Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#213


__ADS_3

Sinar matahari pagi mulai menampakkan dirinya perlahan demi perlahan, kehadirannya membawa manfaat bagi seluruh makhluk hidup di muka bumi. Hal seperti ini dimanfaatkan ibu ibu pada umumnya yaitu mulai menjemur pakaian, walau masih suasana pagi hari dan dinginnya udara bandung di pagi hari tak memudarkan delia untuk melanjutkan tugasnya yang belum selesai yaitu menjemur pakaian.


Saat dirasa mamah sudah tenang ia pun meninggalkan mamah, zayyan untuk menjemur pakaian. " mah, aku titip zayyan sebentar ya mah mau kebelakang " ucap delia berpamitan dengan mamah.


" mau kemana ? "


" kebelakang mah, mamah tunggu disini ya nannti kalau zayyan sudah tidur mamah tidur lagi ya, ini masih pagi mah " jawab delia dan mendapati anggukan mamah, dengan cepat ia pun berjalan kearah gazebo belakang tepat dimana jemuran berada.


"aku harus cepat sebelum abi pulang " gumam delia ia pun mulai menurunkan pakaian dari mesin cuci ke dalam keranjang cucian yang akan ia jemur.


Delia asik berjemur pakaian miliknya, fikri dan juga alisyah, untuk pakaian zayyan ia tak mencuci dimesin cuci melainkan ia mencucinya dengan tangan dan benar benar harus steril.


10 menit zayyan sudah tertidur dalam ayunan hadiah pemberian mba wulan, mamah tak tidur ia pun memutuskan untuk membersihkan rumah delia namun ia melihat rumah ini telah wangi dan juga bersih, ia merasa heran melihat rumah yang selalu bersih dan rapih, ia pun benar benar bangga terhadap menantunya sebelum berangkat ke pondok ia tetap membersihkan rumahnya padahal hari ini putrinya lah yang membersihkan ini semua


" Yaallah ini rumah bersih banget" gumam mamah dalam hati ia terus mencoba mengarahkan jari tangannya kearah meja memastikan ada atau tidaknya debu


" bersihh" gumamnya lagi., tanpa berpikir panjang mamah pun menghampiri anaknya bermaksud menanyakan menu sarapan pagi ini. " yaallah nakkkk udah udah cukup, stopp stopp yaa , letakkan ini...huhh kamu kenapa sihhh jemur pakaian ini, biar mamah aja udah nakk kamu gausahh repot dan cape kaya gini" panik mamah saat ia melihat anaknya tengah berjemur pakaian.


" a...aumm..ahh..itt..cehhh, mahh biarkan sajaa ini cuma jemur pakaian saja kok engga lebih" jawab delia ia terkejut kedatangan mamah tiba tiba.


" udahh..udahh cukup sini biar mamah aja " sahut mamah ia pun mengambil pakaian yang ditangan delia.

__ADS_1


Mau tak mau ia pun menuruti perintah sang mamah namun delia sendiri ia membantu mengambilkan penjepit baju serta beberapa gantungan yang berada di laci dapur.


" mahh nanti mamah mau ikut dengan aku dan aa belanja bulanan ?" tanya delia.


" tak perlu nak, kalian pergi saja, mamah dirumah dengan anak anak, jangan bawa zayyan yaa, Alisyah mau diajak? jawab mamah ia malas untuk keluar terlebih ia menjalankan massa iddah yang tinggal 12 hari lagi.


" diajak mah" sahut delia ia pun dengan perlahan mengambil pakaian satu persatu membantunyan menjemur dengan jurus andalan ia mengobrol serius dengan mamah, sengaja mengalihkan keadaan.


Asik mengobrol mereka sampai tak mendengar abi fikri kembali.berulang kali fikri mengucapkan salam , Fikri pun masuk kedalam rumah dengan lewat pintu samping yang menuju dapur. " yaallah zayyan sendirian ya nakk, cupp..cupp..cupp bobo " gumam fikri ia melihat putranya tanpa menyentuh, setelah melihat zayyan fikri hendak menuju kamarnya dilantai 2 namun ia urungkan mendengar suara keributan dari belakang.


" mahh sudah mamah istirahat aja delia mau rendam pakaian zayyan dahulu ya mah " kata delia namun ditahan oleh mamh.


" gapapa mah "


" udah mamah aja"


Mereka berdua tidak menyadari kehadiran A fikri di ambang pintu, ia bersandar pada daun pintu untuk melihat kelakuan ibu dan istrinya.


" Ekehmmm " gumam fikri ia asik dengan coolnya bersandar dan melipat kedua tangannya seperti sedang memperhatikan anak santri, mamah dan delia pun menoleh bersamaan dengan suara laki laki.


Betapa terkejutnya delia melihat sang suami sudah berada diambang pintu. ia pun tak sengaja menjatuhkan keranjang cucian hal itu pun dilihat fikri.

__ADS_1


" aa..abiii , su..sudah pulang" gugup delia ia pun menghampiri saang suami dan mengulurkan tangannya.untuk salim


" sudah dari tadi " jawab fikri ia pun berjalan menghampiri mamah mertuanya "mahh" panggil fikri dan mencium punggung tangannya, tanpa berkata apa pun kepada delia fikri pun berjalan naik kelantai 2 untuk kekamarnya dan mengganti pakaian.


Kepergian fikri membuat delia sesak, tak biasanya ia bersikap seperti ini, abi selalu mencium kening delia namun tidak hari ini, mamah tak mengerti ia pun meminta delia buatkan minum untuk sang suami


5 menit delia membuatkan kopi untuk sang suami ia pun berjalan menuju tangga, dan melewati zayyan.


" dahhh zayyyannn, mah lia titip zayyan ya" ucap delia kemudian naik kelantai dua dengan membawa kopi.


" ya sayang"


Pakaian syari yang menutup tubuhnya dengan sempurna membuat delia terlihat kesulitan mengingat bajunya yang menyapu jalan dan ia membawa nampan berisi kopi untuk suaminya menaiki tangga menuju lantai 2 kamar utama mereka.


" hati hati nak " sahut mamah.


" ia mah" jawab delia ia pun sudah sampai dilantai dua.. dengan perasaan gugup ia pun menghampiri suaminya tak lupa ia mengambil nafas panjang dan mengehembuskannya perlahan, delia membuka pintu kamar yang tak terkunci ia pun masuk kedalam tak lupa menutup kembali.


" sayang " panggil delia ia meletakkan wadah berisi kopi diatas meja. tak ada jawaban ia pun menghampiri suaminyaa dan tanpa aba aba ia memeluk fikri dengan sangat erattt...


hayooo kan ada yang merajukkk ? demi mengobati rindu author crazy up yaaa

__ADS_1


__ADS_2