
Chapter 174. BEBERAPA TIKUS LOLOS.
\=
Dion mundur karena reflek, dia menghindari serangan mendadak itu! Lalu dia melihat ada empat orang dengan menggunakan pakaian serba hitam sehingga sangat tersamarkan karena minimnya cahaya di dalam ruangan itu.
"Sepertinya aku tidak datang di tempat yang salah?" Ucap Dion.
Dia tidak lagi melihat kordinat maupun orang mana yang berasal dari organisasi gelap! Jika mereka menyerang berarti musuh.
Hanya sesimpel itu pemikiran Dion, pantas saja dia melenyapkan lebih cepat dari yang lainnya! Karena dia tidak pandang bulu, lebih baik membunuh musuh yang salah daripada membiarkan musuh besar lolos dari pengajaran dia.
Misi Dion saat ini! Musnahkan tanpa sisa.
"Siapa kamu, beraninya menerobos ke sini, kamu cari mati?" Ucap salah satu dari mereka memelototi Dion.
Belati di tangannya berkilau karena terpantau oleh cahaya dari laur! Sehingga sangat mengerikan jika orang itu belum pernah terjun ke pertempuran hidup dan mati.
Hanya saja yang saat ini di takuti Dion! Yang 10 tahun lalu saja sudah mengalami kekerasan kehidupan dalam mafia kota Mako, lalu di gembleng lagi di perguruan terpencil oleh master hebat sehingga di ancam seperti itu seperti anak SD mengancam orang dewasa.
Setelah di tanya, Dion tidak menjawab! Melainkan dia bergerak dengan cepat dan yang menjawab adalah tangannya.
Woosss..!
Baammm..! Kraakkk..!
Setelah di pukul dengan telak di bagian rahang orang itu tumbang, tatapan Dion kepada ketiga lainnya seperti akan mengatakan.
'Berbicara lah dengan tangan ku...!'
Orang-orang itu mundur beberapa langkah, dia mengantisipasi jangkauan serangan Dion barusan.
Ketiga lainnya sebenarnya sangat terkejut, karena mereka juga bisa di anggap orang hebat dalam organisasi! Namun ketiganya tidak bisa menangkap gerakan serangan dari Dion tadi.
Woosss..!
Salah satu dari mereka langsung berbalik dan menghilang di kejauhan karena ruangan lain.
Dion yang ingin mengejar mereka tidak bisa, karena dia di hadang oleh dua lainnya! Sehingga dia menyipitkan matanya dengan tajam.
"Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan?" Ucap Dion, namun dia mendapatkan jawaban pukulan yang di arahkan ke kepala dia.
Baamm..!
Tap..!
Pukulan itu berbenturan dengan telapak tangan Dion, lalu Dion langsung menggenggam kepalan tangan orang itu.
Kraakkk..!
__ADS_1
"Aaaakkkh...!" Keluh orang itu, dia langsung menjerit kesakitan karena pergelangan tangannya di patahkan.
Saat mematahkan itu, satu orang lainnya menyerang Dion dengan ganas! Namun dia langsung menendang orang itu hingga terpental.
Setelah itu, dia melihat ke bawah orang yang sedang berlutut!.
"Apa yang kalian sembunyikan di sini?" Ucap Dion kembali.
"Mati saja kamu..!" Ucap orang itu, mengacungkan pistol di tangan sebelah kirinya.
Dor..dor...!
Namun Dion dengan sigap, memelintir tangan orang itu dengan kuat! Namun dua tembakan masih tetap melesat, untungnya tidak mengarah ke arah Dion karena sudah keburu di pelintir.
Kraakkk..!
Mematahkan tangan satunya lagi, dia tidak menanyakan seperti tadi! Langsung merebut pistol milik musuh.
Dor..!
Dor..!
Kepala orang itu di tembak dengan sangat dekat oleh Dion, temannya hang tergeletak mengerang juga menjadi korban yang ke dua.
Saat itu Dion langsung masuk ke arah bagian belakang Club malam itu! Setelah sampai di ruang belakang, Dion mendengar ada raungan mobil sangat kencang dan melarikan diri dari Dion.
Dia mengeluarkan ponselnya, melihat di mana titik itu berjalan! Namun Dion tidak menemukan.
Akhirnya dia hanya bisa menghubungi Tama.
"Tama, di distrik selatan ada beberapa tikus yang lolos! Mereka langsung menghilang dari koordinat yang kamu berikan." Ucap Dion setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Apa bisa seperti itu? Apa mereka langsung tahu bahwa sedang di incar?" Tama juga terkejut, karena operasi ini adalah operasi rahasia dan bergerak sangat senyap.
