Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
142 HANYA BISA MEMBAYAR


__ADS_3

Chapter 142. HANYA BISA MEMBAYAR.


\=


Para pengawal dari keluarga Jink, langsung mendekati Roland Jink namun tidak ada yang bertanya takut mereka yang kena sasaran dari amarah tuan mudanya itu.


Di tanya oleh pamannya, Roland Jink masih belum menjawab dia hanya merasakan sakit di bagian pipinya.


"Paman, apa kita akan diam saja seperti ini?" Roland Jink malah balik bertanya.


Suara itu berat dan juga lirih! Sehingga hanya orang-orang di sekitar dia saja yang mendengar.


"Posisi kita lemah! Kita sekarang sedang kalah, lebih baik mundur terlebih dahulu selagi ada kesempatan! Kita sekarang hanya bisa membayar kompensasi meskipun enggan." Sem Broko menjelaskan situasi saat ini dengan cepat.


"Kamu tahan emosi dulu! Aku yang akan berbicara dengan mereka." Lanjut Sem Broko.


Dia langsung tahu dalam posisinya! Otak tua mafianya langsung bekerja, sehingga dia langsung berinisiatif untuk mengalah! Karena ini adalah keputusan bijak.


Dia langsung menghadap ke arah Alda, lalu berjalan beberapa langkah! Setelah dekat dengan Alda dia berucap.


"Baiklah, kami setuju akan membayar biaya kompensasi kepada kalian!" Dengan enggan dia berucap seperti itu.


Apa lagi sekarang harganya sudah 50 juta dollar sebagai biaya kompensasi! Bisa di bilang ini rugi besar, meskipun harta keluarga Jink sangat banyak namun tidak juga untuk dihambur-hamburkan seperti ini.


Apa lagi setelah martabat mereka di rendahan, namun masih harus membayar juga! Ini membuat Roland Jink dan Sem Broko sangat marah namun hanya bisa menekan hingga dalam di hati mereka.


Alda mengangguk, dia tidak ingin memperpanjang masalah ini! Karena dia hanya ingin memancing kemarahan tuan muda keluarga Jink saja untuk sekarang.


"Rizal, berikan dia rekening perusahaan!" Ucap Alda dengan santai.


"Baik ...!" Jawab Rizal singkat.


Setelah itu dia menghampiri Sem Broko dan memberikan no rekening perusahaan Grup Brighton! Dengan cepat Sem Broko mentransfer uang kepada rekening perusahaan Grup Brighton.


Setelah beres melakukan transaksi transfer uang, Sem Broko kembali ke posisi di mana Roland Jink berdiri dengan wajah yang sangat masam.


Sedangkan 50 pengawal dari keluarga Jink hanya bisa tertunduk malu! Mereka di bayar cukup mahal untuk melindungi tuan muda agar tidak mengalami kecelakaan maupun penghinaan seperti ini.


Namun mereka tidak mampu untuk melindunginya sehingga hanya bisa tertunduk tidak berani menegakkan wajahnya seperti saat awal mereka datang.


"Baiklah, urusan kita sudah selesai! Kami akan menganggap masalah ini tidak pernah terjadi!" Ucap Alda setelah itu.

__ADS_1


"Kamu bisa bilang seperti itu, namun aku tidak!" Jawab Roland Jink.


"Tenang tuan muda untuk saat ini! Kita sudah berkorban cukup banyak jangan memperdalam konflik lagi....! 'Ada waktunya untuk berurusan dengan mereka selanjutnya'!" Ucap Sem Broko setelah itu dia mengecilkan suaranya setelah sampai di kata 'Ada waktunya...' sambil sedikit mendekatkan mulutnya ke telinga Roland Jink.


"Baiklah paman aku paham!" Jawab Roland Jink akhirnya sadar.


"Tunggu apa lagi, kenapa kalian belum pergi!" Ucap Hani yang masih dengan sikap sombongnya.


Dia bisa bersikap sombong ke siapapun, namun jika di hadapan Alda dan Dion dia tidak bisa lagi bersikap sombong seperti di awal.


"Ingat, aku akan mengingat kejadian ini!" Ucap Roland Jink mengancam.


"Jika kita bertemu di masa depan tolong ingatkan kejadian ini karena pikiran aku sudah mengingat masalah kecil!" Jawab Alda.


Susah dia tegaskan, bahwa masalah ini adalah masalah kecil sehingga dia mudah melupakan ini.


"Kita pergi...!" Bentak Roland Jink kepada semuanya.


Namun orang-orang tahu, bahwa teriakan kemarahan itu di tunjukkan kepada anak buahnya.


