
Chapter 115. PENYERANGAN TERBUKA.
\=
Pemimpin divisi 6 mencoba menghubungi Aron, namun sudah beberapa kali tidak ada jawaban.
"Ketua, Aron tidak menjawab panggilan kita!" Ucap pemimpin divisi 6.
Gerry hanya diam sambil berpikir keras apa yang sebenarnya terjadi.
Akhirnya pemimpin divisi 6 melihat ke laptop di depannya! Dia mengetik cepat jarinya di keyboard laptop itu.
Dia terkejut setelah menemukan beberapa informasi, karena beberapa saat yang lalu! Divisi 2 dan 4 mengirimkan panggilan darurat.
"Ketua Gerry, gawat! Divisi 2 dan 4 melakukan panggilan darurat mereka menandai bawah mereka mengalami bahaya di pusat kota Mako." Ucap pemimpin divisi 6.
Dia yang sebagai divisi intelejen di kelompok kalajengking merah selalu memantau semua divisi utama dari kelompok itu! Namun entah kenapa baru-baru ini sekarang informasi masuk begitu lambat, hingga divisi 2 dan 4 sampai melakukan panggilan darurat.
Di tempat itu sekarang hanya ada beberapa pemimpin divisi yang tersisa, sedangkan beberapa orang lainnya adalah orang dari divisi 6 yang selalu memantau keadaan dari balik layar.
Namun kali ini pemimpin divisi 6 seperti kecolongan, dia merasakan tekanan berat sekarang! Hatinya bergetar.
"Sial, sebenarnya apa yang sedang terjadi di luar sana?" Ucap pemimpin divisi pertama, dia bisa di katakan sebagai tangan kanan Gerry.
"Tenang semuanya, segera hubungi orang-orang kita yang tersebar di distrik selatan dan barat untuk membantu divisi utama di pusat kota." Ucap Gerry, mencoba yang terbaik untuk menangani masalah yang ada sekarang.
"Baik ketua..!" Jawab pemimpin divisi 6.
Dia akhirnya sibuk kembali mengoperasikan laptop yang ada di depannya saat ini.
*
Kejadian beberapa saat yang lalu, sebelum pemimpin divisi 6 tahu keadaan di pusat kota Mako.
Di pusat kota Mako.
Tepatnya di sebrang Club malam terbesar yang ada di sana, terdapat Club malam yang kecil.
__ADS_1
Karena di sini adalah pusat hiburan, jadi memiliki beberapa kasino dan Club malam yang besar maupun kecil adalah wajar.
Saat ini di gedung Club malam yang tidak terlalu tinggi, Hani sudah siap dengan senapan runduk! Dia berlindung di kamar pribadi paling atas di lantai 3 sedangkan Hana berjaga di sekitar untuk melindungi Hani.
Gedung ini sudah di kuasai penuh oleh Alda dan yang lainnya! Karena gedung ini di serang lebih awal oleh Alda dan yang lainnya dengan senyap. Gedung ini berjarak 1.5 km dari tempat Club malam yang besar yang sedang di jadikan pertemuan oleh divisi 2 dan 4 dari kelompok kalajengking merah.
Setelah persiapan penyerangan beres semua, Alda dan Dion langsung melakukan mobil kembali menuju target utama.
Club malam di pusat kota memang sangat besar! Bisa menampung ratusan orang sekaligus, inilah kelebihan dari Club malam pusat kota ini.
Banyak mobil mewah terparkir di sini, meskipun hujan deras tidak membuat Club ini sepi! Di tambah dari dua divisi yang berkumpul sehingga semakin ramai.
Orang-orang sedang berpesta dan bermain bersama, dari luar suara mobil menderu kencang.
Baaammmm..!
Mobil off-road besar menabrak pintu utama Club malam itu! Seketika orang yang sedang menikmati musik yang memekakkan telinga dan meminum langsung terkejut.
"Sial, orang bodoh mana yang membawa mobil hingga menabrak?" Bentak salah satu orang di sana, dia adalah orang kelompok kalajengking merah.
Dia emosi, sehingga langsung mendatangi mobil off-road yang kini berhenti di depan pintu utama, dirinya merasa hebat di sini sehingga sungguh berani.
Dor..!
