Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
046 SINTA CEMBURU


__ADS_3

Chapter 046. SINTA CEMBURU.


\=


Riko sekarang terlihat begitu kejam, brutal membuat semua orang menjadi gempar.


Hana yang sedari tadi melihat kekejaman Riko, langsung merinding! Padahal dia sering melihat kematian dari korbannya, namun melihat jara membunuh yang di lakukan Riko begitu sadis.


"Dia sangat kejam! Apa empat orang ini normal?" Ucap Hana di benaknya.


Seketika dia tidak ingin melawan Alda dan yang lainnya lagi! Jadi Hana hanya bisa diam di pegang lengannya oleh Alda.


Hani juga sama dia takut, namun dia memandang Alda sekarang seperti monster! Meskipun penjelasan dan ucapan daei Dion singkat namun dia sangat paham.


Orang seperti Dion itu orang yang tidak butuh bicara omong kosong, sehingga dia langsung percaya bahwa di antara keempatnya Alda yang paling brutal.


Ucap Dion sebenarnya, Alda di antara keempatnya adalah yang paling tinggi seni beladirinya sedangkan yang lain jauh di bawah Alda.


Namun kini setelah melihat ke brutalan Riko dia jadi salah berpikir, bahwa Alda adalah orang yang sadis berdarah dingin dan paling brutal.


Seketika tubuh Hani memegang, dia sering melihat orang mati! Bahkan dia juga membunuh sendiri, namun jaraknya sangat jauh dan menggunakan tembakan sehingga tanpa luka mengerikan.


Namun di depannya saat ini, orang mati berserakan! Di tambah orang yang hidup mengerang seperti orang sekarat dengan tulang betis menonjol keluar dan tulang lengan yang keluar dari dagingnya.


Pemandangan ini lebih mengerikan dari tempat penjagalan binatang.


"Sudah beres di sini! Ayo masuk!" Ucap Alda sambil menarik tangan Hana.


Begitu juga Dion, langsung mengikuti Alda dan Sinta.


"Kamu sungguh menderita, lebih baik mati!" Ucap Alda kepada seseorang yang mengerang halus.


Kraakkk..!


Alda langsung mematahkan leher orang itu dengan kakinya, hanya perlu sedikit gerakan dan tekanan bagi Alda untuk mematahkan leher orang itu.


Deegg...!


"Benar-benar kejam..!" Ucap Hani yang melihat kejadian itu di depan matanya pas.


Kini leher orang itu seperti di cabut dari bahunya! Terlihat tulang yang patah karena tendangan Alda.


Hana juga hampir sama berpikir seperti Hani, dia kini melebeli Alda si paling kejam.

__ADS_1


Sedangkan Alda tidak tahu sama sekali, dia hanya kasihan dengan orang yang sedang sekarat namun tidak kunjung mati, sehingga dia membantunya menghilangkan penderitaan itu.


Namun pandangan Hana dan Hani berbeda dari niat Alda sebenarnya, itu karena ucapan Dion dan perilaku Alda sendiri di hadapan Hana dan Hani.


Setelah melihat itu, keduanya langsung patuh seperti kucing yang di terkam lehernya.


Sinta terus memperhatikan tangan Hana yang di pegang oleh Alda, dia terlihat sangat cemburu jika bisa ingin sekali dia menggantikan posisi Hana itu.


Sehingga saat mengikuti semua masuk ke dalam rumah besar keluarga Sanggoro, Sinta menghentak-hentakan kakinya karena sangat kesal.


Ingin sekali menegur Hana, jika bisa dia ingin langsung membunuh Hana sekarang juga.


Sinta adalah orang yang biasa di sayang keluarganya sedari kecil, meskipun seni beladiri cukup hebat namun dia juga bisa ke kanak-kanakan seperti sekarang.


Dia seperti terlihat barang yang paling di sayang di rebut orang lain! Sehingga dia ingin menangis tersedu-sedu rasanya.


Sinta berjalan paling belakang, di sudut matanya sudah sedikit menggenang air mata.


Namun sayangnya tidak ada orang yang tau dan memperhatikan Sinta seperti itu.


*


Di dalam rumah Riko paling depan berjalan, dia mendobrak setiap kamar yang dia lewati untuk mencari keberadaan Rudi maupun bahaya lainnya.


