
Chapter 154. MENJADI PATUH.
\=
Kini hari sudah menjelang siang! Panasnya udara di pesisir pantai membuat orang-orang engan untuk melihat keindahan pantai.
Karena villa mewah milik Alda ada di pesisir pantai, sehingga di luar villa sangat panas! Kini Alda dan Hana ada di kamar perawatan sedangkan Dion dan Tama di ruang tengah menikmati minuman dingin.
Karena cuaca panas seperti ini paling enak bersantai dengan minuman dingin dan manis.
Kini Hana sangat kasihan kepada adiknya, dia membantu mengobati luka luar adiknya! Sedangkan Alda dengan enggan akhirnya membetulkan posisi tulang kaki Hani yang terkilir.
Kaki Hani dua duanya di perban dengan kain kasa! Karena hanya luka ringan dan beberapa luka luar sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengobatinya.
Wajah Hani terus saja di tundukkan, dia tidak berani melihat Alda maupun kakaknya! Karena dia merasa bersalah, jika dia tidak terus berbicara kurang ajar dengan Alda kakaknya tidak akan canggung seperti sekarang.
Setelah melihat ini, hati Hani merasa sakit dan kasihan kepada kakaknya! Apa lagi setelah mendengar ucapan Alda sebelumnya bahwa Hana terlalu memperdulikan Hani sehingga dia tidak berkembang pesat.
Dengan kejadian ini, dia sekarang mulai bertekad! Bahwa dia akan menjadi patuh kepada kakaknya maupun kepada Alda kedepannya.
Jika Alda tahu tekad Hani ini, dia akan menertawakan Hani habis-habisan! Karena bocah tinggi hati seperti Hani bisa-bisanya punya tekad untuk patuh terhadap orang lain.
"Kalian berdua istirahat lah di rumah beberapa hari ini, agar tubuh kalian bugar kembali!" Ucap Alda, setelah itu dia langsung keluar.
Padahal Hana ingin mengatakan sesuatu, namun melihat Alda sudah keluar hanya mulutnya saja yang terbuka tapi tidak bisa berbicara.
Hani melihat itu hanya bisa tersenyum pahit! "Kak maafkan aku! Aku tidak bermaksud seperti ini, kedepannya aku akan mendengarkan nasehat kakak." Ucap Hani.
Ini adalah pertama kali dia berbicara setelah di berikan pelajaran keras kepala Hani, sebenarnya tidak keras hanya saja caranya yang membuat Hani tidak bisa menerima.
Hanya dengan menyentuh wajahnya lalu di dorong dengan sangat oleh Alda! Dia sampai terluka hingga terbaring seperti ini.
Dia merasa bahwa dengan satu jari Alda dirinya bisa di kalahkan dengan mudah! Padahal dia berpikir setelah berlatih siang dan malam bersama kakaknya dia akan bisa mengalahkan Alda.
Namun itu hanya impian belaka! Itu juga sebagai motivasi dia giat belajar beladiri karena ingin mengalahkan Alda, namun setelah merasakan ini akhirnya dia menyerahkan.
__ADS_1
Bagiamana dia bisa mengalahkan Alda! Sedangkan kakaknya saja yang dia anggap dia hebat tidak bisa bergerak sedikit pun di hadapan Alda.
"Bagus, kita susah di berikan kehidupan kedua oleh tuan Alda! Bahkan kehidupan ini lebih nyaman dari pada saat kita belum mengenalnya! Sebaiknya kedepannya kamu patuh saja kepada tuan Alda." Jawab Hana.
"Baik aku akan menurut!" Dia langsung setuju, karena ini memang sudah Hani niatkan sebenarnya.
Dia tahu, bahwa kakaknya akan senang! Setelah itu Hana langsung tersenyum dan memeluk Hani dengan erat, setelah itu terdengar Hana menangis dengan lirih.
Mendengar tangisan di dekat telinganya! Membuat Hani juga ikut menangis, dia menangis karena merasa bersalah telah membuat Hana sedih dan sulit.
Meskipun usia mereka hanya beda 2 tahun lebih, namun Hana benar-benar selalu melindungi Hani setiap saat.
Akhirnya di ruang perawatan, dia wanita cantik itu menangis dengan lirih! Keduanya terus berpelukan tanpa berkata apa-apa lagi, hanya dengan seperti itu hubungan mereka akan terjalin lebih dalam.
*
Di ruang tengah.