Rizal hanya bisa menggelengkan kepalanya! Dia berpikir bahwa tuan Alda sang mudah untuk mendapatkan uang dari musuhnya.


Setelah itu, terdengar deru mesin yang banyak namun masih sangat halus bunyi mesin kendaraan mobil itu.


Orang-orang di sekitar sana yang tidak begitu mendengar percakapan mereka cukup heran.


Karena orang yang tadinya arogan, hanya setelah kedatangan dua orang laki-laki muda dan dua wanita cantik langsung ciut nyalinya.


Sehingga membuat mereka penasaran dengan identitas empat anak muda yang baru saja datang.


"Sial ternyata mereka benar-benar lari, ternyata kekuatan dari Grup Brighton seperti ini? Benar-benar sangat nyata." Ucap salah seorang yang tidak jauh dari Grup Brighton.


"Sial, jika saja penerimaan pegawai Grup Brighton mudah dan tidak menuntut yang cukup tinggi! Aku sudah berpindah kerja di sana." Yang lainnya juga langsung iri dengan orang-orang yang bekerja di Grup Brighton.


Karena pamor mereka juga akan langsung naik lagi jika bergabung dengan Grup Brighton! Bersamaan dengan naiknya pamor Grup Brighton! Sehingga membuat orang-orang yang bukan bekerja di Grup Brighton iri.


Sedangkan untuk orang-orang yang bekerja di Grup Brighton! Sekarang baru tahu ada anggota eksekutif kecil di Grup Brighton.


Karena setahu mereka, para eksekutif Grup Brighton hanya ada beberapa orang! Bukan di bagi dalam fraksi kecil maupun fraksi besar.


Namun mereka hanya berspekulasi di dalam benak mereka masing-masing! Mereka tidak berani menanyakan otoritas petinggi.

__ADS_1


Apa lagi Jhonatan Brighton dan Rizal maupun yang lainnya tidak berbicara sedikitpun tentang eksekutif itu.


Sehingga mereka hanya bisa mempercayai ucapan Alda saja! Namun karena Alda datang bersama Dion mereka langsung percaya karena Dion adalah salah satu eksekutif yang sudah mereka sering lihat.


Setelah itu, orang-orang di sana bubar petugas keamanan juga menertibkan kekacauan itu dengan cepat! Beberapa orang yang terluka langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.


Alda langsung jalan menuju ke arah Jhonatan Brighton!


"Paman Jo! Sebaiknya kita bicarakan ini di dalam...!" Ucap Alda, dia langsung masuk ke dalam gedung perkantoran.


Jhonatan Brighton mengangguk setuju, dia tanpa berpikir langsung mengikuti Alda dari belakang.


Meskipun banyak orang yang melihat itu, dia tetap berjalan masuk tanpa beban! Membuat orang yang melihatnya seakan aura yang di pancarkan itu seperti menghipnotis mereka untuk tunduk.


Kini orang-orang yang tadi menonton insiden itu langsung kembali bekerja karena, Rizal sekertaris direktur memberikan perintah untuk bubar dan kembali bekerja.


*


Di jalan utama kota Mako.


Iring-iringan mobil sedan hitam berjalan perlahan! Meskipun jalanan tidak macet mereka tidak buru-buru.


Di dalam mobil salah satu mobil itu.


Roland Jink yang kini wajahnya bengkak terasa lebih sakit! Apa lagi setelah mengingat perlakuan Alda kepada mereka.


"Paman Sem, apa anda mengenal bocah tadi?" Tanya Roland Jink.


Dia sangat ingin menguliti Alda karena saat ini dia baru merasakan di tindas dengan sangat keras! Bahkan yang paling parah mereka di pandang begitu rendah.


"Tidak, namun dia mengatakan bahwa dia adalah anggota eksekutif kecil Grup Brighton!" Ucap Sem Broko dengan lirih.


"Aku harus menelepon kakek, untuk memberikan bantuan yang labuh kuat! Sekaligus untuk menyelidiki siapa bocah itu sebenarnya." Ucap Roland Jink segera mengeluarkan ponselnya.


"Tenang dulu tuan muda! Tuan besar tidak akan membantu dengan cepat, hanya akan marah-marah kepada anda lebih dulu! Setelah puas memarahi baru tuan besar akan membantu." Ucap Sem Broko menahan.


Roland setuju, dia hanya mengangguk ringan tanpa mengatakan apapun lagi.


Sebenarnya dia dan Sem Broko juga takut terhadap tuan besar Jink! Akhirnya setelah itu mereka lebih memilih menuju rumah sakit yang bagus untuk menyembuhkan luka-luka mereka.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2