
Chapter 076. MANANTA RADCLIFFE TERKEJUT.
\=
Raut wajah Lori Dorman sekarang tidak enak di pandang, lalu dia langsung mencari ponselnya segera dia menghubungi seseorang.
"Pak Gerry, apa bapak menyerahkan gedung perkantoran itu kepada orang lain? Padahal kita sudah sepakat sebelumnya!" Lori Dorman tanpa basa-basi langsung menegur setelah sambungan telfonnya terhubung.
Dia menelfon ketua Gerry karena dia sudah membuat perjanjian dengan dia, jika sudah ada kesempatan akan langsung membeli gedung perkantoran itu dengan harga murah.
"Tuan Dorman, anda jangan salah paham! Aku juga sedang bingung sehingga tidak memberitahu anda tentang masalah ini! Gedung perkantoran itu di beli oleh Grup Brighton, perusahaan ini adalah perusahaan baru...!" Gerry menjelaskan apa yang sudah dia ketahui dari sambungan telfonnya di sebrang sana.
Lori Dorman terus mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Gerry, bahkan sekarang dia terkejut karena bukan hanya gedung perkantoran itu! Namun juga dua perusahaan yang sudah mereka incar sebelumnya di beli oleh mereka.
Sehingga membuat Lori marah mendengar berita ini, dia baru tahu kejadian sebesar ini! Jika saja anaknya tidak memberitahu dirinya dia akan ketinggalan berita besar.
Setelah semuanya jelas, akhirnya sambung itu di putuskan.
"Bagaimana ayah, apa berita itu benar?" Tanya Reyes Dorman kepada ayahnya.
"Ya, benar! Bahkan yang lebih parah dua perusahaan ekspedisi dan transportasi yang sudah lama kita incar juga menjadi bagian dari mereka." Ucap Lori Dorman kepada anaknya.
"Apa? Sial, mereka berani-beraninya memprovokasi keluarga Dorman, apa mereka bosan hidup?" Keluh Reyes Dorman.
Padahal dia berencana mencari informasi Alda, namun malah menemukan berita itu sehingga dia langsung hilang minat sementara dengan Alda.
"Baiklah, ikut aku! Kita akan menelisik lebih dalam apa yang terjadi!" Ucap Lori Dorman kepada anaknya.
Lalu kedua orang itu langsung keluar, mereka menuju kantor pusat perusahaan Dorman! Dia ingin mengerahkan orang-orangnya untuk menyelidiki kasus ini.
Dia tidak terima, karena sebab ini dia mengalami kerugian besar karena sudah mengelontorkan data cukup banyak untuk membantu perusahaan Champion Ship menekan keluarga Radcliffe dan dua perusahaan yang mereka incar.
Namun semua itu gagal, hanya karena ada perusahaan baru yang muncul! Dia pikir perusahaan itu baru sehingga sangat mudah untuk di tekan hingga mati.
*
__ADS_1
Di kediaman keluarga Radcliffe juga sama.
Ayah dan anak itu sedikit terkejut, apa lagi Mananta Radcliffe dia benar-benar terkejut! Karena baru kemarin dia meremehkan Alda, dia baru mendaftar perusahaan namun sudah membuat nama Grup! Menurut dia itu sedikit konyol.
Namun segera tamparan keras sekarang dia rasakan, Mananta Radcliffe seketika merasa sangat malu! Dia malu saat membaca berita bahwa Grup Brighton mengakuisisi dua perusahaan besar yang bergerak di bidang logistik dan transportasi.
Seketika dia hanya bisa menggelengkan kepalanya, setelah itu dia meragukan analisis dirinya yang selama ini selalu tepat.
"Ayah bagaimana pergerakan dari Alda ini? Apa ayah terkejut?" Ucap Daniel Radcliffe terlihat begitu bersemangat seperti dia saja yang melakukan hal besar itu.
"Ayah tidak menyangka dengan Alda ini! Membuat ayah jadi penasaran saja, kapan-kapan ayah ingin bertemu anak muda ini." Ucap Mananta Radcliffe dengan sedikit senyum di wajahnya.
Dia sekarang benar-benar penasaran dengan orang yang begitu berani ini, karena dia tahu bahwa dua perusahaan itu pailit karena apa? Karena kelompok kalajengking merah, itu juga karena dia merasakan sedikit tekanan bersama jadi tahu siapa penyebabnya.
