
Saat perjalan menuju pasar fikri mendadak memberhentikan mobilnya ia menepikan mobilnya ke sisi kiri dimana ia saat ini berada.
" Ada apa? " tanya kia.
" kenapa aku? " tanya bang erik
" lupa bang ka, harusnya Saya mengajak haikal ikut, takutnya mamah atau istriku meninggalkan mereka berduaan " ucap fikri ia menekan layar ponselnya mencari nomor Delia.
" dasarrr., terus sekarang mau nelpon siapa? tanya kia yang geleng geleng kepala dengan tingkah fikri.
"' nelpon istriku "
#panggilan terhubung
" Assalamu'alaikum umi " kata fikri
" Wa'alaikumussalam " jawab Delia di sebrang sana.
" kamu dimana umi? " tanya fikri khawatir.
" aku di kamar sedang menyusui zayyan Abi, ada apa? " jawab delia dengan terheran.
" kalau sudah selesai memberikan zayyan asi umi segera kebawah atau meminta tolong siapa dibawah supaya ka zia dan haikal tak berdua duaan umi " kata fikri to the point, sedangkan erik dan kia ia hanya senyum senyum. melihat tingkah fikri yang overprotective
" dibawah ada mamah bii sama suster " jawab Delia ia hanya bisa senyum dan males sebenrnya menghadapi tingkah suaminya yang kelewat panik.
" yaudah Abi jalan lagi, ini berenti karna inget haikal "
" ada ada aja kamu, yaudah hati hati ya bi" kata Delia.
" iya yaudah aku tutup assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
#panggilan berakhir.
" udah? " tanya ka kia
" udah kita jalan lagi " kata fikri ia pun menjalankan mobil dengan melihat spion takut ada mobil dibelakangnya.
" oh ya kak nanti setelah acara papah kan pagi yaa saya sama istri termasuk haikal mau pamit pulang sorenya habis ziarah, jumat sore kan acara pagi,tapi kita engga pulang melainkan di hotel menginap sekaligus mempersiapkan lamaran haikal dengan ka zia, " jelas fikri menyampaikan niat baiknya kepada kaka ipar
" secepat itu a? " ucap ka kia berbarengan dengan bang erik yang merasa terkejut.
" lebih cepat lebih baik tapi saya minta jangan diberi tahu kan oleh siapapun mengenai lamaran, tau taunya akad aja" kata fikri ia merahasiakan soal lamaran agar tidak banyak yang hasad yang menyebabkan iri hati serta berbuat nekat orang orang.
" paling keluarga inti aja A, keluarga papah, antar keluarga aja, terus aa nanti dipihak? "
" puyeng gue " celetuk bang erik.
" kenapa? "
" bisa bayangin gak sih jadi fikri Delia, satu sisi anaknya dan satu sisi lagi kakanya, bingung kan di posisi yang mana " celetuk bang erik.
" hahaha iya bener nanti manggil mereka apaa " kata kia menimpali.
" sudah sampai " ucap fikri yang cuek memarkirkan mobilnya..
__ADS_1
" lah udah sampe aja " celetuk kia tanpa sadar.
***
Setelah mematikan telfonnya dengan sang suami, Delia tidak turun melainkan ia membalas WA dari ustadzah dan jamaah lewat grup WA miliknya. " oh iya bajunya gausah di turunin deh kan mau ke hotel terus nginep lagi disini persiapkan lamaran haikal " gumam Delia ia teringat akan lamaran sang putra.
" tokk.. tokk. tokkk.. "
" ia sebentar " kata Delia ia berjalan ke arah pintu dan mendapati ka zia berdiri di hadapannya.
" lohh kaak ada apa? "
" pulang" kata ka zia yang sebenarnya bukan ka zia.
" pulang kemana ka? " tanya Delia ia menutup pintu kamarnya karna ada zayyan di dalam kamar.
" ini rumah kaka, kaka mau pulang kemana? " tanya Delia lagi ia pun mengikuti ka ziaa karna ia tau ini bukan kakanya melainkan sosok wanita yang berada di kamar ka zia.
" haikalll... haikalll ..mah mamah" panggil Delia ia mencegah ka zia pergi dan haikal pun menghampiri diikuti mamah.
" ada apa umi? "
" kenapa nak? "
" mahh pegang ka zia,, haikal ambilkan air " kata Delia dan haikal pun mengambil air di gelas, " cepat haikal " kata Delia dan ia pun menerima gelas yang berisi air.
" jangan bilang sama Abi yaa " kata Delia dan ia pun mulai membacakan ayat ayat Al-Quran, padahal fikri sudah mewanti dirinya untuk tidak melakukan hal apapun yang berhubungan dengan makhluk ghaib karna akan sangat kasihan pada delia. namun ia sangat kasian akan kakanya yang di masukkan makhluk lain.
haikal dan mamah ia sama sama tak mengerti maksud delia yang memintanya tidak memberi tahukan kepada suaminya. delia mulai meniupkan air dan ia bisa mengetahui datangnya dari mana sosok ini.. semenjak melahirkan zayyan delia banyak didekatkan oleh hal ghaib contohnya saja pada saat rumah mereka kemalingan membuat baby zayyan sawan dan itu membuat fikri kalang kabut.
sosok itu tidak berani memasukki kamar delia karna ia memutar murotal full 24 jam, bahkan selama perjalanan ayat ayat Al-Quran tidak pernah terlepas dari zayyan jadi susah untuk sosok itu mengganggu zayyan.
" gausah nyengir, pulang sana jangan di tubuh kakaku" kata deliaa ia mengusap air pada wajah ka zia tangan hingga kakinya. posisi zia terbaring di sofa dengan kepala bersandar pada sisi sofa ia menyeringai.