Namun sudah cukup banyak kamar yang di dobrak pintunya, namun di sana hanya ada pelayanan yang kini ketakutan setelah melihat tuan besar Sanggoro di seret seperti anjing mati.


Namun pelayanan itu tidak menjawab sama sekali. " Di mana kamar Rudi Sanggoro?" Riko masih sangat marah sehingga dia membentak sangat kuat.


Hingga suaranya menggema di kamar itu.


"Di sebelah sana tuan..!" Akhirnya salah satu dari pelanggan memberanikan diri untuk menjawab.


"Tunjukkan jalannya." Perintah Alda kepada pelayan itu.


Alda berbuat seperti itu karena sudah sangat malas memeriksa kamar yang sangat banyak, dari pada memeriksa itu semua lebih baik dia membentak para pelayan itu agar di tunjukkan jalannya.


Dengan cepat pelayan itu menuntun Riko dan yang lainnya menuju kamar Rudi.


*


Di dalam kamar Rudi Sanggoro sedang mengoperasikan komputer di pojok meja yang ada di kamar itu.


Kini dia sedang memasuki web hitam untuk melihat apa setatus yang dia buat di web hitam itu sudah berubah apa belum.

__ADS_1


Setelah lama menunggu dan proses, akhirnya terbuka halaman yang Rudi cari.


Baakk...!


"Sial kenapa belum berubah, ini masih sama seperti saat kita memberikan misi." Keluh Rudi sambil menggebrak meja komputer tersebut.


"Sayang, apa kamu yakin? Bagaimana mungkin, menurut teman-teman ku bahwa pembunuhan bayaran dari web hitam luar negeri sangat berbahaya, bagaimana bisa mereka masih baik-baik saja?" Tanya Lina dengan tidak percaya.


"Entahlah, aku juga tidak tahu...!" Jawab Rudi dengan tatapan sedikit kosong.


Baaammmm...!


Suara keras terdengar, pintu ruangan itu di dobrak dari luar hingga ambruk ke bawah! Bahkan serpihan kayu yang kuat itu berterbangan ke mana-mana.


Rudi Sanggoro dan Lina sangat terkejut dengan suara keras yang tiba-tiba, mereka tidak mendengar apa-apa karena ruangan itu kedap suara.


Riko masuk, sedangkan pelayan yang tadi mengantar Riko dan yang lainnya sudah pergi dia sangat ketakutan.


Kini Riko masuk dengan menyeret tuan besar Sanggoro dengan leher patah terkoyak! Bahkan urat lehernya bertonjolan keluar sangat mengerikan.


Bruukk..!


Riko melempar tuan besar Sanggoro ke hadapan Rudi! Dengan kejadian yang tiba-tiba seperti ini, Rudi yang sedari tadi sudah frustasi melihat ayahnya sudah mati dia langsung tertegun.


Brak..!


Rudi dan kursi roda yang di gunakan jatuh ke lantai, sedangkan Lina malah mundur jauh ke sudut ruangan! Tubuhnya langsung menggigil ketakutan.


Dia seperti orang gila mukanya pucat pasif, sedangkan dia terus menggelengkan kepalanya tanda dia tidak percaya.


Rudi memeluk ayahnya, sambil meratap! Dia sangat terpukul bagaimana tidak ayahnya adalah segalanya jika tidak ada ayahnya dia tidak bisa apa-apa, sehingga melihat ayahnya mati dia langsung menangis sejadi-jadinya.


"Bedebah, kalian membunuh ayah ku! Pengawal, pengawal, pengawal ada orang menerobos rumah!" Teriak Rudi dengan suara parau.


"Percuma saja kau berteriak sampai ke ujung dunia, pengawal keluarga Sanggoro sudah 'musnah' semuanya!" Ucap Riko sambil menekankan kata musnah dengan berat.


"Kalian iblis..!" Ucap Rudi sangat frustasi.


Baaammmm..!


"Jangan banyak omong di depan ku, kalian yang memulai duluan sehingga pantas menerima kehancuran seperti ini!" Bentak Riko masih begitu marah.


Rudi langsung terkapar, entah mati atau tidak! Dia di tendang di bagian kepalanya oleh Riko hingga terpental jauh.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2