
Malam hari tiba , delia tengah menyiapkan makan malam untuk dirinya, suami dan alisyah, sedangkan alisyah sehabis sholat isya ia mewarnai buku gambaran yang baru saja dibeli olehnya.
" lisyah sini sayang umi ikat rambunya " kata delia meminta alisyah menghampirinya
" oke umi"
" nah kan cantik kalau dikuncirrrr, jadi kalau abi pulang udah rapih " kata delia ditengah kegiatan menguncir alisyah.
" duhh aduhhh masyaallah" ucap delia merasakan bayinya menendang nendang " kenapa umi" kata alisyah.
" dedenya pengen main sama tetehnya nihh" ucap delia ia mengeluss perutnyaaa
TINNN. TINN..
" abi pulang lisyah " kata deliaa ia pun segera bangkit menyusul alisyah sedangkan alisyah ia lebih dulu berlarian menunggu abi nya di teras
" horeeeee abi pulang horeeeeee" teriak alisyah sambil berlompat lompat.
" awas jatoh nak" kata deliaaa sambil mengelus perutnya
Untuk membereskan rumah mereka, masih mengerjakannya sendiri yaa😍
" Assalammualaikum kesayangan abi" .
" Waalaikumussalam abi" kata mereka, delia mencium tangan fikri diikuti alisyah , delia mengambil alih tas kantor fikri karna hari ini fikri masuk ke kantor ada meeting dadakan.
" sudah pada sholat belum nihh" kata fikri saat duduk di sofa melonggarkan dasinya. sedangkan delia ia meletakkan tas fikri di ruang kerjanya kemudian ia pun mengambil teh hangat untuk suami yang sudah ia siapkan di meja makan.
" ini abi minum dulu tehnya " kata delia memberikan teh pada fikri.
" terimakasih sayang" ucapnya menerima gelas berisi teh
" kamu udah sholat mi ?" tanya fikri sambil meletakkan gelasnya. kalau alisyah ia melanjutkan mewarnai karakter kesukaannya.
" sudah abii, abi sudah ?" .
" sudah umi tadi mampir di jalan "
" iya bi " jawab delia dengan seperlunya.
" Ada apa sayang " tanya fikri sambil menggenggam tangan istrinya.
" Huftt" delia membuang nafasnya sedikit kasar ia bingung harus mulai dari mana bercerita pada suaminya.
" katakan sayang"
" abi mandi dulu yaa nanti kita lanjutkan bicara setelah makan" pinta deliaa , fikri pun mengerti segera ia pergi kekamarnya untuk membersihkan tubuh , sedangkan deli ia memilih menemani putriny menggambar.
" Jangan keluar garis sayang"
" terus bagimana umi" tanyanya
" ini kan ada warna hitam, alisyah kalau mewarnai supaya tambah cantikk, jangan melewati garis hitam ini sayang supaya hasilnya bagus" kata delia sambil menemani ia juga mengarahkan mewarnai
" oke umii " katanya
Delia pun memperhatikan alisyah mewarnai, tanpa sepengetahuan mereka Fikri telah selesai membersihkan tubuhnya, ia pun mengabadikan moment tersebut dengan ponselnya.
" makan yuuu " kata fikri yang mendahului mereka untuk duduk dimeja makan.
__ADS_1
" ayooo" teriak lisyah karna moment seperti ini membuat dirinyaa bahagiaaa.
" wahhhh enak nihh" ucap fikri melihat hidangan yang tersaji.
" silahkan dinikmati tuan dan nona " kata delia seperti layaknya pelayan dalam cerita novel.
" apaa sih umi "
"hahahaha yaudah yu makan sudah jam 8 malam lohh" kata delia dan semuanya menikmati makan malam dengan tawa candaa..
****
delia dan fikri sedang berada diruang tamu menemani alisyah menonton acara kartun islami , Alisyah tiduran dibantal kesayangannya, karna alisyah tidak mau kalau diganggu menonton film acara kesukaannya jadi ia memutuskan untuk berbaring di kursi sebelah uminya. sedangkan fikri ia berbaring di pangkuan delia dengan wajah menghadap perut.
" Anak abii sehat ya disana nanti 2 bulan lagi kita berjumpaa " kata fikri disela sela anaknya menendang.
" Auuhhh abi bicara apaa loh , sakit tendangannya bi" protes delia ia pun mengusap perutnya.
" gak bicara apa apa umi, sini biar abi yang usap " katanya ia pun langsung mengusap perut delia.
" umi mau bicara apa "kata fikri lagi mengingat tadi ia tidak jadi berbicara.
" eumm abi sibuk engga? "
" kenapa "
" mau pulang kedepok umi kangen mereka"
" kapan ?"
" sekarangg"
"Alisyah besok les umi, abi ada undangan kerumah ustad , "
" Alisyah umi sama abi ingin bicara sebentar, alisyah tunggu disini ya " kata fikri dengan lebut ia pun menuntut delia ke ruang kerjanya.
