Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
Penyakit?


__ADS_3

" SALSAAAAAAAAAA"


Seakan mengerti dengan teriakan Mba Wulan membuat seisi rumah berdatangan menghampiri asal suara tersebut. " Ada apa lagi sih teh" Gumam abah yang sepertinya baru bangun tidur.


" Aku masih ingin memberi pelajaran pada anak kecil itu" ucap wulan yang tertunduk takut berhadapan dengan abah.


" Atuh jangan teriak teriak ini rumah neng bukan pasar " sahut Abah penuh ketegasan. " Temui adikmu dan sampaikan abah menunggu dibawah." lanjut abah.


Saat abah sudah berkata tegas siapa pun tidak berani membantahnya apa lagi berushaa untuk menatapnya karna bagi mereka abah tidak dalam keadaan bercanda.


" Iyah abah wulan .minta maaf" jawab wulan yang kemudian menghampiri sang adik.


" Jangan ribut selesaikan baik baik" ucap abah mengingatkan.


" Iyah abah " sahut wulan yang kini melanjutkan kembali kekamar salsa.


" Atuh mba wulan marah banget pasti " gumam syifa.


" Aya naon ieu neng " tanya bunda.


" Biasa bun "


" Atuh masih di lanjut? gumam bunda sambil duduk disisi abah.


" Mungkin"


" Aa kemana neng " tanya bunda lagi.


" Terima telpon bun "


" ohh baik lah"


~

__ADS_1


" Waalaikumsalam, kamu sibuk tidak anton" tanya fikri langsung saat telephone terhubung dengan Anton asisten saat dikantor abah.


" Tidak sepertinya ada apa pak "


" Tolong bantu saya mengurus perusahaan saya meminta data karyawan nanti tolong kamu liat lalu kirim kesaya untuk saya mengundang mereka. " jelas fikri.


" Alhamdulillah yaallah pak akhirnya menikah juga baik lah baik saya akan data siapa saja dan berapa banyak "


" Biasa saja kali ton sepertinya meledekku, semua nya ya seluruhnya pastikan semuanya mendapatkan undangan"


" Tentu seluruhnya dan jangan khawatir perusahaan dalam keadaan baik fokus lah pada pernikahanmu"


" Kamu memang terbaik oke terimakaih banyak saya akhiri assalamualaikum.


" Waalaikumsalam " panggilan terputus.


Setelah menerima telepon raut wajah fikri bahagia terlihat dari garis melengkung pada bibir nya membuat ia bergumam. " Yaallah permudah urusan hamba dan jadikan calon istri hamba menjadI istri yang sholeha " ucap fikri dan bergegas kedalam rumah untuk menghampiri keluarga yang tadi riuh.


~~


Salsa yang merasa namanya di panggil terus menerus pun akhirnya menoleh menghadap abah. saat tahu salsa tidak menjawab abah memutuskan melanjutkan kembali pertanyaann. " nak abah ingin bertanya apa hal yang membuat kamu melakukan hal seperti tadi sayang?tanya abah lembut smabil membawa salsa kedalam pelukan abah.


" Nak kami semua tidak mengerti akan alasan salsa bersikap seperti tadi, abah ingin bertanya sayang mengapa kamu bisa seperti tadi sampai mereka yang berada disana melihat kearah kita nak. " tanya abah lagi.


Semua yang berada diruang kelaurga menahan emosi terutama wulan yang ingin memarahi adiknya itu yang sampai saat ini enggan untuk membuka suara. Fikri yang mendengar pertanyaan yang di ucap kan abah kepada salsa ia mengurungkan diri untuk tidak bergabung karna fikri ingin sekali mengetahui alasan adiknya melakukan hal tadi.


" Salsa" panggil abah lembut.


" Oke salsa jawab " ketus salsa.


" Berbicaralah dengan baik sayang ingat setan membuat kita marah dan amarah itu dari api api akan padam dengan air sebaiknya kamu wudhu setelah itu temui abah "


" Maaf abah salsa hanya kesal salsa tidak tahu kenapa bisa bersikap tadi " killah salsa.

__ADS_1


" Apa kamu tidak bohong pada kami " sahut wulan yang kini menahan kesal akibat pengakuan adiknya.


" Iya iya salsa gak suka aja kenapa aa menikahi anak kecil ya seperti delia itu, emang tidak bisa mencari yang setandar lah, apa tidak malu abah punya menantu usianya masih muda bahkan seumuran dengan salsa lalu salsa akan memanggil dia dengan sebuatan apa teteh kaka?" jelas salsa dan itu membuat seisi rumah menggeleng kepala lalu tanpa banyak bass basi fikri yang tidak tahan akhirnya membuka suara sambil menghampiri salsa.


" Oh kamu tenang aja de aa sudah memikirkannya kedepannya, bukan kah umur tidak masalah umur tidak menjamin dia dewas atau engga lagi pula delia dewasa walau usia seperti kamu namun kamu tidak dewasa seperti dia untuk itu kamu dengan dia berbeda jadi ade tidak perlu memikirkannya itu semua toh ini sudah menjadi keputusan aa, buang jauh jauh penyakit hati salsa itu tidak baik" ucap fikri..


" Akhirnya A keluar juga " gumam wulan.


" Abah tidak mempermaslahkan mau ia muda atau tua yang penting dia seiman dan mau berjuang bersama demi agama dan menerima kita semua. delia anak baik abah sudah merestui mereka "


" Sudah sudah neng intinya sperti ini kami menyukainya dan kamu harus hormat pada delia walau ia seumuran denganmu tetap ia istri dari Aa Kamu, maka bunda mohon terima lah ia "


" Yaaaaaa " ketus salsa.


Obrolan demi obrolan ber lanjut saling menasehati dan memberi dukungan serta masukkan untuk keluarga mereka. mencoba mencairkan suasana dengan kehadiran anak anak kecil ditengah obrolan mereka.


@@@@@


" Papah sedang apa " Tanya Kia yang baru saja keluar dari kamar zia tak sengaja melihat papah sedang duduk sambil membaca kertas yang berada diamplop


" Oh gapapa nak gapapa " kilah papah


" Papah yakin" tanya Kia penuh selidik.


" Iyah nak gapapa, oh ya kamu bantu mamah Sana nak kasihan "


" Papah gak lagi nutupin apapan sama kami kan pah "


" tidak sayang tidak."


" Hmm baik lah papah Kia ke mamah dulu ya " ucap Kia


" Baiklah nak ". " hurt hampir saja " Gumam papah saat Kia sudah pergi

__ADS_1


" Yaallah apa yang harus saya katakan pada mereka soal penyakit yang saya derita, sya tidak ingin membebani mereka apalagi pernikahan putriku sebentar lagi " Gumam papah sambil memikirkannya


ia pun memasukan kembali surat pada kantong baju yang sebelumnya ia duduki. papah mengidap penyakit Magh dan penyakit lainnya.


__ADS_2