Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
menusuk hati


__ADS_3

" Tinggal siap memulai produksi ya pak " ucap anton saat dirinya dan fikri tengah berada diruangan yang tak jauh dari pintu utama sehabis berkeliling melihat tempat yang akan menjadi cabang kedua usaha istrinya.


" iyah benar anton, saya juga sudah menyiapkan alatnya dan bahan bahan yang diperlukan"


" Hebatnya pak , memberikan kejutan tak tanggung tanggung dengan sang istri , " ucap anton yang memang tidak bisa menutupi kemungkinan bahwa bos nya sangat amat menyayangi istriny.


" Anton , mau rezeki kita melimpah ? baik terhadap istri, engga pelit, in syaa allah rezeki akan mengalir terus karna semakin dia mendoakan kita maka semakin berkah, terlebih uang suami adalah uang istri.


saat ini mereka sudah selesai melaksanakan sholat maghrib di salah satu ruangan yang akan nantinya menjadi mushola untuk para karyawan, fikri juga menyiapkan beberapa ruangan yang untuk tempat tinggal karyawan istrinya nanti.


" kita cari makan dulu ya anton " ucap fikri baru saja memasuki mobil .


" kita mau makan apa pak " tanya anton


" saya kenyang anton, kamu berenti saja ditempat yang kamu mau nanti di bungkus untuk kamu bawa pulang bersantap dengan keluarga "


" tidak perlu pak ini sudah lebih dari cukup" sahut anton yang memang banyak sekali bingkisan fikri yang diberikan untuk dirinya.


" tidak apa apa sekalian saya mau pesen"


" baik pak "


anton pun menepikan mobilnya sedangkan fikri ia lebih memilh menunggu didalam, rasa yang lelah hari ini dirasakan olehnya , pengorbanan tenaga dan waktu untuk keluarganya ternyata tak semudah yang direncanakan , manusia hanya bisa berencana namun Allah lah yang menentukan segalanya.


" Pak ini saya belll..i " ucapnya gantung dilihat fikri sedang tertidur didalam mobil , niat ingin memberitahu ia urungkan sebab wajah bosnya begitu lelah.


****


abah bunda dan mamah masih berada dirumh sakit walau hari sudah malam mereka masih berada diruangan vip pak reno.


" Assalmmualaikum " ucap fikri membuka pintu kamar rawat papah mertua. ya fikri baru saja tiba ia pun langsung menghampiri mereka.

__ADS_1


" waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh " sahut mereka.


" baru pulang nak "


" iya mah , bagaimana papah kabarnya mah "


" Alhamdulillah baik doakan selalu ya nak , saat ini lagi mengejar hb supaya naik " sahut mamah yang memang HB pak reno rendah.


" Aamiin"


" kamu belum balik ke hotel A " tanya bunda


" belum , aa langsung kesini bun ,oh iya ini ada cemilan tadi aa beli dijalan sama yang ini dari wali murid sebagian sudah aa tinggalkan dipondok dan sebagian lagi untuk anton dan yang ini sisanya aa bawa "


" yang ini kasih istrimu kami makan ini aja cemilan yang kamu beli " ucap abah yang menghargai delia


" yaudah aa pamit ke hotel ya bunda abah mah , salam untuk papah " izin fikri yang mencium tangan kedua orangtuanya.


**


" eh sudah tidur " gumam fikri melihat istrinya terlelap diatas tempat tidur bersama putri cantiknya. kedunya pun dilewati begitu saja yang langsung masuk kedalam kamar mandi.bisa saja fikri mencium kening wanita wanitanya namun ia takut mengganggu tidurnya, terlebih keringat dan lelah yang fikri rasakan ia ingin cepat cepat mandi..


10 menit fikri mandi ia hanya mengenakan pakaian kaos putih dan sarung ia pun mengamati dengan serius anak dan istrinya dan juga calon buah hati yang sebentar lagi Allah tiupkan ruh kedalamnya.


"muachhhh, sayang abi maaf ya abinya sibuk jarang ada waktu untuk alisyah " gumam fikri berbicara sendiri dengan alisyah yang tertidur.


setelah dari alisyah fikri pun pindah kebelakang sang istri diciumnya kening dengan lembut lalu tangannya ia lingkarkan diperut sang istri ia ikut berbaring dibelakangnya namun tak kunjung membuka wajah padahal ia tau istrinya laper.


" umi sayang bangun yu makan kasihan lohh dedenya belum kena nasi pasti yaa " ucap fikri dengan lembut ditarunya dagu dipundak sang istri bergelyut manja sambil mengusap perut istrinya yang semakin hari membuat candu.


" eumhhhhh"

__ADS_1


" ummiii sayangg hayu bangunn dulu makan "


Delia pun membuka mata namun ia belum bangun dari posisinya saat ini , ia masih merindukan sang suami.


" ada apa sayang " tanya nya saat delia mengarahkan kepalanya ke sang suami.


fikri yang mengerti pun mengiyakan permintasn sang istri dengan berjanji ia memakan nasi yang telah fikri belikan dijalan.


fikri pun duduk diatas ranjang dan delia tiduran dipangkuan sang suami sambil melingkarkan tangan fikri ke perut sang istri dan mulai lah ia bersholawat sambil mengelus perut yang mulai membuncit


"Allahumma shalli ‘ala Sayyidina muhammad wa ‘Ala aali Sayyidina muhammad” sambil memegang/mengelus perutnya dan dilanjutkan melantunkan shalawat untuk janin yang mengharapkan berkahnya shalawat.


30 menit fikri bershalawat dan berdoa untuk bayi dan sang istri ia pun meminta istrinya untuk makan malam.


" sayang makan dulu ya ini abi udah bawakan dimaakan ya cantik" ucapnya mengelus kepala delia.


" iya bi terimakasih " delia pun langsung memakan nasi yang diberikan fikri dengan lahap. " pasti kamu laper ya nak , kasihan maafin abii yaaa" gumam fikri dalam hati .


" mau abi suapi sayang "


" Engga bi aku suap sendiri aja sama abi kelamaan aku lapar" ucapnya menusuk dihati fikri , ia sadar karna tugasnya ia jadi mengabaikan sang istri padahal ia tau bahwa istrinya tak ingin makan nasi jika tak ada suami yang menyuapi atau tak ada dirinya dihadapan sang istri..


Walau berulang kali fikri mencoba untuk membujuk sang istri makan nasi jika tak ada dirinya namun berulang kali delia menangis .


" Maafkan abi yaa sayang " lirihnya mencium kening dan perut istri.


delia pun tak menggubris ia melanjutkan makannya dengan nikmat bahkan porsi untuk fikri disantapnya dengan lahap.


Fikri bangkit melihat meja semua cemilan yang sebelumnya diberikan pun sudah habis tapi delia seperti orang tak makan 2 hari.


" Masyaallah " guamnya.

__ADS_1


__ADS_2