Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#215


__ADS_3

Kediaman fikri dan delia mendadak ramai karna para kurcaci sudah full batrenya. tak ada lagi keheningan yang melanda mereka, tawa dan suara teriak teriak para kurcaci menjadi moment kelengkapan keluarga itu.


" Alisyah hati hati sayang , jalannya pelan pelan yaaa" pinta deliaa yang khawatir alisyah terjatuh


" nak kamu pergi bawa alisyah atau tidak ?" tanya mamah kepada anak gadisnya itu yang masih saja menyusui zayyan, sepertinya anak laki laki itu tau mau ditinggal beberapa jam oleh abi uminya sampai ia tak mau melepaskan Asi uminya.


" sepertinya hanya zayyan yang dititipkan mah " jawab delia


" kalau alisyah gamau ikut, tinggal saja nak ada viola ini, " sahut mamah.


Lain halnya mereka yang sedang berbicara diruang tamu, justru berbeda dengan haikal dan fikri yang mana mereka memilih mengobrol di teras menghambiskan kopi mereka.


" Gimana haikal apakah sudah mantap menikah ?" tanya fikri sesekali menyeruput kopi.


" Bismillah bi, tapi haikal belum siap soal mahar bii " jawab haikal terus terang.


" mahar yang tidak memberatkanmu dan tidak pula merendahkan wanita mu"


" ya biii "


" biii" panggil delia dari belakang ia membawa kotak nasi untuk diberikan kepada ka zia yang ia titipkan ke haikal.


Fikri dan haikal pun menoleh keasal suara dengan cepat haikal menundukkan pandangannya. " ya sayang ?" jawab fikri.


" ayu atuhh udah jam 10 " jawab delia dengan begitu sopan.


" ohh ya haikal umi titip ini ya tolong diberikan ke kazia , umi sudah meminta ustadzah anisa untuk memberikannya" kata delia ia memberikan kotak makan untuk ka zia dan sahabatnya.


" baik umi, kalau begitu haikal pamit ya abii umii, assalammualaikum " ucap haikal ia berpamitan dan tak lupa mencium punggung tangan fikri sedangkan delia ia hanya menangkupkan kedua tangannya.


" Waalaikumussalam terimakasih nak "


" Sama sama abi umi"


Haikal pun pergi meninggalkan kedua orang tuanya, setelah kepergian haikal fikri pun memanaskan mobilnya untuk ia bawa belanja bulanan, Alisyah ia dibawa oleh fikri untuk ikut berbelanja sedangkan zayyan ia titipkan kepada mamahnya, ia tak ingin merepotkan ibu mertuanya mengingat jika keduanya dititipkan bersamaan.


" Yasudah kami berangkat dulu ya mah, nanti bunda akan datang kesini , " kata delia ia mencium tangan mamahnya.


" ya nak hati hati yaa "


" Assalammualaikum"


" Waalaikumussalam "


Delia pun masuk kedalam mobil disana sudah ada fikri dan alisyah, keduanya menunggu dimobil sambil memanaskan sebelum digunakan mereka.


" udah di catat umi apa saja yang mau dibeli ?" tanya fikri saat mobil sudah melaju di jalan raya.


" semuanya habis hehehe jadi kita belanja kembali ke awal, mengingat lama di depok dan semua diberikan bibi dan anak santri hehehe, gapapa ya bii ?" jawab delia dengan senyum bahagianya seperti biasa jika di mobil ia membuka cadarnya, menampakkan wajah cantiknya yang selalu sedap dipandang mata.


" gapapa sayang , belanja lah sedikit lebih banyak karna kan ada keluarga abi dan mamah pasti mereka menginap dirumah, jangan sampai kekurangan seperti tadi jujur abi tak enak hati dengan mamah , masa mamah yang belanja, kamu sudah menggantikan uang mamah mi ?" tanya fikri sambil menyetir mobil.


" ia sayang, terimakasih kamu sudah begitu baik kepada keluargaku, sudah umi berikan kepada mamah 500 ribu sesuai perintah kakanda tercintaku hahaha" jawab deliaa dengan sedikit tertawa dan bersandar pada lengan fikri.

