Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
masalalu fikri


__ADS_3

" loh kamu mau kemana syifa " tanya bunda saat anaknya pergi. syifa tidak ikut menikmati baso aci karna ia sudah kenyang berbeda dengan delia yang menikmati makanan.


" Syifa mau selesain tugas bunda besok syifa mau ke kampus "


" oh yaudah silahkan "


" Gakuat dia liat kita romantis romantisan bunda " ledek a fikri pada adiknya itu, entah kenapa fikri suka menggoda adiknya itu.


" Apa sih a fikri aku beneran mau kerjain tugas " jawab syifa sambil mencoba untuk tidak marah pada aanya.


" Kalau gitu bawalah tugasmu kesini " tantang fikri yang sebenrnya sudah kasihan dengan adiknya namun wajah polos dan cantik membuat ia meledek nya terus.


" Fikri sudah kasihan adikmu " sahut abah yang masih menikmati baso aci dengan bunda.


" Ia aku ambil laptop dulu " syifa pun berlalu mengambil laptop dan mengerjakannya dengan mereka.


" kamu ini a kasihan adikmu "


" Gapapa bunda fikri juga mau kasih dia hadiah "


" Ini masih ada satu mangkok lagi untuk siapa, abah sama bunda sudha kenyang "tanya abah melihat satu mangkok yang belum tersentuh.


" Buat delia aja abah " ucap delia dan membuat semuanya menoleh.


" engga ummi, sudah cukup " sahut fikri yang tidak ingin istrinya makan pedes terlalu banyak. padhal fikri masih memegang mangkok yang berisi baso aci.


" abiii"


" engga ummi "


" Syifa itu buat kamu aja simpen dulu nanti dimakan sama teteh, liat masa teteh mau lagi " sahut fikri saat syifa datang membawa laptop, mendengar ucapan dari sang kaka membuat syifa terkejut.


" Astaghfirullah, teteh udah makan 2 mangkok loh "


" Ya mangkanya pindahin buru "


" neng jangan banyak banyak ya kasihan perut kamu nanti sakit magh kamu kambuh " ucap bunda yang meringis mendengar ucapan fikri.


" Abah aja udah mules nih " sahut abah yang memang tidak terlalu suka pedes.


" yaudah abiii mauu punya abi yaaa "

__ADS_1


" Kan udah mii bekas abi " jawab fikri yang aneh dengan istrinya.


" bukan itu abii tapi abi gigit terus yang dimulut abi aku maunya ,bekas abii bukan yang digigit terus jatoh di kuah tapi yang abi gigit terus dimulut abi "


" jorok miii engga ya sayangkuh, kan ada nihh "


" gamau abiiii " rengek delia.


" Sayanggggg " ucap fikri yang sabar bangettt melihat tingkah istrinya.


Bunda yang paham apa yang sedang dirasakan menantunya dan mengerti apa yang sebenarnya terjadi bunda pun membuka suara. " Sudah fikri berikan saja " sahut bunda yang senyum senyum sendiri.


" Jorok bunda, fikri gamau istri fikri makan bekas lepehan fikri, fikri akan berikan tapi engga lepehan juga bunda, fikri sudah menuruti untuk menggigitnua dan itu masih wajar menurut fikri tapi kalau makan yang dari mulut fikri sama aja fikri kasih makan lepehan fikri ke istri, bunda yang benar saja " tolak fikri tegas


" Ya terserah dari pada delia makan satu mangkok lagi itu gabagus untuk mereka " jawab bunda enteng. dan bundapun berlalu menyusul abah ke kamar.


" Mereka? " gumam fikri.


syifa pun pergi berlalu meninggalkan pasangan suami istri yang sedang dalam pikirannya masing masing.


" Sekali aja abiiii plisss "


" Engga ummi sayanggg maaf bukan abi ga sayang ummi tapi umi jorok "


" Satu aja yaaa "


" Iyaa abii cepetttt "


" Maafin abiii ummi " ucap fikri dan langsung memberikan apa yang diinginkan delia. sontak saja delia langsung ceria dan mencium fikri lalu berlalu ke kamar yang berada di atas.


" Anehhhh " gumam fikri yang langsung menyusul delia ke atas.


*****


At kamar bunda.


" Abahhh kayanya kita mau kehadiran anggota baru " ucap bunda yang sejak tadi senyum senyum.


" Maksudnya bunda? "


" Yaa kayanya delia hamil deh abah soalnya aneh bangettt " cerocos bunda menceritakan ke abah.

__ADS_1


" Alhamdulillah atuh semoga aja bener tapi kita tunggu info dari mereka bunda "


" ya abah seneng bangettttttt ahhhhh cucu dari anak laki laki satu satunya. "


" Bundaa "


*****


At kamar fikri.


" Ummi " panggil fikri pada istrinya yang sedang duduk bermain ponselnya.


