
Chapter 246. MENAWAR HARGA.
\=
Mata hari semakin tinggi! Embun pagi juga sudah menghilang, tapi mereka masih di halaman belakang kediaman keluarga Aditya.
Hana sekarang sudah basah oleh keringat, sedangkan Alda masih terlihat biasa-biasa saja, bahkan bisa di lihat bahwa dia masih sangat fit.
Hani melihat di samping hanya melongo, dia pikir kakaknya hanya main-main saja dengan Alda dari awal! Namun nyatanya Hana sudah mengerahkan semua kemampuan yang dia miliki saat ini untuk melawan Alda.
Itu juga instruksi dari Alda sebelum keduanya mulai bertarung! Namun yang Hani pikir karena kakaknya yang jatuh hati kepada Alda sehingga, kakaknya tidak ingin memukul Alda dengan keras.
Karena semenjak keduanya mulai berlatih, dia pikir kekuatan kakaknya sudah sangat meningkat pesat! Sehingga bisa sebanding dengan Alda dan yang lainnya jadi bisa mempunyai pemikiran seperti itu.
Alda menatap tubuh indah dan kaki jenjang milik Hana, keringat berjatuhan dari dagu Hana yang terlihat sedikit runcing! Mata indahnya menatap balik Alda yang ada di depannya.
"Sepertinya kekuatan kamu memang benar-benar sudah meningkat pesat! Namun masih kurang jika lawan kamu adalah para master." Ucap Alda dengan tenang.
"Ya, aku mengerti itu tu..!" Ucapan Hana terhenti di sana, karena dia akan berucap 'tuan' namun jari telunjuk Alda langsung bergoyang untuk menginterupsi ucapan Hana ini.
"Aku mengerti Alda..!" Lanjut Hana dengan suara yang lirih saat dia menyebutkan kata Alda.
"Bagus seperti itu lebih baik." Jawab Alda sambil tersenyum tipis.
Setelah itu, dia langsung duduk di kursi kayu yang ada di sana! Karena sesi latihan dengan Hana sudah selesai menurut dia.
Sekarang kekuatan bertarung Hana sudah sangat bagus dan tinggi! Mungkin hanya beberapa orang yang mendekati master yang bisa melawan Hana dengan seimbang.
Hana tertunda malu, namun hatinya sangat senang dengan keadaan seperti sekarang! Malah dia berharap bisa memandu kasih kedepannya dengan Alda.
Saat keduanya sedang mengobrol, Tama keluar dari rumah.
"Alda, keluarga Readbulld menawar harga melalui keluarga Aditya untuk tanah lapang yang kamu dapatkan dari pelelangan." Ucap Tama namun masih berdiri jauh dengan Alda, Hana dan Hani.
"Abaikan saja mereka, kita tidak membutuhkan uang!" Jawab Alda setelah menoleh ke arah Tama.
__ADS_1
Memang yang di katakan benar, bisnis keluarga Button tersebar di seluruh negeri! Bahkan sampai ke luar negeri, dari pertambangan hingga perusahaan energi keluarga Button milik.
Itu hanya keluarga utama! Jika di gabung dengan keluarga cabang dan keluarga pecahan, maka hampir 60% total bisnis di negara Trukotan ini di pegang oleh keluarga besar itu.
Sedangkan, 40% lainnya di pegang oleh keluarga besar lainnya! Kengerian negara Trukotan ini hanya kurang dari 5% yang di pegang oleh asing, semuanya di pegang oleh orang lokal.
Sehingga negara maju dan besar lainnya sedikit menahan diri jika ingin bermusuhan dengan negara ini.
"Bagus, aku juga mengharapkan ucapan yang kamu keluarkan seperti ini!" Jawab Tama sambil mengacungkan dua jempol tangannya tanda dia sangat mendukung.
"Baiklah, jika seperti itu! Aku pergi dulu, ada pertemuan bisnis." Lanjut Tama berucap kepadanya.
Alda hanya mengangguk, sepertinya Tama memang sudah masuk ke dunia keluarganya! Karena dia adalah tuan muda tertua sehingga kakeknya berharap banyak kepadanya.
Setelah itu Alda merenung! Mungkin kah dia juga akan sangat sibuk jika dia pulang ke kediaman keluarga utama Button di kota Katao kedepannya.
Akhirnya dia hanya bisa menggelengkan kepalanya! Karena memang itu sesuatu yang belum pasti sehingga dia tidak ingin memikirkan sampai sejauh itu.
