Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#221 spesial kencan dadakan


__ADS_3

Jam makan malam masih lama namun para santri putra khususnya pengurus pondok, ya kalian tau siapa saja orangnya, mereka tengah berada di tempat kolam ikan dimana terdapat ikan lele dan mas serta mujeaer. para pengurus pondok ia biasa menguras air ikan agar tidak menimbulkan bau tak sedap, setiap 2 minggu sekali airnya di ganti.


" Haikal ?" panggil ustd ismail.


" Na'am ustad " jawab haikal ia pun membungkukan badannya diikuti teman lainnya.


" tolong kamu kerumah Gus, bilang sama gus titipan ustad " kata ust ismail.


" biar heru aja ustad " kata heru ia ingin sekali mendekati gus fikri agar bisa mendapatkan ka zia.


" tak perlu kamu lanjutkan aja , ust minta haikal " kat ust ismail.


" na'am ust "


" haikal cepat ya abi tunggu " kata ust ismail.


" Na'am ust, ana permisi Asalammualaikum " kata haikal ia pun mencium tangan ust dan berlalu kerumah gus fikri, ia pun kembali ke asrama untuk mengambil baju kokok. Kolam ikan berada di belakang dekat dengan perkebunan jadi untuk melihat siapa yang datang dan pergi tidak terlihat .


Setelah melewati anak santri putra atau tempat parkiran ka zia pun keluar gerbang dengan sendirian, tak ada yang menemaninya , zahra dan nabila ia ada tugas lain yang harus di kerjakan. mau tak mau ka zia pulang kerumah gus dan ning dengan berjalan kaki.


" gini banget yaaa " keluh ka ziaa.


" ekhemmmmm "


Suara dibelakang membuat ka zia mempercepat langkahnya, ia sangat takutt ada orang jahat yang mengganggunya mengingat masih banyak semak semak yang memenuhi tanah kosong.

__ADS_1


"Astagfirullahaladzim yaallah lindungi saya" gumam ka zia ia pun terus mempercepat langkahnya.


" Ekhemmm hati hati " kata haikal ya ternyata laki laki itu adalah haikal.


" kaya kenal suaranya tapii...ahh mungkin halu " gumam ka zia ia pun mengurangi kecepatan berjalan namun enggan untuk menoleh kebelakang.


" kalau gue ajak jalan bareng nanti kasihan di marahin Abi , ahhh..ga ada salahnya ajak ngobrol toh ini jauh dari pondok dan rumah abi " gumam haikal dalam hati ia mulai memberanikan diri mengajak ka zia berbicara.


" ka zia " panggil haikal dan benar saja ka zia langsung menghentikan langkahnya.


" ihhh ko dia panggil gue sihhh " kata ka zia ia pun mulai menjadi kaku dan malu, bukan biasanya ka zia seperti ini namun karna sudah mengetahui ilmunya ia sedikit menjaga jarak dan keduanya berbicara tanpa menatap demi menjaga pandangan keduanya (aihhh sosweet)


" Assalammualaikum ka zia " ucap haikal saat jarak mereka tidak terlalu dekat


" ka zia mau kemana ?" gugup haikal ia bingung mau memulai berbicara apa mengingat keduanya canggung.


" kerumah gus dan ning...eummm maksud saya kerumah ade dan aa " kata ka zia , walau di pondok baru beberapa hari namun ia sudah terbiasa memanggil delia ning dan fikri gus mengikuti santri lainnya.


" ohh sama , bareng yaa " kata haikal tanpa disadari, zia pun menoleh menatap haikal dengan raut wajah, lo yakin ?


" eummm..maaf maksud saya sama saya juga mau kesana" gugup haikal ia menjadi kalang kabut, digaruknya kepada yang tak gatal.


" oh yaudah " jawab ka zia ia pun kembali melanjutkan perjalanannya.Haikal menyadari ka zia menjadi cuek bahkan jutek ia pun tak mau kalah di samakan lah jalannya oleh haikal menjadi sejajar. " ka aku minta maaf "


" iyaa "

__ADS_1


" ka aku minta maaf "


" ia "


" kak maaff yaa "


" YaAllah ia haikal " jawab ka zia kesal dan haikal menyukai itu.


" hehehe ka kaka baca surat dariku kan ?"


" ia "


" heheh maaf "


" kal udah deh udah mau sampai rumah gus , ga enak kalau dilihat " kata ka zia yang memang sudah hampir sampai kerumah fikri.


" yaudah masuk lah dahulu 15 menit aku akan menysul " kata haikal meminta ka zia masuk lebih duluu walau belum sampai namun haikal ia tidak ingin menjadi masalah nantinya.


" oke , Assalammualaikum"


" Waalaikumussalam " kata haikal ia terus menatap ka ziaa hingga benar benar masuk kedalam rumah ning.


" Astagfirullah " gumam haikal yang menyadari gus berdiri diatas balkon lantai 2. ia tau mata gus masih sehat pasti melihat ke arah mereka berduaa...


" Gus plis kaya gak pernah kencan aja ?,eh emang ia ga pernah kan taaruf ...eh tapii guss masa ia mau dihukum..pertama kali kencan dadakan gus ayolah jangan dihukum " gumam haikal yang sudah takut akan dihukum abinya.

__ADS_1


__ADS_2