
Hati siapa yang tidak hancur mana kala mendengar cacian, hinaan yang ditujukan untuk kita, tanpa sengaja kita mendengarnya, sakit sudah pasti, namun semua yang dibicarakan sudah sampai ketelinga kita mau tak mau suka tak suka kita pasti menerimanya.
kita tidak dapat menutup ribuan mulut yang mencaci maki kita, tapi yang dapat kita lakukan adalah menutup kedua telinga kita dari apa yang mereka ucapkan.
Begitu pun yang dirasakan delia, ia hanya manusia biasa yang dapat merasakan rasa sakit yang teramat sangat, walau ia bergelar istri dari seorang ustad, walau ia orang baik , walau ia paham agama tapi yang namanya manusia setinggi apapun ia dapat merasakan sakit hati kecuali tergantung bagaimana ia mengatasinya. jika ia merespon maka rugilah namun jika delia tak merespon maka berbahagialah karna delia mendapatkan pahala gratis dari mereka yang mengghibahinya.
"Assalammualaikum" ucap delia dengan perlahan saat ia memasuki rumah.
"Waalaikumsalam "
" loh nak dari mana " tanya mamah heran begitupun bunda
" dari warung bu lamih , beli saus ini, hehehe" jawab delia memberikan saus pada bundanya.
Terkejut atas pengakuan dan barang bukti yang ia berikan, mau di larang sudah terlanjur, mau dimarahi sudah terlanjur bunda pun hanya bisa mengambil saus dari tangan menantunya dan menepuk jidatnya. Berbeda dengan mamah ia emosi sekali mendengar pengakuan delia.
" emang ya gatau abis lahiran kamu nak! pergi nyelonong aja keluar! udah syukur gapapa ! dengerin atuh kalau orang tua ngelarang, emang disini ga ada orang hah! kami kamu anggap apa nak ! kalau butuh apa apa panggil yang lain! apa jadinya kalau A fikri tau ! mamah ga kebayang" sahut mamah bersidekap dada ia tak kuasa menahan amarah mengingat putrinya belum 40 hari.
" Delia minta maaf mah , delia hanya ingin membeli baso pentol, kebetulan sekalian beli saus mah" ucap delia menunduk, bunda tak tega melihat menantunya menangis, dipeluknya tubuh wanita mungil itu."kamu mandi ya nak, nanti suamimu pulang kamu sudah wangi, biar bunda yang membantu mereka." jelas bunda mengusap kepala delia ...
" sudah kamu mandi nak, jangan sampai suami liat kamu nyelonong keluar , ga kebayang gimana " ucap mamah bergidik ngeri membayangkan ocehan fikri
" yaudah bunda mamah delia mandi dulu ya" ucap delia dan diangguki kedua orang tua, namun sebelum ia benar benar meninggalkan tempat delia menghampiri putri cantiknya.
" Alisyah tunggu disini sama raka alya viola ya, kalau umi lagi mandi, alisyah mau apa bisa minta tolong aunty atau yang lainnya ya cantiknya umii " kata delia mengusap kepala alisyah.
" oke umi "
Setelah mendengar alisyah menyetujui, ia pun melangkah kan kakinya menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya setelah keluar tadi.
Bakso pentol yang ia inginkan ternyata tidak menjualnya, Alhasil ia hanya membeli saus saja.
****
...Fikri dan Abah sudah sampai dirumah sakit tempat zul berada, mereka memasuki area rumah sakit dengan abah dituntun fikri. entah ada apa dari pihak Rumah sakit meminta fikri menemuinya. butuh waktu 30 menit untuk sampai dirumah sakit karna abah dan fikri mengobrol lebih dulu dimobil....
Langkah kaki mereka tak terasa sudah sampai di depan ruangan NICU tak banyak orang yang melalui ruangan ini, sepi dan sunyi jika melewati ruangan ini. fikri ia sudah mengganti pakaian berwarna hijau sedangkan abah ia menunggu diluar. fikri melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan streil dan sunyi hanya terdengar suara alat alat di dalam ruangan NICU.
Hatinya hancur mana kala melihat putranya terbaring dengan berbagai macam selang, termasuk selang makanan untuknya mendapatkan Asi serta mendengar suara Alat alat yang terpasang diruangan itu. Si Kecil mungkin berada di ruang neonatal intensive care unit (NICU). "nak pulang yuu abi gak tega lihat kamu terbaring disini, semoga kabar baik yang pihak rumah sakit sampaikan nanti ialah kabar untukmu pulang kerumah" ucap fikri mengelus pipi putranya.
