
At rumah abah
Udara di sore hari memberikan ketenangan dan kedamaian walau senja perlahan meninggalkan namun ia memberikan suasana yang kehadirannya dinantikan bagi siapapun yang menantinya, senja akan kembali menyapa jika kita diberi kesempatan untuk menyaksikan.
Begitupun dengan Abah dan bunda yang menikmati keindahan senja dengan tenang dan damai di halaman belakang rumah.
" Alhamdulillah ya abah atas semua nikmat dari Allah swt " ucap bunda yang bersyukur melihat kehidupan sekarang ini..
" Alhamdulillah bunda ini semua atas izin Allah dan usaha kerja keras kita semua "
mereka sedang duduk di ayunan yang sengaja mereka buat untuk bersantai disaat sedang bersama keluarga, layaknya pasangan ABG abah dan bunda tampak bermesraan dengan bunda yang menyender pada pundak abah dan abah ia merentangkan tangan kirinya untuk melindungi kepala. sang bunda. pemandangan itu diabadikan secara diam diam oleh syifa yang sebelumnya mencari mereka.
" Biii" panggil syifa menghampiri bi ani yang telah membuat menu makan malam
" ya non "
" bi ,bibii liat abah sama bunda engga " tanya syifaa
" itu kayanya masih dihalaman belakang non"
" ohh yasudah bi, bibi masak apa malam ini "
," bibi masak sayur bayam dengan ayam lada hitam non "
," yaudah bibi lanjutkan yaa aku permisi dulu bi "
" ya non " sahut bibi sambil mengiris bawang.
**
Aku berjalan melewati ruangan demi ruangan yang ada dirumah megah ini, bersyukur kehidupan kami makin maju, sukses dunia tapi yang kami butuhkan adalah sukses akhirat. saat aku berjalan menghampiri bunda dan abah suara dari arah belakangku membuat aku berhenti, " non syifa " panggilnya.
" ya mang " jawabku sambil menghampirinya.
" Itu diluar ada asistennya A fikri" ucapnya sambil membukukan badan seperti tanda hormat padaku.
" Mang jangan panggil saya non, saya bukan orang yang pantas mendapatkan itu, panggil saya teteh syifa saja " ucapku pada mang asep ya syifa memang tak menyukai panggilan non atau apa lah karna bagi dia ia bukan orang orang dari kalangan itu..
" maaf teh"
" ngga apa apa mang, yasudah saya panggilkan abah bunda ya, mamang tolong suruh masuk ya " ucapku sambil mengusap pundak mang asep.
" Baik non eh tehhh saya permisi "
" ya mang "
Mang asep pun berlalu dan aku melanjutkan langkahku menemui bunda abah. singkatnya aku sudah sampai dihalaman belakang, kulihat pemandangan indah penuh kebahagiaan rupanya abah dan bunda sedang bersantai sambil bernostalgia mungkin, diam diam ku ambil ponselku lalu ku arahkan untuk memfotonya.
CEKREKKK
Romantisnya abah dan bunda begitulah caption yang kukirimkan pada kaka kakaku.
" Bunda abah " panggilku dengan lembut.
" yaa neng " ucap mereka menoleh kearahku, yang langsung duduk di ayunan dengan menggerakan tangannya mengarahkan aku untuk duduk. bersamanya.
" Ada apa neng" tanyanya saat aku sudah berada dihadapannya.
" Maafin syifa udah menganggu waktunya abah sama bunda, syifa mau menyampaikan kalau di luar ada asisten a fikri tapi sudah syifa bilanh sama mang asep menyuruh masuk. " jelas syifa
__ADS_1
" Ya ngga apa apa neng, yasudah yu kita temuin sama sama" ucap bunda menuntun ku, ia menciumi keningku disusul abah yang mengikuti kami kebelakang
Tak lama mereka sudah berada diruang tamu,
" pak kyai, bunyai " ucapnya
" Silahkan duduk " ucap abah.
" Terimakasih "
" Ada apa nak anton apakah perusahaan baik baik saja " tanya abah yang begitu penasaran kedatangan anton kerumah ini, biasanya ia akan menemui fikri jika fikri yang memintanya untuk datang.