" katakan " kata fikri saat ia sampai diruang kerjanya.
" aku ingin pulang bisakah abi mengantarkan aku" kata delia to the point
" kakia telpon umi, dia menyuruh umi pulang , kakia marah sama umi , sudah lama kita tidak pulang, aku tidak ingin ada hal apapun yang nantinya aku tidak tau " katanya saat fikri diam saja .
" telpon ka kia " pinta fikri tanpa menoleh
Dengan cepat delia menelpon kakanya itu namun tidak diangkat, berulang kali ia menelpon tetap tidak diangkat , fikri pun berinisatif menelpon mas erik suami kakia
" Hallo assalammualaikum" sahut mas erik disebrang sana saat panggilan terhubung.
" Waalaikumussalam bang,"
" iya ada apa fik" tanya mas erik.
" Abang dimana " kata fikri.
" dirumah , ada apa "
" kabar papah bagaimana bang ?"
" papah alhamdulillah baik baik aja, mamah juga sehat , ada apa" tanya erik yang masih bingung.
__ADS_1
" bisa keraskan suaramu bang ? saya tak mendengar " kata fikri dengan sengaja supaya didengar delia yang saat ini tengah risau.
" Jangan khawatir papah baik baik saja , mamah juga sehat"
" Alhamdulillah bang syukur lah, "
" ouhh paham , tenang aja lia papah baik baik saja nanti kami kabarkan , kalau masih ada urusan di sana gapapa urusin dulu nanti kalau sudah tidak sibuk, sering sering mengunjungi kami " kata erik yang baru saja paham maksud pertanyaan fikri.
" iya kak , kakia kenapa marah sama delia ?"
" kamu kaya gatau kaka kamu aja, dia kalau rindu memang seperti itu , gengsi untuk mengucapkan " tawa erik disebrang sana , sedangkan fikri ia mengulum bibirnya menahan tawa .
" huftt yasudah abang titip salam buat mereka , nanti delia akan pulang kalau urusan disini sudah selesai ia "
" okehhh, salam buat alisyah "
"waalaikumussalam nanti disampaikan "
" yaudah abang tutup ya udah ada ka kia nih , assalammualaikum"
" waalaikumussalam "
Telpon pun terputus dengan cepat ia kembali menemui alisyah yang ternyata sudah tertidur.
**
" Mih, sini deh "panggil erik.
" ada apa " juteknya.
" kamu kenapa sama delia "
" kenapa ? "
" kamu kenapa sama delia "
" pasti dia ngadu kan "
" cihh fikri telpon Papih , kamu jangan seperti itu pada delia kan kamu tauu dia sedang mengandung , terlebih kalau rindu katakan rindu jangan membuat hatinya sakit dan menjadi khawatir." jelas erik pada istrinya.
" lagian gak pulang pulang, bandung depok apa susahnya sihh "
" kita harus mengerti kondisi kehamilannya yang rentan , walau usia sudah 7 bulan tapi bisa aja hal yang tak diinginkan terjadi, untuk itu kita mengerti keadaannya"
" ke jawa bisa! urus bisnis bisa! sama keluarga dilupain! kalau bukan kita yang menikah kan gak bakalan jauh kaya gini" protes kakia tak terima sejujurnya dia rindu tapi kakia tak pernh mau mengakuinya.
" kamu ini gimana sih , dia udah menikah , udah tanggung jawab suaminya bukan adik kecil kamu lagi yang belum menikah, ingat tugas seorang anak jika ia menikah adalah tanggung jawab suaminya, bukan papah lagi, saat ijab qobul berlangsung itu tanggung jawab yang ada pada anak semua diserahkan atau diambil alih oleh suaminya, seeperti kamu nih yang menjadi tanggung jawab aku bukan papah lagi, kecuali salsa dia belum menikah, harusnya mamih mengerti akan hal ini"
" Aku aja bebas kesan sini , masa dia engga"
" mih setiap rumah tangga beda cara menjalankannya, ada yang oke oke aja, ada yang engga, gak bisa setiap rumah tangga orang harus disamain kaya kitaa, itu gak akan bisaaa, setiap orang punya kehidupan masing masing jadi kita harus menghargainnya, kalau tak bisa seperti mereka setidaknya hargailah mereka "
" ko papih bela dia sih"
" bukan belaaa, tapi disini mamih salah salahnya mamih harus menjaga kata kata mamih, mamih kaka pertama atau anak pertama tapi anak pertama harus bisa menjadi contohh,"
" mamih kangenn pih" lirih kakia melemah ia tersadar atas apa yang ia lakukan pada adiknya itu.
" belajar untung mengungkapkannya tapi jangan membuat hatinya tersakiti"
__ADS_1
" maafin aku pih"
" iya dimaafin, jangan kaya seperti itu mih papih malu sama Fikri takutnya nanti disangka papih ga bisa mengajarkan mamih"