
Chapter 125. KELUARGA DORMAN BERNASIB SAMA.
\=
Alda tersenyum puas melihat itu, lalu dia memberikan kontak mata dengan Dion! Setelah itu Alda pergi ke arah Reyes Dorman.
"Sekarang giliran kamu!" Ucap Alda.
Lori Dorman tidak tahu apa yang akan di lakukan Alda dengan kertas kosong itu! Namun sebagai pemimpin Grup Dorman dia merasa kekhawatiran di hatinya, jika ada tanda tangan dan nama di atas meterai pasti akan menimbulkan kerusakan besar di Grup Dorman.
Keluarga Dorman susah di takdirkan mereka bernasib sama dengan kelompok kalajengking merah! Properti miliknya akan di ambil alih.
Karena property keduanya melalui jalur legal, maka Alda sedikit repot! Sedangkan wilayah milik kelompok kalajengking merah itu ilegal sehingga mudah hanya dengan kekuatan saja untuk menguasainya.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Ucap Lori Dorman ketakutan.
Dia sekarang benar-benar sangat menyesal mengikuti keinginan anaknya! Namun akhirnya tidak bisa melawan malah mereka yang sekarang di pojokan.
"Tanda tangan saja! Mungkin ini akan menyelamatkan nyawa mu!" Jawab Alda dengan gampang.
"Sebaiknya kalian pergi dari kediaman kami! Ini kota Mako jangan sembarang bertindak!" Bentak Lori Dorman.
Setelah dia sadar keberanian dia kembali datang, apa lagi setelah ingat ini adalah kota Mako sedangkan keluarga Dorman adalah keluarga atas di sini.
Apa lagi dengan pendukung yang di milikinya, sehingga dia langsung berani'.
"Baiklah jika tidak mau!" Jawab Alda seperti tidak memaksa sama sekali.
Baammm..!
Kraakkk..!
"Aaaahhhhkk...!" Jerit Lori Dorman, dia di buat berlutut di lantai hingga lututnya hancur tempurung lututnya berpindah ke belakang.
Bahkan lantai halaman depan kediaman keluarga Dorman sedikit retak karena tekan itu sangat kuat.
"Maka akan di siksa seperti tuan Gerry!" Lanjut Alda berucap lirih di samping telinga Lori Dorman.
"Kamu akan mati! Keluarga Dorman tidak sesederhana itu." Ucap Lori Dorman dengan tidak terima.
Alda mengerutkan keningnya, dia tidak ingin orang-orang besar tahu terlebih dahulu! Namun Lori Dorman mengeluarkan ponselnya dan ingin menelepon.
__ADS_1
Dengan cepat, Alda menendang ponsel itu hingga terjatuh dan pecah.
"Apa aku akan membiarkan itu." Ucap Alda dengan dingin.
Pemimpin divisi 6 mundur selangkah demi selangkah! Dia ingin kabur.
Namun terdengar suara teredam pistol yang menembak! Sehingga langsung mati di tempat setelah peluru menembus pelipisnya.
"Sudah ku bilang, jangan bergerak lagi!" Hani langsung berucap.
Orang-orang dari divisi 6 gemetaran, dia melihat pemimpin divisi 6 sudah mati! Di sisi lain ketua Gerry juga sudah hampir mati.
Setelah mendengar tembakan, Dion juga sudah puas akhirnya dia langsung membunuh Gerry dengan mematahkan lehernya.
Suasana semakin kacau, Lori Dorman hanya bisa pasrah.
"Akan aku tanda tangan! Tapi dengan satu syarat lepaskan aku!" Ucap Lori Dorman dengan tatapan memohon.
"Ok aku akan pertimbangkan untuk melepaskan kamu!" Jawab Alda.
Setelah itu dia menyodorkan kertas itu, dengan cepat Lori Dorman melakukan tanda tangan.
"Aku melapangkan kamu, sesuai janji...!" Ucap Alda dia berbalik dan berdiri di belakang.
Kerak..!
Dor.. dor..!
Hani menembak Lori Dorman, melihat dadanya di tembak Lori Dorman seketika tertegun dan merasakan sakit! Kesadaran dia masih sedikit ada.
"Tuan Alda melepaskan kamu! Tapi aku tidak." Ucap Hani.