" Ada hal yang ingin saya sampaikan dengan pak fikri apakah beliau ada dirumah, ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan pak kyai"
" A fikri sedang berada dipondok pesantren ada apa " tanya bunda
" Bundaa " ucap abah memberikan kode.
" Yasudah sambil menunggu pak fikri datang kita siap siap sholat sebentar lagi sudah waktunya mau maghrib, " ucap abah dengan tenang diliriknya jam sebentar lagi masuk waktu maghrib.
" bunda hubungi a fikri " ucapnya lagi.
berulang kali abah dan bunda menelpon fikri namun tak kunjung tiba hingga ia memutuskan untuk menelpon delia. panggilan pun terhubung delia mengiyakan permintaan ibu mertuanya untuk pulang.karna waktu maghrib yang sempit ia pun memutuskan panggilan dan segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat berjamaah.
@@@
" sudah mii " tanya fikri saat delia keluar dari kamarnya.
" sudah abii" ucapku dengan lembut, diraihnya tas ku untuk dibawakan olehnya.
" Abii apakah ingin makan dahulu " tanya deliaa karna ini jam anak anak makan malam.
" kita beli makan diluar ya miii sekalian bawa untuk alisyah " ucapnua sambil mengusap kepalaku.
" boleh nanti ya mii, karna hapalan umi tanggung jawab abi dihadapan Allah swt " ia pun memegang dagu ku diangkatnya sedikit.menapku begitu dalam
" abi hayuu nanti kemalaman kasihan bunda sudah menunggu " ucapku dengan malu akupun berjalan lebih dulu keluar rumah.. namun bukannya tenang akupun menjadi terkejut. " Astagfirullah " ucapku sambil mengusap dada
" Afwan umii, ana tak sengaja membuat umi terkejut " ucap ustadzah yang berdiri didepan pintu.
" Tidak apa apa ustadzah, ada apaa "tanyaku sambil mengusap pundaknya.
" Mari makan ummi semua sudah menunggu kehadiran ummi"
" Ustadzah saya minta maaf tidak bisa ikut makan malam ini, kami harus pulang "
" Loh ada apa umi "
" Tidak ada apa apa, nanti kami menyusul "
" Baiklah saya permisi ummi"
" Ya mariiii "
@@@@
Setelah berpamitan kepada pengurus dan pembina pondok kami melanjutkan perjalanan untuk membeli makanan ,karna suasana kota bandung yang tidak cukup padat membuat kami lebih cepat sampai dirumah. Mobil pun sudah masuk ke dalam garasi tandanya kami tidak ada keperluan lagi diluar.
" Assalamualaikum " ucap ku dan suami saat memasuki pintu utama kulihat semuanya tengah kumpul lengkap dengan anton sang asisten suamiku dikantor.
__ADS_1
" Waalaikumsalm warahmatullah wabaraktuh" ucap mereka menjawab salam kami, aku dan suami menghampirinya tak lupa kami menyalimi tangan abah dan bunda terlihat raut wajah penuh tanya pada keluarga, " bunda ini ada cemilan tadi delia sama Abi mampir sebentar " ucapku memberikan makanan.
" Oh yaallah Terimakasih nak, ini sudah dikasih ke depan" tanya bunda kepadaku.
" Sudah bunda "
" Alisyah kemana mbaa " tanya fikri duduk disebelah mas tyo.
" Alisyah lagi diruang bermain biasa "
" A kamu gamau ganti baju dulu " tanya abah
" Nanti saja Abah, ada apa anton" tanyaku to the point,
" Begini maaf jika kehadiranku membuat kalian merasa tak nyaman, maafin saya pak kyai, bu nyai, saya ingin menyampaikan perihal. masalah yang sedang terjadi " ucap anton mencoba untuk menjelaskan.
