Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#266 otw pantai


__ADS_3

Hallo semua ,author mau mengucapkan terimakasih karna komenan kalian sangat membuat author bahagia, bagaimana seru tidak part part belakangan ini ? insyaallah author akan membuat part part seru lainnya.. jangan bosan menunggu ya guys..selamat membaca🥰jangan lupa like komen share and follow dadahhh 🥰😍


Sesampainya di kamar delia fikri, delia tidak henti hentinya tertawa sampai membuat fikri kesal, ia terlalu berlebihan tertawanya hal itu dilarang dalam agama.


" sayang ihh udah mandi masih tertawa ajaa " protes fikri mereka mandi bersama dan fikri tengah menggosok rambutnya dengan handuk agar kering dan 1 jam lumayan untuk mereka beristirahat sebelum berangkat untuk berlibur.


" ahhaha.. abisnya.. hahaha abi lucu, kalau aja abi gak ahli dalam memakai sarung bisa bisa lepas di jalan dan itu membuat hahaha ularnya terlihat" gelak tawa di layangkan deliaa sampai ia tersungkur di ranjang.


" udah stop istigfar kamuu, suami lupa di tertawakan "


" maaf.. hahaha.. untungnya suamiku sudah paham bagaimana pakai sarung agar tidak melorot , untungnya ga disangka ular bii"


" ya iyalah pro , kalau anak santri kan suka di periksa sarungnya kenceng atau engga kalau melorot ya belum ahli, ular ular gini bikin kamu melendung lohhh" jawab fikri dengan menggoda sang istri ia mendekatkan tubuhnya ke sang istri.


" sayang aku cape abis mandi jangan yaa nanti aku masuk angin" gugup deliaa saat suaminya semakin mendekat.


" lagian ledek "


" kamu lucu yangg"


" gak ada yang lucu orang suaminya lupa malah di tertawakan, dosa kamu ih , aku wajar lupa kan khawatir sama mamah untungnya masih pake sarung coba kalau main lari ajaa kumaha ? " ucap fikri yang kesal dengan sang istri masih saja membahasnya


" atuh daa hahahhaaa amit amit bi"


" ya makannya , udah ah ayo tidur lumayan 1 jam untuk istirahat" ucap fikri ia langsung menarik delia kedalam pelukkannya untuk mereka istirahat.


" sayang aku berat ihh"


" biarin biar gak resee"


" maafin aku yaa udah ketawain kamu sampe nangiss akunyaa " ucap delia ia mencium tangan suaminya mengharap ridho karna ia tidak ingin tidur dalam keadaan dosa dengan suaminya.


" iya aku maafin, udah merem matanya yu bobo yu" ucap fikri mereka pun membaca doa sebelum tidur dan tanpa aba aba fikri tertidur pulas 15 menit kemudian


" cape banget yaa ganteng aku " ucap delia mengusap wajah suaminya " baru tau kemana aja " jawab fikri dengan mata terpejam


" ehh belum tidur ? " heran delia


" mana bisa aku tidur tubuhmu gerak gerak , sulit membuat aku tidur ,ada apa ? gelisah sekali ?",


" eummm aku ingin di sholawatin bisakah ? " ucap delia ia pun menarik tangan fikri ke arah perutnya dan tanpa bertanya kenapa , fikri langsung bersholawat. siapa sangka delia baru terlelap saat sentuhan dan sholawatan yang dilantunkan suaminya.


Pasangan pengantin baru yaitu haikal zia mereka tengah menikmati kesibukkannya masing masing dimana zia lebih dulu tidur sedangkan haikal ia memilih merapihkan pakaian untuk mereka liburan, bukan karna zia tidak menghormati suami ia tidur lebih dulu melainkan atas permintaan suaminyaa.


" cantik. banget kamu , aku akan membantumu terbebas dari masalalu mu" gumam haikal saat ia menutup kopernya dan memandang wajah zia.


karna tugas memasukan pakaian telah selesai kini haikal naik ke ranjang di sebelah ka zia,ini adalah awal mereka tidur satu ranjang bersamaan ," selamat malam istriku , muachh" ucap haikal ia mencium kening ka zia dan ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh sang istri.


Mereka pun memanfaatkan waktunya untuk beristirahat 1 jam, hingga waktu terus berjalan seakan akan 1 jam berlalu cepat , mereka bersiap siap menurunkan tas untuk dibawa kelantai satu.


" vio sudah bangun nak ?" tanya mamah kepada ka kia yang tengah membawa tas miliknya yang berisi pakaian erik, dirinya, sedangkan pakaian viola berbeda dengan mereka.


" belum mah, suster lagi membereskan kebutuhan vio" jawab kia ia pun membantu mamah membereskan lauk pauk yang akan dibawa nanti.


" malam ma" ucap zia yang sekarang bergabung dengan mereka.