Dia kini terlihat sangat agresif, apa lagi setelah di maki-maki oleh Reyes Dorman dia ingin memusnahkan Keluarga Dorman secepatnya, namun dia tidak berani mendahului Alda.
Akhirnya setelah kesempatan datang, Hani langsung membunuh Lori Dorman dengan kejam.
Lori Dorman tidak terima, ingin dia berteriak namun setelah itu hanya darah yang keluar dari mulutnya dan mati.
Di sebelah sana, setelah Dion membunuh ketua Gerry dia langsung membunuh sisa dari kelompok kalajengking merah yang ada di sana.
Kini keadaan Heni meskipun udara malam sejuk setelah hujan! Namun bau darah menyesakkan dada masing-masing orang yang ada di sana.
__ADS_1
Terutama pelayan dari kediaman keluarga Dorman, mereka masih ketakutan setengah mati! Karena mereka belum pernah melihat adegan berdarah seperti ini.
"Baiklah di sini sudah beres..!" Ucap Alda.
"Setelah ini segel keluarga Dorman mereka yang melihat ini agar tutup mulut! Kalian berdua yang urus ini." Lanjut Alda berucap kepada Hana dan Hani.
Hanya yang sedari awal jarang bergerak karena sering menjadi penjaga kini melihat Alda yang sudah masuk ke dalam mobil mobil yang sudah setengah hancur.
Dion langsung mengikuti Alda, setelah itu suara mobil yang di bawa Alda menderu! Kini Alda yang membawa mobilnya karena Dion seperti sedang tidak ingin bicara setelah membunuh Gerry musuh lama ayahnya.
"Paman Jo, apa paman masih di perusahaan sekarang?" Ucap Alda setelah sambungan telepon terhubung.
"Ya tuan Alda! Saya masih memantau kelompok Beruang Hitam!" Jawab paman Jo dengan jujur.
"Bagaimana situasinya?" Tanya Alda ingin tahu.
"Mereka hanya kelompok kecil, sehingga kelompok Beruang Hitam kita dapat memuaskan mereka dengan mudah, saya yakin....! " Paman Jo menjelaskan apa yang telah Beruang Hitam lakukan malam ini.
Mendengar itu Alda hanya tersenyum, dia mengerti bahwa orang-orang yang di latih oleh Doni pasti tidak akan mengecewakan.
Malam ini berlalu.
*
Kini hari sudah menjelang pagi.
Paman Jo sebagai direktur dari Grup Brighton terus bekerja semalaman, di temani oleh Rizal dan beberapa anggota lainnya.
Apa lagi setelah menerima perintah dari Alda, bahwa mereka harus mengakuisisi Grup Champion Ship dan Grup Dorman dengan harga serendah mungkin.
Lalu mereka langsung menghubungi orang dari dua perusahaan tersebut! Meskipun berjalan dengan banyak kendala namun dengan tanda tangan direktur Grup masing-masing akhirnya terselesaikan.
Setelah pagi hari orang-orang kembali sibuk bekerja, Grup Brighton langsung mengadakan konferensi pers bawah dua Grup besar di kota Mako kini sudah di akuisisi penuh oleh Grup Brighton dengan harga yang tidak di publikasikan.
Karena banyak tekanan, akhirnya Grup Champion Ship dan Grup Dorman juga melakukan konferensi pers bahwa berita itu benar.
Akhirnya kota Mako langsung di landak kehebohan, saham milik Grup Brighton langsung melonjak tinggi! Karena sangat di percaya akan menjadi Grup paling besar dan berkuasa di kota Mako.
Bahkan banyak uang beranggapan Grup Brighton ini akan menembus pasar nasional tidak lama lagi bahkan ada yang bilang pasti bisa menebus pasar global dan menjadi perusahaan multi nasional.
Tidak hanya Grup Brighton yang kini di sorot! Ada Grup lain yaitu Grup Radcliffe karena telah menjalin kerjasama terbuka sebelumnya! Bahkan karena hanya satu-satunya Grup maupun perusahaan besar yang bisa bekerja sama dengan Grup Brighton! Ialah Grup Radcliffe, sehingga sekarang keluarga Radcliffe menjadi sorotan banyak pengusaha atas di kota Mako ini.
__ADS_1
\=
...