
Hari demi hari keadaan delia mulai membaik, dan sejak beberapa hari yang lalu ia sudah aktif mengajar ibu ibu dipondok maupun menemani dakwah suami, ia juga lebih sering berada dipondok pesantren tak jarang ia membantu memasak dan lainnya Usaha yang ia jalanin tetap ia kerjakan terlebih akan membuka cabang dikota suami. Delia benar benar sibuk namun ia tidak pernah lupa untuk makan serta minum vitamin yang selalu diberikan fikri.
" Assalamualaikum" Ucap fikri masuk kedalam ruangan pengurus, ya ustadzah dan yang lainnya termasuk istrinya telah selesai rapat untuk kegiatan pondok.
" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh "
" Waalaikumsalam.ada apa bii" tanya delia saat suaminya sudah berada disampingnya.
" Sepeeti biasa umi, ini buah dari bunda umi makan ya " ucap fikri memberikan potongan buah yang seperti biasa bunda sellau membawakan cemilan untuk menantu nya ia tidak ingin delia seperti kemarin yang tak bertenaga karna sakit.
#flashback awal delia beraktivitas#
" loh udah rapih mau pada kemana? " tanya bunda yang terkejut melihat mereka sudah rapih lengkap dengan pakaian yang senada.
" Delia hari ini mau ikut sama Abi bunda, delia izin ya bun"
" Lohh kamu ini baru sembuh sayang, gausah lah kamu disini saja sama bunda, bunda juga sudah siapkan buah buahan segar nih lengkap sudah bunda potongin " cerocos bundaaa sambil memegang piring yang berisi buah.
" Gapapa bunda izinkan delia pergi ya bun,kasihan dia bete dirumah, biarkan ia ikut dengan aa aa akan menjaganya, ini juga baik untuk kehamilannya " sahut fikri yang merangkul pinggang delia.
delia yang tidak enak dengan ibu mertuanya pun menjadi bimbang namun ia sudah janji dengan suami untuk ikut dengannya. ia pun memutuskan untuk memakan buahnya walau sedikit dan sisanya ia bungkus " Abi sebentar ya, bunda bolehkah delia cicipi buahnya sepertinya enak " sahut delia yang mulai melihat wajah kesedihan pada ibu mertuanya
" Silahkan nak "
" Eummmm enak, bunda delia bawa ya bun " ucap delia yang melihat kesedihan diwajah bunda .namun setelah delia berbicara bunda pun menjadi semangat ia mengambilkan box makanan untuk meletakan buah yang ia potong.
" nih nak jangan lupa dimakan yaaa, nanti bunda akan mengganti menu buahnya setiap hari supaya kamu ga bosen, atau nanti bunda akan buat jus yaa pokoknya harus makan buah juga. kalau bunda ga sempet nanti dihantar ke tempat kalian ya " ucap bunda yang semangat sampai tak menyadari ucapanya justru seperti rel kereta.
" Iyah bundaa makasih banyak ya bu, kalau gitu delia sama aa jalan dulu ya bun,, assalamualaikum bunda "
" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, hati hati sayang, jangan cape cape, aa jagain istrimu " teriak bundaaa.
" yaallah lindungi anak dan menantuku serta calon cucuku "
__ADS_1
#Flashbackoff#
" Masyaallah bu nyai baik bangett ya, "
" iya Masyaallah sayang bangett "
" Maaf ya semua saya bawa kesini "ucap fikri pada pengurus pondok yang semuanya sudah tau akan kehamilan delia
" gapapa ustad "
" Iya abi ko dibawa kesini, ustadzah semuanya mari kita makan bersama"
" terimakasih umi "
" tadi abi sudah letakkan di rumah singgah abi letakkan di kulkas, pas abi kesana buahnya masih ada jadi abi bawa kesini mi "
" makasih banyak ya abiii, padhaal umi bisa ambil sendiri "
" gapapa mii,, oh iya jadi bagaimana apa ada kegiatan yang sudah disepakati " tanya fikri
" Apakah benar sudah sesuai kapasitas atau masih bisa menerima calon santri baru i? "
" Masih bisa namun sudah hampir sesuai kapasitas,ustad " sahut ustad ismail.
" Oke ruangan diatas masih coran nanti akan saya perluas lagi untuk pembangunannya kira kira 2 bulan sudah selesai "
" Apa tidak apa apa ustad? "
" Gapapa semakin banyak yang ingin masuk pondok maka semakin banyak pahala yang in syaa Allah kita dapatkan selagi kita niatkan karna Allah dan semuanya lillah karnanya,"
" Ustadzah afwan selama tahap pembangunan belum selesai tolong di stop dulu untuk penerimaan calon santri baru, kita fokus untuk pembangunan dan pelepasan santri "
" Baik Abi "
__ADS_1
" Yasudah saya permisi dulu sudah waktunya untuk mengajar "
" silahkan ustad ustadzah "
fikri dan delia pun menuju dapur untuk melihat kegiatan apa saja disana yang sudah selesai.
" Ummi tapi inget ya jangan berat berat, bantulah seperti biasa namun jangan angkat yang berat ya "
" Iya abiii "
" Assalamualaikum abi ummi" sapa santri yang berhadapan dengan fikri dan delia dengan membungkukan badannya memberikan rasa hormat.
" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh "
" Umi abi bade kamana "
" Mau ke dapur umum, antum?
" kami mau ke aula, selamat ya ummi abi atas kehamilannya "
" syukran akhi "
" Abi umi saya ingin taaruf dengan salah satu santri wati ,Ana ingin meminta bantuan umi abi "
" Nanti datanglah ke rumah singgah kita bicarakan ya " sahut fikri menepuk pundak akhi.
" Alhamdulillah Terimaksih banyak umi abi, maaf sudah mengganggu waktunya, "
" Sama sama kami permisi dulu ya "
" Ya abi umii"
Fikri dan delia pun terus berjalan menuju dapur umum, dapur yang dibuat untuk memasak makanan ribuan santri. tak jarang sapaan dan sikap hormat yang mereka dapatkan. banyak yang merasa kagum dengan sikap delia yang anggun seperti bidadari julukan yang mereka berikan untuknya,
__ADS_1
hallo gaes maaf baru author up 😘😠oh yaa author akan membuat karya kedua dengan tema TAKDIR ATAU PILIHAN atau PILIHANKU TERNYATA KARMA UNTUKKU keduanya author masih bingung mau kasih tema apa.. kira kira apa yang cocok?? in syaa allah banyak pelajaran yang dapat diambil untuk kehidupan.