
Semua orang sudah siap untuk menikmati hidangan yang telah disediakan diatas meja. 2 keluarga itu pun sudah duduk dikursi masing masing memang kursi meja makan yang berada di rumah keluarga reno zainal pas untuk tamu atau kerabat yang ingin makan bersama, didegsin ala timur tengah membuat ruangan itu indah dan nyaman. sebenarnya di rumah itu hanya dihuni 4 4 orang saja akan tetapi kursi meja makan berjumlah 12 kursi supaya memudahkan tamu atau kerabat makan bersama.
" Ayo semua silahkan dicicipi makanannya" sahut papah mempersilahkan makan.
" Iyah pak terimakasih banyak "
" Silahkan makan"
Semua orang pun makan bersama dengan sedikit obrolan tentu membuat suasa makan menjadi nikmat, Namun karna asik menikmati hidangan tiba tiba Celoteh alisyah membuat semua kebingungan menjawabnya.
" Abi kata mamah ceuceu emang benel lisyah mau punya mamah" tanya alisyah sambil nengunyah makanan.
" Alisyah habis kan makananmu sayang setelah ini kamu boleh bertanya" jawab fikri
" Baik abi"
10 menit mereka menghabiskan hidangan yang tersedia kini mereka pun kembali keruang keluarga untuk melanjutkan obrolan tentang pernikahan. namun tidak dengan wulan dan delia yang masih mencari cemilan.
" Sudah sudah biar aku saja teh nuhun atuh " ucap delia sambil mengambil piring yang ingin dicuci wulan.
" Atuh gak apa apa dee eh yaampun Saya lupa enak nya panggil kamu apa ya? "tanya wulan kembali.
" Apa saja boleh mba, " jawab delia sambil berjalan kearah kulkas.
" Iyah apa biar sama sama enak atuh" sahut wulan.
" Neng juga tidak apa apa mba, atau mau ikutin anak anak panggil ummi juga tidak apa apa " jawab delia sopan sambil mengeluarkan es krim untuk di makan bersama.
" Nanti aku diskusi sama Aa fikri dulu deh " ucap wulan kemudian membantu delia membawakan es krim
" Kalau aku panggil mba aja tidak apaa apa kan atau teteh " tanya delia.
" Gapapa panggil aku mba "
" Iyah yaudah yu kita bawa kedepan " jawab wulan lagi
" Iyah mba "
Mereka pun membawa cemilan untuk di makan bersama sambil mendengarkan hal hal tentang pernikahan, semua pun berkumpul kecuali alya dan raka yang sudah asik bermain handphone milik alya dan wulan.
" Wahh sudah akrab aja nih mbaa kita kalah telak "sahut salsa saat melihat wulan dan delia datang bersama.
" Harus dong de apa lagi dia jadi kakak ipar kalian ya harus baik dong dan harus akrab juga" jawab wulan sambil duduk didekat mas tyo.
" Iyah dong pastinya kita akan akrab kalau perlu nanti aku akan ajak teteh ini shopping " ucap salsa penuh tanda tanya.
" Aku duluan de nanti syifa mau bantuin teh delia deh bantuin masak atau apaa ya teteh suka masak kan" jawab syifa tak mau kalah.
" sudah sudah jangan ribut atuh malu sama delia, maafin mereka ya neng " jawab bunda.
__ADS_1
" Tidak apaa apa bu, "
" Jadi kamu mau mahar apa nak " tanya abah kepada delia.
" Apa saja abah yang tidak memberatkan suami delia nanti nya" jawab delia sopan.
" Kalau soal mahar sudah fikri siap kan abah tentu tidak akan memberatkan fikri dan pastinya tidak merendahkan calon istri fikri" ucap fikri sopan.
" Alhamdulillah masyaallah tabarakaallah "
" Alhamdulillah "
" Bahkan abah sendiri belum mengetahui fikri kalau sudah menyiapkannya " jawab abah bangga.
" A apakah kamu sudah mengetahui wajah delia? " tanya bunda
" Belum bunda, fikri tidak memaksa delia untuk memperlihatkan wajah nya pada fikri apapun itu fikri menerima nya bun karna fikri menikahi delia pun murni ingin beribadah kepada Allah dan tentu nya karna akhlak nya " jawab fikri membuat semua orang terkejut.