" Ada 2 permaslahaan yang pertama perihal kado dan yang kedua maslaah salsa "
" Keduanya sama sama ada hubungannya dengan orang terdekat, dari pantauan cctv memang ada laki laki yang mengantarkan kado ke hotel tempat Pak fikri dan ibu menginap, sedangkan prihal pengakuan Andri itu saya belum mengetahui pasti apakah benar salsa yang berada di video itu atau tidak, saya takut ini berdampak buruk bagi keluarga pak kyai "
Terkejut pasti inilah yang dirasakan keluarga adam syarief prihal pengakuan Andri namun tidak dengan salsa pasti berdampak buruk bagi keluarga ini, Abah tak henti hentinya mengucap istigfar dan bunda berulang kali mencoba meyakinkan diri kalau bukan salsa lah yang berada di video itu.
" Apakah kamu punya videonya " tanya mas tyo membuka suara.
" Ada apa mau melihatnya " tanya anton sambil memutar laptopnya agar dilihat keluarga. Mau tidak mau mereka harus melihatnya dengan jelas apakah salsa benar melakukan itu atau tidak.
" Apa kamu sudah tau siapa pelakunya " tanya abah dengan nafas yang penuh kekecewaan.
" Yang pasti itu orang dekat pak kyai karna saya belum jelas siapa pelakunya "
" Apa mungkin dijebak atau itu benar salsa " tanya fikri dengan penuh kecurigaan.
" Abah bunda Aa semuanya percaya sama salsa itu bukan salsa, salsa mohonnnn abah bundaa Aa percaya sama salsa " lirih salsa dengan penuh ketakutan akan maslaah yang membombardir dirinya.
" salsa mohon kalian harus percaya sama salsa "lirihnya lagi saat tak ada satu orang pun yang menanggapinya.
" Salsa bangun yuuu " ucap delia dengan lembut sambil memeluknya. ia percaya salsa tidak akan mungkin melakukan hal bodoh yang akan merusak masa depannya, dipeluknya tubuh adik iparnya itu dengan erat seraya meminta ia menumpahkan bebannya kepada delia. isak tangis terdengar jelas di telinga delia.
" Tetehhh" tangis salsa pecah.
" Kita semua bukan ingin menghakimi salsa, tapi kita ingin mencari tau kebenarannya sayang, teteh percaya salsa gaakan mungkin melakukan itu karna salsa orang baik. teteh minta turutilah apa kata Abah bunda Aa mba dan lainnya karna ini semua baik untuk salsa. " jelas deli dengan lembutttt.. semua mata tertuju padanya menyaksikan sosok penyayang yang ada pada diri delia.
" Salsa jangan keluar rumah dan bermain ponsel sebelum masalah selesai dan abah minta jangan ada yang menyebarkan berita ini Sebelum semuanya terselesaikan karna jika memang benar salsa yang berada disitu maka salsa kamu mengetahui konsekuensinya dan siap dengan apa pun itu,Denger salsa" jelas abah dengan tegas
" ya abah salsa minta maaaf " ucapnya dengan begitu lirih,
" Ambil air wudhu sholat minta petunjuk sama Allah,"
" Yasudah anton kamu cari tau siapa pelaku dan yang berada di video itu sekarang kamu boleh pulang nanti kabari saya " ucap fikri yang kini sudah merasakan hawa tak mengenakkan.
" baik pak kalau begitu saya permisi dulu, maaf sudah mengganggu waktu bapa pak kyai bunyai dan semuanya, assalamualaikum
" Waalaikumsalam warahmatullah wabaraktuh"
1 jam setelah kepergian anton dan setelah makan malam plus sudah sholat isya berjamaah, Fikri dan mas tyo memutuskan untuk diskusi mengenai masalah salsa begitupun dengan lainnya, sedangkan delia ia mengajak alisyah untuk tidur karna hari sudah malam.
" abii alisyah bobo duluan ya sama ummi ,abi jangan begadang malam. malam nanti ngantuk kaya papah tyo" ucap alisyah saat sedang berpamitan.
" Ia sayang, kamu sama ummi yaa selamat tidur anak abi, assalamualaikum "
__ADS_1
" Waalaikumsalam abi"
Hallo semuaa jangan lupa yaa mampir ke karya kedua ku Takdir atau pilihan.. aku mengangkat kisah yang in syaa Allah banyak pembelajarannya 😉 tunggu yaaaa segera launching 😘