Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
056 KETUA GERRY


__ADS_3

Chapter 056. KETUA GERRY.


\=


Kini suara mobil Van besar langsung menderu dengan kencang di jalan yang tidak jauh dari pabrik yang sekarang sudah mulai terbakar hingga keluar, bukan lagi di bagian ruang bawah tanah pabrik itu.


Dion yang menyetir mobil, terus memandangi sepion tengah di dalam mobil untuk melihat ke belakang! Dia masih tidak percaya bahwa Gerry tidak muncul meskipun sudah mengancam Max mau menghancurkan gudang narkoba milik mereka.


Hingga akhirnya gudang itu di bakar, namun tidak ada reaksi di dalam kelompok Gerry!.


Namun Dion tidak terburu-buru, masih banyak kejutan yang besar untuk Gerry kedepannya.


Mobil Van yang di kendarai Dion kini melaju ke pusat kota Mako! Setelah satu jam berkendara Dion menghentikan mobil yang di kendarainya di sebuah kedai kopi yang kondisinya sangat kumuh.


Posisi kedai itu di pusat jajanan kota Mako! Namun temannya di pojokan yang sangat susah untuk di lihat pengunjung biasa, jika orang-orang itu tidak benar-benar jeli.


"Ini tempat apa teman?" Tanya Alda kepada Dion setelah sampai di depan kedai kopi yang kumuh.


"Semoga saja orang tua itu benar-benar ada di sini!" Jawab Dion yang benar-benar melenceng dari pertanyaan Alda.


"Apa kamu ke kedai kopi ini untuk mencari seseorang?" Alda penasaran.


"Ya, teman lama ayah ku!" Jawab Dion.


Lalu dia langsung turun, sedangkan Alda memberikan isyarat kepada Hana dan Hani untuk mengikuti mereka berdua.


Keempatnya kini masuk ke dalam kedai kopi yang benar-benar sangat kumuh, meja yang ada di dalam kedai itu sudah termakan usia! Kedai ini sudah seperti tempat yang benar-benar kuno.


Di dalam kedai kopi tidak ada pengunjung sama sekali, sedangkan di pusat jajanan jalanan itu banyak sekali kedai yang rame akan pengunjung! Namun kedi kopi ini tidak memiliki pengunjung satupun.


"Paman Jo, apa kamu di dalam!" Ucap Dion langsung berteriak.


Kletek...!


Setelah Dion berteriak, pintu dapur kedai itu terbuka seorang laki-laki yang cukup kurus keluar dari dalam dapur.


Wajahnya benar-benar terlihat kusam seperti seorang yang menanggung masalah besar! Rambut panjang yang tidak terurus hanya di ikat di belakang lehernya.


Laki-laki tua yang berumur sekitar 55 tahun itu memandang lurus ke arah keempat orang yang kini berdiri di kedai miliknya.

__ADS_1


"Apa kamu Dion?" Tanya laki-laki tua itu sangat serius.


"Paman Jo, apa itu anda? Bagaimana keadaan anda bisa seperti ini?" Tanya Dion tidak percaya.


Ingatan Dion dulu, saat masih sangat muda melihat paman Jo ini! Dia terlihat energik dan begitu bugar, namun sekarang terlihat tubuhnya begitu kering! Wajah dan tubuhnya tidak terurus dengan baik.


Berbanding terbalik seperti saat jayanya kelompok beruang hitam! Tubuh paman Jo begitu bersih dan rambut yang selalu tertata rapi dengan kumis dan brewok yang benar-benar terawat.


Dengan menggunakan jas dan sepatu kulit yang selalu rapi, namun sekarang begitu prihatin.


"Dion, kamu sekarang sudah dewasa! Kamu benar-benar mirip dengan ketua pada saat itu!" Ucap orang yang di panggil Jo itu.


Wajahnya seketika langsung basah oleh air mata yang entah kenapa langsung mengalir keluar! Padahal dari raut wajahnya bahwa paman Jo itu seperti orang yang benar-benar berkarakter kejam, namun dia langsung menangis setelah melihat Dion.


