Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#220


__ADS_3

Hukuman tetaplah hukuman mau itu kecil, sedang maupun besar, hukuman tetap harus ditegakan. termasuk didalam pondok pesantren peraturan yang ada tetap harus di jalankan tidak boleh dilanggar selain itu sopan santun harus ditegakkan, sebenarnya tidak hanya di pondok saja tapi dimanapun kita berada sopan santun tetap harus yang utama.


Tak pantas rasanya seorang santri berperilaku buruk mengingat ia belajar ilmu dan juga adab. sama halnya dengan salah satu santri putri yang mana ia berada di ruangan hukuman. ia dihukum lantaran berkata hal yang tidak sopan dan membuat keributan dalam pondok..ia pun dihukum memakai hijab 2 warna serta hafalan surah Dan 10 hadits dalam waktu 30 jam.


Keunggulan pesantren ini memiliki ladang dan pertanian sendiri, mereka memiliki banyak jenis tanaman yang bermanfaat serta kolam ikan yang mana mereka mengelolanya sendiri.


" bu menu makan malam anak anak pecel lele, sambel, bakwan , minumnya buat es melon pakai biji selasih, yang tidak suka lele diganti tumisan. " kata ustadzah anisa meminta tim khusus didapur membuat menu makan malam santri.


" baik ustadzah , apa lelenya sudah ditangkap ?"


" sedang ditangkap, saya ambil bumbunya " kata ustadzah anisa, walau ia seorang ustadzah mengajar anak anak santri, ustadzah anisa pun tidak masalah membantu didapur semua itu atas kemauannya sendiri, belum lama fikri membentuk tim untuk dapur santri oleh ibu ibu yang mana ia bekerja di catring bunda, sudah pasti paham mengenai masakkan.


" baik ustadzah "


Tak lama lele pun datang dan langsung dibersihkan oleh ibu ibu tadi, setelah dibersihkan ia pun memasukkan bumbu marinasi untuk ikannya agar tidak amis dan bau, karna jam masih cukup lama untuk makan malam tentu ia tidak akan terburu buru dalam menggoreng lele.


****


" yeyyyyyyy dapettt" teriak viola dan alisyah bersamaan dengan raka alya saat ikan yang berada dipancingan bang erik berhasil ditangkap.


" hustttt jangan berisik yaa nakk " kata mas tyo yang belum mendapatkan ikan.


" ia nih husst jangan berisik "


" kita main kesana yuuu " kata mba wulan mengajak anak anak menjauh dari tempat pemancingan ia menunjukkan ada taman yang tak jauh dari tempat mancing.


Karna ini hari minggu jadi di taman banyak tukang jualan, sontak anak anak melihat kearah tukang balon yang mana balon balon menggantung dan bergerak diserai hembusan angin. " ayooo yooo " ucap raka.


" yeyyy lets goooo" kata vio.


" Horeeeee "


" tunggu mamah duluu" kata alisyah mengingatkan kalau tidak boleh berjalan dahulu.


" oke yuu kesanaaa " kata kakia menuntun viola sedangkan mba wulan ia menuntun raka alisyah dan alya ia berjalan lebih dulu.


" mahh itu teh alya duluu" sahut raka yang mana ia memberitahukan kalau teh alya lebih dulu jalannya.


" ia gapapa kaka sudah besar yang penting tidak lari dan masih dekat mamah " kata mba wulan mengingatkan si adik yang pencemburu.


Raka pun diam ia menikmati jalan bebatuan yang dipenuhi oleh krikil. " kamu nginep kia ?"

__ADS_1


" nginep mba, "


" nginep dirumah mba yuuu " kata mba wulan meminta kia untuk menginap dirumahnya.


" emang gapapa ?" tanya kakia ia takut merepotkan


" gapapa justru enak ramai biar ga sepi " jawab mba wulan..


" yaa gimana nanti ya aku bilang sama suami duluu heheh "


" okeyyy " jawab mba wulan tak terasa mereka sudah sampai di taman yang tak jauh dari pemancingan dan jauh dari rumah fikri, tak jarang memang sejauh apapun jarak jika ditempuh oleh teman yang sefrekuensi jarak bukan halangan.


ketiga kurcaci sudah berlarian kearah permainan begitupun wulan kia mereka mengawasinya dibantu oleh suster.


