
Di luar kakia sejak tadi mundar mandir menunggu delia keluar, sepertinya lama sekali meminta izin " Delia kemana ya lama banget " Guamam kakia sambil terus melihat layar ponselnya. Berjalan duduk berjalan duduk sepeti itulah kia menunggu zia hingga memutuskan untuk masuk kedalam mengetahui apa yang terjadi pada adiknya itu. Apakah diizinkan atau tidak?
kakia menemukan mamah sedang ingin memberikan obat untuk papah namun disisi lain mamah tidak menyadari kakia yang terus mengkode mamah agar tidak menghampiri mereka " Shutt pfttt mah " kode kakia pada mamah.. kakia sadar pasti kebongkar apa yang sudah ia tutupi pada adiknya itu. terlebih papah kondisinya yang baru saja fitt namun masih tetap minum obat.
Dugaan kakia benar terjadi mamah tidak menyadari kakia dan pertanyaan itu benar terjadi kakia yang mendengarkan hanya bisa meringis menggigit bibirnya dengan spontan. Saat pertanyaan Delia tidak dijawab mamahnya membuat Delia terus mengulang pertanyaan bahkan menaikkan nada bicaranya 1 tingkatan.
" Mah jawab pertanyaan Delia, papah sakit mah? " tanya Delia dengan nada naik serta air mata yang membasahi cadarnya, fikri yang melihat istrinya menangis menenangkan namun Delia tidak menggubris sang suami ia lebih menghampiri sang mamah.
" Mamah hanya memberikan vitamin untuk papah nak " Kilah mamah seraya menundukan pandangan dari Delia ua tidak bisa menatap sang putri jika sudah dibohongi mamah tidak berani menatapnya membuat mamah kesana kemari mencari ketenangan terlihat kakia datang menghampiri mereka yang sedang bersih tegang.
" Mamah tidak membohongi delia kan mah? mamah sendiri yang mengatakan kalau papah harus minum obat " jelas Delia yang kini mulai gemeter tubuhnha dengan airmata terus membasahi pipi nya. Fikri yang melihatnya satu sisi menunggu jawaban mertuanya dan disisi lain tidak tahan melihat istrinya bersikap seperti itu.
" Sayang hey sudah sudah istigfar kamu yangg, gaboleh seperti itu sama mamah ya, kita duduk dulu yuu duduk "sahut fikri merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukan sang suami,ia menangis sejadi jadinya dalam bekapan sang suami fikri yang menyadari tubuh istrinya bergetar ia pun mengusap usap tubuhnya sambil menciumi kepala sang istri.
Papah yang melihat anaknya menangis membuat ia menyesal lagi lagi putrinya menangis membuat hati papah teriris ia menjadi menyalahkan dirinya sendiri atas apaa yang terjadi padanya, sedangkan mamah ia tidak berani menatap sang putri karna selama ini ia tidak pernh mendidiknya untuk berbohong namun ia sendiri berbohong, begitupun dengan kakia ia tidak bisa berkata apa apa lagi biasanya dalam keadaan sperti ini kakia lah yang paling bersuara meluruskan namun ia seperti kehabisan kata kata yang membuat lidahnya keluh.
" Ada apa ini " tanya ka zia yang baru saja gabung. zia pun terkejut melihat mamah membawakan obat untuk papah dan disaat itulah ia paham kenapa adiknya menangis. Anak yang paling dekat dengan papah dan mamahnya tidak ada perbedaan kasih sayangnya dan yang paling menurut akan ucapan mamah papahnya ya dia adalah Delia. Belum sempat Ka zia bertanya dada papah mulai sesak telihat dari gerak tubuh papah membuat ia tidak bisa lagi menahannya " Mah papah minta ooobatt " Lirih papah menahan untuk ia duduk. ka zia dan kakia dengan sigap membantu papah untuk duduk sedangkan mamah memberikan air dan obat untuk papah disaat papah susah duduk.
