Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
191 GEMETAR KETAKUTAN


__ADS_3

Chapter 191. GEMETAR KETAKUTAN.


\=


Suasana di sana seketika menjadi sepi, setelah kedua belah pihak menyelesaikan panggilan telepon mereka masing-masing, lalu ada ketegangan setelah itu.


Tatapan dua anggota baru kelompok Beruang Hitam sangat tajam! Memang keduanya bisa di katakan petarung jalanan yang lumayan berbakat, sehingga para senior melihat kemampuan mereka yang lumayan bagus sehingga menerima mereka dan tidak memperdulikan sifat mereka.


Karena di sebuah kelompok mafia bawah tanah sikap tidak perlu! Hanya ada keberanian dan aturan.


Sayangnya keduanya melanggar aturan itu! Apa lagi yang di lawan kali ini bukan musuh melainkan pemimpin tertinggi kelompok Beruang Hitam itu sendiri, bukankah itu sebuah kesalahan besar.


Di dunia mafia keberanian itu sangat penting! Namun melanggar aturan adalah kesalahan besar, bisa jadi dia di hukum dengan kematian.


"Kalian semua akan habis! Kakak akan segera datang." Ucap salah satu dari mereka.


Kini rasa percaya dirinya sudah mulai melambung ke surga! Sepertinya dia sangat menikmati masa-masa itu.


"Aku beri satu kesempatan! Jika bisa pukulan mu itu mengenai badan ku meskipun hanya menempel akan ku pertimbangkan nyawa mu!" Ucap Dion, tatap dia sangat tajam saat berucap.


"Cuih, bocah tengil berani berlagak di hadapan kami." Sentak mereka, memang umur keduanya sudah lebih dari 30 tahun.


Sehingga melihat Dion yang di bawah mereka langsung menghina sebagai bocah tengil.


Itu juga karena ucapan Dion sangat arogan bila di katakan kepada lawannya! Sayangnya Dion memandang dia hanya bawahan dan karakter buangan.


Sehingga kata-kata seperti itu sangat wajar dan pas buat mereka! Namun sayangnya mereka memandang tinggi dirinya.


"Bedebah, banyak tingkah! Aku sangat marah sekarang." Ucap Tama, karena dia tidak tahan.


Bagiamana dia tahan acara makan-makan mereka di ganggu oleh dua cecunguk ini! Apa lagi dengan sikap dan ucapan yang arogan itu, membuat Tama tidak tahan.


Wooosss...!


Tap..Tap..!


Tama bergerak dengan cepat, hanya dua langkah lebar sudah berada di hadapan salah satu dari mereka.


Setelah itu dia mengangkat tangan dengan kuat dan cepat!.


Buukk..!


Kraakkk..!

__ADS_1


"Bufff..!" Langsung memuntahkan air liur bercampur darah dan gigi.


Dengan tinju milik Tama yang besar, sekali ayunan lengan langsung mengenai dagu orang itu hingga dagunya patah dan tiga gigi orang itu meloncat keluar.


"Apa..?" Salah satu dari mereka yang ada di sampingnya langsung terkejut, dia tidak yakin dengan kejadian ini.


Karena kejadian ini sangat cepat, bahkan dia tidak bisa merespon apa yang sedang di lakukan Tama terhadap temanya.


Dia langsung gemetar ketakutan! Karena temannya itu lebih hebat dari dirinya, namun di kalahkan hanya dengan sekali pukul.


Bahkan temanya itu terpental beberapa meter jauhnya hingga sekarang terkapar di aspal belakang jalan Niseng.


Melihat ini, Dion hanya bisa mendesah pasrah! " Huff, sudah lah! Padahal aku akan mengurus para bedebah yang mengaku anggota kelompok Beruang Hitam, namun dia turun tangan lebih dulu." Keluh Dion.


"Itu lebih praktis..!" Jawab Alda yang ada di samping Dion.


Hani kali ini setuju dengan Alda, bahwa gerakan Tama lebih praktis daripada harus menunggu pemimpin si penanggung jawab wilayah jalan Niseng ini.


"Kalian, akan mati setelah ini! Beraninya menyerang anggota kelompok Beruang Hitam! Kalian semua mampus." Ucap yang masih berdiri ketakutan.


Dia berucap seperti itu karena sangat percaya dan begitu mengandalkan kelompok Beruang Hitam.


Pak Datum hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia heran bagiamana bisa ada anggota yang tidak kenal pemimpin tertingginya bukankah ini konyol.


