Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
242 PERTARUNGAN MENARIK


__ADS_3

Chapter 242. PERTARUNGAN MENARIK.


\=


Jalan di perbatasan distrik selatan dan kota Westa sudah sangat sepi! Pemilik kedai teh juga langsung ketakutan setelah melihat gelagat yang tidak baik.


Pemilik kedai sudah berpengalaman dalam hal situasi seperti sekarang, jika seperti ini pasti akan terjadi kerusakan.


Sehingga mereka langsung bersembunyi di dalam kedai! Ini juga kenapa kedai teh miliknya di bangun sangat sederhana, jadi jika terjadi kerusakan dan kerusakan maka akan murah dalam renovasi ulangnya.


Di depan kedai teh sederhana, dua monster bersaudara masih memandang Riko dengan sangat meremehkan! Namun Riko tidak peduli, dia masih saja saling berbincang dengan Dion.


Sedangkan satu orang kelompok Beruang Hitam masih belum sembunyi di belakang mobil sedan hitam milik Dion, dia juga penasaran ingin melihat pertarungan menarik.


Meskipun dalam hidupnya sering melihat pertarungan, dia juga ingin melihat para master saling bertarung.


"Nak kalian sangat tidak menghormati kami! Ternyata kalian ingin mati dengan mayat tidak utuh." Keluh salah satu monster bersaudara.


"Kak, jangan banyak bicara lagi! Hanya dengan sampah seperti mereka, kita tidak perlu banyak membuang waktu." Ucap adik dari dua monster bersaudara.


Riko yang di tegur langsung mengalihkan tatapan dia ke arah dua monster bersaudara, padahal dia tadi sedang berdiskusi dengan Dion bahwa cukup dia yang maju kali ini.


Karena sudah sangat lama dia tidak bertarung yang begitu menantang, karena memang di kota Emerald dia dan keluarganya dia sudah di bilang menjadi penguasa kota.


Sehingga tidak ada lawan yang berani terang-terangan melawannya di sana, namun di sini dia menemukan kesempatan sehingga dia meminta izin kepada Dion agar dia maju sendirian.


Namun baru juga mengobrol beberapa patah kata sudah di sela seperti tadi, sehingga dia sekarang cukup marah.


Wosss...!


Baaammmm..!


Suara keras terdengar seketika tenda beradunya dua pukulan yang saling berbenturan.


Riko tidak banyak bicara, dia malah langsung bergerak dengan cepat menuju salah satu dari mereka, lalu dengan tinjunya yang besar dia langsung memukul! Namun pukulan itu sepertinya bisa di tahan dengan mudah.


Kakak dari dua monster bersaudara mundur sampai tiga langkah ke belakang, sehingga sekarang yang posisinya berada di depan adalah adiknya.


Dia melihat serangan pukulan Riko tadi, langsung menangkisnya dengan pukulan pula! Namun setelah bentrok perkenalan tadi, kakak dari dua monster bersaudara langsung melebarkan matanya.


Dia sangat terkejut, karena tangannya sangat sakit! Setelah bentrok adu pukulan dengan Riko kepalan tangan langsung berdenyut sakit dan berwarna merah.

__ADS_1


Biasanya jangankan dengan pukulan orang, dengan tembok beton saja tangan dia tidak berdenyut sakit sudah seperti mati rasa, namun sekarang tangan itu memerah padahal sudah di penuhi dengan kapalan di sana.


Riko tidak bergeming, namun dia langsung mengelus tangannya sendiri sambil meringis kesakitan.


"Sial, tangan mu daging apa baja?" Keluh Riko sambil terus mengusap tangan kanannya, dia memang hanya namun sifatnya tidak angkuh dan merendahkan orang.


Jika orang itu hebat dan kuat, dia mengakuinya dengan tanpa malu! Jadi dia langsung berkata seperti itu.


Sedangkan kesombongan dari kakak dua monster bersaudara terlihat dari kata-kata dan perilakunya! Sehingga meskipun dia juga kesakitan dan benar-benar merah padam tangannya, namun dia tidak berani meringis kesakitan apa lagi mengusap tangannya sendiri.


Karena bagi dia itu seperti merendahkan kekuatan yang di milikinya! Jadi dia tetap terus memasang wajah angkuh, namun terlihat jelas tadi dia terkejut.


Begitu juga adiknya, dia juga terkejut! Dia baru pertama melihat kakaknya di dorong tiga langkah oleh lawannya dengan hanya satu serangan mendadak saja.