Suara tembakan terdengar dari dalam mobil off-road yang menabrak pintu! Orang yang tadi ingin melangkah maju langsung terjatuh karena tertembak di bahu bagian kanan.
Orang itu langsung mengerang kesakitan sambil mencengkram pundaknya dengan dua tangan.
"Serangan ada serang!" Teriak orang-orang yang ada di dalam sana.
Yang tadinya asik berjoget dan minuman alkohol! Kini suasana menjadi hiruk pikuk di sana, orang-orang berlarian ke dalam Club malam karena takut tertembak oleh si penyerang.
"Orang-orang konyol, yang taunya hanya pesta...!" Ucap Alda masih di dalam mobil setelah menembak sekali.
Lalu dia turun setelah keadaan kacau, dia sengaja membuat kekacauan dulu! Agar orang-orang dari kelompok kalajengking merah turun dari langit dua dan tiga.
Mereka berdua melakukan penyerangan terbuka seperti ini hanya untuk memancing kemarahan dari kelompok kalajengking merah yang merasa sudah sangat berkuasa.
__ADS_1
Sehingga melakukan provokasi seperti ini agar mereka berkumpul di tempat penyerangan dari Alda dan Dion! Apa lagi di depan sana pandangan dari Hani sangat luas mengarah ke arah sini.
Ini memudahkan dia untuk mengeksekusi korban dengan mudah! Meskipun hujan deras namun laju peluru dari senapan runduk masih tetap presisi.
Setelah kepanikan di Club malam terbesar di kota Mako, Alda dan Dion menunggu di depan mobil mereka yang masih terparkir di pintu utama.
Pecahan kaca berserakan di mana-mana, membuat suasana menjadi lebih mengerikan! Di tambah ada satu orang yang tergeletak tidak jauh dari mereka dengan darah terus keluar dari dada yang sekarang di pegang dengan kedua tangannya, namun darah itu masih terus keluar dengan deras.
Erangan halus terus terdengar nafasnya terengah-engah, terlihat tubuhnya sedikit menggigil karena menahan rasa sakit akibat tertembak.
Alda dan Dion tidak simpati sama sekali! Karena orang yang di tembakan dari kelompok kalajengking merah.
Tidak butuh lama, puluhan orang menggunakan baju hitam dan senjata pipa berkumpul depan pintu utama setelah ada keributan.
Orang-orang ini dengan cepat bergerak ke tempat kejadian karena sering melakukan pertarungan jalan! Sehingga bila ada keributan langsung mendatangi tempat kejadian apapun yang terjadi, apa lagi ini adalah wilayah mutlak mereka! Sehingga datang dengan sombong dan megah.
Berharap bisa menyelesaikan masalah hanya dengan kata dan gertakan semata.
"Kaka ada serangan! Mereka menembak rekan Kaka...!" Ucap pengunjung yang ada di sana sambil menunjuk ke arah Alda dan Dion.
Melihat hanya puluhan orang yang datang, Alda mendesah! "Sial apa hanya segini orang yang mereka miliki?" Keluhannya dengan menggelengkan kepalanya.
Dia berharap yang berkumpul di sini adalah ratusan orang! Namun Alda tidak tahu bahwa sebenarnya divisi utama kelompok kalajengking merah hanya ada ratusan orang.
Sedangkan tiga divisi penyerang sudah di musnahkan olehnya, sehingga hanya tersisa sedikit! Apa lagi di sini sekarang hanya ada kelompok 2 dan 4 saja, jadi jumlah mereka hanya puluhan banyaknya.
Sedangkan anggota yang hampir ribuan itu adalah hanya preman jalanan biasa, sekarang mereka juga sedang menyebar karena ada instruksi dari ketua Gerry, di tambah mereka hanya bisa menggertak dan memanfaatkan nama kelompok.
"Apa yang kalian lakukan di wilayah kami?" Ucap seseorang dari divisi 2, sambil menunjuk Alda dan Dion dengan pipa besi panjang.
"Kami akan membantai kalian..!" Ucap Dion.
"Ha-ha-ha....!" Ledakan suara bergema di ruangan utama Club malam itu.
Gelegar...! Kilat menyambar dan suara guntur terdengar menindih suara mereka semua.
\=
__ADS_1
...