakukan di ruangan tamu mamah, dipimpin oleh fikri , sanak saudara turut pengikuti sholat ashar berjamaah. tak butuh lamaa sholat ashar pun telah selesai dan mereka menuju rumah baru papah yakni kuburan.
" ayoo nanti kesorean " ajak mamah yang sudah merindukan Alm
TPU
" Assalammualaikum pah" ucap mereka saat sudah berada di pusaran gundukan tanah bertuliskan RENO ZAINAL sebelumnya mereka telah membaca doa saat hendak memasuki are pemakaman.
Doa doa di pimpin oleh abah serta di Aamiin kan oleh seluruh pelayat yang berada di lingkungan tanah papah.
" pah ziaa kangennnn " lirih ziaaa setelah selesai berdoa. delia mamah kia zia bahkan fikri erik mereka menaburkan bunga yang tadi berada di nampan pada saat pengajian sertaa air putih yang berada di dalam wadah di tuangkan keatas makam papah. diikuti alisyah vio yang ikut serta menaburkan bunga.
" Pahh, papah lagi apaa ? papah sudah tidak sakit lagi yaaa, papah bahagia disanaa , pah anak kitaa satu satunya yang belum menikah esok pagi ia akan menikah dengan laki laki yang insyaallah baik agamanya, hatinya, papah dahulu pernah bilang kalau akan menghadirkan acara anak kita tapii sekarang... jujur pah mamah ikhlas tapi kerinduan itu ada, mamah jadi sendirii pahh tanpa yang menemani " lirih mamah ia mengusap papan kayu yang bertuliskan reno zainal.
" pah kia kangen papah, kia kangenn di tanya kapan kerumah ka ? kia kangennn pahh. " lirih kia dalam hati.
Sedangkan anak kesayangannya justru lebih pendiam dan mengalirkan airmatanya dengan deras. " Assalammualaikum papah, pahh aku datang hehehe, papah kangen sama lia engga ? jujur lia kangen sama papah, kangen dimanja papah, kangen bangettt ternyata kerinduan yang paling menyakitkan adalah merindukan papah yang sudah tiada. lia datang dengan anak anak pah, bahkan dengan besan papah, pahhhh sampe saat ini lia masih menyesal kenapa tidak pulang pada saat papah meminta lia pulang hikss" gumam delia dalam pelukkan suaminyaa. tak ada suara sesegukkan hanya saja airmata lolos dari pelupuk matanya.
Setelah menaburkan bunga , mereka pulang kerumah mamah karna jam sudah menunjukan 17:00 WIB yang mana sebentar lagi kita akan memasuki waktu maghrib.
" kami pulang ya pahh besok kesini lagi" ucap mereka meninggalkan makam papah.
Zayyan berada dalam gendongan bunda sedangkan alisyah dalam gendongan haikal , fikri menuntun sang istri agar cepat sampai rumah untuk segera ia membersihkan tubuhnya.
**
__ADS_1
" bisa bisanya bikin malu ajaa tau gak ! " teriak bapa heru, walau sudah beberapa hari kejadiannya tapi tetap saja kecewa masih membekas dalam hati orang tua.
" heru cinta sama zia pahhh adiknya ning " protes heru yang mana selalu menjawab hal yang sama.
" sudah sudahh pah , abang sudahh " ucap mamah heru memisahkan anak dan bapa yang sedang bertengkar.
" percuma mondok lama kalau akhirnya gatau adab sopan santun, kalau suka sama seseorang gak harus ajak ribut orang lain hanya karna dia lebih dekat, kalau memang suka bilang sama papah papah datengin rumahnya , bukan malah membuat masalah sampe dikeluarkan dari pondok !! " ucap papah berapi api.
" bantu heru pahhh untuk dekat dengan ziaa, heru mau ziaa "
" sekeras apapun kamu usaha membujuk papa, papah gak akan bantu, mau ditaro dimana wajah papah hah sementara keluarga mereka sudah tahu kelakuan kamu , pikir" ucap papah heru kemudian pergi meninggalkan heru yang sedang kan mamah ia memeluk putranya yang terlihat kesal..
" abangg sudah mau maghrib gak enak didengar tetangga, abang wudhu kita sholat" ajak mamah merangkul heru yang mengacak rambutnya frustasi.
