Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
079 BERTINDAK


__ADS_3

Chapter 079. BERTINDAK.


\=


Alda melihat ke arah Hana dan Hani yang sekarang masih mempraktekkan gerakan memukul dan menghindar yang di ajarkan Alda! Entah sudah berapa ratus mereka mengulang keduanya melakukan gerakan itu.


Dion juga sama memandang kedua gadis itu, peluh keduanya langsung berjatuhan di rumput halaman belakang villa mewah milik Alda.


Dion mengangguk, karena meskipun baru dua hari! Namun gerakan keduanya sudah sangat bagus, terutama Hana! Dia sudah sangat lugas dalam menghindar dan pukulan dia sudah sangat bertenaga dan cepat.


"Kalian berdua, hari ini sudah cukup!" Ucap Alda.


Akhirnya Alda menghentikan mereka, Alda pikir keduanya yang sudah menguasai dasar dari beladiri sudah sangat bagus! Hanya saja haru lebih meningkatkan kekuatan dan kecepatan serangan yang di lancarkan mereka.


"Apa kalian ingin mempraktekkan gerakan tadi di pertarungan sungguhan?" Tanya Alda kembali setelah keduanya berhenti dan menarik nafas dalam-dalam.


"Aku akan mencobanya, karena penasaran dengan gerakan ini!" Ucap Hana.


Nafas dia terlihat cukup teratur, tidak seperti Hani yang berantakan karena terlihat kelelahan.


Hana maju ke arah Alda, namun dia menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke arah Dion.


"Tidak lawan aku, tapi lawan kamu Dion! Aku akan melawan Hani." Ucap Alda sambil tersenyum main-main.


Degg...!


Keduanya terkejut, apa lagi Hani! Dia tidak menyangka bahwa Alda sangat pendendam terhadap dirinya.


"Tuan Alda, tolong lebih lembut sedikit!" Ucap Hana yang merasakan kekhawatiran di hatinya.


"Tenang saja, aku bukan orang yang kejam! Aku memiliki batasan tersendiri." Jawab Alda.


Sambil berbincang dia berjalan ke arah Hani, melihat ini Hani tidak sadar mundur beberapa langkah! "Apa kamu takut? Bagaimana mantan pembunuh begitu pengecut! Eh apa masih menjadi pembunuh belum pensiun?" Cibir Alda kepada Hani.


Kali ini Hani tidak menanggapi, dia terngiang ucapan Dion bahwa Alda adalah orang yang paling kejam di antara ke empatnya! Setelah melihat ini dia akhirnya menyadari bahwa Alda memang benar-benar kejam.


Akhirnya Hani merasa menyesal telah memprovokasi Alda sebelumnya, bahkan ingin membunuh dia kedepannya! Akhirnya dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena dia sudah menyesal.


"Jangan hanya mundur, mana keberanian kamu sebelumnya?" Ucap Alda.

__ADS_1


Woooss..!


Alda langsung lari dan melompat, tanpa aba-aba! Dia menyerang Hani dengan pukulan ganas, pukulan itu benar-benar mematikan bukan seperti orang yang latih adu tanding.


Sreet..!


Hani tanpa sadar, langsung menghindari setelah merasakan bahaya mendekat! Lalu dia memukul dengan cepat ke arah Alda.


Baamm..!


Dua pukulan bertemu di udara, keduanya langsung mundur! Lalu Alda tersenyum.


"Ternyata kamu sudah belajar dengan giat selama dua hari ini!" Alda langsung memuji Hani.


Di sebelah sana, Hana hanya bisa tertegun! Dia tidak menyangka bahwa adiknya memiliki refleks yang sangat cepat, dia pikir tadi adiknya akan terkena pukulan Alda.


Bahkan dia hampir bergerak untuk menghentikan pergerakan Alda, jika saja Dion tidak menghentikan dia.


Hani masih tidak percaya, dia memegangi kepalan tangan kanannya yang merasa kebas setelah berbenturan dengan pukulan Alda, Hani masih tidak sadar bahwa dia melakukan gerakan itu dengan insting refleks tubuhnya.


Setelah itu dia tersenyum, lalu melompat-lompat kegirangan! Dia seperti mendapatkan hadiah besar dari orang yang di harapkan.


"Jangan senang dulu, tadi itu kekuatan satu seper 100 kekuatan ku!" Ucapan Alda seketika langsung membuat Hani yang sedang senang membeku di tempat.


