Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#176


__ADS_3

Setelah kepergian fikri , mamah dan yang lainnya sholat di mushola rumahnya sedangkan delia ia duduk mengamati anak serta keluarganya sholat, karna ia sedang dalam masa nifas tidak boleh untuk sholat, tak lama kemudian semuanya selesai sholat, menunggu fikri dan suami kakia kembali untuk makan malam, delia kembali berbincang dengan keluarganya, moment seperti ini sudah jarang di lakukan mengingat kesibukkan satu sama lain yang membuatnya harus terpisah.


" jadi gimana kak kamu mau sama haikal " tanya delia disaat fikri sudah keluar dari rumah, ia tau mungkin kakanya ini malu jika ada fikri.


" Apaa sih deee "


Kia yang mendengar jawaban adiknya merasa geram "terus! mau nunggu dia yang sekarang jarang mengabari heunm ?" celetuk kakia pada adiknya itu.


" ya bukan menunggu kak, setidaknya aku mau menanyakan kepastiannya, aku tak ingin menjadi masalah diakhir kelak " sahut kazia dengan menunduk memainkan jari jemarinya


" kak " panggil delia, ia memeluk kaka keduanya memberikan dukungan pada kaka keduanya.


Zia yang dipanggil pun menoleh, memberikan senyuman, " katakan ka "


" aku liat dia berjalan dengan sahabatku de tadi pada saat aku mau ke pemakaman papah, tapi dia hadir acara pemakaman papah dan tahlilan papah " lirih ka zia tak terasa airmata menetes.


" kak hey jangan menangisi hal yang belum pasti, bisa saja kan cuma sekedar jalan " kata delia mencoba positif dengan orang orang.


" kenapa lo ga bilang gue de!" hardik kia yang sudah kepalang kesal, laki laki yang dilihatnya baik selama ini ternyata hanya topeng, pantas papah tak menyukai ia mungkin papah sudah mengetahui sosok laki laki yang mendekati putrinya.


" hiksss " airmata ka zia mengalir deras.


" kenapa kamu jahat banget sihh, salahku apa , apa ini jawaban dari sholat istiqorohku" lirih ka zia dalam hati ia mengamati sudut ruangan dengan tatapan tak bisa diartikan.


" liatin aja kalau dateng acara tahlilan papah , gue jadiin kerupuk liat" kesal ka kia menatap kakanya pilu.


" kak jangan begitu, dari sini kita sudah tau bahwa ia laki laki yang tidak baik untuk adikmu" sahut mamah ia menasehati ka kia yang sudah emosi, ia memeluk dengan erat putri keduanya, anak yang selalu ceria, anak yang selalu adu mulut dengan kakanya kini mendadak pilu. pantas saja ia menangis dalam ziarah kemakam papahnya karna di hari ulang tahunnya ia melihat laki laki yang dia sayang berjalan dengan sahabatnya.


" aku ga terima mah, mamah terima gak kalau anak mamah disakiti orang lain" tegas kakia sudah emosi.


" mamah tidak akan pernah menerima laki laki manapun menyakiti ketiga putri mamah, mau dia suami atau orang lain tetap mamah tidak akan terima! sakit hati seorang ibu melihat anak yang dilahirkan disakiti orang! " tegas mamah dengan tatapan devil. tanpa disadari fikri dan erik berdiri dibelakang mereka.

__ADS_1


" lalu kenapa mamah tak mengizinkan kia melabrak orang itu"


" kak dengar, acara papah jangan dirusak dengan hal seperti itu nak , "


" apa kamu punya bukti de " tanya kakia sedangkan ka zia ia hanya mengangguk bahkan memberikan ponselnya dan melihat layar ponsel zia adalah foto pacarnya dengan sahabatnya yang ia abadikan secara diam diam.


" kapan kamu mengambilnya"


" aku bilang sama kaka ingat gak kalau mau bikin status kirim ke delia " sahut kazia dalam pelukkan mamahnya. hanya mamah yang zia punya. kia pun mencoba mengingatkan moment sore tadi dan ia mengangguk menyetujui.


#Flashback on#


Mereka sedang membeli bunga dan air mawar untuk makam papahnya , untuk menghiasi makam papah yang hanya gundukan tanah.


" pake sedap malam gak de " tanya bang erik dan diangguki oleh ka zia ia fokus pada ponselnya.


" ditanya main hp" celetuk kia , zia pun mengangkat kepalanya dan melihat kekasih serta sahabatnya yang tak jauh dari mereka.


" dee malah bengong" ucap ka kia menepuk pundak adiknya.


" ehm..apa kak.."


" jangan bengong ini kuburan loh" kata ka kia mengingatkan adiknya.


" ia kak, aku mau bikin status dulu terus kirim ke delia " kilah ka zia ia mengabadikan moment itu.


" dasarrr"


" bagaimana aku tak hancur , kehilangan cinta pertama dan kini kehilangan kepercayaanku pada laki laki sepertimu, Tuhan kenapa engkau rebut kebahagiaan secara bersamaan di hari ulang tahunku" lirih ka zia mengamati foto yang baru saja ia abadikan .


"ayoo"

__ADS_1


" deee ayo "


"iii..iaaa kak " sahut ka zia ia buru buru memasukkan ponselnya, ia berjalan dengan sangat lemas, hati dan bathinya hancur, airmata tak bisa lagi ia bendung. yang kakia tau ia menangisi papah. " jangan menangis " ucap kakia memeluk pundak adik pertamanya itu.


#flashback off#


" kenapa gak ceritaaa sihh disanaa, bego aapa tolol jangan dipendem " geram kakia dengan adiknya yang hanya diam saja melihat kekasihnya berjalan dengan sahabatnya. toh jika menemui mereka ada acara lain selain berantem , bisa dibicarakan baik baik agar tak salah paham.


" Ada apa ini" tanya erik yang melihat istrinya marah


" gak..gak ada apa apa , udah yu mah kita makan " sahut ka zia kemudian berjalan ke arah meja makan diikuti delia dan kakia serta mamah.


" ayo kita makan dulu" ajak mamah kepada kedua menantunya tak lupa cucu cucunya, sambil mereka memberi kode untuk mengikuti ka zia , " nanti aku ceritakan " begitulah kata ka kia disela mereka berjalan.


" lisyah mau ini gak " tanya kazia memberikan alisyah coklat.


" mauuu auntyyyy "


" mauuuuu".


" makan nasi dulu ya setelah itu kita makan coklat, lalu sikat gigi habis ituuu" kata ka zia memperaktikan layaknya guru.


" tidurrrrrrr".


" pandainyaa yuu berdoaa sebelum makan"


Mereka tak lupa berdoa terlebih dahulu, selama melihat ka zia dan anak anak berinteraksi tatapan mata dari delia dan kakia serta lainnya mengamati ka zia yang terlihat berusaha tegar menutupi kesedihan dengn keceriaannya.


mereka mulai makan malam, namun saat mereka sedang makan bel rumah Alm pak reno berbunyi menandakan ada tamu yang datang.


.

__ADS_1


Hayoo siapa yang datanggg???


__ADS_2