
Chapter 071. BERPIKIR KELIRU.
\=
Kini hari berangsur malam di langit kota Mako.
Kehidupan hiruk pikuk kota semakin ramai, kasino bar dan tempat-tempat hiburan malam kini di kunjungi lebih banyak orang lagi daripada siang hari.
Pusat perbelanjaan, bahkan restoran barat maupun lokal penuh dengan pengunjung! Oleh mereka yang seharian sibuk bekerja di kantor dan jalanan, maupun pabrik semuanya menghibur dirinya masing-masing.
Ada yang mengajak keluarga ada yang bersama pacar dan ada yang bersama teman-temannya.
Namun mereka adalah orang-orang biasa yang hidup di garis ekonomi menengah ke bawah! Mereka hanya pekerja keras putih biasa, sehingga hanya mendengar sedikit pergerakan dari penguasa kota Mako sebenarnya.
Di tempat salon kecantikan, tepatnya di pusat kota Mako.
Dion masih menunggu paman Jo yang sedang merubah penampilannya! Dion mengajak ke salon ini, karena salon ini terkenal dengan kemampuannya yang tinggi untuk merubah penampilan orang.
Asalkan orang itu mampu membayar harganya! Bahkan bisa melayani operasi plastik di berbagai tubuh manusia.
Di ruang tunggu Dion terus menatap jam di dinding itu! Dia sesekali melihat ponselnya, karena Alda sudah menghubungi. Jika mereka sudah beres maka menuju villa mewah markas mereka saat ini.
Setelah menunggu, 15 menit lagi! Ruang khusus di buka oleh seorang yang berjenis kelamin laki-laki, namun berdandan dengan sangat rapi sedangkan gerakannya benar-benar gemulai.
"Tuan muda, sudah beres apa yang anda minta! Silahkan lihat sendiri hasilnya." Ucap laki-laki gemulai itu dengan sangat percaya dirinya.
Dion yang sedang bangun, segera mendesak!
"Mana paman Jo? Suruh dia keluar cepat." Ucap Dion ingin segera pergi dari sini.
Dia sebenarnya tidak betah melihat gemerlap salon kecantikan ini, karena ini adalah pertama kalinya dia masuk! Sehingga melihat orang-orang di sini dia merasa sangat jijik.
"Tuan, keluar lah!" Ucap laki-laki gemulai itu sedikit lebih keras.
Sadarkan di dalam, masih ada dua pria dan tiga wanita lainnya yang masih merapikan penampilan paman Jo.
Karena sudah di panggil oleh pemilik salon kecantikan itu, akhirnya mereka semua menyelesaikan pekerjaan masing-masing.
Lalu paman Jo di suruh keluar, karena sudah beres! Setelah itu dia keluar untuk menemui Dion, dengan menggunakan pakaian jas mahal yang sangat pas dengan tubuhnya saat ini.
__ADS_1
Paman Jo keluar, langsung berhadapan dengan Dion! Setelah melihat perubahan yang sangat drastis Dion langsung tercengang, karena orang di hadapannya seperti orang yang berbeda, bukan paman Jo yang Dion kenal.
"Apa benar anda paman Jo, bagaimana bisa sangat berbeda?" Ucap Dion kebingungan.
"Ketua, kamu jangan bercanda! Aku tetaplah Jhonatan seperti yang ketua kenal." Jawab Jhonatan.
Dia juga tidak begitu tahu seperti apa dia sekarang, karena setelah memotong rambutnya dan semua brewok dan kumis, dia tidak bercermin lagi! Karena segala bentuk cream menempel di wajah dan tubuhnya.
Sehingga untuk bergerak saja sangat susah, apa lagi melihat dirinya di cermin.
"Bagiamana aku bercanda, coba paman Jo lihat saja di cermin!" Ucap Dion sambil menunjuk cermin di sampingnya yang agak jauh.
Akhirnya Jhonatan menengok ke arah cermin itu, dia melihat dirinya di cermin! Setelah itu dia juga terkejut, karena dia melihat dirinya hampir sama 10 tahun yang lalu.
Namun sekarang lebih bersih dan benar-benar terlihat muda! Pantas saja Dion langsung tidak mengenalinya.
Meskipun dia sekarang berumur 43 tahun, namun saat berada di pemukiman umum dia benar-benar tidak mengurus penampilan dirinya, sehingga seperti gelandangan sesungguhnya, bahkan lebih tua dari umur aslinya.