"Alda, orang-orang dari Grup Aditya sudah datang! Mereka langsung menuju ke kantor pusat Grup Radcliffe." Ucap Tama setelah melihat pemberitahuan dari ponselnya.
Dion dengan cepat menghubungi paman Jo, seperti apa yang di sarankan Alda.
Sedangkan dia sendiri mengirim pesan kepada Daniel Radcliffe, bahwa paman Jo sebentar lagi akan menuju ke sana untuk membahas tentang kerjasama yang telah di rundingkan sebelumnya.
"Tama, apa kehidupan di kota Westa begitu nyaman sehingga kemampuan mu tidak meningkat sedikit pun?" Tanya Alda setelah meletakkan ponselnya.
"Di sana semuanya sudah di sediakan! Bahkan jika ingin keluar harus ada pelayan pribadi dan pengawal." Jawab Tama jujur.
"Ha-ha-ha,,, kehidupan tuan muda memang sempurna!" Alda langsung tertawa.
Dia menertawakan Tama bukan karena apa-apa, yang buat dia tertawa seperti itu karena keluarga Tama sampai menempatkan pengawal di sisi Tama! Dia yakin hanya para monster tua yang bersembunyi di pegunungan dan orang-orang yang memiliki bakat mengerikan yang bisa membahayakan Tama.
Bahkan Alda yakin, di kota Westa yang besar itu mungkin bisa di hitung jari orang yang sanggup melawan dan bertahan lebih dari 10 jurus milik Tama.
"Aku terbayang dirimu mirip tuan muda ayam sayur yang beberapa hari lalu kita lawan!" Dion menimpali.
__ADS_1
Memang Dion tidak menganggap sedikitpun tentang beberapa tuan muda yang terus membuat masalah kepada mereka.
"Apa di kota ini banyak yang mencari masalah dengan kalian?" Tama terlihat antusias.
"Apa kamu tertarik? Kami sedang membangun konflik dengan keluarga Jink dari ibu kota, jika tertarik bisa ikut bergabung." Ajak Alda.
Jika Tama bergabung, maka melawan keluarga Jink tidak perlulah banyak tenaga dan anggota.
"Sepertinya menarik! Baiklah aku bergabung." Tama langsung setuju tanpa pikir panjang.
Ini adalah kesempatan dia saat di luar, mungkin ke depannya dia akan sulit lagi bertemu dengan Alda dan Dion jika tidak ada keperluan mendesak.
Sehingga dia tidak ingin ketinggalan kesempatan ini! Jika musuh benar-benar memiliki kekuasaan besar maka ini adalah ajang latihan yang sepadan.
Tama kembali teringat, saat beberapa orang dari mereka menjalankan misi di luar negeri atas perintah dari gurunya! Kesempatan seperti itu mereka berebut, karena bisa keluar dari perguruan terpencil untuk sementara juga sebagai ajang latihan.
Karena setiap misi itu, pasti memiliki ancaman kematian jika kemampuan individu tidak memadai, karena mereka akan bertarung dengan perguruan lain dan dari negara lain maupun organisasi internasional yang kuat lainya.
Sehingga ini seperti pelatihan khusus! Sayangnya misi seperti ini jarang terjadi, sehingga pengalaman hidup dan mati mereka semua tidak banyak.
Itu juga di karenakan, perguruan mereka yang terlalu tertutup! Sehingga tidak ada banyak orang yang tahu, jadi perguruan hanya menerima permintaan yang sangat sedikit.
"Bagus, aku perkirakan! Mereka akan datang mungkin malam ini atau besok maupun lusa!" Yang di maksud Alda adalah keluarga Jink mengirimkan orang.
Karena dari petunjuk yang ada, Roland Jink akan manyak menceritakan kejadian di kota Mako ini.
"Aku sangat menantikan itu...!" Jawab Tama sambil menggosok-gosokan telapak tangan satu sama lainnya.
Waktu terus bergulir, keluarga Jink di ibu kota saat ini sedang kasak-kusuk! Mereka menunggu Roland Jink maupun Sem Broko sadarkan diri.
Sedangkan orang-orang yang terluka di kota Mako sebelumnya sudah di bawa kembali ke ibu kota! Saat ini di ketahui membuat taun besar Jink sangat marah.
Karena baru kali ini, kehormatan keluarga Jink ada yang berani menginjak-injak! Padahal dari dulu keluarga Jink tidak ada yang berani mengusiknya.
\=
__ADS_1
...