__ADS_1


" Dasarrr "


" Alisyah kenapa diam aja nakk, kenapaa cantiknya umi heumm ? " tanya delia melihat wajah alisyah yang murung.


Fikri yang mengetahui dari kaca mobil hanya bisa diam ia melihat anaknya yang memang murung, ia memberikan waktu untuk anaknya mengungkapkan isi hatinya.


" kenapa sayangg "


" abii umii bisakah aku tak ikut pergi ? lisyah mau sama vioo " lirih alisyah ia begitu tak ingin dipisahkan oleh viola.


" sayanggg, sini anaknya umiii pindah kedepan nakk " ucap delia ia meminta alisyah untuk kedepan dan benar saja alisyah langsung pindah kedepan bersama delia yang kini ia duduk dipangkuan uminya.


" sholehanya umiii, umi mau bicara alisyah dengarkan umi ya sayanggg " kata delia memeluk alisyah memberikan ketenangan dan alisyah pun mengangguk pertanda setuju sedangkan sang abi ia lebih memilih fokus kejalan, mempercayai istrinya mampu mengatasi alisyah.


" jadi seperti ini sayang, umi dengan abi ada keperluan diluar, umi mengajak alisyah ikut, karna aa zayyan dititipkan oleh ommah karna a zayyan ga boleh ikut dulu nak, ?terus karna nenek belum datang sayang, kalau nenek sudah datang pasti lisyah sama nenek kalau lisyah tak ingin ikut dengan abi dan umi , umi abi minta maaf sudah mengganggu waktu alisyah bermain, nanti alisyah pilih makanan 1 untuk alisyah berbagi dengan teman yaaa " kata deliaa ia mencoba memberikan reward kepada putrinya karna sudah hafal juz Amma.


Tanpa delia pinta ia juga pasti akan membelikan cemilan untuk orang orang dirumah, hanya tak ingin alisyah badmood ia pun mencoba menawarkan alisyah untuk memilih 1 diantara sekian banyaknya makanan.


" boleh umii ?" tanya alisyah bahagia.


" boleh sayanggg "


" yeyyyy terimakasih umii, makasih abii " kata alisyah ia pun mencium pipi orang tuanya secara bergantian.


***


Lain halnya delia fikri justru kehebohan terjadi dirumah delia dimana mereka kedatangan keluarga fikri yang artinya kekompakan dan keusilan mereka menjadi jadi, bagaimana tidak setiap keluarga memiliki frekuensi yang sama termasuk wulan dan kia.


" pergi sama orang tuanya " sahut ka kiaa menimpali.


" zayyan cucu nenek " panggil bundaa dengan gemas, ia pun menghampiri zayyan yang berada di stroller.


" minum ya bu "


" gusah kaya siapa aja, nanti ambil sendiri bu "


" baiklahhh "


~~


Fikri dan delia sudah sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota bandung, ia mengambil 2 troli yang mana satu di bawa delia dan fikri membawanya satu, tetapi mereka berjalan saling membuntuti dan alisyah ia naik diatas troli agar tidak lelah mengikuti mereka belanja.


" mau kemana dulu umi ?" tanya fikri saat mereka tiba didalam pusat perbelanjaan.


" beli kebutuhan alisyah zayyan dulu ya bi " kata delia ia pun belok kesisi kiri untuk memilih berbagai macam kebutuhan kedua anak anaknya.


"kamu jalan lah dahulu aku ikuti dibelakang "


Delia pun berjalan diikuti fikri ia memasukkan beberapa kebutuhan zayyan alisyah termasuk pempers dan susu serta kebutuhan lainnya.


Delia pun belok ke kiri dimana persabunan berada, ia memilih sabun cuci baju ia mengambil liquid botol gede 5, sabun colek, sabun cuci piring 5 pack uk gede, sabun mandi hingga shampo, pasta gigi, karna sikat gigi masih ada delia pun tak mengambilnya. pengharum ruangan, pengharum baju, serta kebutuhan lainnya pun sudah ia masukkan dalam troli tak terasa sudah full satu troli.