" malam menjelang pagi , loh anak anak mamah sendiri aja suaminya pada kemana ? " tanya mamah yang melihat anaknya turun sendiri.

__ADS_1


" erik masih tidur mah" jawab kia dengan nada mengantuk, biasalah karna insiden ular membuat erik tidak puas saat berhubungan badan dengannya alhasil masuk kamar mereka melanjutkan kembali kegiatan panasnya.


" haikal lagi beres beres mah"


" loh kesiangan nanti erik kak, kamu suami lagi beres beres kenapa di tinggal" protes mamah kepada kedua anaknya sambil menutup wadah makanan dan dimasukkan kedalam tas.


" sebentar lagi bangun" jawab kia


" haikal yang mau. "


" nak kamu jangan panggil haikal haikal aja, carilah panggilan khusus untuk kalian, mamah tau kamu belum mencintainya tapi nak bagaimanapun dia suamimu, hargai dia, dengan kamu memanggilnya dengan panggilan sayang atau apa membuatnya merasa di hargai" ucap mamah kepada ka zia yang sampai saat ini masih memanggil nama kepada suaminya.


" betul kata mamah zi , kaka panggil suami papih, lia panggil suaminya abi, kamu masa nama, mamah sama papah aja hubby , toh ga ada salahnya memanggil panggilan dengan kata kata mesra " sahut kia menimpali. zia yang diberi nasehati ia hanya mengangguk paham dan memikirkan perasaannya kepada haikal , jujur ia sudah ada benih benih cinta saat haikal mengatakan ijab qobul di hadapan om seno tapi ia takut, takut untuk kecewa.


" iya nanti aku coba" jawab ka zia, tanpa di sadar haikal berdiri di belakang ka zia sambil tersenyum dan mengacungkan jempol ke arah kakia dan mamah. " muachhh" haikal mencium pipi ka zia dari belakang sontak membuatnya terkejut. " cieeee cieee" goda mamah dan kia.


" ka... kamu... kamu cium aku ? " gugup ka zia ia bertanya kepada haikal yang sekarang di sisinya.


" ia mau lagi ? "


" gak.. main nyosor ajaa kek bebek" gerutu ka zia ia pun membantu membereskan cemilan untuk mereka di mobil dengan 3 kantong cemilan masing masing berisi yang sama. karna mereka menggunakan 3 mobil jadi masing masing harus ada stok cemilan,berbeda dengan makanan untuknya sarapan yang akan di letakkan dalam satu tas.


" gapapa udah sah ini" jawab mamah menimpali.


" tau dee "


" jadi izin dulu nih ?" jawab haikal ia mengambil kacang untuk dimakan.


" eeee jangan itu buat di mobil " jawab ka zia menarik makanan yang dipegang haikal.


" terus apaa heumm? " tanya haikal ia bersandar pada meja makan dengan tangan ia gunakan menopang tubunya.


" gatau ah.. " jawab zia ia telah salah menjawab setiap pertanyaan haikal yang membuatnya kejebak sendiri. " ceuillah ada yang salting nih" sahut kia yang sejak tadi mengamati wajah zia yang terlihat malu malu.


" apaan sih kak " sewot ka zia , haikal yang melihatnya tak suka ia merangkul ka zia membawanya kedalam dekapan dada. " udah gak boleh gitu ah sama kakia, "ucap haikal ia menasehati zia yang sekarang menjadi tanggung jawabnya.


" iiiiih aku ga bisa nafas" ucap zia dengan berontak namun haikal masih membawanya kedalam dekapan.


TAP.. TAP..TAPP(suara sendal yang dihentakkan ke anak tangga) ya siapa lagi kalau bukan delia fikri yang baru saja menuruni anak tangga. " aduh aduhh pengantin baru peluk pelukkan aja nih" sahut delia sambil menuruni anak tangga dengan bergandengan sang suami.


" Alhamdulillah ya gitu dong akur hehehe " ucap fikri lagi.


" eh anak mamah baru turun" sahut mamah setelah selesai menyiapkan semuanya.


" iya mah hehehe tadi sholat tahajud sama murojaah dulu, maafin lia ya mah gak bantuin mamah beres beres" ucap delia ia menghampiri mamahnya dan memeluknya erat.


" abi umi " ucap haikal gugup ia pun melepaskan ziaa dan zia yang diperlakukan seperti itu hanya bisa merajuk kesal.


" rese banget sih peluk pelukk didepan banyak orang" gerutu zia dalam hati.


" peluk aja kal biar luluh" ucap fikri


" abi hehehe "


" ka zia senyum dong gak boleh loh didepan banyak orang mukanya ditekuk apalagi dihadapan suami" ucap deliaa menasehati ka zia yang masih manyun.


" heeemm" sahut ka zia ia pun tersenyum hangat. mamah yang sudah selesai bermakud ingin mengambil tas justru tidak jadi karna fikri mengambil tas mamah yang akan dimasukkan kedalam mobil miliknya.

