
Sanak saudara dari 2 keluarga yakni keluarga Alm papah dan keluarga mamah sudah mulai berdatangan, padahal masih jam 10 pagi namun mereka antusias untuk membantu dirumah mamah. sebenarnya ada yang juga berdatangan sejak kemarin bahkan aktifitas masak memasak dilakukan kemarin, dikeluarga mamah selalu ada acara ruwahan atau walimatul ursy yakni kondangan namun belum ada pengantinnya(belum di makeup) jadi aktifitas masak memasak dilakukan hari rabu dan hari kamis adalah acara ruwahan.
Seluruh keluarga masak memasak untuk acara pengajian sebelum menikah yang mana dilakukan ba'da zuhur, benar yang dibilang oleh mamah akan mepet waktunya membagikan baju dan belum lagi persiapan pengajian yang mana memanggil pengajian taklim azzahra.
" mahh lia ke bunda dulu yahh sama anak anak " pamit delia mencium punggung tangan mamah
" Atuh nak ini sudah jam 10 nanti gak keburu " ucap mamah melirik jam dinding
" insyaallah keburu mah, lia mau kasih pakaian dan makanan"
" atuh suruh bunda abah dan lainnya ikut pengajian dee, gak enak sama orang nanti kalau gak ikut " protes mamah
" a fikri ajak bunda abah kesini ya " sahut mamah saat fikri lewat dihadapannya dengan menggendong alisyah.
" iya mah ini aa sekalian mau jemput sama mau taro baju hehehe "
" yasudah jangn lama lamaa ya "
" iya mah Assalammualaikum "
" waalaikumussalam"
Delia fikri meninggalkan rumah mamah menuju tempat produksi yang tidak jauh dari kediaman orang tuanya. bunda dan abah mereka lebih milih beristirahat di rumah produksi karna di rumah utama sudah banyak orang dan banyak saudara.
" teh lia mau kemana ? " tegur saudara melihat delia sudah ingin keluar pagar.
" aku mau ke produksi sebentar"
Fikri pun melajukkan mobilnya dengan kecepatan rata rata tanpa menunggu lama mereka sudah tiba di rumah produksi sang istri.
" Assalammualaikum" ucap delia fikri dengan membawa kedua anaknyaa.
" waalaikumussalam aa teteh"
" cucu nenek manaa sini sini" ucap bunda mengambil alih zayyan sedangkan fikri ia kembali ke mobil untuk menurunkan barang barang setelah tadi iaa bersalaman kepada orang tuanya.
" sayang inii" ucap fikri memberikan baju yang digantung untuk keluarganya pakai.
" oh yaa bunda abah ini pakaian untuk besok yaa , maaf baru diantar soalya tadi keselip lia pikir di sini sama mbaa ternyata kebawa" ucap delia memberikan pakaian abah bunda diikuti yang lainnya.
" ini buat mba sama syifa salsa dan mas tyo sama sesuai ukuran ," ucap delia lagi.
__ADS_1
Kue dan lauk pauk dari rumah mamah dibawakan untuk mereka makan di rumah singgah produksi. fikri meletakkan tas baby zayyan dikamar untuk mereka tinggal.
" nak udah ih nanti kita kesana , buat disana aja " ucap mamah saat melihat delia meletakkan makanan di meja.
" gapapa mah , nanti di sana makan juga yaa , bunda abah mamah titip salam kenapa gak dirumah mamah istirhatnya " ucap deliaa
" gapapa sayang bunda abah ingin tahu tempat produksi kamu, lagi pula tidak jauh dari rumah mamah sekitar 200 meter kannn. "
asik mengobrol tiba tiba wulan keluar dengan busana yang akan dipakai besok " teh lia liat dehh bagus bangettt yaallah " lirih mba wulan ia melihat tubuhnya dan pakaian yang pas di tubuhnya.
" masyaallah tabarakaallah ini rancangan siapa nak ? " tanya bunda yang kagum melihat hasil bajunya jika sudah dipakai.
" bagus ya mah ? " ucap deliaa berkaca kaca.
" iya sayang bagus, siapa yang merancang ? "
" delia mah , awalnya ragu takut gak sesuai harapan tapi alhamdulillah bagusss " lirih delia berkaca kaca dengan cepat fikri memeluknya erat memberikan rasa ketenangan.
" tuh liat salsa wanita yang lo hina sekarang bisa sukses kaya gini.. yang lo tau cuma numpang di aa tapi dia bisa bikin karya sebaguus ini dan bodohnya lagi lo pun dapet baju jatah rancangannya, dari tangan mungilnya melahirkan karya sebagus ini.. good jobs buat delia " ucap wulan saat salsa melihat lihat pakaian yang berada ditangannya.