Yang dia pikirkan sekarang, dia harus segera mendapatkan daftar master kuat dari luar negeri yang masuk ke kota Mako dan sekarang ke kota Westa.
*
Setelah membuka, ternyata di sana susah ada pesan masuk! Ternyata itu daftar dari nama-nama para master luar negeri dan ada juga asal negara dan kota mereka.
Lalu Alda membaca lebih detail prestasi mereka, setelah membacanya lebih dari 10 menit! Alda sekarang tahu bahwa para master yang datang untuk membuat masalah dengan dirinya adalah orang-orang yang di negaranya bisa di bilang di buru karena melakukan banyak kejahatan.
Alda masih merenung! Dia sedikit bingung apa yang harus dia lakukan, karena dia tahu di kota ini dia sudah memiliki musuh berat seperti keluarga Readbulld.
Apa lagi dia langsung menolak tawaran harga yang di ajukan oleh keluarga Readbulld kepada dia lewat keluarga Aditya! Karena yang Alda pikiran tentang tanah itu memiliki potensi yang sangat besar.
Sehingga dia tidak berminat sedikitpun melepaskan! Jika dia ingin melepaskan sebelumnya, dia tidak akan mengajak Rizal dan rekannya ke kota Westa.
Saat sedang berpikir apa yang akan di lakukan, ponselnya berdering ada panggilan masuk! Saat melihat itu adalah Dion.
"Ya, Dion! Apa ada yang tidak beres lagi?" Ucap Alda setelah menjawab panggilan itu.
__ADS_1
"Alda, aku sudah menemukan fakta! Bahwa para master yang pergi ke kota Westa berjumlah sekitar dari 7 orang! Mereka semua adalah master kuat yang menjadi buronan di negara mereka masing-masing." Ucap Dion langsung menjelaskan apa yang dia tahu.
Alda mengerutkan keningnya, karena informasi milik Dion berarti juga sangat kuat! Karena bisa mendapatkan informasi yang sama yang keluarga Button milik sebelumnya.
"Baiklah, aku mengerti! Terimakasih susah memberikan informasi ini." Jawab Alda dengan suara yang tulus.
"Tidak perlu di pikirkan! Apa kamu butuh bantuan? Jika butuh aku bisa membantu kamu dengan segera." Dion langsung mengusulkan, karena dia tahu bahwa kekuatan para master itu sangat luar biasa.
"Tidak perlu, informasi itu saja sangat membantu." Jawab Alda.
"Maaf Alda, aku dan Riko hanya bisa menahan dan membunuh tiga dari mereka semua! Sehingga kaku akan kesulitan di sana." Keluh Dion, terdengar dari sebrang sana.
"Tidak perlu di pikirkan! Lebih baik kalian fokus dengan proyek yang sedang berjalan sekarang di kota Mako saja! Karena kedepannya itu akan sangat membantu kita." Ucap Alda mengingatkan kepada Dion bahwa proyek dari perdagangan internasional dan pusat transit dunia itu bakal membatu kelompok mereka kedepannya.
Akhirnya setelah mengobrol panjang dan penting! Alda memutuskan sambungan telponnya.
"Sepertinya aku harus keluar untuk membuat para master itu terpancing dengan keberadaan aku di kota Westa ini!" Ucap Alda dengan senyum misterius.
Karena jika terus di kediaman keluarga Aditya, maka para master luar negeri bisa di pastikan hampir 80% tidak akan berani bertindak, karena keluarga Aditya bukan keluarga sembarangan di kota Westa ini.
Sehingga dia memilih untuk keluar dari kediaman keluarga Aditya ini.
Akhirnya dia keluar dengan mengenakan pakaian formal! Jas hitam sederhana namun elegan di padu dengan kemeja biru laut tanpa dasi dengan celana cinos senada dengan jas yang di kenakan.
Setelah dia keluar dari kamar yang di huni beberapa hari ini, dia bertemu dengan Hana yang masih mengenakan pakaian rumahan karena habis mandi juga.
"Tu..Alda kamu mau kemana?" Ucap Hana, tadinya akan memanggil Alda dengan sebutan tuan, akhirnya dia ralat.
"Keluar, apa kamu mau ikut?" Ucap Alda mengajak Hana
"Mau...!" Jawab Hana dengan cepat.
"Baiklah, aku tunggu di ruang tengah..!" Alda langsung berjalan menuju ruang tengah, dengan cepat Hana langsung lari kembali ke kamarnya dia berlari sangat cepat seperti di kejar waktu penerbangan pesawat yang terakhir dalam tujuannya.
\=
__ADS_1
\=
...