Akhirnya dia sadar bahwa mengincar Alda adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.


Hana juga terkejut, dia memandangi Alda dengan tatapan kagum sekarang! Hanya 1/100 dari kekuatan Alda bisa membunuh orang biasa.


"Apa kamu akan mencoba?" Ucap Dion.


Dia langsung menyerang Hani tanpa peringatan, dia menendang ke arah kepala Hani yang tidak terlindungi.


Hani langsung menunduk untuk menghindari, setelah itu dia langsung melompat untuk menyerang Dion.


Baamm..!


Dion memblokir pukulan Hana dengan mudah, setelah itu dia mendorong Hana lalu menjauh.


"Pukulan yang cukup keras, aku yakin jika seorang amatir beladiri di serang seperti tadi pasti sudah terluka!" Dion mengomentari gerakan dan serangan Hana.

__ADS_1


Mendengar komentar itu, Hana yakin bahwa kekuatan dia memang sudah meningkat cukup banyak dari sebelumnya, di tambah refleks dia juga tambah bagus! Jika di kombinasikan dengan belati panjang senjata kesukaan Hana, maka akan menjadi serangan mematikan untuk lawannya.


"Baiklah, cukup untuk hari ini! Besok kalian ikut kami karena besok kita akan bertindak!" Ucap Alda, lalu dia langsung melangkah masuk ke dalam villa mewah.


Dia sudah lelah hari ini, karena bukan hanya melatih Hana dan Hani, dia juga melatih kekuatan tempur diri sendiri! Bahkan dia sudah berduel dengan Dion seperti yang sering dia lakukan di perguruan terpencil.


Dion juga langsung mengikuti Alda, dia tidak menoleh kepada kedua gadis itu yang masih terdiam di tempat masing-masing.


"Hani, apa kamu sudah lihat kekuatan tuan Alda barusan?" Ucap Hana, dia mendekat ke arah adiknya.


"Ya, sudah kak! Dia memang orang yang sangat mengerikan!" Jawab Hani, kini dia sudah mengakuinya.


"Maka dari itu, apa kamu masih ingat mempersulit diri sendiri?" Yang di maksud Hana adalah apa Hani masih ingat membunuh Alda di kemudian hari.


"Tidak kak, aku sekarang sudah tahu bahwa Alda bukan lawan kita berdua! Apa lagi masih ada tiga lainnya dari mereka." Jawab Hani.


Yang di maksud tiga lainnya dari mereka adalah Dion, Tama dan Riko! Namun jika Hani tahu bahwa masih ada lima lainnya yang masih ada di perguruan tersembunyi, Hani pasti akan sangat tertekan.


"Bagu lah jika seperti itu!" Ucap Hana senang! Dia tahu bawah adiknya adalah orang yang baik, namun dia kadang suka sombong di tempat yang salah.


Namun cara meluluhkan Hani, memang dengan cara membuatnya takut seperti yang di lakukan Alda! Itulah kenapa Hani tidak pernah membantah kakaknya karena Hani pikir kakaknya adalah orang terhebat di benaknya.


Keduanya akhirnya berjalan masuk ke villa besar milik Alda, dia juga sudah merasa sangat gerah! Apa lagi di pesisir pantai seperti itu berkeringat membuat badan keduanya benar-benar terasa lengket.


*


Hari berikutnya berlalu.


Kini Alda, Dion, Hana maupun Hani sudah berada di kantor Grup Brighton! Karena hari ini Alda mendapatkan kabar bahwa kelompok kalajengking merah sudah benar-benar bergerak begitu liar.


Informasi ini di dapat dari orang-orang kelompok Beruang Hitam yang setiap saat mengawasi pergerakan kelompok kalajengking merah.


Karena mereka sekarang sudah benar-benar fokus dalam pengawasan, tidak lagi direpotkan oleh pekerja mereka untuk mengisi perutnya, sehingga pengawasan mereka begitu efektif.


Jadi mereka mendapatkan berita begitu cepat, sebelum kelompok musuh benar-benar bergerak.


Alda yang sedang duduk di kursi samping paman Jo, ponselnya bergetar.


"Ya! Bagiamana Tama, apa yang aku minta sudah jadi?" Tanya Alda setelah mengangkat panggilan telfonnya.

__ADS_1


\=


...


__ADS_2