" mahh lisyah ingin ituuu " rengek alisyah meminta dibelikan telur gulung.


" telpon umi dulu ya minta izin " kata mba wulan dan diangguki oleh lisyah dengan cepat wulan menelpon delia namun tak kunjung diangkat, ia pun beralih menelpon A fikri namun tak lama kemudian telpon tersambung, wulan pun mengucapkan salam dan langsung menyampaikan alasan ia menelpon fikri.


" yasudah boleh aku berbicara dengan lisyah mba ?" tanya fikri dan wulan pun memberikan ponselnya kepada alisyah.


" Assalammualaikum.abi "


" waalaikumussalam ya nak"


" boleh, jangan banyak ya nak, terus abi pesan sama alisyah , lisyah jangan lepas atau menjauh dari mamah dan mamih ya , ingattt, " kata fikri memberikan pengertian kepada putrinya kalau diluar tidak seperti dilingkungan pondok.


" baik abi " jawab alisyah dan langsunh memberikan ponselnya kepada fikri.


" ya Aa sudah ?" tanya wulan yang sekarang ponselnya dipegang oleh wulan


" Mba sudah aku tf ya , untuk jajan alisyah dan kalian, oh yaa delia minta bawain cilung dan bihun gulung pesenin ya mba 100 ribu " kata fikri selama sambungan telpon berlangsung fikri menggunakan jarinya untuk mentranfer kakanya hanya lewat ponsel, ia mentransfer dengan nominal 1juta hanya untuk jajan anak dan keluarganya.


" Aa ihh kebiasaan deh , dikit dikit transfer , kaya ga mampu aja aku jajanin anak sendiri " protes wulan yang tak suka dengan sikap fikri, seperti ketakutan anaknya makan uang mamah ceuceu padahal niat fikri tidak seperti itu.


" gapapa, jangan lupa pesenan adik ipar" tegas fikri


" yaa , mang setelah ini mau bihun gulung sama cilung 100 ribu yaa, sausnya gausah " kata mba wulan dengan sambungan telpon berlangsung , ia tau a fikri tak puas jika tak mendengarnya langsung apapun itu.


" oke neng


" udah kan a , yaudah aku have fun ya assalammualaikum "

__ADS_1


" jaga alisyah, waalaikumussalam "


panggilan pun berakhir dengan cepat wulan memasukkan ponselnya. " 100 tusuk buat siapa ?" tanya ka kia.


" adikmu "


" yaallah "


" heran aku pesen makanan ia tapi telpon aku ga diangkat sama delia, " protes mba wulan.


" lagi beri asi zayyan kali "


" ya mungkin "


****


Mas tyo dan bang erik mereka sudah kembali dari memancing dan membawa ikan mas 6 ekor ukuran sekilo alhasil ikan itu akan di bakar sesuai request bunda mamah.


" Kia belum.pulang mah ?" tanya bang erik yang duduk disisi mamah ia sudah bersih bersih sehabis mancing.


" belum tadi telpon lagi di taman" jawab mamah .


" jauh teu a taman dari sini ?" tanya erik kepada fikri yang tengah duduk bersama delia.


" jauh bang, untuk itu saya juga heran mereka bisa sampai sana, teu jauh dari pemancingan " jawab fikri.


" yaallah, yaudah saya nyusul mereka ya, kasihan kalau jalan kaki " kata bang erik


" yaudah hati hati ikannya sudah bunda marinasi nanti di bakar " kata bundaa


" yaudah erik pamit ya Assalammualaikum "


" waalaikumussalam "


~~


Setelah melewati anak santri putra atau tempat parkiran ka zia pun keluar gerbang dengan sendirian, tak ada yang menemaninya , zahra dan nabila ia ada tugas lain yang harus di kerjakan. mau tak mau ka zia pulang kerumah gus dan ning dengan berjalan kaki.


" gini banget yaaa " keluh ka ziaa.


" ekhemmmmm "

__ADS_1


hayooo siapaaa ???


__ADS_2