
Setelah membantu memasak , , delia dan bunda tengah berada di rumah singgah , rumah yang jarang mereka tempati karna keduanya mempunyai rumah sendiri. jarak dari rumah bunda ke pesantren ini cukup jauh dan dari pesantren kerumah fikri nantinya itu lumayan dekat . delia sejujurnya ingin sekali tinggal di pondok ini namun ia mengerti suaminya sudah membeli rumah yang akan mereka tempati sayang jika tak ditempati nantinya.
" Loh sudah selesai mengajarnya nak " tanya bunda saat fikri duduk bersamanya.
" sudah bunda "
" yasudah mau sekarang belanjanya " tanya bundaa lagi.
" iya bunda nanti biar mang udin yang akan menjemput belanjaannya" kata fikri
" minum dulu abi " kata delia memberikan fikri teh hangat.
" terimakasih " ucapnya tersenyum
" Nanti bunda pulang sama mang udin aja yaa " kata bunda lagi.
" loh kenapa bun"
" kalian katanya mau beli sovenir sekalian ajak alisyah jalan yaa "
" bunda ikut dengan kami yaaa "
" engga nak , bunda belum menyiapkan makanan untuk abah "
" Yasudah kita jalan sekarang untuk beli sembakonya ya bii, supaya bunda engga kesiangan masaknya " kata deliaa disela sela mereka berbicara.
" Ayoo " katanya langsung bangkit.
Alisyah digendong fikri , delia berada didepan bersama bunda, ia berpamitan pada ustad dan ustadzah kemudian mereka masuk kedalam mobil dan langsung keluar dari halaman pesantren.
~
Singkat cerita ia sudah berada di mall terbesar dikotanya, tak mungkin jika kedatangan mereka tanpa pendamping walau bukan siapa siapa tapi yang akan membantunya membawakan belanjaan siapa? fikri sendiri juga menyewa truk yang akan membawa beras yang langsung dibawa ketempat acara.
list belanjaan mereka :
- beras karung tanggung yaitu 10 kg x 1500 pcs
- minyak 2 liter x 1500 pcs
- gula 1 kg x 1500 pcs
- kopi 65gr x 1500 pcs
- teh x 1500 pcs
- susu kental manis x 1500 pcs
- ikan kaleng(sar**n) x 1500 pcs
- mie instan masing masing berisi 5 pcs x 1500
- ember dengan tutup nya 1500 pcs
mengapa ember ? karna pasti itu sangat berguna untuk mereka diluar sana.
Bisa kalian bayangkan berapa nominal yang harus fikri keluarkan untuk sembakonya ? (Author sudah menghitung totalnya hampir 432 jutaan, kalian hitung saja karna masing masing daerah beda harganya😱) .
" bun untuk beras sepertinya tak cukup disini " tanya fikri pada bundanya, ya memang tak cukup fikri dan bunda pun harus mencarinya langsung ke tangan pertama.
" nanti kita cari ya , ini sudah semua "
" sudah bunda "
" Alisyah mau apaa nak " tanya deliaa ia mendorong troli yang berisi alisyah dan makanannya 😁 sengaja delia tak mendorong banyak sebab ia harus menjaga alisyah karna jika lengah ia tak tau harus mencarinya kemana.
__ADS_1
" Abi umi kekasir duluan ya sama alisyah " izin delia pada sang suami.
" iya umi "
delia pun membayar jajanan putri kecilnya itu, setelah membayar ia lebih dulu keluar duduk menunggu suami dan mertuanya tiba.
setelah menunggu 1 jam fikri dan bunda pun keluar dan disana sudah ada mang udin dan bi ani,
" Maaf bu ini mau dimasukkan ke mobil " tanya bi ani yang terkejud melihat belanjaan begitu banyak dan itupun menjadi perhatian orang.
" engga bi ini sedang menunggu truk , nanti biar dimobil saya sama bibi dan mang udin saja , nanti mobil akan mengikuti kita dibelakang " jawab bunda smabil tersenyum
" nak sebaiknya kamu buruan berangkat cari souvenir takut hujan " ucap bunda ya memang bandung akhir akhir ini hujan dan bunda khawatir alisyah kenapa kenapa.
" yasudah bunda gak apa apa aa tinggal "
" gak apa apa sana nak" ucap bunda ia pun mengarahkan tangannya pada pundak menantu seperti merangkul namun ia menyuruh masuk kedalam mobil.
" yasudah kami jalan dulu ya bun , bi ani , mang " ucap firki mencium tangan bunda , sedangkan bi ani ia hanya menjabat tangannya sendiri
"
Delia pun melakukan hal yang sama pada apa yang dilakukan sang suami , setelah berpamitan kini mereka melanjutkan menuju mall tempat mereka membeli sovenir.
" Abii sepertinya alisyah mengantuk " ucapku yang melihat alisyah tertidur dalam pangkuanku.
