
Author mau buat tim interaksi nih ..kira kira ada yang tau ?? yang tau bisa komen ya.
Didalam ruang rawat pak reno hanya ada beliau dan istrinya , anak anaknya menunggu diluar bukan karna tak ingin menemani namun atas permintaan sang Papah lah mereka menurutinya.
Mamah dengan sabar setia menyuapi sang suami yang sekarang meminta buah. dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta beliau menahan airmata yang ingin mengalir sebisa mungkin ia tahan agar tak menyinggung sang suami.
" Anak anak dimana mah" tanya papah.
" Diluar pah , papah mau bertemu ?" jawab mamah.
" gausah mah nanti aja " ucap papah.
" Aku ingin bertemu putri kesayanganku mah " gumam papah dalam hati.
papah dan mamah hanya bisa saling menatap tanpa bersura karna mendengar suara histeris diluar sana.
" kaya suara delia " lagi lagi papah bergumam.
Tanpa menunggu lama mamah berjalan membuka pintu kamar inap... dibukalah dengan penuh sekuat tenaga dengan rasa khawatir yang mendalan takut anaknya kenapa kenapa.
" kakkkkkkkk " ucapnya terputus saat melihat anak bontotnya didepan mata...
" deliaaaaaa " lanjutnya lagi sambil membawa putrinya kedalam pelukan.
__ADS_1
deraian airmata membasahi pipi semua orang yang menyaksikan kejadian ini, rasa kangen khawatir dan kesedihan jadi satu termasuk papah.
" Maafkan papah nak papah ga bisa kuat di depan kalian " lirihnya sambil menghapus airmata menyaksikan Anak mereka berkumpul.
Lanjut ke mamah dan delia, Mereka saling menghujani ciuman yang entah berapa kali dilakukan mamah terhadap anaknya. lama mereka tenggelam dalam kerinduan kini mamah menyadari kehadiran besannya.
"Astagfirullah " ucap mamah terkejut melihat abah bunda hingga tak sadar membawa delia ke dekapannya yaitu hidung delia berada di bahu mamah dalam posisi berpelukan reflex mamah menekan kepala delia yang mengakibatkan ia kesulitan bernafas.
"Mah mah mahh itu delia " ucap mereka melihat delia yang tangannya memberikan kode untuk meminta mamah melepaskan pasalnya sudah delia tepuk tepuk mamah tapi ia tak sadar.
Kakia dan ka zia reflex menarik delia dan disaat itulah mamah baru sadar " Astagfirullah nak maafkan mamah" panik mamah mencoba mengecek hidung delia dengan jarinya apakah mash nafas atau tidak. " ihss si mamah atu kira kira anak nya sendiri dibekep" protes ka kia yang memang mulutnya kelewat batas kalau ngomong, ia maupun mba wulan sama sama mempunyai mulut yang pedas jika berkata , apa anak pertama jadi seperti itu entah lahh author engga ngerti.. semua yang berada disana terkejut menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi
" Maaf kak , eh ada besan mari masuk " ucap mamah mempersilahkan mereka masuk dan diikuti yang lainnya masuk kedalam ruangan pak reno.
" Mamah hampir saja membunuh kau dan anakmu kak " geram kakia,
" Sudah kak tidak apa apa mamah pasti tak sengaja , lagipula mana ada ibu kandung tega membunuh anaknya " jawab delia dengn senyum andalannya.
" Ahhh selalu saja begitu kau deee "
tanpa menjawab protesan kakia delia lebih memilih maju mendekat disisi pak reno, jika ia menjawab perkataan kakia justru sampai terbit fajar pun tidak akan selesai ."Papah "panggil delia yang mencoba tegar disisi papahnya.
" deliaa "
__ADS_1
" Pahh " lirihnya memeluk papah menahan semua airmata yang ingin kembali lolos.cukup ia tak ingin menangis didepan pak reno sebab bagi papah airmata anaknya adalah derita untuknya.
" papah yang kuat yaa, delia akan selalu ada untuk papah, papah sabar dan ikhlas atas cobaan yang Allah berikan , in syaa Allah papah akan sembuh " lanjutnya.
" maafin papah nak"
" engga papah engga salah apa apa sama anak papah, papah engga salah, ini sudah jadi tugas kami para anak merawat orang tuanya"
" Papah jangan berpikir yang engga baik, ingat setiap pikiran yang buruk tanpa sengaja kita ucapkan itu justru menjadi doa karna apa yang kita ucapkan itu sama saja doa, delia minta sama papah papah jangan sedih , kita semua sayang papah, dan papah tau delia mau 4 bulanan nanti kalau papah sembuh sama syukuran rumah papah sehat ya biar nanti kita kumpul , cucu papah ada disini dan ini cucu Abah adam " ucapnya sambil mengarahkan tangan yang semula digenggam kini ia arahkan keperut delia yang rata.
Delia wanita yang bisa mengubah keadaan dan mood seperkian detik yang tadinya nangis bisa menjadi tawa begitu sebaliknya.
" Iya nak doakan papah "
" pasti pah pasti , delia dan kita semua akan doakan kesembuhan untuk papah, begitupun anak anak di pesantren akan berdoa untuk papah"
" ya kan Abah bunda bii dan semuanya " lanjut delia bertanya pada mereka semua.
" iyah pah fikri akan terus melakukan yang terbaik untuk papah, papah gausah khawatir semua biaya sudah fikri tanggung " ucap fikri.
" Terimakasih banyak nak "
" terimakasih banyak delia nak fikri " ucap mamah terharu.
__ADS_1
sebenernya pak reno dan istri mampu membiayai perawatan dirumah sakit , begitupun anak anaknya punya penghasilan pasti mampu untuk membiayai, tapi fikri ingin melakukannya untuk papah mertua karna menurut dia ia amat beruntung mempunyai istri seperti delia jadi nominal perawatan papah tidak ada nilainya sebanding dengan mengurusi delia.
" Sama sama pahh, fikri lebih bersyukur mempunyai istri seperti delia dan keluarga pak reno, terimakasih sudah melahirkan membesarkan wanita hebat yang satu ini untukku, cucu papah juga pasti senang punya kakek nenek seperti abah bunda dan papah mamah , papah cepet sembuh yaa "