
Chapter 053. MEMBURU KALAJENGKING MERAH.
\=
Mereka sedang mengobrol, namun talkie walkie salah satu dari mereka berbunyi.
"Di luar sebelah selatan ada pergerakan yang mencurigakan!" Ucap seseorang di sebrang sana.
Seketika orang yang sedang mengobrol langsung terdiam seketika, seperti sudah di tekan tombol pause kepada mereka semua! Akhirnya salah satu dari mereka yang memiliki talkie walkie itu langsung menjawab.
"Terus awasi, jika yang datang si botak maka suruh dia cepat masuk! Kita akan segera mulai rapatnya!" Jawab orang itu menginstruksikan.
Di sana tidak ada jawaban, akhirnya mereka semua menunggu dengan diam.
*
Di luar pabrik yang terbengkalai.
Dion dan yang lainnya sudah mengendap-endap menyusuri dinding yang kokoh itu! Akhirnya mereka menemukan jendela yang sudah terbuka dan tidak memiliki kaca.
Dion melompat dengan cepat, lalu di ikuti oleh Alda setelahnya Hana dan Hani! Kini keempatnya sudah masuk ke dalam pabrik terbengkalai itu.
Alda langsung menggunakan bahasa tangan kepada Dion, lalu Dion mengangguk! Setelah itu Dion membawa Hani pergi ke arah berlawanan dari arah yang Alda dan Hana tuju.
"Kenapa kita berpisah?" Tanya Hana kepala Alda.
"Pabrik Iki sangat luas, jika kita tidak membagi kelompok yang lebih kecil bagaimana kita bisa memburu kalajengking merah itu?" Alda bertanya sambil menjelaskan sekaligus.
Dia berharap Hana tau maksudnya, namun dia kembali bertanya." Seharusnya lebih banyak orang itu lebih baik! Jika kita di serang kita masih bisa saling menolong!"
Alda hanya bisa mendesah.
"Huff, pemburu sama yang di buru biasanya lebih banyak yang mana?" Alda akhirnya bertanya lagi.
Dia terus menyelinap dari balik dinding ke dinding lain, meskipun di sini masih sangat sepi namun waspada lebih baik.
"Ahh, sekarang aku tahu!" Ucap Hana setelah membuat pertanyaan perbandingan itu.
Dia akhirnya tidak protes lagi bagaimana pengaturan Alda membagi kelompok lebih kecil. Sekarang Hana tahu siapa yang di buru dan siapa pemburu itu.
Keduanya terus menyusuri pabrik terbengkalai, ada beberapa ruang yang masih bersih dan ada yang sudah hancur lebur.
Trak...!
"Siapa itu?" Bentak dari ujung ruangan yang kini Alda berada.
Saat Alda melangkah ingin melihat di balik jendela, dia menginjak pecahan kaca dari jendela itu hingga pecah menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Wuuusss..!
"Aakkkhhh...!" Suara erangan dari sana langsung terdengar.
Baamm..!
Akhirnya terdengar orang jatuh ke lantai, meskipun suaranya cukup kecil namun keduanya masih bisa terdengar.
Hana melihat itu hanya bisa melongo, meskipun dia juga ahli beladiri namun melihat aksi Alda membuka dia sangat tercengang.
Bagiamana tidak, pecahan kaca yang di injak barusan langsung di gunakan sebagai pisau terbang dan mengenali tenggorokan orang itu dengan telak.
Alda melompat ke jendela tadi, lalu memeriksa orang itu! Setelah memeriksa dia tahu bahwa orang yang di bunuh ini benar-benar anggota kalajengking merah.
Karena setiap anggota, di bahu bagian belakangnya ada tato kecil kalajengking merah itulah kenapa Alda memastikan bahwa orang itu benar-benar kelompok yang dia cari.
Alda mengeledah tubuh orang itu, dia menemukan pistol yang hampir sama dengan pistol yang di berikan kepada Hani.
Lalu dia menemukan beberapa pisau belati, hingga beberapa uang dolar di saku orang itu, Alda hanya mengambil sesuatu yang nantinya cukup berguna baginya saja, sedangkan yang tidak berguna Alda tinggalkan.