" Minumlah pah biar papah lebih tenang " ucap mamah pada papah sambil memeberikan gelas yang sebelumnya obat sudah berada di dalam mulut papah.
Delia yang melihatnya menangis sejadi nya hingga fikri tidak bisa lagi menahan tubuh istrinya dengan satu tangan, " sayang istigfar heyy sayanggggg " sahut fikri menepuk punggung Delia menenangkan sang istri.
" Delia nanti kami akan memberitahukanmu tenangkan dirimu dee " ucap kakia sambil mengusap tubuh papah.
" Iyah nanti akan kami beritahu dee, kalau kamu menangis seprti ituu kami tidak akan memberitahu terlebih kamu liat kondisi papah dee " ucapnya begitu kesal ka zia yang sepertinya sudah dongkol sama Delia entah apa yang membuat ka zia kesal dengannya.
Delia menghapus airmatanya dengan terus mengucapkan astagfirullah berkali kali hingga dirinya tenang, saat itu ia langsung berhamburan kepelukan sang papah dengan mengatakan kata maaaf maaf dan maaf " papah Delia minta maaf sama papah " lirih Delia menangis dipelukan papah. " Papah maafin Delia " Delia begitu khawatir sama papah " " Maafin Delia jika lancang sama papah sama mamah " ucap delia dengan kembali menangis..
"Sayang sudah yaa papahnya biarkan menghirup udara, berikan papah ruang sayang " ucap mamah yang mulai meemberanikan diri memegang pundak sang anakk.
Delia mulai menoleh ke mamah menatapnyaa dengan sorot mata yang sulit di artikan hingga airmata yang mewakili perasaannya hatinya hancur tak kala tidak mengetahui apa yang terjadi namun saat melihat mamah diam berdiri,Delia mengampirinya sambil bersimpuh dikaki sang mamah, dan pemandangan seperti itu membuat terkejut semua orang yang berada disana melihat Delia mencium kaki mamah dan bersimpuh dihadapannya.
" Mamah maafin aku sudah mendesak mamah agar mengatakan apa yang aku tanyakan, jujur Delia tidak bermaksud membentak mamah atau bersikap tidak sopan bahkan kurang ajar namun Delia begitu khawatir pada papah" ucap Delia disela sela ia mencium kaki mamah, mamah yang mendapat perlakuan seperti itu pun mulai mengangkat tubuh Delia untuk bangun namun Delia bersih kekeuh untuk tetap dengan posisi seperti itu membuat fikri takjub dengan sang istri dan membuat kakia ka zia semakin bersalah terlebih mamah. sikap Delia membuat mamah menangis harusnya mamah tidak membohonginya, harusnya kaka kaka tidak membohonginya,.
__ADS_1
" Nakkkkk " lirih mamah dengan airmata begitu dalam ia pun jongkok berhadapan dengan sang putri.
" Mamah yang meminta maaf padamu, kamu tidak salah nak justru kamilah yang seharusnya meminta maaf " sahut mamah denagn memeluk Delia yang kembali menangis.
" Delia salah Delia engga berguna jadi anak, Delia minta maaf mah maafin Delia "
" engga nak kamu ga salah Delia ga salah yang salah adalah mamah "
" Papah kita bawa duduk di sofa yu kak " gumam fikri yang melihat papah ingin menyender.
" Ayo abi tolong ya" gumam kakia sambil menuntun papahnya untuk bangun.
Mamah dan Delia menyudahi tangis mereka untuk membantu papah duduk di sofa. saat papah sudah berada di sofa mereka duduk di sofa yang memang sudah ada sejak kemarin.
" Abiii " rengek Delia pada suami, fikri yang paham bertul apa yang diinginkan istrinya mulai menghampiri dan duduk disisi Delia, pusing, cadarnya basah dan matanya merah itulah kondisi Delia saat ini ia pun menenggelamkan wajahnya pada dada sang suami.
