Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
247 KENCAN KEMBALI


__ADS_3

Chapter 247. KENCAN KEMBALI.


\=


Alda dan Hana sudah ada di dalam mobil, mereka menggunakan mobil milik Tama yang terdapat di garasinya! Sekarang Hana mengenakan terusan berwarna cream, di padu dengan sepatu but hak tinggi berwarna hitam, dengan rambut di gerai sederhana dan jatuh bebas.


Penampilan keduanya benar-benar sederhana namun bisa di bilang elegan dan sangat coco dengan tubuh keduanya! Bahkan Hana terlihat seperti nona muda keluarga kaya dari kota besar.


Dengan tempramen dia yang sangat elegan! Bahkan Alda terus melihat ke arah Hana untuk sekarang.


"Kamu menggunakan pakaian seperti itu benar-benar terlihat seperti nona muda yang banyak di kejar-kejar tuan muda." Ucap Alda sambil tersenyum.


Akhirnya Alda kembali fokus ke jalan, setelah berucap seperti itu! Dia tidak membutuhkan jawaban Hana, karena memang tidak perlu.


Dia melajukan mobil sport di jalan kota Westa yang sedikit macet! Karena bisa di bilang ini adalah kota metropolitan.


Sehingga jika jam kerja seperti sekarang banyak kendaraan yang berlalu lalang di jalan! Meskipun jalan kota sangat besar namun karena volume kendaraan yang banyak sehingga tetap macet.


Setelah Alda tidak memperhatikan Hana lagi, Hana melihat ke arah Alda! Dia tersenyum bahagia, di benaknya Hana sekarang, dia menyebut ini dengan 'kencan kembali' karena keduanya pernah keluar berduaan seperti sekarang dan Hana menyebutnya kala itu 'kencan pertama'.


"Memangnya kita akan kemana?" Tanya Hana mencoba mencairkan suasana.


"Entah, aku hanya ingin keluar saja! Bagaimana kalau kita melihat-lihat kota Westa ini." Jawab Alda sambil menyetir dan sesekali menengok ke arah Hana.


"Aku mengikuti saja." Hana tidak tahu apa yang harus di katakan, sehingga serasa obrolan mereka sangat canggung.


Padahal keduanya sudah di bilang kenal cukup lama, namun setelah Alda meminta kepada Hana untuk tidak memanggil tuan lagi, seketika membuat Hana selalu canggung dan tegang, tapi bahagia di hatinya.


Hana sekarang seperti gadis yang sedang kasmaran dan di berikan lampu hijau! Seharusnya dia tidak sulit untuk melangkah mendekat kepada Alda, namun entah kenapa Hana benar-benar merasa sulit sekali.


Setelah lewat beberapa menit, akhirnya mobil sport yang di kendarai oleh Alda sampai ke sebuah restoran khas dari kota Westa.


Restoran ini benar-benar bergaya kuno! Ada banyak lampu yang berwarna merah dan suasana yang megah.


Alda membawa ke sini karena daerah ini adalah simbol dari kota Westa, kalangan atas banyak berkumpul di sini! Sehingga menurut Alda sangat pas untuk menunjukkan diri kepada orang-orang malang atas, bahwa dia masih ada di kota Westa sekarang.

__ADS_1


Namun yang di harapkan bagi Alda adalah, dia dapat di lihat oleh para master luar negeri yang di kirim Bramantyo Button untuk membunuhnya.


Alda dan Hana masuk dengan elegan ke restoran kuno itu! Dengan cepat di sambut hangat oleh pelayan dan di tawarkan apa memerlukan ruang pribadi, namun Alda menolak dengan cepat.


Dia akhirnya memilih untuk makan di meja makan umum! Yang ada di lantai utama restoran kuno, meskipun ini umum karena yang datang ke restoran kuno ini kalangan atas tetap saja mewah dan elegan.


Semua dekorasi dan perabotan yang ada di dalamnya terbuat dari kayu yang unik! Dengan di terangi lampu kuning keemasan, sehingga menambah keeleganan ruangan itu.


Membuat nyaman untuk melakukan sesuatu, apa lagi hanya sekedar makan.


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau ada restoran kuno seperti ini di kota Westa?" Tanah Hana kepala Alda penasaran.