" mamah sholat sama papah, heru sholat sendiri habis itu pergi keluar " ujar heru dan ia meninggalkan mamahnya sendiri.
" anak bujangku Yaallah lembutkan hatinya, hanya karna wanitaa ia menjadi butaaa " gumam mamah heru ia pun menyusul suami untuk sholat maghrib.
Heru lulusan pondok pesantren tapi kelakuannya kenapa berbeda dari santri pada umumnya ? seharusnya kita tidak bisa menyalahkan pondok pesantren tempatnya belajar jika mendapati anak santri yang setelah lulus menjadi tak terarah, hal itu karna dirinya sendiri lah bukan pesantren.
" mahhh pah heru berangkat" pamit heru dengan mencium tangan papah mamahnya ia berjalan melewati papah mamahnya yang sedang makan malam.
" mau pergi kemana nak ? " tanya mamahnya.
" kerumah temen "jawabnya melongos pergi begitu saja.
" jangan macem macemmm nak " teriak mamahnya namum tak di respon oleh heru ,
heru memanaskan motor gede miliknyaa dan langsung tancap gas kerumah temannya
" anakmu bener bener deh mahh" keluh papah yang sebenarnya pusing dengan kelakuan heru .
" saha anak aku ? heru ? iya dia anakku , bukan anakmu " ucap mamah yang ikut terpancing emosi. pak heru yang menyadari istrinya kini berubah ia pun hanya bisa diam dan mencoba mencairkan kembali suasanya dirumahnya.
Sementara heru entah pergi kemana anak itu, tidak bilang kemana ia akan pergi.
**
__ADS_1
Seluruh keluarga mamah dan papah mereka menginap dirumah 2 lantai itu, entah bagaimana mereka beristirhat yang pasti kamar yang berada dirumah itu tidak dapat menampung seluruh anggota keluarga besar. Alhasil mereka memilih untuk tidur bersama di lantai 1 .
" lia kamu gamau tidur disini aja ? " tanya bibi saat melihat deliaa menggendong putranya.
" engga bi hehehe " jawab delia sopan.
" lia tidur di produksi soalnya ada mertuanya gak enak kalau di tinggal" sahut ka kiaa yang mendengarkan ucapan bibi.
" ooohh gituuu atuh malam malam bayi dibawaa nanti sawan " protes nenek yaitu ibu dari mamah.
" udah biasa di bawa zayyan buu" timpal mamah. yaakarna semua kumpul di ruang keluarga yang disulap menjadi tempat tidur layaknya korban pengungsian.
" yasudah mumpung belum jam 10 , sini sini " ucap nenek ia pun mencium zayyan dan sedikit adaa komat kamittt entah apa yang dibaca.
" semuanya kami pulang dulu yaa, assalammualaikum" ucap deliaa dan fikri. sedangkan alisyah ia lebih dulu dibawa bunda.
" waalaikumussalam, numpang numpang neng"
" iyaa "
Delia fikri pun keluar dari pintu utama menuju mobil, sebenarnya jalan kaki pun bisa tapi menghemat waktu dan hari sudah malam ia memutuskan membawa mobil.
" dee jangan dateng kesiangan" teriak ziaaa dari dalam. delia pun menoleh saat ia hendak membuka pintu mobil. " iaa calon manten, menantukku" ledek deliaaa dengan mengukir senyum.
" rese ahhh"
" hahaha yaudah dadah sayang" ucap delia saat ia sudah berada di dalam mobil ingin menutyp kaca mobil. " dahhh"
~
Kegelisahan dan rasa bahagia mewarnai perasaan haikal, dimana hitungan jam lagi ia akan menikahkan wanita pujaan hatinya, apakah pernikahan mereka akan bahagia atau tidak ? , haikal pun mencemaskan proses ijab qobul. ia terus saja mundar mandir memikirkan seperti apa momen besok.
" apa gue bisaa yaaaa " gumam haikal
bantu vote author yu nama ka zia siapaa ? karna author lupaa siapa nama panjang ka zia gimana kalau kita vote ulang
- Zea Almira Azzahra
__ADS_1
- Zia Nafiza Qadriya