__ADS_1


Singkatnya semua anak anak mamah beserta suami suaminya sudah berkumpul lengkap di ruang keluarga dengan zayyan bersama delia , alisyah yang berada di gendongan mamah, vio dengan suster. jam menunujukkan pukul 2 dini hari namun mereka belum berangkat.


" mamah sama zia ya mah ? "


" mamah sama kia ajaa "


" mamah sama lia aja"


Perdebatan terjadi saat mereka meminta mamah untuk berada dengan salah satundari mereka, hal itu membuat mamah pusing, ia tidak ingin menyakiti putrinya, dan mamah harus adil , akhirnya mau tidak mau mamah memutuskannya sendiri. " mamah bawa mobil paph aja yaaa kalian rebutan terus sih" ucap mamah yang sudah pusing dengana anak anak gadisnya.


" jangan mahh" sahut mereka semua


" fikri gak setuju mamah bawa mobil sendiri mah " ucap fikri


" yasudah gini deh untuk mempersingkat waktu , mamah di delia aja yaa, ka kia kan ada suster , kalau pengantin baru ga mungkin mamah ganggu, jadi mamah pilih dengan delia aja kasihan adik kamu anak nya 2 jadi mamah harus dengannya. " jelas mamah hal itu disetujui semuanya. tanpa banyak pertanyaan mereka pun pergi kemobil masing masing.


Setelah memastikan kompor mati dan alat yang berhubungan dengan listrik di cabut serta pintu telah di kunci mereka pun keluar dari rumah mamah dan menunggu erik mengunci pagar. setelah memastikan semuanya aman mobil pun mulai berjalan menyusuri jalanan yang sunyi dan minimnya penerangan membuat keadaan gelap.


At mobil fikri.


" dompet aku sudah di kamu kan yang? " tanya fikri kepada delia yang duduk di sebelahnya sedangkan mamah dengan alisyah duduk di belakang, awalnya delia meminta mamah untuk di depan namun ia menolaknya.


" sudah disini semua " ucap delia menunjukkan tas selempang yang dipakai.


" kita pantai mana a ? " tanya mamah


" pantai yang agak jauh aja ya mah tapi gak terlalu ujung, fikri mencari yang tidak banyak karangnya supaya anak anak aman tapi tetap dalam pengawasan" jawab fikri sambil menatap jalanan.


" baiklah nak "


owekkk... owekk.. owekk.. oowwk.. tangis zayyan saat mereka berada di tol.


" cupp.. cup. cup sayangg... zayyan haus yaaa mau mimik" ucapp delia mencoba menenangkan sang putra.


owekk... owekk.. oweekkk tangis zayyan semakin kencang tak memperdulikan deliaa yang mencoba menidurkannya karna zayyan tidak mau mimik asi.


" zayyan kenapa nak ? sini mamah gendong" ucap mamah ia khawatir dengan zayyan, begitupun fikri yang tidak tenang menyetir kendaraan. " gapapa mah sama delia aja, kasihan alisyah lagi bobo dipangkuan mamah nanti kebangun" jawab delia mencoba menenangkan sang putra.


" cup.. cup.. sayang hey anak sholeh nya abi,, jangan nangisss yaaa.. zayyan mau apaa nak " ucap fikri mengelus kaki zayyan sambil fokus mengendara, saat fikri menyentuh kaki zayyan bersamaan itulah zayyan sedikit tenang namun masih menangis.


" sambil mimik yaa sama umi, bobo ya anak ganteng besok kita berenang yaaah" ucap fikri


" umi coba tuker kepala zayyan di sebelah kanan agar aku bisa mengelus kepalanya.


Delia pun mengikuti saran suaminya ia memindahkan posisi zayyan untuk berada di sebelah kanan.


owekk... owekkk. oweek owekk..


" ia iaa sholeh , zayyan mau sama abi yaah, sebentar sayang " ucap delia ia membuka kancing pakaiannya dan mulai menyusui zayyan karna gelap membuat delia susah memberikan asi zayyan pun tak sabar hingga fikri memberikan sentuhan untuk putranya sambil membacakan ayat alquran.


" Alhamdulillah udah masuk " ucap deliaa zayyan pun menyusu dengan fikri mengelus kepala zayyan sambil di bacakan alquran seeta sholawatan yang keluar dari mulut abinya.


" dasar zayyan " ucap mamah dengan gemas.


" anak fikri mah" jawab deliaa ia pun menyandarkan kepalanya pada bantal sofa dan memejamkan matanya dengan posisi menyusui zayyan. note delia lepas cadar saat dimobil ya guys.


penasaran kan bagaimana keseruan di mobil pengantin baru ? next part selanjutnyaa🥰

__ADS_1


__ADS_2