"Ya, mereka lolos dengan mengorbankan beberapa orang untuk menahan ku!" Ucap Dion, nadanya seperti sedang melakukan kesalahan besar.
"Tunggu, akan aku lacak sebentar!" Ucap Tama, namun sambungan itu tidak terputus.
Akhirnya, Dion juga pergi! Dia tidak merasakan ada keberadaan lagi di sini setelah memeriksa dengan cepat.
Mobil off-road dia meraung tinggi! Dia kembali lagi menuju ke distrik selatan, karena jika dia bergerak ke depan lagi hanya beberapa kilo saja sudah masuk ke distrik tengah! Itu bagian Alda yang melakukan di dua distrik sekaligus.
Sedangkan dia kembali, karena orang tadi kabur mengarah ke sini! Sehingga dia langsung mengikuti di belakang.
Dia juga berencana tidak akan meninggalkan jauh dari area rumah sakit besar di kota Mako tempat Luna di rawat.
Setelah beberapa menit! Tama langsung berucap.
"Mereka sudah berpengalaman dalam hal kabur! Mereka menuju hutan lepas, di perkirakan hanya butuh waktu kurang dari 20 menit sudah keluar dari kota Mako!" Ucap Tama menjelaskan.
__ADS_1
Dia melacak orang itu menggunakan satelit, namun tidak di temukan juga.
"Baiklah, aku paham! Sekarang di distrik selatan sudah tidak ada lagi yang mencurigakan di sana terakhir orang yang aku kejar." Ucap Dion, lalu dia langsung mematikan sambungan telponnya tanpa basa-basi lagi dengan Tama.
Di sebrang sana Tama hanya bisa memaki! Dia langsung kesal karena di abaikan oleh Dion.
*
Di dalam mobil sedan hitam.
Tiga orang seperti sang tergesa-gesa, supir dari mobil itu begitu fokus memandang ke arah jalan.
"Tuan muda! Untung anda langsung paham bahwa kita sedang di incar oleh kelompok lain." Ucap orang yang duduk di belakang.
"Ya, aku curiga karena kamu mengaku di panggil oleh ku untuk kembali ke distrik selatan! Padahal aku tidak melakukan sama sekali, ternyata kita di kumpulkan di sana untuk di musnahkan oleh master hebat." Jawab orang yang di panggil tuan muda.
Kegagalan Dion sebenarnya di akibatkan oleh Tama! Jika saja Tama tidak memanggil beberapa orang kembali menuju distrik selatan hanya untuk agar dia tidak bergerak, pasti Dion akan menyalakan Tama.
Karena dia bergerak sangat cepat dan bener-bener waktunya tepat! Namun karena kesalahan kecil Tama orang di sana curiga sehingga ada beberapa orang yang selamat.
"Jadi, ini alasan tuan muda menghancurkan ponsel kit?" Ucap orang itu kembali.
"Ya, itu menandakan ponsel kita sudah di sadap dan di kontrol okeh orang hebat!" Ucap dia.
Tatapan dia terlihat begitu ketakutan! Meskipun dia salah satu anak dari tetua organisasi gelap yang kuat.
Di hadapkan dengan kematian dia juga sangat takut! Sehingga sebelum dia lolos dari kota Mako ini dia tidak akan tenang.
"Sial, apa yang lainnya bisa selamat?" Tanya orang tadi, dia ingin mengabari orang-orang di ibu kota.
Namun sayangnya, mereka semua tidak membawa ponsel karena ponsel mereka sudah di hancurkan oleh mereka sendiri untuk menyelamatkan hidupnya.
"Saya tidak tahu, sepertinya mereka semua akan mati! Kita ini juga hanya kebetulan dan setelah penyerangan tadi baru aku yakin kita di targetkan." Jawab orang yang di panggil tuan muda.
"Kita akan kemana ini tuan muda?" Si supir yang menyetir mobil sedan hitam itu bertanya dengan gugup.
"Yang penting, keluar dulu dari kota Mako! Urusan setelahnya kita pikirkan nanti..!" Jawab tuan muda dengan cepat.
Menjadi tuan muda di organisasi gelap cukup baik! Namun jika kemampuan tidak memadai itu sedikit beben.
"Baik...!" Jawab si supir dengan singkat.
Mobil sedan hitam itu melaju dengan kecepatan maksimum menuju hutan lepas di bagian paling selatan kota Mako.
\=
\=
...
__ADS_1