Lalu di tambah tangan kakaknya yang kuat itu memerah, kejadian ini dia lihat sudah sangat lama sekali saat keduanya baru belajar dalam beladiri.


Berlatih tiada henti siang dan malam! Hingga tangan keduanya memerah bahkan mengelupas karena terus memukul balok kayu yang kerasnya seperti besi.


Namun sekarang sudah lewat puluhan tahun, namun kejadian itu terulang kembali! Namun yang bikin terkejut itu di lakukan hanya dengan serangan pertama.


Apa lagi musuhnya juga menggunakan tengah kosong! Sehingga adik dari dua monster bersaudara langsung memberhentikan Riko yang sedang meringis kesakitan akibat bentrokan pukulan itu.


"Sial, dia ternyata sangat kuat!" Gumam dia dengan suara sangat lirih.


"Riko, tangan dia lebih keras kamu harus bisa menghindari pukulan langsung di area wajah!" Ucap Dion di belakang sana.


"Apa maksud mu?" Tanya Riko yang tidak paham.


"Agar setelah terkena pukulan, wajah ganteng mu tidak hilang." Jawab Dion dengan senyum cerah.


"Sial, kamu menghina ku!" Banyak Riko marah.


Memang dari segi ketampanan, Dion dan Riko labuh tampan Dion! Namun kata-kata itu seperti menyiratkan bahwa Riko tidak tampak jadi Riko marah dan langsung membentak.


Kata-kata Dion juga masuk akal, jika wajah Riko di pukul oleh tangan yang keras seperti itu akan langsung berdarah dan tergores cukup dalam sehingga meninggalkan luka dan membuat ketampanan menurun drastis.


"Jadi wajar kamu itu kelemahan kamu yang sebenarnya?" Ucap kakak dua monster bersaudara ingin memastikan.


"Jika seperti itu, matilah..!" Lanjutnya berucap.


Woooss..!

__ADS_1


Baaammmm...!


Pukulan kakak dua monster bersaudara mendarat di kedua lengan Riko! Suara keras kembali terdengar, Riko mundur satu langkah lebar dan Kaka dua monster bersaudara mundur dua langkah kecil karena gagal menyeimbangkan tubuhnya setelah memukul Riko.


"Uhhhh...!" Riko mendesah.


"Sial, tangan kamu seperti baja..!" Keluh Riko, dia langsung mengusap-usap bergantian kedua lengan yang tadi untuk melindungi wajahnya.


Serangan barusan sangat cepat dan memiliki power yang besar! Kakak dua monster bersaudara juga sudah mengeluarkan hampir keseluruhan tenaganya.


Namun yang dia tidak tahu, Riko sebenarnya hanya mengeluarkan setengah dari kekuatan dia! Namun yang Riko tidak bisa tahan adalah sakit di bagian kulit dan daging yang beradu dengan pukulan itu.


"Tidak mungkin!" Ucap kakak dua monster bersaudara dengan sangat terkejut.


Dia sangat terkejut karena dia sudah hampir mengeluarkan semua kekuatan yang dia miliki dalam pukulan tadi, namun Riko hanya mundur satu langkah besar dan tidak cidera sedikit pun.


Hanya mengalami kesakitan sebentar, itu juga terlihat seperti tidak natural! Malah seperti mengejek bahwa pukulan dia hanya membuatnya gatel.


Sehingga, wajar dia sangat terkejut seperti sekarang.


"Sekarang giliran ku..!" Ucap Riko.


Pertarungan itu malah seperti terlihat seperti pertarungan amatir yang di lakukan oleh anak-anak! Karena keduanya menyerang lalu berhenti sejenak untuk melihat situasi.


Tap..Tap..!


Riko melangkah lebar, namun setelahnya dia langsung mengayunkan kakinya ke arah bawah di bagian lutut kakak dua monster bersaudara.


Karena tidak bisa di tangkis dengan tangan yang sekeras baja itu! Mau tidur mau hanya menahan dengan tendangan juga.


Kraakkk..!


"Aaaahhhhkk...!" Jerit kesakitan melengking dari kakak dua monster bersaudara.


"Kakak...!" Teriak adik dua monster bersaudara dengan keras.


Lalu dia dengar cepat membantu kakeknya! Karena kelemahan dua monster bersaudara memang berada di kedua kakinya itu.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2