
Chapter 100 REYES DORMAN BERLAGAK.
\=
Mendengar pertanyaan bodoh anaknya, membuat Lori Dorman sangat muak! Dia dengan cepat memukul kepala anaknya itu.
Tak..!
Suara tempurung kepala beradu dengan tulang tangan! Karena Lori memukul Reyes Dorman dengan cukup keras.
"Dasar bodoh! Kamu bahkan tidak mengingat Grup Brighton yang beberapa hari lalu kita gali." Bentak Lori Dorman terhadap anaknya.
Sedangkan Reyes Dorman menggosok kepalanya sambil meringis kesakitan! Setelah di bentak seperti itu akhirnya dia ingin, sebenarnya Reyes Dorman adalah orang yang pintar, namun karena frustasi di sebabkan oleh Alda dia sedikit kurang fokus.
"Ayah, tenang lah! Hanya Grup kecil apa yang perlu kita khawatirkan?" Reyes Dorman berlagak hebat.
Ucapan Reyes Dorman seperti ini karena saat gedung perkantoran milik keluarga Radcliffe di ambil alih oleh Grup Brighton keduanya sudah memeriksa keseluruhan perusahan itu.
Karena Reyes Dorman sudah memeriksa bahwa itu hanya Grup kecil, membuat dia langsung tidak minat! Karena menurutnya gedung perkantoran itu sudah masuk dalam genggaman mereka.
Pikir Reyes Dorman, menghadapi keluarga Radcliffe lebih sulit dari pada Grup Brighton yang kecil itu! Sehingga dia langsung memfokuskan mencari Alda, jadi setelah di tanya tentang Grup Brighton dia sedikit lupa.
"Grup kecil kepala mu!" Bentak Lori Dorman kembali.
"Lihat, dia sekarang sudah mengakuisisi 5 perusahaan besar di kota Mako ini! Bagaimana bisa di bilang Grup kecil lagi?" Lanjut Lori sambil melemparkan surat kabar harian ini.
Meskipun sekarang jaman online, namun surat kabar cetak seperti ini mengkhususkan berita terbaru di kota Mako! Sehingga orang-orang dari berbagai kantor di kota Mako masih mengambil surat kabar lokal.
Reyes Dorman awalnya terkejut, setelah itu dia membaca berita terbaru! Setelah beberapa kali membaca berita itu Reyes Dorman langsung terkejut.
"Sial, hanya butuh waktu satu minggu! Grup Brighton ini sudah mengakuisisi 5 perusahaan besar, siapa sebenarnya Jhonatan Brighton ini? Apa dia mempunyai pendukung kuat?" Reyes Dorman langsung sadar, dia menganalisa bawah Grup Brighton memiliki latar belakang kuat maupun mempunyai pendukung kuat di luar sana.
Jika tidak, mustahil bisa mengakuisisi 5 perusahaan hanya dalam rentang waktu satu minggu setelah perusahaan di dirikan.
Dia membaca kembali! Akhirnya dia sadar bahwa Grup Brighton bakal menjadi ancaman berbahaya di kota Mako ini, dia juga sadar bahwa arus bisnis kota Mako akan berubah.
__ADS_1
Bukan lagi satu Grup dan empat keluarga besar yang berkuasa! Melainkan bakal ada satu Grup lagi, yaitu Grup Brighton.
Setelah dia membaca bahwa direktur utama Grup Brighton adalah Jhonatan Brighton Reyes Dorman mulai penasaran.
"Ayah, nanti aku akan mengurus Grup Brighton ini! Sepertinya keberadaan mereka akan mengganggu arus bisnis kota Mako ini!" Ucap Reyes.
"Ya, itu yang aku inginkan! Setelah mendapatkan semua yang kamu butuhkan, beritahu ayah secepatnya!" Ucap Lori Dorman.
Setelah itu keduanya berbincang sebentar dengan rencana mereka kedepannya! Akhirnya Reyes Dorman langsung pergi, dia cukup bingung dengan banyaknya tugas kali ini, padahal dendam dia belum terbalaskan sehingga membuat dia cukup emosi.
*
Di pantai belakang villa mewah milik Alda, setelah Alda dan Dion selesai berlatih beberapa jurus! Dion bergegas pergi langsung karena dia ada urusan lain dengan paman Jo di perusahaan, dia di hubungi untuk datang ke kantor Grup Brighton.