"Apa yang kamu perlukan? Belati apa pistol?" Tanya Alda kepada Hana sambil menyodorkan keduanya.
Hana lebih memilih belati kecil, karena dia lebih nyaman menggunakan senjata seperti itu jika bertarung! Sehingga dia tidak mengambil pistol kecil di tangan Alda yang satunya.
Mereka langsung meninggalkan orang yang telah di bunuh itu begitu saja, setelah menyusuri ruangan setelahnya! Alda melihat ada beberapa orang yang sedang berpatroli.
Alda mengendap-endap ke arah mereka, dia merayap di balik dinding!.
Glatak..!
"Siapa di sana?" Ucap salah satu dari mereka. Dengan cepat tiga orang itu langsung menghampiri batu yang di lempar oleh Alda.
Drap..drap..!
Beberapa langkah menghampiri Alda dan Hani yang berada di balik dinding.
Baammm!
Kraakkk..!
Pukulan Alda langsung mengenai kepala salah satu dari mereka, setelah itu dia langsung menendang satu orang lagi hingga keduanya langsung terkapar.
Sedangkan Hana, menyayat sisa orang orang dengan cepat! Belati kecil itu langsung menancap di leher orang itu dan dengan sayatan lebar langsung tumpah darah segarnya.
Alda langsung mengeledah tubuh orang-orang itu, namun tidak menemukan banyak senjata di tubuh mereka hanya ada beberapa belati kecil.
Namun Alda tetap mengambilnya, setelah itu dia meninggalkan mayatnya begitu saja! Keduanya benar-benar memburu kelompok kalajengking merah.
__ADS_1
*
Di sisi lain, Dion malah lebih parah.
Dia tidak mengendap-endap lagi, melainkan langsung berhadapan dengan orang yang di temuin! Kini dia sudah membunuh lebih dari 20 orang.
Hingga Hani sudah ganti 3 pistol kecil yang dia rampas dari mayat orang-orang dari kelompok kalajengking merah.
Di ruangan yang ada di bawah tanah pabrik terbengkalai itu.
Orang-orang masih berkumpul, mereka masih menunggu si botak yang belum juga sampai.
Salah satu dari mereka sudah tidak sabar, hanya bisa terus mengeluh.
Salah satu dari orang yang ada di sana, langsung berdiri setelah melihat laporan dari anak buahnya.
"Max ada yang menerobos markas kita, anak buah kita di atas sudah banyak menjadi korbannya!" Ucap orang itu.
Baaammmm..!
"Sial siapa orang bodoh yang berani menantang kelompok kalajengking merah kita?" Max langsung menggebrak meja di depannya hingga botol di atasnya berhamburan ke mana-mana.
"Cepat, lenyapnya orang-orang itu! Jangan sampai berita ini bocor ke divisi lain." Max langsung memberikan peringatan kepada anak buahnya itu.
Lalu beberapa orang langsung bergegas ke atas, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di sana.
Dion yang membuat kegaduhan ini menjadi lebih parah dia masih berjalan dengan tenang, dia menuju pintu lift yang akan menuju ke ruangan bawah tanah di dampingi oleh Hani.
Di belakang mereka kini banyak terkapar orang-orang yang sudah di bantai oleh Dion dan Hani.
Braakk..!
Pintu lift di hadapan keduanya terbuka lebar, setelah itu sekitar 16 orang keluar dari sana bersama! Karena lift itu dulunya adalah lift barang sehingga sebanyak itu bisa langsung naik bersamaan.
Dion berhenti sekitar 15 meter dari lift yang terbuka itu, dia langsung mengamati orang-orang di sana.
"Siapa kamu?" Ucap max yang berjalan paling depan.
Dia melihat Dion dan Hani berdua saja, namun bisa membantai banyak orang! Sehingga langsung waspada terhadap keberadaan Dion dan Hani.
Baaammmm..!
Di sebelah kanan mereka berkumpul, pintu terbuka lebar karena di tendang! Lalu Alda muncul di sana bersama Hana.
"Kamu terlambat...!" Ucap Dion sambil memandangi Alda.
\=
__ADS_1
....