
Tit...tit...tittt.(bunyi alat dalam ruang ICU)
Terlihat wanita tak berdaya mempertaruhkan hidupnya sendiri di ruangan ICU, tak bisa dilakukan apapun pada keluarganya selain berdoa dan terus berdoa , bahkan mereka yang ingin menghampiri delia harus menggunakanan pakaian khusus berwarna hijau.
Hati siapa yang tak hancur melihat pujaan hatinya terbaring antara hidup atau mati. Perjuangan yang tidak bisa digantikan dengan siapapun tapi harus dialami oleh delia.
Setelah dibawa keruangan ICU , fikri bunda dan haikal hanya bisa berdoa dan melihatnya dari balik kaca yang memisahkan mereka, walau dari kaca fikri tidak henti hentinya menangis ia menyalahkan dirinya yang lalai. Dokter belum mengizinkan mereka untuk menemui delia langsung sebelum pemeriksaan lebih lanjut.
Alat alat terpasang pada dada, hidung, lengan dan jari serta hampir seluruh tubuhnya dipenuhi alat, semua menunggu keajaiban dari Allah swt.
" Saayangggg hiks kenapa kamuuu seperti inii" ucap fikri ia mengusap jendela kaca pemisah dirinya dan delia
" Abi doakan umi yaaa" kata haikal mengelus punggung abi nya. begitupun dengan bunda ia harus mensupport anaknya yang saat ini membutuhkan dukungan sepenuhnya.
Dede bayi dipindahkan ke ruangan NICU karna bayi lahir prematur harus diberikan perawatan khusus , delia melahirkan usia 33 minggu , yaitu 7 bulan lebih atau memasuki usia 8 bulan..perkiraan hitungan delia fikri ternyata salah.
" Abi mau lihat anak kamu ? lirih mamah , fikri pun mengikuti bunda untuk melihat anaknya ia penasaran mengenai jenis kelaminnya karna setiap usg dede bayi tidak pernah menunjukkan jenis kelamiinnya membuat fikri penasaran.
mereka melewati ruangan ruangan untuk bisa keruangan NICU melihat bayinya, mereka melewati suster dan perawat , sesampainya di ruangan yang bertuliskan NICU fikri pun bertemu dengan perawat yang menjaga ruangan steril itu.
" permisi sus saya ingin mengadzankan bayi dari nyonya delia anastasia azzahra" kata fikri , susterpun mempersilahkan fikri menemui anaknya tetap dengan pengawasan suster dan hanya boleh satu orang yaitu fikri , fikri pun mengikuti suster sedangkan bunda dan haikal menunggunya diluar
tubuh mungil, bermata sipit, hidung mancung persis wajah fikri kecil, ia terus menghampiri hingga ia bisa melihat dengan jelas, anak yang selama ini ada didalam perut istrinya kini dapat ia lihat bahkan ia menyentuh kulitnya .
" silahkan di azan kan pak " kata suster ia membuka pintu kecil berbentuk bulat yang berada di inkubator ,
Airmata berlinang membasahi pipinya, rasa bahagia menyelimuti hatinya dan rasa kesedihan pun dialami oleh fikri , ia bahagia bisa melihat anak jagoannya dan ia sedih karna anak ini terlahir tanpa pelukkan ibunya dan tanpa Asi dari ibunya.
__ADS_1
" Assalammualaikum jagoan abi" kata fikri dengan berusaha kuat , kalimat pertama yang didengar adalah Assalammualaikum.
" Allahuakbar Allahuakbar"
Adzan pun dikumandangkan fikri ia mendekatkan wajahnya di lubang inkubator tepat di telinga dede bayi. seakan mengerti bayi laki laki itu pun bergerak mengulet membuat fikri tersenyum, karna melihat anaknya membuat ia semangat untuk menjalani ujian ini
Pemandangan haru itu disaksikan oleh bunda dan haikal serta suster , bahkan para malaikat pun menyaksikan momen kebahagiaan itu.
bunda diam.diam memfoto moment fikri dari luar ruangan yang akan ia kirim ke grup keluarga , termasuk mamah
Bunda pun mengirimkan foto dengan caption "Alhamdulillah Ahlan wa sahlan mujahid 😍" kepada keluarga dan mamah , semua yang mendapatkan pesan dari bunda mereka bahagiaa dengan tangis haruu menyelimuti mereka, banyak pula yang menanyakan kondisi deliaaa namun bunda yang baik hati ia menjawabnya dengan baik , " delia sedang istirahat doakan cepet pulih "
istirahat? istirahat disini ialah delia yang sedang terbaring, diranjang tanpa melakukan hal apapun hanya tertidur manis namun dengan kesadaran yang belum kembali, kita doakan delia yaa , karna bagaimanapun dia manusia yang punya khilaf serta kesalahan.
*****
" Alisyah lisyahhh kamu dimana nak" kata delia ia berjalan di kelilingi hamparan bunga serta keindahan alam , ia mencari anak kesayangannya yang tak dilihat olehnya, aku ingin mengatakan ini pada anakku,
Delia pun terus berjalan melewati sungai kecil nan indah , rasanya duduk dibatu sana bahagia sekali aku ingin mencobanya ? Delia pun sampai ia di tempat keinginannya.
" masyaallah indah bangetttt tapi dimana suamikuu , dimana lisyah dan kenapa perut ku menjadi rata" gumam delia ia melihat kearah perutnya.tapi ia tak perdulii ia terlalu asik dengan hamparan bunga bahkan ia ingin memetiknya.
" lia " panggil suara berat dibelakang delia.
Aku pun menoleh mendapati sosok laki laki yang saat ini aku rindukan. aku berjalan menghampirinya berjalan dengan sangat cepat namun laki laki itu diam ditempat
" kenapa pah " kata ku .ya dia adalah papah , pak reno , aku hanya bertemu densenyum. " pah,
__ADS_1
" kamu sedang apa " tanya papah membelai rambutku ,
" lia sedang menikmati hamparan bunga ini pah , papah sedang apa disini dimana mamah" kataku tak melihat mamah justru aku melihat anak laki laki kecil dan tampan dibelakangku.
" dia siapa pah " kataku
" dia adalah anakmu nak, kamu pulang lah dengan dia, papah disini" kata papah dengan senyum , "Anak"
" delia ingin ikutt dengan papah" pinta delia dengan airmata membasahi.
" bagaimana dengan anakmu nak?"
" Aku ingin bersama papah , izinkan aku bersmaa papah sebentar sajaaaa " kata ku mengikut langkah papah , kami bergandengan melewati sungai namun suara yang tak asing bagiku terus menghantui diri.ini.
" Sayang bangunn, kembali lah , "
" kembali lahhh disini"
" kembali lahhh "
Bahkan telinga ini mendengar suara bayi menangiss , tapi bayi siapa ? siapa yang punya bayii..
eaakkkk...eaakkkk
pahhh" kataku pada papah yang terus berjalan hinga sampai diantara gerbang seperti dimensii dan itu terlihat indahhhh.
Apa yang dilakukan delia ? dimana ia saat ini??
__ADS_1
doakan author sehat yaa, dan jangan lupa komen yang banyak agar author semangat untuk up, maafkan segala kesalahan dalam penulisan, sungguh author hanya manusia yang punya segala kekurangan baik dalam penulisan maupun dalam cerita 😍