"Cukup mudah, di internet banyak bermunculan! Karena restoran ini susah ada sejak zaman kekaisaran sehingga mempunyai sejarah panjang." Jawab Alda, sambil melihat menu yang ada di depannya itu.


Dia melihat menu di depannya benar-benar menu makanan bangsawan era kekaisaran! Setelah melihat dia menjadi bernostalgia kepada keluarganya dahulu.


Karena setiap akhir pekan, saat dia masih kecil keluarga Button mengadakan pertemuan sederhana dan menyajikan makanan seperti ini.


Jajanan yang paling di sukai Alda adalah, kue bulan! Karena memang rasanya yang sangat enak.


Setelah makanan datang, Hana melihat itu dengan gembira karena dia belum pernah memakan masakan yang seperti itu! Karena dari penampilan saja tidak seperti makanan yang di sajikan di restoran modern dan warung era sekarang.


Apa lagi mangkuk dan piring yang di gunakan sangat keren! Malah terlihat seperti mangkuk dari peninggalan kuno, namun itu hanya replika yang hampir mirip.


"Ini sangat menakjubkan!" Ucap Hana setelah melihat semuanya dan mencoba mencicipi makanan yang sudah di sediakan.


"Ya, ini sangat enak!" Ucap Alda juga setelah memakan beberapa suap, namun seketika tidak terasa dia meneteskan air matanya.


Sejak dia masuk ke perguruan terpencil hingga sekarang, ini pertama kalinya dia meneteskan air mata dengan diam.


Awalnya Hana senang sambil terus mengunyah makanan dan terus sibuk memasukkan makanan lain ke mulutnya, namun setelah dia menatap ke arah Alda! Hana langsung tertegun karena melihat Alda yang meneteskan air matanya sambil makan dengan tenang.


Melihat seperti itu, dia tidak tahu harus berbuat apa! Namun akhirnya dia bergerak ke arah Alda dan mencoba menenangkan Alda.


"Tenang lah, aku dan yang lainnya akan selalu ada di sisi kamu Alda! Kami tidak akan meninggalkan kamu." Ucap Hana, sambil duduk di samping Alda dan mengelus dengan pelan pundak Alda.

__ADS_1


Hanya itu yang Hana bisa lakukan! Karena dia tidak tahu masalah apa yang sedang di hadapi Alda, sehingga dia hanya bisa mengubur bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Alda.


Merasakan sentuhan yang nyaman, akhirnya Alda kembali sadar! Dia langsung tersenyum dengan perlakuan Hana seperti sekarang kepadanya.


Karena dia merasakan kembali memiliki orang yang di kasihinya setelah kedu orang tuanya mati dan harus pisah dengan kakeknya!.


"Terimakasih Hana, untuk sekarang dan sebelumnya." Ucap Alda, dia merasa ini momen yang sangat bahagia.


Akhirnya keduanya lanjut memakan makanan dengan duduk berdampingan seperti tadi.


*


Di sisi lain.


Kota Katao, kediaman keluarga Button cabang 2.


Dengan cepat, orang kepercayaan Bramantyo Button masuk kembali ke kamar Bramantyo Button.


"Tuan muda, semua yang anda perintahkan sudah selesai! Para master luar negeri yang kita pekerjaan sudah masuk kota Westa pagi hari ini." Ucapnya dengan wajah bangga.


"Bagus Aron, kamu memang bisa di andalkan!" Ucap Bramantyo Button dengan senyum lebar.


Orang kepercayaan Bramantyo Button yang di panggil Aron, adalah orang yang di beli oleh kakeknya Certeo Button! Dia bernama Aron Tomuk.


Keluarga Tomuk, sudah banyak dia bantu oleh keluarga Button sebelumnya sehingga keluarga Tomuk harus balas budi dengan cara, Aron Tomuk harus menjadi orang yang bisa melakukan apapun keinginan Bramantyo Button.


Karena Bramantyo Button sekarang cacat sehingga dia butuh perwakilan yang cerdas dan kuat! Aron Tomuk adalah orang yang memenuhi itu semua.


"Tuan muda tidak perlu sungkan!" Ucap Aron dengan hormat, namun di kedalaman matanya terlintas bayangan gelap akan dendam.


\=


\=


....

__ADS_1


__ADS_2