Namun Alda, menyapu itu semua ke dalam perusahaannya! Dia seperti sedang membentuk kekuatan untuk melawan perusahaan Champion Ship dan juga pendukung kuat perusahaan itu kelompok kalajengking merah pastinya.
"Kapan-kapan akan aku kenalkan ayah dengan Alda! Aku yakin ayah akan terkesan, namun bukan hanya Alda saja! Ada lagi beberapa orang yang bersamanya seperti Dion, aku lihat dia seperti orang yang sangat berbahaya." Daniel Radcliffe menceritakan orang lainnya yang bekerja bersama Alda.
"Hemm, sepertinya orang-orang ini kelompok yang menarik!" Gumam Mananta Radcliffe sambil mengelus dagunya.
Sedangkan orang yang sedang di perbincangkan di seluruh kota Mako ini, dia kini masih melatih Hana dan Hani.
Sehingga dia menghampiri Alda, namun melihat ketiga orang sedang berlatih dia juga ikut terjun.
"Alda, aku sudah merasa sangat lama sejak turun gunung belum bertarung lagi dengan mu!" Ucap Dion yang kini memasang kuda-kuda di hadapan Alda.
"Dion, kenapa kamu terlihat begitu bersemangat?" Ucap Alda keheranan, karena melihat Dion bersemangat latihan.
Biasanya dia yang paling tidak ingin latih tanding, padahal sering di ajah duel oleh Riko sebelumnya namun selalu Dion tolak.
Namun entah kenapa, Dion sekarang bersemangat! Sehingga Alda heran dan bertanya dia kenapa.
"Apa kamu lupa, kita sudah membuat konflik terbuka! Aku yakin sebentar lagi kelompok kalajengking merah akan bergerak! Aku ingin membunuh mereka semua, makanya aku semangat berlatih sekarang." Ucap Dion mencoba menjelaskan.
Hana dan Hani yang kelelahan duduk di kursi malas, keduanya memperhatikan Alda dan Dion yang akan bertarung.
__ADS_1
"Baiklah, mari kita mulai!" Ucap Alda dengan semangat juga.
Dia bersemangat karena dia juga akan bergabung bersama Dion untuk membantu membalaskan dendam terhadap musuh-musuhnya, sehingga dia juga harus dalam keadaan prima di saat itu.
Bamm..!
Bukk..!
Kedua pukulan saling berbenturan di tengah udara, momentum langsung terbentuk karena pukulan itu.
Setelahnya Dion langsung menyodok perut Alda dengan lutut yang tajam! Namun Alda menahan dengan tangan satunya lagi.
Keduanya bergerak mundur serempak, setelah itu kedua berjalan mengitari lawan! Sambil terus melihat celah mana yang akan mereka ambil.
Baaammmm..!
Tendangan dan blokade lengan saling beradu, hingga pukulan dan tendangan saling terus bergema di halaman belakang villa mewah itu.
Hana yang lebih tahu seni beladiri daripada adiknya Hani, langsung bergidik ngerti! Karena gerakan keduanya ringan dan tekanan serangannya sangat berat.
Ini menunjukkan bahwa level dia dan keduanya berbeda jauh seperti langit dan bumi! Namun Hana melirik ke adiknya yang di samping, dia langsung teringat bahwa adiknya ingin membunuh Alda.
Ini seperti, telur yang di lemparkan ke batu besar! Telur itu hanya akan pecah berantakan dengan hanya membentur sedikit saja dari batu itu.
Akhirnya Hana hanya bisa mendesah pelan, Hani juga melihat itu! Dia sama terkejut namun pikiran teguh dia tidak gugur malah melihat ini dia lebih semangat lagi untuk melampaui Alda.
Baamm..!
Braakk..!
Dion kini terbaring di tanah, menimbulkan suara yang keras! Dion terkapar di sana sebentar lalu dia kembali bangkit dan menekan bahunya yang terasa sakit.
"Kamu seperti biasanya Alda, tidak pernah berbelas kasihan!" Ucap Dion seperti mengeluh, namun sebenarnya dia memuji Alda.
Alda hanya tersenyum mendengar itu, lalu dia menghampiri Alda dan segera membetulkan posisi tulang bahu Dion yang sedari bergeser.
__ADS_1
\=
...