" kasihan anak abi, , anak abi yang ini engga apa apa juga kan mi " ucapnya mengelus perut delia.
" gak apa apa , abi mau minum " ucapnya memberikan minuman yang tadi ia beli dnegan alisyah.
" terimakasih umii" jawabnya menerima botol minuman kemasan.
" sama sama abi , kita tentukan abi apa saja sovenirnya "
" sovenirnya dalam satu ember berisi mukena, sajadah dan sarung "
" boleh mii " ucapnya kemudian pergi mencari hampers ditoko toko pinggir jalan.
sesampainya ditoko merekapun turun dan memilih barang yang akan ia jadikan hampers ,
" Abi bagaimana kalau ini" tanya delia memegang hijab.
" boleh jadi souvenirnya hijab dan minyak wangi aja ? "
" iya bii , nanti untuk ustadzah dikasih mukena dan lainnya." kata delia.. bukan bermaksud membedakan namun jika ingin memberikan pada guru supaya lebih pantas, begitupun fikri yang setiap tahun selalu mendapatkan buah tangan dari para wali murid.
" iya umi "
" mba kami mau ini dan itu 1500 hampers ya , dan untuk 10 hampers dilebihkan mukena dan sarung " pinta delia.
" oh baik ibu saya buatkan mohon isi alamatnya untuk pengiriman "
Delia pun menulis alamat rumah yang akan mengirim pesanannya, sedangkan fikri ia lebih senang berkeliling dengan alisyah yang tak henti hentinya tertawa sehabis bangun tidur tadi.
" sudah mba " ucap delia menyerahkan kertas alamat pada pegawai toko.
" okeh untuk isiannya sesuai dengan pilihan ya bu, ini silahkan melakukan pembayaran"
" baik " ucap delia kemudian memasukkan pin Atm milik fikri yang memang sudah mengetahui pin Atmnya.
" mohon ditunggu ya bu paling lama besok kami hantar in sya Allah jazakillah khairan bu "
.
" wa iyyaki " ucap delia yang kemudian menyusul fikri dan alisyah.
__ADS_1
~
" Aduh bahagianya sedang apa nih kesayangan umi " kata delia menghampiri mereka yang sedang tertawa.
" ini umi abi masa bilang kalau aku bau acem " ucap alisyah yang mencium ketiaknya, hal sepeti itu yang membuat fikri tertawa
" mana sinih sini umi ciumm bau acem engga yaa anak umi " ucap delia membungkukan badannya menghadap alisyah.
" Bau kan mi " goda fikri
" eumm bau nihh" kilah deliaa sambil menahan tawa.
" kan apa abi bilang lisyah bau acem "
" iiii umiii gamau alisyah harus wangiiiii" rengekknya ia terus menghentakkan kaki.
" shuttt sayangg , lisyah bukan bau acem tapi bau acemmm'an abii" kata delia melirik fikri yang langsung mencium ketiaknya.
" Uuuuu abi bau acemm uuuu " ledek alisyahh memeluk tubuh uminya.
" ia apa mi abi bau ?" tanya fikri yang masih penasaran ia berkali kali mencium ketiak.
" hahahahha " tawa delia pecah , ia tidak bisa menahan tawa melihat suami dengan wajah polosnya.
" Oooo jadi kita dikerjain umi nih lisyahhh" kata fikri yang meminta pembelaan. sedangkan delia ia sudah tau apa yang akan terjadi, buru buru ia menuntun alisyah jalan keluar toko.
" ayo nak kita pulang "
" loh udah bayar mi "
" sudah abi , 350 x 1500 hayo berapa " kata delia disela mereka jalan.
" bapa ibu adik cantik terimakasih atas kunjungannya " ucap karyawaan saat fikri membuka pintu untuk keluar dari toko.
" Sama sama mba " ucap delia dan alisyah tersenyum.
" kenapa diam bi " tanya delia disaat mereka sudah berada dalam mobil
" 350 x 1500 \= 525,000,000 ".
" iya bii, apa kamu keberatan " tanya delia memastikannya.
" engga umi "
" Abi eumm kenapa abi ingin menikah sama umi " tanya delia disela sela perjalanan mereka.
" karna umi beda dari yang lain "
" beda ? umi hantu ?"
" gak ada hantu secantik umi"
" cihhh gomball " ucap delia memukul pelan lengan suami.
" cadarnya buka mi "
" oh iya lupa " ucap delia membuka cadarnya dibantu fikri saat mobil mereka terjebak lampu merah , pajero sport.
" karna abi jatuh cinta sama umi di tukang mainan , waktu itu umi sama viola kalau engga salah , " kata fikri mengingat ingat awal bertemu.
" terus kenapa bisa memutuskan menikahi umi "
" karna umi beda dari yang lain , umi sayang sama ponakan keibuan lah pokoknya , "
" Ana uhibbuki fillah ummi " katanya lagi sambil mencium kening delia.
__ADS_1
"Ahabbakilladzii ahbabtani ilahuu"