" Tidak A kamu harus melihatnya dulu baru memutuskannya " sahut mamah yang kini beesuara.
" Baiklah "
" Bagaimana nak apakah kamu ingin memperlihatkan wajahmu dihadapan calon suamimu sebelum pernikahan itu digelar suami mu tetap harus memutuskan nya"jawab mamah.
" Baiklah mah " sahut delia yang kini mulai melepaskan cadar talinya yang dibantu mamah.
" Bismillah" delia pun melepaskan cadar milik nya hanya diturunkan hingga memperlihatkan wajah cantik miliknya.
" Bagaimana nak " tanya papah.
" Fikri tetap pada pilihan pertama fikri untuk memperistri putri bapa " jawab fikri.
" Baiklah kapan rencananya akad nikah dilaksanakan " tanya papah lagi.
Mendengar jawaban fikri membuat semua orang pun menoleh meminta penjelasan atas jawaban yang ia ucapkan " Minggu depan pak "sahut fikri mantap.
" Apa tidak kecepetan, belum mengurusi hal lain nya dan tentu undangan belum di buat" jawab mamah terkejut.. sedangkan papah diam mengusap wajah.
" Udah ngga sabar si aa " sahut wulan tertawa.
" Kalau begitu saya serahkan kepada papah dan abah bagaimana baiknya bukan kah lebih cepat lebih baik agar tidak timbul hal yang tidak di inginkan"
" Baiklah abah setuju"
" nak " tanya papah kepada delia.
" Delia sudah serahkan kepada papah delia harap papah yang akan menjadi wali di pernikahan delia" haru delia langsung peluk papah nya.
" Pasti nak pasti " sendu papah.
__ADS_1
" Baiklah kami ikut saja"
" Alhamdulillah"
" Oh iyah ini ada sedikit uang pakailah untuk kebutuhan pernikahan apa saja yang ingin dibeli" sahut bunda menyerahkan uang 100 juta.
" Yaallah ibu tidak perlu repot repot kami alhamdulillah ada buu ini ibu pakai saja untuk kebutuhan pernikahan " jawab mamah
" Tidak bu ini sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai pihak laki laki dan Lusa datang ke bandung yah nak untuk fitting baju ya dan besok adalah fitiing baju untuk fikri kalian akan bertemu setelah ijab qobul berlangsung " ucap bunda.
" Baiklah terimakasih banyak bu sudah mempermudah"
" sama sama ini semua karna allah "
" Alhamdulillah acaranya hari jumat, di bandung Akadnya di pondok pesantren biar anak anak ikut mendoakan dan tentu berbagi kebahagiaan" jawab abah
" resepsi nya " tanya papah
" Di adakan abis sholat jumat di gedung yang terletak tidak jauh dari pondok pesantren kami " jawab Abah mantap.
" Baiklah kami ikut saja, Jadi kami tidak Mengadakan dikediaman kami" tanya kakia.
" Kita masih bisa buat pengajian sebelum nikah ka " ucap mamah.
" Yasudah kalau seperti itu, Mari kita berfoto " sahut zia yang sedari tadi diam membisu.
" Baiklah Mari"
" Delia disini kasih jarakk agak seorang lah kosongin terus a fikri disini "sahut Kia heboh.
" baiklah good "
" 1 "
"2"
"3"
cekrekkkkkk..
" Yasudah kami pamit permisi ya pak bu semua terimakasih banyak atas jamuannya dan terimakasih sudah mengizinkan kami datang dan alhamdulillah atas izin Allah kami bisa menjadi keluarga" sahut abah sambil berjabat tangan dengan papah zainal, tidak dengan mamah farida hanya salaman tanpa menyentuh.
" Alhamdulillah yaallah terimaksih banyak juga abah atas semua bawaannya jazakallah khair "
" wa iyyaka "
" nak bunda pulang dulu ya sampai jumpa Lusa dan cepat jadi menantu ku sayang" sahut bunda memeluk delia erat.
" aamiin terimaksih bunda" membalas pelukan
__ADS_1
" yasudah kami pamit permisi dulu ya assalamualaikum "
" waalaikumsalam "