Fikri pun mengantar troli yang berisi perlengkapan rumah tangga ke kasir namun ia tak menghitungnya sebab satu troli masih kosong yang akan ia isi dengan makanan.

__ADS_1


" Alisyah mau nugget yang mana nak ? " tanya delia karna mereka berada di tempat nugget dan makanan beku lainnya.


" dino ummi , yang banyakk yaa "


" oke sayang " jawab delia ia pun memasukkan nugget yang akan ia penuhi dalam lemari es,ia juga mengambil daging ayam dll.


" sudah sayang ?" tanya fikri yang baru saja kembali ia mengambil alih troli yang dipegang delia.


" belum abii, kamu mau kopi yang mana ? "


" semuanya boleh"


delia pun mengambil beberapa kopi dan teh termasuk gula, popcron, mentega, susu cair beberapa rasa masing masing 5, susu kental manis, kecap, mie , saus, dll hingga ia mengambil beberapa cemilan untuk di kulkasnya. impian delia adalah membuat warung di dalam kulkasnya.


Susu cair berbagai rasa yaitu vanila, coklat, strawberry, ia ambil masing masing 24 pcs, mimuman air kelapa ia mengambil 24 pcs, minuman isotonik botol ia mengambil 24 pcs, minuman kopi instan 24 pcs, tak lupa untuk kesehatan tubuh ia juga mengambil 24 pcs vitamin dalam botol kaca, larutan kaleng berbagai rasa, hingga minuman bersoda ia mengambilnya.


Seperti pada umumnya belanja bulanan hal yang sama dilakukan delia dan fikri berbagai jenis ia ambil sesuai manfaat dan kebutuhannya. tak terasa troli pun penuh ia kembali ke kasir untuk menghitung jumlah belanjaan hari ini.


" mau di kantong atau di kardus pak " tanya pihak kasir.


" kardus saja , dipisahkan makanan dan yang bukan ya" kata fikri ia pun membantu karyawan memassukan makanan kedalam kardus sedangkan delia ia pergi dengan alisyah karna alisyah memintanya membeli gulali Dan mereka sudah izin kepada abi fikri


" umiiiii ayoo " rengek alisyah kepada uminya.


" ia sayangg sebentar " kata delia, sesampainya di tukang gulali alisyah menghitung berapa banyak yang akan ia beli.


" permisi pak maaf berapa satunya ?"


" 10 ribu bu "


" mau 1 deh"


"umiii noooo kan dirumah engga hanya lisyah aja , ada laka, alya, vio " ucap alisyah beridekap dada.


" ohhh salah umii, , yaudah mau 4 ya pakk" pinta delia dan penjual pun memberikan sesuai pesanan delia.


" ini uangnya pak " kata delia memberikan 50 ribu.


" umii satu lagii " sahut alisyah menarik baju delia


" untuk siapa nakk?"


" pak catu lagi ya" pinta alisyah tanpa memperdulikan uminya , penjual gulali memberikan satu lagi kepada alisyah dan ia pun memintanya.


Setelah alisyah menerima ia pun sedikit berlari meninggalkan uminya ." alisyah mau kemana nak ? " tanya delia ia pun mengikuti putrinya.


Delia pun menghentikan langkahnya Aksi alisyah membuat delia terpukau rupanya ia memberikan gulali kepada anak laki laki yang sedang menangis. " ini untukmu " ucapnya memberikan gulali dan laki laki itu pun tersenyum " terimakasih "


Setelah memberikan gulali itu, alisyah kembali menghampiri uminya dan delia berjongkok menyamakan tinggi putrinya ia memeluk alisyah dengan erat sambil mengatakan " masyaallah anak umii baik bangett " kata delia


" lisyah ikutin umi abi" jawab alisyah dengan polosnya.


" Anak sholeha, yasudah yu kita ke mobil abi sudah menunggu " kata delia mengusap kepala putrinya dan keduanya pun berjalan beriringan.

__ADS_1


__ADS_2