Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#171


__ADS_3

kuburan menjadi tempat tujuan mereka, bukan tempat wisata tapi mereka mengunjungi tempat yang mana kelak kita semua pasti akan merasakan tempat itu. Zia Kia Erik Viola serta Alisyah sudah sampai dirumah papah yang baru, Rumah yang berbentuk gundukan tanah masih berhias rapih dengan taburan kelopak bunga dan kendi yang berisi bunga sedap malam. Sebelum memasuki Tempat pemakaman mereka mengucapkan salam terlebih dahulu


Assalamu'alaikum ahlad diyaar minal mu'miniina wal muslimiin. Wa inna insyaa Allahu bikum laahiquun. Nasalullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyah."


setelah mengucapkan salam,mereka melangkahkan kakinya memasuki area pemakaman, banyak tumpukkan tanah yang tertata dan ada pula yang sudah dipakaikan keramik atau rumput, tak terasa mereka sudah sampai dirumah baru pak reno, gundukan tanah yang hanya di hiasi bungaa yang sudah layu membuat kesedihan dihati semua keluarga.


" pah rumahnya berantakan ya , gak seger , zia bawakan bunga untuk papah supaya rumah papah bagus " lirih zia dengan airmata yang mengalir ia meletakkan bucket bunga.


Sakit pasti kehilangan orang yang kita sayang, apalagi orang yang kita sayang tidak akan pernah bisa kembali, hal yang paling menyakitkan adalah dipisahkan dengan kematian.namun setiap bernyawa pasti akan merasakan kematian


كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ


Artinya “setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan Hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan“.


Kia yang mengerti perasaan adiknya ia mengusap punggung zia memberikan kekuatan satu sama lain. " sabar dee , ikhlasin papah" kata ka kia. Setelah mengatakan itu mereka mulai berdoa untuk papah , karna hanya doa lah yang dapat mereka berikan untuk papah.


Viola Alisyah ia duduk dengan tertib tanpa bercanda karna sejak kecil mereka sudah diajak pemakaman, selain untuk berziarah sekaligus mengingatkan kita bahwa kita akan mengalami yang namanya kematian.


" Aamiin " ucap mereka setelah berdoa. Viola alisyah menaburkan kelopak bunga yang tadi ia beli didepan pagar pemakaman. Kia mengganti bunga sedap malam dengan bunga yang baru , erik ia membuka air mawar untuk papah.


" pah, zia ulang tahun hari ini, papah pasti lupa yaaa" lirih zia ia mengusap papan nisan bertuliskan nama RENO ZAINAL.

__ADS_1


" biasanya papah ngucapin ziaa ,papah cium ziaa, papah gendong zia , papah juga suapin zia kue , sekarang gak bisa pah , papah sudah tenang ya disana , zia akan jaga mamah pah" lirih zia dengan airmata mengalir , kia yang menyadari adiknya pilu didekapnya tubuh adiknya itu sambil mengusap kepala zia.


" jangan cerita sama makam de " kata ka kia.


" Aku tidak cerita dengan makam papah tapi aku bercerita dengan papah ka " kata ks zia menyandarkan kepalanya di batu nisan papah.


" ia tapi gak boleh deee "


Bukannya mendengarkan ucapan kaka justru ia menghiraukannya, zia mengungkapkan isi hatinya kepada batu nisan yang bertuliskan nama Alm pak reno.


" pah zia punya ponakan baru dan papah punya cucu baru, cucunya cowo pah, ia cucu laki laki satu satunya di keluarga kita." kata zia lagi


" de pulang yu udah selesai , nanti keburu malam" kata ka kia melihat kelakuan adiknya yang semakin lama semakin aneh. ia takut adiknya tak sadarkan diri sehingga ia mengajaknya untuk pulang.


" atuh sekarang ih deee kaka muless " alibi kakia memegang perutnya, zia pun langsung melihat kearah kakia yang tengah memegang perut dan ia mengerti. " pah zia sama yang lainnya pulang dulu ya, nanti zia kesini lagi untuk rapihin rumah papah" lirih ziaa ia pun bangkit dari duduknya. sedangkan yang lainnya ia sudah perlahan meninggalkan pemakaman.


@@@


"Ahlan wa sahlan teh wulan" kata para santri saat wulan berjalan kekantor pesantren. sedangkan haikal ia sudah berlari ke masjid untuk azan Ashar.


" terimakasih "

__ADS_1


" teh wulan tumben ke sini " tanya salah satu santri senior, ya kehadiran wulan di pondok pesantren memang jarang bahkan bisa dibilang ia kesini kalau ada acara dengan keluarga dan dengan jajaran ulama.


" ia ada yang mau teteh sampaikan " kata wulan dengan tersenyum. wulan pun masuk kedalam kantor ia bertemu dengan ustadazah.


" Assalammualaikum "


" waakaikumussalam masuk tehh" kata ustazah melihat anak pemilik pondok didepan pintu, wulan pun masuk kedalam ia duduk di kursi dengan ustadzah yang belum sholat atau ada juga yang sedang berhalangan sedangkan para ustad dan senior mereka berkeliling melihat ada anak yang telat atau bolos sholat.


" Ada yang ingin saya sampaikan mewakili Abi fikri , beliau untuk sebulan kedepan tidak bisa hadir di pondok karna Umi kita semua sudah melahirkan anak laki laki yang in sya Allah menjadi mujahid kelak " jelas wulan dengan sopan.


Merek yang mendengarkan pengakuan wulan terkejut sekaligus bahagia , ia terkejut diusia yang belum waktunya sudah melahirkan, dan ia bahagia akhirnya abi fikri mendapatkan anak laki laki yang selama ini di nantikan beliau.


" kapan lahirannya teh " tanya ustadzah sambil memegang tangan teh wulan.


" sudah hampir 10 hari ustazah, kami meminta doanya supaya putra abi fikri bisa kembali kerumah" jelas teh wulan , penjelasan kali ini membuat mereka semua paham mengapa belum pulang. " baiklah nanti setelah sholat kami akan menyampaikan kepada ustad lainnya untuk mendoakan putra abi fikri dan umi delia "


" terimakasih ustadzah ustad kalau begitu saya permisi, dan haikal sudah kami kembalikan yaa " kata teh wulan dengan sedikit bercandaan.


" ia gapapa tehh, beliau juga putra abi fikri , "


" yasudah kami permisi ya ustadzah Assalammualaikum"

__ADS_1


" waalaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh"


__ADS_2