" anterin "
" gak siapa suruh ikut! gak ada yang ngundang ! kata delia.
" pulang sendiri "ucap delia ia mulai membacakan ayat ayat alquran dan menarik sosok itu untuk keluar dari tubuh ka zia.
" kal.. ambilkan umi garam " pinta deliaa dan haikal pun langsung mengambil garam di dapur
" yang baru yaaa " kata delia dengan sedikit berteriak.
" masih siang sana pulang jangan disini " kata deliaa. " aku ingin disini "
" pulang yaaa pulangggh" kata delia ia menarikk sosok itu hingga tubuhnys berkeringat, selang beberapa haikal datang membawa garam dan langsung diterima oleh delia.
" ka zia jangan bengong, kaka jangan banyak pikiran jadi apapun akan masuk ke tubuh kaka " kata deliaa ia berjalan keluar rumah dan menaburi garam diseluruh sudut ruangan.
" kamu tuh ziaa kasihan adik kamu dia kan punya bayi, jangan bengong, takut sawan baby zayyan nya " oceh mamah ia benar benar khawatir dengan zayyan.
" aku kenapa mahhh" kata ziaa bingung.
" jangan bengong ka... jangan banyak pikiran.. udah lupain masalah kemarin.. biarlah jangan dipikirkan.. kaka melamun jadi mudah bagi makhluk halus mengikuti kaka " kata haikal.
" ka ziii minum air yang tadi, jangan bengong dan pasang murotal dikamar, setan gak akan mengganggu kalau kaka tak melamun " kata deliaa saat ia memasuki rumah sehabis menaburkan garam.
__ADS_1
" haikal umi titip ziaa jangan dikasih melamun, umi ingin bersih bersih, jangan diajak melamun " kata delia ia pun naik ke lantai duaa kamar sebelah.
****
Sepulangnya mereka dari pasar haikal erik dan fikri mereka memasang tenda untuk jamaah pengajian besok agar tidak kehujanan ataupun kepanasan. Bumbu bumbu dan sayuran telah dimasak dan di matengin agar besok lebih mudah dalam pengerjaannya. delia memilih membentuk kardus dengan ka zia sedangkan kia dan mamah mereka memasak bumbu supaya besok hanya mengambil sesuai kebutuhan.
" ziii.. bagaimana? " tanya deliaa ia memperhatikan ka zia.
" apanya? aku baik baik aja " kata ka ziaa ia menatap delia memberikan senyuman hangat.
" syukur alhamdulilah , oh ya lusa sore aku pulang kak, malam ahad kami kesini karna kami ada undangan yang tidak bisa di cancel ka " kata delia memberikan pengertian kepada kakanya karna ini hari rabu dan acara akan diadakan jumat pagi, jumat sore delia pulang.
" yahhhh "
" setelah acara disana selesai aku akan menginap 2 hari kak,nanti mertuaku datang besok malam dari bandung nginap di hotel jumat pagi mereka kesini ka "
" baiklahhh 🥺" lirih ka ziaa
" tenang kak kaka boleh tinggal di pondok setelah kaka selesai acara, rabu boleh kok tinggal di pondok lagi " kata deliaa memberikan penghargaan kepada kakanya..
" bener? "
" ia, coba tanya a fikri , abii ka zia boleh kan tinggal di pondok lagi? " tanya delia kepada suaminya yang hendak kedapur.
" ia boleh, mau menetap disana juga boleh, dengan syarat semua laki laki tidak sama,kalau masih menyamakan laki laki sama saya gak akan memberikan izin" kata fikri bukan tega justru ia melatih ka zia agar meyakinkan kalau laki laki tidak semuanya sama
" baiklah akan aku buktikan" lirih ka ziaa.
" nak kenapa bunda tidak menginap disini saja? tanya mamah saat ia baru saja bergabung dengan anak anaknya.
" aa kurang tau bunda, sepertinya full keluarga aa karna salsa telah liburan di pesantrennya jadi ia ikut kesini mah," jawab fikri ia duduk disisi istrinya.
" atuh kamu bilang sama bunda tinggal disini ajaa engga apaa apa ada salsa " kata mamah ia membantu merapihkan dus.
" oh yaa mah delia titip baby zayyan yaah, delia ada perlu sama Aa, untuk 40 hari papah yasin nya sudah di cetak sedang dalam perjalanan" ucap deliaa.
" mau kemana nak? kalau zayyan haus? "
" di kulkas mamah ada asi zayyan sudah delia beri tanggal dan jam, baru tadi delia buat, ada yang mau dibeli untuk acara papah mah " kata deliaa dan diangguki oleh mamah.
" de ini aku tambahin 5 juta untuk membeli sembako, aku tau kamu mau membelinya kan " kata ka kia ia mengeluarkan uang 5 juta cash dari tas nya.
" zia jugaa " ucapnya memberikan uang 5 juta
" Engga usah biar aku aja " ucap deliaa
" de anak papah 3 bukan kamu aja, usaha kita bisa sampai puncak karna papah, papah yang memberikan modal " kata kia
" kaliannn... " lirih mamah tak kuasa membendung air mata.
" maahh jangan menangis.. ini sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak mamah papah.. " ucap ke tiga anaknya mereka memeluk mamah yang menangis teringat almarhum.
" delia titip anak anak ya mah" ucap delia ia berpamitan pada mamahnya.
" haikal ayo" kata fikri dan diikuti oleh haikal.
Acara papah lusa pagi ya guys, author percepat heheh...mau buat yang paling gregett gitu sekali kali tapi nanti author di demo kalian 🤣🤣author kasih info ya nanti khusus novel haikal author kalau melanjutkannya disini jadi bisaa sampai 500 eps atau khusus haikal tapi sedikit ?🤔😲
__ADS_1