Alda hanya tersenyum melihat temannya cukup sibuk! Dia juga akan membersihkan diri setelah itu akan menelusuri lebih dalam lagi tentang keluarga Button.
Dion berjuang untuk membalaskan dendam atas kekalahan ayahnya! Dia juga sama sedang berjuang untuk mencari keadilan di keluarga Button.
Selama ini dia hidup di pengasingan di perguruan terpencil! Itu di sebabkan hanya karena perkara pewaris yang ketat di keluarga Button.
"Baik tuan Alda!" Jawab Hana, sedangkan Hani hanya mengangguk mengerti.
Alda melangkah pergi dari pantai dan bergegas menuju villa! Karena matahari sudah mulai tenggelam di ufuk barat.
Di tambah angin dingin sudah mulai terasa kencang dari arah laut! Membuat mereka sudah merasakan hawa dingin yang menusuk tulang.
Hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, Alda sudah duduk kembali di ruang pribadi miliknya! Dia mengaktifkan ponselnya kembali setelah 2 hari ini dia matikan.
Baru saja aktif! Ada beberapa pesan masuk dengan cepat, ada pesan dari Tama dan Riko! Yang paling menonjol adalah pesan dari Daniel Radcliffe.
Karena penasaran Alda membukanya! Di sana tertulis bahwa ayahnya Daniel Radcliffe ingin bertemu dengannya, sehingga membuat Alda mengerutkan keningnya heran.
"Apa yang di inginkan kepala keluarga Radcliffe bertemu dengan ku?" Alda bingung.
Jika saja dia tahu bahwa, ayahnya Daniel Radcliffe mengetahui bahwa di pemilik sebenarnya dari Grup Brighton mungkin dia sedikit terkejut.
__ADS_1
Karena penasaran, Alda membalas pesan itu! Bahwa dia setuju ingin bertemu dengan Mananta Radcliffe.
Baru saja di membalas pesan itu, ponselnya berdering ada panggilan telfon masuk, yang menelfon adalah Daniel Radcliffe.
"Alda...!" Ucap Daniel Radcliffe sangat senang di sebrang sana.
"Ya, bagiamana?" Tanya Alda setelah mengangkat panggilan telfon.
"Teman, kemana saja kamu beberapa hari ini susah sekali untuk di hubungi?" Suara Daniel Radcliffe di sebrang sana.
Memang sudah dari kemarin Daniel Radcliffe menghubungi Alda namun ponselnya tidak aktif! Sehingga setelah mencoba beberapa kali, akhirnya Daniel Radcliffe hanya bisa meninggalkan pesan.
"Maaf, ada urusan pribadi! Sehingga tidak memerhatikan ponsel." Jawab Alda singkat tidak bertele-tele.
"Kapan kita akan bertemu, ayah ku sudah begitu penasaran dengan tuan muda yang menjanjikan seperti kamu itu!" Ucap Daniel Radcliffe bersemangat.
Dia langsung membahas ini karena Alda sudah tahu pesan dari dia sebelumnya, sehingga Daniel Radcliffe tidak basa-basi lagi.
"Bagiamana jika besok pagi? Sepertinya aku senggang saat itu!" Ucap Alda.
Padahal hanya alasan Alda saja berbicara sepertinya senggang! Sebenarnya dia masih ingin terus menelusuri lebih dalam tentang keluarga cabang Button.
Karena jika dia tidak tahu sama sekali tentang musuh, maka dia seperti bunuh diri.
Lebih baik tahu tentang kekuatan musuh, dari pada menghadapi musuh yang tidak tahu kekuatan sebenarnya milik mereka.
"Bagus, besok aku akan menjemputmu kawan!" Daniel Radcliffe begitu bersemangat.
"Tidak perlu! Tinggalkan saja alamat di mana kita akan bertemu." Jawab Alda, dia tidak ingin seperti sedang di kekang sehingga dia tidak butuh di jemput.
Akhirnya keduanya basa basi sebentar dan mengakhiri panggilan telfonnya! Alda kini kembali sibuk dengan komputer miliknya, dia mencoba untuk menggali lebih dalam informasi terkini tentang keluarga Button di ibu kota.
Sedangkan Alda tidak begitu memikirkan suasana ramai di kota Mako baru-baru ini! Karena itu adalah tanggung jawab Dion, sedangkan dia hanya membantu apa yang Dion perlukan dari dia.
\=
__ADS_1
...