
Chapter 052. KELOMPOK KALAJENGKING MERAH.
\=
Setelah masuk mobil hidung mereka langsung mencium bau yang pengap, namun mereka tidak berbicara apapun maupun mengeluh.
Bau seperti itu tidak membuat mereka menjadi mual, karena hal lebih buruk juga pernah mereka lakukan sehingga Dion langsung melakukan mobil SUV itu setelah semua orang masuk ke dalam mobil.
Dion menyetir dengan teliti, dia terus melihat ke sisi kanan dan kiri jalan! Meskipun kini sisi kiri dan kanan di dominasi oleh pertokoan yang kini sudah terbengkalai.
Setelah beberapa menit berkendara, mereka akhirnya sampai di pertigaan jalan! Dion mengentalkan sebentar, dia melihat petunjuk di ponselnya! Setelah yakin Diao langsung berbelok ke arah kanan.
Mobil itu melaju di jalan yang sangat bobrok, setelah melewati beberapa tanah kosong! Akhirnya sampailah di pabrik yang benar-benar tidak terpakai.
Di luar pabrik itu, di tumbuhi ilalang yang cukup tinggi! Sehingga pabrik itu terlihat lebih pendek karena sebagian di tutupi rumput ilalang yang tinggi.
Jika orang masuk, maka mereka tinggal akan terlihat meskipun berjalan dengan normal sekalipun! Hanya yang terlihat rumput ilalang itu bergerak sendiri jika di lihat dari kejauhan.
"Apakah ini tempatnya?" Ucap Alda.
"Ya, aku yakin! Orang itu menunjukkan bahwa ini tempatnya, namun orang itu belum pasti ini markas utama atau hanya cabang milik mereka." Jawab Dion.
Dia langsung keluar, setelah itu pandangannya langsung mengawasi sekeliling! Jika saja dia tidak waspada sebelumnya, dia mengira bahwa di sana tidak akan ada apapun.
Karena tempat ini benar-benar sepi dan di kelilingi oleh kota yang sudah mati, sehingga jika melihat sekilas bahwa di sana tidak mungkin ada orang.
Namun pendengaran Dion dan yang lainnya sudah tajam, sehingga meskipun terlihat sepi mereka masih mendengar sedikit pergerakan di dalam bangunan pabrik yang sudah terbengkalai.
"Apa ada hubungannya dengan kelompok kalajengking merah tadi?" Ucap Alda masih penasaran.
"Ya, ada! Makanya harus berhati-hati, kelompok ini dulu sudah sangat mengerikan! Mungkin sekarang lebih berbahaya lagi." Jawab Dion.
"Sial, aku sudah kehilangan senapan ku! Bagaimana aku akan bertahan hidup?" Keluh Hani.
"Gunakan ini...!" Alda melemparkan pistol kecil kepada Hani.
__ADS_1
Krak..kretak, klak...!
"Lumayan juga! Dari mana kamu dapatkan ini?" Ucap Hani kepada Alda.
Hani langsung memeriksa pistol kecil itu dengan cermat, setelah itu dia memuji sedikit karena pistol itu cukup bagus.
"Dari dalam mobil ini, aku menemukan di dasbornya." Jawab Alda singkat.
"Benar-benar kelompok yang berbahaya, mereka bisa memiliki pistol seperti ini." Ucap Hani.
Entah Hani memuji atau bagaimana, namun dia kagum dengan pistol yang sekarang ada di tangannya! Meskipun dia dalam keadaan jayanya dia belum tentu bisa memiliki pistol seperti yang di pegang saat ini.
"Di kota ini, apa yang tidak bisa di dapatkan di kota-kota negara Trukotan di sini bisa." Jawab Dion.
Dion tahu, karena dia pernah tinggal di sini! Masa kecil yang kelam di kota ini membuat dia menjadi pribadi yang kejam dan pendiam, karena kota Mako adalah kota keras bagi orang-orang yang miskin dan tidak memiliki kekuatan.
Namun bagi orang kaya, kota ini bagaikan surga sedangkan untuk orang bawah bagaikan neraka! Jika tidak berusaha bertahan maka kematian adalah solusinya.