Namun, pada dasarnya bayi prematur baru diizinkan pulang ke rumah ketika kondisi tubuhnya dirasa telah cukup stabil. Misalnya saja saat si Kecil tidak lagi membutuhkan peralatan khusus atau perawatan medis di rumah sakit. Berat badan bayi juga terlihat bertambah, serta bisa menyusui dengan lancar.
__ADS_1
Bayi yang sehat—tidak memiliki masalah pernapasan dan suhu tubuhya stabil—juga menjadi faktor pertimbangan bayi prematur bisa dibawa pulang ke rumah.
" Abi sama Abah yai nak jumpa Aa zul, maafin abi belum bisa membawa umi kesini, abi harap kamu dan umi sama sama kuat yaa sayangg" lirih fikri menahan airmatanya untuk meloloskan diri.
"Ya Allah hanya kepadamu hamba berserah diri, dan hanya kepadamu hamba memohon, YaAllah hamba tidak mengetahui akan hal yang nantinya disampaikan oleh dokter kepada kami, engkau yang amat mengetahui, hamba mohon kepadamu, mudah mudahan kabar itulah yang menjadi kabar baik untuk kami, sekeluarga, Aamiin.. Al Fatiha " lirih fikri dalam hati ia pun membaca Al fatiha dengan khyusu untuk sang putra..
" Aamiin yaallah, Alhamdulillah " ucap fikri setelah memberikan Al fatiha untuk kesembuhan putranya,
"Abi keluar dulu ya nak, nanti abi kesini lagi, kita sama sama berdoa ya sayang mudah mudahan apa yang dokter sampaikan yaitu mengizinkan kamu pulang kerumah" ucap fikri , setelah mengucapkan pada zul kini ia berjalan keluar untuk menemui dokter karna sejak mereka tiba , fikri menyempatkan dahulu untuk menemui putra terhebat yang mana In Syaa Allah akan menjadi mujahid kelak.
CEKLEKK(suara pintu)
" udah nak " tanya abah ia menghampiri putanya saat melihat ia keluar dari ruangan NICU. " Sudah Abah "
" permisi pak, bapa sudah ditunggu oleh dokter untuk menemui beliau di ruangannya" kata suster menghampiri fikri beserta abah.
" Baik sus , kami segera kesana, "
" kalau begitu mari ikut saya " kata suster mendahulukan jalan, diikuti fikri dan abah.
Tak henti hentinya fikri beserta abah berzikir sepanjang jalan, hati fikri mendadak tidak enak, tubuhnya mulai lemas dan kakinya mendadak tidak ingin melangkah, namun sekuat tenaga yang ia punya untuk menemui dokter.
Tibalah mereka di ruangan dokter, namun sebelum fikri dan abah masuk, suster lebih dulu masuk kedalam ruangan dokter "tok..tok.."
Dokter yang mengerti sudah pasti keluarga dari zul ia mempersilahkan suster untuk masuk
" ya masuk "
" permisi dok, keluarga bayi yang dirawat di NICU Sudah berada di depan" kata suster membawa map tentang zul.
" baik silahkan masuk" ucap dokter menyuruh fikri dan abah untuk masuk kedalam, suster pun kembali keluar untuk mempersilahkan keluarga pasien masuk.
" Assalammualaikum selamat sore bu dokter"
" waalaikumussalam selamat sore juga pak, silahkan duduk " ucap dokter mempersilahkan mereka untuk duduk. fikri dan abah
"sebelumnya saya meminta maaf kepada bapa untuk meminta bapa datang ke rumah sakit, langsung saja ya pak karna waktu sudah hampir menjelang maghrib, saya akan menyampaikan kondisi putra bapa" kata dokter membacakan berkas berkas kondisi zul.
Dokter perlahan demi perlahan membaca setiap lembaran kondisi zul akhir akhir ini, dan perasaan fikri menjadi kalang kabut, ia sudah tidak bisa lagi mengontrol hatinya , namun ia percaya akan Qodarullah, sudah pasti apapun yang datangnya dari Allah baik itu yang terbaik ataupun tidak semua sudah menjadi ketetapan Allah.