" Ya abii " jawab delia meletakkan ponselnya.


" Gapapa mii mainin aja " ucap fikri yang kini tiduran dipangkuan delia.


delia yang mengerti pun menyikat memainkan dan mengusap rambut serta kepala fikri, fikri pun terbawa suasana dan disaat inilah delia teringat akan hal penasaran ia pun mencoba untuk menanyakan pada fikri.


" Abii boleh aku bertanya " tanya delia sambil menyikat rambut fikri dengan jari jari tangannya.


" Silahkan ummi tanyakan saja jika ada yang kamu ingin tanyakan nanti abi jawab dan abi akan ceritaa sama ummi yang umi belum tau "


" Abii hmm maaf umi sebagai istrinya abi tentu dibuat penasaran kenapa abi bisa pisah sama ibu kandungnya alisyah? " tanya delia


" umi maaf ya abi belum pernah cerita soal ini dan ummi lebih dulu menanyakan sama abi, abi mau cerita tapi takut menyakiti hati umi dan sekarang umi bertanya dan abi akan cerita semuanya sama umi "


" ya gapapa abii, maaf ya umi membuat abi harus mengingat kembali "


" Gapapa umi umi harus tau, jadi pada waktu abi menikah dengan ibunya alisyah, perekonomian keluarga kami lagi menurun drastis sampai uang dari dakwah abah sama abi dijadikan satu untuk kebutuhan kita, doantur pondok pesantren ya murni sampai sekarang untuk pondok abah maupun aku engga mau sama sekali memakai bahkan menggunakan uang pondok, ibu nya alisyah ga Terima diajak susah awalnya perusahaan baik baik saja tapi ada saat dimana kita di bawah pokoknya perekonomian ga stabil, pada saat itu alisyah usia 5 bulan dia disini sama bunda sedangkan ibunya suka nginep kerumah mamahnya nginep dengan alesan mamah nya sakit, awalnya pake hijab dirumah tapi lama kelamaan gamau pakai hijab ya memang keluar pakai hijab, rambutnya di warnain pokoknya susah diatur makin ngebangkang aku liat ponselnya dan sempet aku ikutin ternyata dia punya simpanan lain, alisyah juga jarang di kasih asi malah sufor, aku bunda abah sepakat untuk mengasuh alisyah, ibunya alisyah yang memilij pisah tanpa berfikri dan kesalahan kesalaahn dia aku putuskan untuk mengiyakan permintaan dia. "


" Yaallah abiii maafin aku membuka luka kamu, "


" Kamu gaperlu minta maaf sayang, setelah perceraian itu aku fokus dakwah kemana mana dan menyelamatkan perushaan papah, alisyah diurus bunda dan mamah ceuceu, aku ga kepikirian untuk cari pengganti pada waktu itu, lambat laun alisyah sudah besar terus ada wanita yang mau di jodohkan sama aku aku awalnya bisa aja sampe disuruh abah jalanin istiqoroh aku ikutin singkat cerita Allah ngasih petunjuk kalau dia bukan yang terbaik dengan perwakilan keluarganya datang untuk membatalkan taaruf karna wanita itu sudah melakukan hubungan terlarang dengan laki laki lain . kami batal taaruf bahkan pada waktu itu sudah liat biodata dan foto satu sama lain ummi tapi Allah punya jalan lain.. dan buah kesabaran aku selama ini qodarullah Allah menyatukan ummi sama abi lewat pertemuan singkat abi jatuh hati sama ummi dan langsung melamar umii, MasyaAllah ummi mau nerima status abi dan Allah mempermudah pernikahan kita.. bersyukur abi ketemu ummi wanita penyabar, pengertian, sayaang keluarga, dan wanita berbeda dari wanita lainn.. ummi terimaksih banyak atas semua yang umi berikan untuk abi abi sayang banget sama ummi karna Allah " ucap fikri langsung memeluk delia dengan erat.


delia yang mendengarkan cerita pahit suaminya pun menangis ia tidak menyangka pahitnya yang dilalui suami dan kesabaran suami membuat ia sukses dan menjadi laki laki terpandang " Ummi jangan nangis "


" Abi ada menyinggung ummi ya? YaAllah ummi abi minta maaaf? "


" ga ada abi ga ada yang menyinggung ummi, justru umi bersyukur bisa nikah sama abi dan mendapatkan keluarga seperti ini, umi yang jauh dari ilmu dan abi mau menerima umi bahkan umi belum ada pengalaman mengurusi anak tapi abi mempercayakan umi untuk mengurus anak abii.. abii bimbing ummi ke surga ya " haru delia memeluk suaminya.


" Kita sama sama ke surga ya miii " peluk delia dan menciumi nya.

__ADS_1


mereka pun tidur terlelap karna rasa kantuk dan lelah membuat mereka memilih untuk tidur siang dengan saling berpelukkan.


__ADS_2