" Papah bagaimana keadaannya " tanya fikri yang sejak tadi ia ingin katakan namun ia urungkan karna memingingat situasi dalam keadaan emosi sambil membelai kepala Delia.
" Gapapa pah Delia emang gini suka ngumpet didada fikri terkadang diketek juga " sahut fikri membuat semua tertawa menyaksikan Delia hingga ia cubit fikri namun tidak dengan tenaga.
" Iyah deh yang udah punya suami kalau nangis ngumpet diketek didada lah kakak gimana de " jawab konyol ka zia sambil dengan wajah sedih dibuat buat.
" Derita loh " Nyinyir ka kia yang merentangkan tangannya melihat erik menghampiri.
" Yahhh jones deh guee " gumam ka zia namun didengar oleh mereka.
" Ga jones sih kan ada cowonya udah aja buruan halalin dari pada pacaran terus kan dosa " ucap erik yang kini duduk di tangan sofa.
" Kenalin sama papah ya nakk jangan kamu jalan dosa " sahut papah yang kini mulai kembali normal.
" Delia anakku sayang, maaf bukannya papah menyembunyikan ini darimu, maafin mamah kakia ka zia yang telah menutupi darimu, jujur ini permintaan papah papah tidak ingin kamu kepikiran sayang apalagi kamu baru menikah lagi sedang pacaran halal dengan suamimu lagi bahagia lah intinya, papah memang sakit nak tapi papah sudah tidak apa apa kok, kamu jangan khawatir yaa, buatlah cucu untuk papah, bahagia lah nak, jujur sakit hati papah kalau liat kamu nangis, kamu tidak durhaka ssayang wajar kamu bersikap seperti itu pada kami itu karna rasa cintamu yang besar nak" jelas papah sambil memandang putrinya yang sejak tadi masih dipeluk kan suami.
" Sayang " panggil fikri.
__ADS_1
" Iyah pah Delia minta maaf ya, Delia mohon beritahu Delia apapun yang terjadi jangan seperti ini itu sama saja Delia tidak dianggap anak, karna delia jauh bukan berati Delia tidak boleh tau kan pah mah kak mas, Delia juga masih anak mamah papah yang berhak tau apapun yang terjadi. jika sepeti ini itu membuat Delia ngerasa bersalah sama diri Delia gabsa ada disamping kalian, abi juga pasti mengerti apa yang terjadi karna ini bukan hal kecil atau hal main main " ucap delia mengeluarkan uneg uneg nya sambil tubuh yang gemetar serta airmata yang mulai membnjiri pipi.
" Maafkan kami nak "
" Delia yang meminta maaf pada kalian, maafin Delia ya, papah sakit apa pah? " sahut Delia sambil menghapus air mata.
" sperti nyaa ada yang tersumbat namun papah belum ke dokter RS pihak dokter yang biasa papah mengatakan sepeti itu"
" Astaghfirullah yaallah " terkejut Delia dengan fikri yang mulai menangis kembali.
" Gapapa nak nanti papah akan ke RS kita liat perkembangan obat yang ini dulu "
"Papah jangan lupa berobat ya dan jangan telat minum obat,kabarin.aku yaa pah "
" Iyah sayang papah "
" Ini engga jadi belanja ya kita pesen aja di online nanti tinggal minta anterin kesini " Jelas kakia sambil mengeluarkan ponselnya.
" Gausah kak biar fikri saja yang membeli sekalian alisyah minta beli icecream " sahut fikri yang kini ingat akan permintaan alisyah.
" Oh ya sudah ini uangnya nak " ucap papah sambil mengeluarkan uang.
" Tidak apaa apa pah, fikri saja "
" Nak "
" Gapapa mah pah, sekalian Delia mau cari udara " sahut delia sambil tertawa.
" Yeuhhhhh si kunyukkk emang " ledek ka zia.
" Kak jangan bikin aku nangis lagi " protes Delia.
" Hmmm yayayaya "
__ADS_1