
AllahuAkbar Allahuakbar
suara adzan di masjid pesantren tengah berkumandang, pertanda waktu sholat sudah tiba, semua santri putra maupun putri memadati masjid dengan langkah cepat.
Para penduduk sekitar pun mereka diperbolehkan ikut sholat berjamaah di dalam area pondok yaitu di masjid, baik abah maupun fikri sudah mengizinkan masjid dibuka untuk umum. seluruh penduduk sekitar ia ramai berbondong bondong datang memenuhi masjid hingga sampai ke halaman masjid tidak seperti biasanya sebanyak ini.
entah mengapa setiap kali fikri berada disana para penduduk selalu memadati masjid, terlebih haikal yang mengumandangkan adzan.
" cepatt! telat sholat dihukum ! " tegas azam mengintruksikan anak santri untuk lebih cepat.
" ia kaa "
" eh itu jangan ngobrol!! gimana mau dikabul doanya! Allah panggil aja kalian malah ngobrol ! celetuk azam lagi saat melihat santri berjalan sambil ngobrol.
Dengan membawa kayu rotan azam berburu anak anak untuk menyuruh sholat, ada yang tidur disiram padahal baru maghrib kenapa sudah tidur.
" cih lo nyuruh sholat sendirinyanga sholat" celetuk anaknsantri.
tanpa mereka ketahui jadi pengurus itu ga gampang, mungkin yang mereka lihat adalah enak enak saja namun nyatanya tugas pengurus itu berat, kapanpun ia bisa saja disuruh ini itu namun waktunya stor ilmu merek a harus siap walau entah kapan.
" permisi buka jalan!" tegur dika heru saat ia melewati jamaah sholat maghrib untuk membantu gus fikri berjalan karna ia menjadi imam sholat maghrib.walau pemilik pondok dan suka berada di pondok jarang santri bisa berhadapan langsung.
" terimakasih " ucap gus fikri ia pun sudah mengambil posisi untuk mengimami sholat maghrib.
" rapatkan barisan sholat segera dimulai!" tegas fikri tanpa menoleh. tanpa banyak arahan sholat maghrib pun dimulai.
**
Mamah beserta anak anaknya mereka sholat maghrib dirumah delia. kecuali hanya delia yang tak sholat masih keadaan haram.
" zayyan belum bobo nak " kata delia berbicara pada dede bayi yang dipangkuannya.
" anak ganteng besok jangan rewel yahh" kata delia lagi. ia bermain ponsel sambil zayyan menyusu padanya, ia mengabari jamaah taklim dirumahnya untuk hadir bada zuhur.
adapun jamaah yang diundang ialah beberapa majlis , jamaah taklim malam jumat bapa bapa yang mana dipimpin oleh fikri, jamaah majelis taklim hari jumat khusus akhwat yang mana dipimpin oleh delia, serta majelis taklim azzahra , penduduk sekitar. majelis taklim azzahra di depok untuk hadir di bandung delia fikri menyediakan armada bus untuk membawa rombongan ke bandung.
" umiii" panggil alisyah setelah sholat.
" ya sayangkuh ada apa nak " ucap delia menatap putrinya.
" umii kata raka raka nginep " ucap alisyah dengan polosnya ia bercerita dengan umi.
" ia sayang boleh kok, besok kan mau ada acara di pesantren, alisyah jadi anak yang baik yaa" kata delia ia merangkul putrinya membawanya untuk duduk dipahanya dekat dengan kaki zayyan.
" yeyyyy pasti rameee, lisyah mau beli mainan" ucapnya dengan bahagia.
Delia hanya tersenyum melihat putrinya yang sangat menyukai acara acara di pesantren, entah untuk membeli mainan atau mengajaknya mengaji, karna ia tidak ingin anak anaknya kelak tidak mengenal dan tak mencintai siapa nabinya, agamanya, dan yang maha menciptakan , habaib serta alim ulama lainnya.
__ADS_1
" de sini zayyan mamah gendong " kata mamah saat mereka sudah sholat.
" mamah sudah sholat ?"