" sudah sudah nanti jadi ributt " lirih abah
" kita siap siap yu nanti kerumah mamah " ajak delia dengan sigap semua berhamburan mengganti pakaian. siapa sangka keluarga abah pun memakai pakaian yang sama hasil rancangan delia's_kz
" tentu pas tau calon menantu bunda punya usaha auto langsung dibelii dan sekarang menjadi favorit kami"
" bunda yang terbaikk" ucap delia memeluk ibu mertuanya itu.
" menantuku paling baik"
Singkat cerita mereka sudah berada di rumah mamah dan bunda langsung membantu mempersiapkan perasmanan.
" bu besan atuh duduk ajaa biarin disini banyak yang bantuin" ucap mamah merangkul pinggang bunda.
" gak apa apa bu"
" tidur disini yah masa di rumah singgah" protes mamah
" gak apa apa bu , deket kok lagi pula anak anakku banyak hehehe"
" teh aih gapapa disini aja kita rame rame tidurnya" ucap sodara mamah yang lalu bertemu bunda di dapur.
__ADS_1
" heheh iya terimakasih yaa"
Acara demi acara dilangsungkan , haikal pun turut hadir di acara pengajian dirumah mamah karna sengaja di buat bersama mengingat keadaan.
" calon mantennya cantik bangetttttt" ucap sodara yang kagum dengan ka ziaa
" dandan dimana ieu teh ? "
" sama deliaa yang makeup teh"
" wahh boleh tuh wisuda si putri sama lia aja yaa liaaa " tanya bibi kepada delia yang tengah memakai hijab alisyah.
" hehhehe lia gak buka usaha tehhh"
" ya gapapaa sama sodara "
" atuh sama yang lain aja lia ribet ada anaknya " sahut mamah yang mengerti ucapan delia.
" si bibi mah kumaha pelit pisan "
" shuttt udah pada dateng tuh ayo kedepan " ucap mamah ia berkumpul di tempat yang sudah di sediakan. dan mamah menyambut tamu yang hadir..
Sengaja mamah masak banyak untuk memberikan makan kepada para jamaah yang hadir, sovenir pernikahan haikal zia adalah minyak wangi yang mana mereka masukkan kedalam box berkat.
pengorbanan terbesar dari acara pernikahan zia haikal ialah delia fikri yang tidak tanggung tanggung mengeluarkan budget ratusan juta. walau acara pernikahaan esok adalah akad nikah tidak pakai resepsi tapi siapa sangka justru membuat tamu membeludak yang tadinya mengundang 50 menjadi 300 undangan.
bagi delia fikri haikal sudah seperti anak kandungnya sendiri untuk itu acara pernikahanya sudah seharusnya mereka membantu dan melakukan yang terbaik., ustad ilham ustad ismail dan ust lainnya mereka datang menyaksikan dua insan bersatu, tak ada yang mengetahui pernikahan keduanya, jika nanti di menggelar resepsi di pondok ia hanya menyantumkan akad sesuai tanggal yang samaa di hari ini.
Para undangan datang memenuhi tempat satu persatu yang telah di siapkan, ada yang datang membawa kue maupun baskom layaknya kondangan, ada juga yang membawa diri saja, lagi dan lagi acara di kediaman Alm reno zainal tapi siapa sangka justru acara di rumah itu yang menjadi moment yang ditunggu tunggu , oleh ibu ibu karna berkat nya tidak tanggung tanggung.
Untuk mempersingkat waktu acara pun dimulai dengan pembacaan yasin tahlil dan dilanjuti pembacaan ayat suci alquran yang dibawakan oleh ka zia.
Author persingkat setelah membaca yasin tahlil kini tibalah pembacaan ayat suci alquran yang dibawakan oleh ka zia " silahkan neng zia dibaca alqurannya " ucap ustadzah yang kini menjadi wakil taklim delia.
Zia mulai membuka Alquran ia membacakan taawudz sebelum memulai membaca surah yang ditunjuk oleh ustadzah. semua yang berada di sanaa mendadak hening saat mendengarkan zia mengaji , termasuk. haikalia memejamkan matanya menghayati setiap tajwid makhraj hurufnya yang belum sempurna.
" tidak apa apa zi, jangan takut dalam membacanya hal itu membuat kamu terbata bata, aku akan membimbingmu sampai ketakutan itu hilang" ucap haikal dalam hati saat mendengar ziaa terbata bata.
" gak apa apa kak setidaknya kamu bisa membaca walau belum sempurna kesempurnaan hanya milik Allah " ucap delia menyentuh paha zia ia tahu kakanya ketakutan , ia berinisiatif memberikan kehangatan walau dari sentuhan
" tolong.. aku.. aku takuttt" gumam zia dalam hati.
__ADS_1
Setelah mengakiri bacaan delia pun meminta zia untuk kedalam atas permintaan fikri , bukan karna bacaan Alquran melainkan ia tau ka zia lupa minum obat. " sayang berikan zia vitamin " bisik fikri dan delia pun mengangguk paham.