Namun sekarang, di cermin itu benar-benar seperti pegawai kerah putih! Dengan setelan jas yang sangat pas, wajah benar-benar bersih dan klimis bahkan yang paling tidak bisa di terima ada rona kemerahan di kedua pipinya.
Sehingga membuat paman Jo sedikit malu, lalu menggosok make up itu dengan tangannya agar rona kemerahan hilang dari sana.
"Tuan, bagaimana aku mempermainkan anda? Tuan muda ini ingin anda terlihat berbeda dan seperti direktur utama perusahaan besar, sehingga aku berpikir seperti itu cocok!" Jawab pria gemulai itu dengan senyum canggung dan menutup mulutnya dengan tangannya yang lentik.
"Cocok kepala mu!" Jawab paman Jo masih marah.
Setelah di hapus beberapa kali, akhirnya rona merah itu hilang kini hanya ada warna putih biasa karena perawatan yang mahal membuat kulit aslinya seperti hidup kembali.
"Baiklah paman Jo, sekarang kita harus ke tempat Alda! Ada sesuatu yang harus di diskusikan sekarang!" Diao langsung memberitahukan paman Jo bahwa waktunya sekarang mendesak.
Sehingga dia tidak boleh berdebat di sini, apa lagi sekarang sudah malam! Mereka di sini sudah hampir 8 jam untuk merubah penampilan.
"Baiklah, ayo pergi!" Jawab paman Jo langsung mengerti.
"Gesek kartu ini untuk pembayaran pekerjaan kalian!" Dion tidak bertanya berapa total biaya yang di habiskan.
"Tuan muda! Terimakasih." Dia langsung menyerahkan kartu yang Dion berikan kepada kasir salon kecantikan itu.
Setelah beberapa saat akhirnya pembayaran itu beras, Dion menyimpan kartu itu bersama nota pembayaran salon kecantikan itu.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun lagi, Dion dan Jhonatan langsung pergi! Orang-orang di salon kecantikan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena baru memiliki pelanggan seperti itu.
Bagiamana dia tidak heran, ada tuan muda membawa gembel minta di ubah penampilannya hingga seperti penampilan direktur perusahaan besar.
Karena tuan muda itu berucap bahwa harga tidak masalah, sehingga dia langsung setuju saja.
*
Dion dan Jhonatan, sudah sampai ke villa besar milik Alda! Dia langsung masuk ke dalam dan menuju ke ruang rapat yang sudah di sediakan sebelumnya.
Setelah masuk! Alda, Hana dan Hani langsung menengok ke arah keduanya, mereka bertiga juga kaget mereka pikir Dion membawa orang lain.
Alda tidak langsung bicara, dia sepertinya pernah melihat orang ini! Namun sedikit tidak yakin, dia takut berpikir keliru tentang mengenal orang.
Hana dan Hani juga sama, dia heran namun mereka berdua memandang Jhonatan sedikit berbeda.
Jonathan yang di lihat seperti itu, langsung tersenyum dan menyapa.
"Tuan Alda, saya sudah mengikuti saran anda!" Ucap Jhonatan.
Ucapan itu mengagetkan ketiganya, karena suara Jhonatan tidak berubah sehingga Alda, Hana dan Hani langsung kenal.
Ekspresi Alda terkejut, karena dia tidak menyangka bahwa orang itu adalah paman Jo, yang mereka kenal sebelumnya.
Dion yang melihat itu hanya ingin tertawa, dia juga tadi berekspresi seperti mereka! Karena itu dia maklum, sehingga bisa menahan tawa dia.
"Paman Jo, aku tidak menyangka anda begitu tampan!" Ucap Alda setelah sadar dari kejutan.
"Tuan Alda, anda tidak perlu berlebihan seperti itu." Jawab Jhonatan sedikit malu.
"Ya benar apa kata tuan Alda, anda memang sekarang terlihat tampan! Tidak seperti sebelumnya." Hanya juga menimpali.
Sedangkan Hani hanya, mencubit saja! Dia tidak ingin ikut berkomentar.
"Baiklah, duduk paman! Aku akan menerangkan apa terget kita selanjutnya!" Ucap Alda dengan serius sekarang.
\=
...
__ADS_1