Alda, Hana dan Hani hanya bisa diam saja! Mereka tidak tahu apa yang di bahas oleh keduanya, sehingga lebih memilih diam saja.


Dion melangkah menghampiri paman Jo, lalu memegang tangannya yang terlihat kurus kering.


"Duduk lah, Dion! Kalian juga duduk, akan paman buatkan kopi!" Ucap paman Jo setelah tangannya di pegang oleh Dion.


Dia langsung mempersilahkan Alda dan yang lainnya duduk! Hingga akhirnya mereka duduk sehingga Dion juga ikut duduk, namun kepala dia masih terus memandangi pintu dapur setelah melihat paman Jo masuk ke sana untuk membuatkan kopi untuk mereka.


Di sisi lain.


Tepatnya di dekat dermaga kota Mako.


Terdapat gedung pencakar langit, di ruangan paling atas ada sekelompok orang yang sudah berkumpul dengan wajah yang sangat kusut.


Masing-masing dari mereka memakai pakaian berjas rapi dan mengenakan sepatu kulit yang mengkilap! Namun wajah mereka bisa di bilang sangar.


Di tambah dengan wajah yang sangat kusut, sehingga tidak enak untuk di pandang! Namun semuanya tidak memperhatikan raut wajah mereka masing-masing, malah lebih memilih sibuk dengan pemikiran sendiri-sendiri.


Ceklak..!


Pintu ruangan kantor itu di buka, seketika orang-orang yang wajah awalnya kusut sekarang berubah ketakutan! Karena kedatangan orang ini.


"Ketua, selamat datang!" Ucap semua orang dengan membungkuk hormat.


"Duduk...!" Ucap orang itu dengan singkat.

__ADS_1


Setelah itu dia duduk di kursi utama di meja yang panjang itu! Dia juga terlihat begitu tegang dengan keadaan seperti ini.


Setelah cukup lama keadaan ruangan itu hening, akhirnya suara helaan nafas orang yang tadi baru masuk terdengar.


"Heeehhhh...!"


"Katakan bagaimana kronologi yang sebenarnya?" Ucap orang yang di panggil ketua itu.


Sembilan orang yang hadir di sana tidak ada yang berani buka mulut terlebih dahulu! Hingga akhirnya orang yang di ujung meja berucap.


"Ketua Gerry! Aku sedikit tahu masalah yang terjadi!" Ucap orang itu dengan tenang.


Padahal dia berbicara seperti itu cukup gugup! Tapi dia berusaha untuk tetap tenang menghadapi ketua mereka yang jarang bisa di temui itu.


"Katakan!" Ucap ketu yang di panggil dengan nama Gerry itu.


"Karena daerah kekuasan aku yang paling dekat, sehingga aku sedikit tahu apa yang terjadi! Aku mendengar bahwa gudang kelompok kita yang di jaga oleh Max di serbu oleh orang." Ucap orang itu.


Lalu lanjut menceritakan yang dia tahu setelah itu menyambungkan dengan aksi membakar gudang narkoba itu! Hingga akhirnya polisi kota Mako mengetahui bahwa pabrik terbengkalai itu ternyata gudang narkoba.


Sehingga sekarang di sana di jaga ketat oleh pihak pemerintah dan kepolisian yang menangani anti narkoba.


Sehingga para mafia tidak berani bertindak di sekitar sana! Sedangkan mayat yang di temukan sudah terbakar habis bahkan hanya sedikit tulang yang tersisa.


Kelompok yang di musnahkan oleh Dion itu habis terbakar bersama semua obat terlarang yang di simpan di sana! Sehingga kasus ini sulit untuk di deteksi.


Cukup lama mereka berdebat di sana, dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Braakk..!


Saat semua orang sedang berdiskusi apa yang sebenarnya terjadi, salah satu orang dari kelompok utama milik Gerry itu masuk.


"Ketua lihat...!" Ucap orang itu dengan menunjukkan laptop yang di bawa olehnya.


Karena penasaran ketua itu langsung menonton video yang di putar di laptop itu dengan serius.


Setelah lama menonton wajah Gerry langsung terkejut "Luis..!" Wajah Gerry menegang tajam.


\=

__ADS_1


...


__ADS_2