" sudah nak sini zayyan sama mamah"
" gausah mah ini zayyannya dah tidur, lia mau taruh di ayunan bayi aja ya mah, kita makan yuu" kata delia ia meletakkan zayyan di ayunan bayi miliknya yang sudah terpasang otomatis bouncer swing chair baby elle , sengaja fikri mengambilnya untuk mempermudah anaknya tidur dengan nyenyak , mengingat kalau diletakkan di box yang ada membuat sang istri lelah naik turun tangga, ini hadiah yang diberikan mba wulan kepada zayyan sesuai janjinya pada beberapa waktu yang lalu.
" ini siapa yang beli de , bagus ihh" sahut kakia menimpali ia memerhatikan delia meletakkan zayaan di bouncer swing baby elle.
" atuh bapanya lah gimana sih ka " sahut mamah menimpali.
" bukan mah, ini dari mba wulan " jawab delia kemudian ia bangkit setelah meletakkan zayyan.
" Ayo kita makan dulu yu" jawab delia mengajak mereka makan makanan yang dipesan tadi.
" tunggu suamimu aja " ucap mamah.
" akang pulangnya malam atau besok pagi mah gapapa kita makan duluan aja " jawab delia menarik kursi untuk mamahnya.
" ngapain , dah punya anak pulang malam ?"
" kan besok ada acara di pesantren aqiqah zayyan, aa emang begitu mah kalau ada acara dari sebelum lia nikah kata bunda, kalau engga ada orang dirumah lia dibawa kepesantren, kalau dirumah ini ada temennya yang menemani lia, lia gak ikut mah" jawab delia.
" sibuk suamimu"
Karna dirumah tak ada laki laki hanya raka saja maka delia membuka cadarnya namun jika para laki laki sudah kembali ia menggunakan cadarnya, bang erik setelah pulang mancing dan mendapatkan ikan ia bersih bersih menyusul fikri ke masjid.
" zayyan gapapa itu disitu "
" ini dibawah lia gapapa bobo ko , " jawab delia melihat anaknya yang tertidur.
" besok pakaiannya apa ? "
" lia hitam " celetuk delia.
" item mulu de " sahut ka kia, ia melihat adiknya tak pernah mengganti warna selain hitam
" aku nyaman sama hitam kak, lia pakai abaya hitam sama french khimar hitam dari endorse belum dipake ini mau coba pake hehehe"
" iyadah endorsan mah beda"
" samaain sama bunda aja ya mah " ucap delia pada mamahnya.. walau asik makan namun obrolan seperrti ini selalu mereka rindukan.
" bunda apa ?"
" putih "
__ADS_1
Tok..tok..tokk..(ketukkan pintu )
" siapa ?" sahut mamah, tanpa menjawab dengan cepat delia meraih ipad miliknya dan melihat layar cctv mengarahkan keluar rumah, untuk mengecek siapa yang datang
" bunda " jawab delia , dengan terburu buru delia berjalan kedapur untuk mencuci tangan diwestafel.
" pelan pelan atuh nak" ucap mamah dengan geram melihat delia selalu buru buru berjalan kepintu utama membuka pintu untuk mertua dan keluarganya.
" elit banget ya, liat siapa yang dateng aja lewat cctv" gumam kakia dan diangguki zia ia hanya bisa melamun menyaksikan adiknya.
~
" Assalammualaikum"
" waalaikumussam bunda, masuk bunda, abah , kaka " ucap delia mencium punggung tangan mertua dan kaka iparnya.
" ia sayang, cucu bunda mana ?"
" lisyah lagi makan dan zayyan tidur bun"
" ganggu makan malam ya kita " sahut abah.
" engga abah ayo abah bunda makan bersama yu," kata delia mnuntun bunda kemeja makan dimana keluarga delia tengah makan.
" bu pak sini makan yu, kita lagi numpang nihh hehehe" ucap mamah dengan bercanda.
" gak ada kata numpang dirumah anak sendrii ya sayang" kata bunda merangkul delia.
" heheheh"
" bu ini saya bawakan baju dipakai besok ya biar samaan" kata bunda memberikan baju ke mamah.
" terimakasih ya bu " jawa mamah mengambil bingkisan.
" ihh bangun " ucap wulan kemudian menggendong zayyan.
" Abah ke pesantren ya " ucap abah kemudian berpamitan.
" ya bah hati hati "
" Assalammualaikum
"waalaikumussalam "
******
spesial part tasyakuran part selanjutnya ya😍selamat membaca😍
__ADS_1