Keempat orang itu masih bersembunyi di balik mobil Van besar yang tadi mereka kendarai.
Keempatnya berjalan menyusuri rumput alang-alang, lalu segera melompati pagar pembatas pabrik terbengkalai itu dengan sigap.
Tanpa kesusahan sama sekali, semuanya masuk! Namun belum sempat masuk ke dalam gedung pabrik, ada suara tembakan.
Dor..Dor..!
Hani merunduk ke tanah, Hana merapatkan tubuhnya ke tembok pabrik! Sedangkan Dion dan Alda hanya diam saja, dia melirik ke arah datangnya tembakan itu.
Alda yakin, sebenarnya orang hang menembak itu hanya asal-asalan saja karena mungkin mendengar pergerakan sedikit, hanya saja orang itu terlalu waspada sehingga langsung menembak.
Alda dan Dion akhirnya ikut merapat ke dinding dari pabrik yang terbengkalai itu.
"Sepertinya mereka benar-benar memiliki senjata yang banyak?" Ucap Alda sambil terus melihat ke arah suara tembakan tadi terdengar.
"Kelompok kalajengking merah ini sudah sangat besar puluhan tahun lalu, mungkin sekarang sudah menjamur di kota Mako ini!" Jawab Dion.
__ADS_1
"Sial, ini lebih dari misi membunuh orang! Karena kita yang di incar untuk di bunuh." Keluh Hani, dia terlihat cukup gugup karena biasanya dia yang selalu membidik orang di kegelapan.
Namun sekarang dia yang di incar orang dari kegelapan! Kenapa dia sangat tertekan karena keadaan musuh yang unggul sehingga dia cukup gugup.
"Tenang lah Hani, apa kamu akan gugup hanya karena serangan barusan?" Tanya Hana.
Dia masih santai meskipun tidak memiliki senjata apapun, karena dia yakin Alda maupun Dion mengajak mereka ke sini bukan hanya untuk tamengnya saja jadi dia yakin bakal di selamatkan oleh keduanya jika dalam keadaan terdesak.
*
Sedangkan di dalam pabrik terbengkalai.
Tepatnya di bawah tanah pabrik ini, ruangan di sana cukup terawat! Dinding di sana terukir gambar kalajengking warna merah sedikit kehitaman.
Di dalam ruangan yang luas duduk beberapa orang, mereka sedang membahas tentang masalah yang ada di kota Mako baru-baru ini.
"Mex, apakah kamu mendengar bahwa kelompok beruang hitam bangkit kembali?" Ucap salah satu orang di sana.
Di sana ada sekitar 15 orang dengan wajah garang dan ganas! Di depan mereka ada banyak minuman keras yang sudah terbuka, dengan beberapa makanan ringan yang sudah hampir berserakan di atas meja yang ada di sana.
Max adalah orang yang memimpin kelompok kecil ini, di sini adalah divisi 10 dari kelompok kalajengking merah.
Benar kata Dion, kelompok ini sudah memiliki 10 divisi yang masing-masing sangat besar memiliki ratusan anak buah! Sedangkan yang ada di sini adalah orang-orang yang memimpin kelompok kecil di jalanan.
Yang di bantai Alda dan Dion adalah salah satu dari kelompok kecil milik divisi 10 ini.
"Belum dengar! Dimana si botak kenapa sampai sekarang belum muncul di markas?" Tanya max setelah menjawab pertanyaan tadi.
Dia memandangi 15 orang itu! Semua yang ada di sini memiliki anak buah masing-masing, rata-rata dari mereka memiliki 10-20 bawahan.
Lalu 16 kelompok itu memegang daerah kecil mereka masing-masing! Sehingga kelompok kalajengking merah sekarang sudah sangat sulit di bayangkan besarnya.
Jika di kumpulkan jumlah anggota mereka ribuan banyaknya! Inilah kenapa Alda sangat waspada, meskipun dia memiliki keahlian seni beladiri yang sangat bagus namun untuk menghadapi kelompok besar seperti ini, Alda harus menggunakan strategi yang tepat.
\=
__ADS_1
...