Dia merasakan seperti di tabrak truk tronton! Bahkan otaknya tidak bisa berpikir jernih, telinga dia terasa mendengung.


Kesadaran dia sudah kabur, matanya merah darah bahkan di sudut matanya sedikit ada darah yang mengenang.


Bisa di bayangkan pukul Tama sangat kuat, seperti kereta api yang meluncur keras lalu menabrak mobil kaleng.


Tama langsung kembali ke posisi semula, dia hanya mengajar orang yang tadi banyak omong! Apa lagi terlihat paling meremehkan mereka.


Tidak butuh waktu lama, pemimpin kelompok kecil yang ada di jalan Niseng datang dengan beberapa orang.


"Ketua ini...?" Ucap dia menggantung.


Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, dia pikir ketua di sini sedang melakukan apa? Sehingga setelah menerima telepon dari Dion langsung bergegas ke sini.


"Simon, apa dia anggota kelompok Beruang Hitam?" Ucap Dion sambil menunjuk orang yang masih berdiri.


Awalnya setelah melihat Simon dan beberapa orang lainnya datang dia sangat bersemangat! Bahkan ingin langsung datang ke hadapan Simon dan menuding Alda dan yang lainnya membuat onar.


Namun setelah Simon memanggil Dion dengan sebutan ketua, seketika dia langsung membeku! Otaknya berhenti bekerja, pukulan macam apa ini?.

__ADS_1


Itu adalah pukulan mental, karena orang yang di harapkan akan menolong dia. Malah langsung menunduk di hadapan musuhnya apa lagi dengan sebutan ketua.


Bukankah dia sedang melawan ketua kelompoknya yang sangat di banggakan itu! Jika saja dia tidak kuat mental, bisa jadi dia akan langsung gila.


'Apa ketua?' Pikiran dia sudah sangat kalut.


Sayangnya satu orang lagi sedang tidak bisa berpikir! Menahan rasa sakit yang datang saja sudah sulit apa lagi memikirkan kejadian seperti temanya dia tidak mampu.


"Ketua Dion, mereka baru bergabung dua hari lalu!" Ucap Simon sedikit gugup.


Dia langsung tahu, apa yang di maksud ketua Dion! Apa lagi setelah melihat tempat ini dia sudah langsung bisa membayangkan apa yang di lakukan oleh dua bajingan itu.


Dia sangat mengenal Dion, karena dia adalah orang lama yang bahkan mengenal ayahnya Dion! Jika dua bajingan itu tidak memprovokasi ketua Dion keduanya tidak akan terluka seperti sekarang.


"Tidak perlu di jelaskan, bereskan keduanya! Kedepannya jika orang yang masuk ke kelompok mu, seleksi dengan ketat! Ingat itu." Ucap Alda langsung memotong alasan Simon.


"Baik ketua, akan selalu aku ingat!" Ucapnya.


Bagaimana dia tidak akan mengingat! Dia dulunya adalah orang kecil, saat berjuang pertama kali melawan kelompok kalajengking merah saja dia masih orang kecil namun setelah kelompok Beruang Hitam besar seperti ini barulah dia naik seperti ini, malah akan di hancurkan oleh dia bajingan.


Seketika dia langsung marah!.


"Seret mereka! Akan aku urus nanti." Ucap Simon kepada orang di belakangnya.


Saat beberapa orang akan menyeret keduanya! Dari arah depan jalan Niseng ada empat orang hang datang dengan arogan.


Keempat masih mendongakkan kepalanya terlihat begitu sombongnya! Sehingga tidak begitu jelas melihat ke arah mereka, apa lagi sekarang malam hari! Di tambah penerangan di belakang jalan Niseng sedikit redup.


"Bedebah, siapa yang berani membuat masalah dengan orang-orang kelompok Beruang Hitam, kalian semua cari mati." Bentak orang yang paling depan, dia sambil menghisap rokok.


Asap di depan keempat orang itu cukup tebal, sehingga kedatangan mereka berempat sangat mendominasi.


"Sial, ada bocah idiot lagi yang datang!" Keluh Simon dengan lirih.


Suasana hatinya sangat kesal, dua orang bajingan tadi saja sudah sangat sulit dia membuli alasan kepada Dion, sekarang empat idiot datang lebih menyulitkan lagi untuk Simon.


Bagaimana dia tidak marah.


\=


\=


....

__ADS_1


__ADS_2