" Jadi seperti ini pak, sebelumnya kita sama sama mengetahui kondisi kelahiran putra bapa yang sebenarnya belum waktunya untuk lahir kedunia, dari beberapa hal yang dialami putra bapa pada akhirnya beliau harus di masukkan kedalam NICU, rangkaian perawatan dalam rumah sakit sudah diberikan untuk putra bapa, sampai terakhir perkembangan berat badannya Alhamdulillah 2,3 , mengenai kesehatannya Alhamdulillah sudah stabil dan saya mengizinkan untuk putra bapa dibawa pulang, namun tetap dalam pengawasan yang extra ya pak" jelas dokter memberikan senyuman hangat.
__ADS_1
Fikri yang mendengar kabar bahagia itu lantas dengan cepat ia sujud syukur atas apa yang ia dengar " Alhamdulillah yaallah " ucap fikri , ia pun kembali duduk di kursi berhadapan dengan dokter serta memeluk abah, wajah bahagia jelad terpancar oleh fikri, hal sama pun terilhat dari wajah abah.
" terimakasih dok "
" Sama sama pak, untuk merawat bayi prematur atau kurang bulan bapa bisa membacanya ini dirumah dan untuk sekarang saya menjelaskannya secara garis besarnya " kata dokter. fikri menganggukan kepalanya tanda ia setuju ia dan abah pun mendengarkan dokter.
" pada bayi prematur atau kurang bulan yang harus di perhatikan yaitu , pola nafas bayi, susu tubuh bayi, serta cara meminumnya, penting untuk menjaga merawat kehangatan bayi prematur, memberinya asi sesering mungkin dan bayi tidak sesak "
" menjaga suhu tubuh bayi dengan memberikan topi, memandikan dengan air hangat, dan memastikan mengelap nya sampai kering, suhu ruangan 24-25 boleh menggunakan ac asalkan suhunya dengan yang saya sebutkan tadi, jangan mendekat kearah bayi jika sakit, pastikan menggendongnya dengan model kangguru ya pak, jika ibunya sibuk bisa dengan bapa , metode skin to skin, Karena kondisi kesehatannya, bayi prematur atau berat badan rendah lebih rentan mengalami hipotermia. Pastikan setelah memandikan, bayi benar-benar kering dan segera selimuti untuk menjaga suhu tubuhnya. dan yang penting berikan imunisasi sesuai jadwal bayi " jelas dokter
" Apa ada pertanyaan ?"
" dokter ini sudah hampir malam apakah malam hari putra saya akan pulang apa itu tidak bahaya ? " tanya fikri melihat jam dinding pukul 17:05 WIB.
" sekarang juga boleh dibawa pak, karna suster telah merapihkan putra bapa, apa ada lagi yang ingin ditanya ? " tanya dokter.
" tidak ada dok"
" kalau untuk perjalanan ke bandung apa bisa dok " tanya abah yang kini mulai bersuara.
" sebaiknya jika perjalanan jauh bisa datang ke sini untuk mengecek memastikan keadaan baby ya pak "
" baiklah terimakasih "
Singkat cerita fikri dan abah telah keluar dari ruangan dokter, fikri mengurus berkas berkas zul sedangkan abah ia menanti cucunya keluar dari ruangan.
" Apa aku mengabari orang rumah ? " gumam Abah mengeluarkan ponselnya namun saat ingin mencari nomor bunda , suster keluar dari ruangan menggendong zul. abah pun memasukkan kembali ponselnya dan meminta suster memberikan zul pada abah namun tangan abah ia bersihkan dulu sehabis memegang ponselnya.
" Assalammualaikum zul sholeh , ini kakek A " sahut abah terharu ia melihat cucunya dalam dekapannya. zul hanya diam tertidur dalam gendongan hangat yang memenuhi tubuhnya.
Fikri yang telah selesai mengurus berkas menghampiri abahnya yang sudah menggendong zul. " Alhamdulillah anak abi sudah boleh pulang, sehat selalu ya nakk, kita ketemu umii, " ucap fikri menuntun abah untuk keluar area rumah sakit, dan fikri meminta abah menunggu di lobby karna ia mengambil mobil untuk di parkir didepan pintu utama.
Bagaimana reaksi keluarga saat fikri pulang dengan membawa zull ???
Bagaimana reaksi fikri mengetahui delia keluar rumah ?
Akan kah mereka tinggal didepok atau pulang kebandung ??
fikri jangan poligami thor ? ia fikri ga akan poligami kok ,
Yang menanti cerita haikal nanti yaaaa masih beberapa part lagii,jangan lupa like komen share and vote..
__ADS_1