Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
140 TERNYATA PENGECUT


__ADS_3

Chapter 140. TERNYATA PENGECUT.


\=


Ucapan Alda tidak begitu keras, namun suara ucapannya terdengar oleh orang-orang di sekitar sana! Sehingga orang yang tidak mengenal Alda mengerutkan keningnya.


Apa lagi tuan muda kedua keluarga Jink! Dia melihat dengan tatapan yang sangat membunuh.


Dia adalah orang hang paling tidak bisa di ganggu dalam urusannya! Apa lagi setelah melihat banyak bawah dia kalah akibat kedatangan Alda.


Karena setelah orang-orang itu terkejut dan melihat situasi, malah di serang tiba-tiba oleh orang-orang dari Grup Brighton sehingga mereka mendapatkan luka yang lebih parah dari sebelumnya.


"Sial, siapa kamu bocah kecil? Beraninya mengacau di urusan ku, cari mati kamu!" Ucap Roland Jink.


Jarak mereka tidak jauh dari Alda, Dion maupun Hana dan Hani.


Krakk..!


Hani langsung mengokang pistol yang di bawanya, setelah itu di arahkan kepada Roland Jink.


"Sekali lagi memakai akan ku tembak kepala mu!" Ancam Hani.


Mendengar ini, Alda saja sedikit merinding! Karena Hani selalu bersikap agresif.


Sehingga hanya dengan makian saja langsung membuat dia naik darah dan menodongkan pistol yang di bawanya.


Deegg..!


Roland Jink langsung tertegun, bulu di bagian belakang lehernya langsung berdiri! Seketika keringat dingin muncul di dahinya, dia langsung merapatkan mulutnya rapat-rapat agar jangan sampai keluar kata-kata dari mulutnya.


Seketika dia langsung menggelengkan kepalanya tanda dia ketakutan.


"Sial ternyata pengecut...!" Keluh Hana.


Dia sudah tidak minat lagi mengancam seorang pengecut, sehingga dia menurunkan senjata di tangannya tidak lagi mengarahkan kepada kepala Roland Jink.


Sem Broko masih saja diam, dia terus mengawasi semua kejadian di depannya! Orang-orang masih berhenti bertarung setelah pengawal keluarga Jink mundur perlahan.


Dari 50 orang itu, hampir 30 orang sudah tidak bisa bertarung lagi karena mendapatkan luka berat! Sehingga kehilangan efektivitas tempur mereka.


Sedangkan 20 lainya mendapatkan luka ringan! Namun mereka melihat kekuatan Dion dan Alda sudah tidak berminat lagi bertarung, apa lagi Hani membawa pistol yang siap menembak sehingga mereka takut.

__ADS_1


Meskipun orang-orang ini dari keluarga Jink di ibu kota, di negara ini apa lagi di sana sebagai ibu kota negara penggunaan senjata sangat di kontrol begitu ketat oleh pemerintah sehingga kelompok bawah tanah seperti mereka juga tidak memegang senjata api! Hanya beberapa kepala tim mereka yang memegang pistol seperti milik Hani.


Itu juga sangat di rahasiakan, jika terlihat oleh keamanan publik akak di tindak lanjuti! Jika pihak mafia bawah tanah melawan aparat, maka negara akan menurunkan suatu dari tentara negara maupun tentara bayaran.


Sehingga melihat lawan membawa senjata api, langsung takut undur jauh dari ruang lingkup Alda dan yang lainnya yang datang menggunakan mobil off-road besar.


"Kamu tanya siapa aku?" Ucap Alda kembali bertanya.


"Ya, saya ingin tahu! Kamu siapa?" Roland Jink benar-benar ingin tahu, karena dari kedatangan Alda yang mencolok dan seketika membuat keheningan.


Di tambah wanita di belakangnya yang terlihat sangat cantik dan menawan malah langsung menodongkan senjata api dengan agresif! Ini membuat minta Roland Jink semakin tinggi.


"Aku adalah bagian dari mereka! Grup Brighton, bekerja sebagai salah satu eksekutif kecil." Ucap Alda dengan tenang.


"Tidak mungkin, sebenarnya apa itu Grup Brighton?" Keluh Roland Jink dengan tidak percaya.


"Paman Sem bisakah paman jelaskan?" Tanya Roland Jink kepada Sem Broko, karena dia cukup bingung.


Dia datang sebagai orang berkuasa, kekuatan mutlak dan berniat menekan orang-orang di kota Mako ini! Namun malah sebaliknya sehingga dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Karena ini adalah pengalaman pertama dia, biasanya di ibu kota hanya dengan mendengar nama Roland Jink orang-orang akan langsung tunduk dan takut jika dia menyuruh mereka untuk menyembahnya orang-orang itu akan melakukan.


"Paman tidak tahu menahu, ini perintah dari tuan besar untuk membereskan kekacauan di sini. Namun tidak tahu seberapa besar kekuatan yang akan di hadapi kita." Jawab Sem Broko dengan sangat lirih.


"Hei, kenapa kalian berdua bisik-bisik? Apa tidak menganggap kami? Jika tidak maka mari kita lanjutkan pertarungan ini!" Ucap Alda sedikit membentak.


Sem Broko dan Roland Jink yang sedang berbicara lirih langsung mengok ke arah Alda kembali.


"Kalian datang ke perusahaan kami dan langsung membuat onar! Seharusnya kita tidak perlu berbincang seperti ini langsung musnahkan saja mereka!" Ucap Jhonatan Brighton.


"Benar saya setuju!" Brogi langsung mengangkat tangannya.


"Tunggu, ini salah paham...!" Ucap Sem Broko dengan cepat.


"Sebenarnya kamu datang ingin berunding dengan Grup Brighton! Namun di hadang keamanan sehingga terjadi keributan seperti tadi." Ujar Sem Broko dengan cepat.


"Apa yang di katakan keamanan Grup Brighton?" Tanya Alda tenang.


Sedangkan Dion dan Hana hanya memilih diam saja dari awal kemunculan mereka! Namun tatapan waspada mereka berdua selalu berkeliaran di semua orang Keluarga Jink.


"Mereka mengatakan, jika ingin bertemu dengan direktur Grup Brighton harus memiliki janji!" Lanjut Sem Broko.

__ADS_1


"Lalu apa kalian punya janji?" Alda terus bertanya dengan senyum tipis, seperti memberikan retorika.


"Kami memang tidak memiliki janji, namun setidaknya biarkan kita bertemu." Sem Broko masih mencoba menjelaskan karena posisi mereka terpojok.


Jika tidak, maka tidak butuh basa basi seperti ini langsung tekan dan hancurkan.


"Lalu apa gunanya aturan tadi, jika tidak memiliki janji masih bisa bertemu?" Alda langsung membalikkan ucapan tadi.


"Aku...!" Seketika Sem Broko tidak bisa berbicara lagi, meskipun dia sudah banyak pengalaman memang orang yang lemah lah yang kalah.


Itulah posisi mereka saat ini, sehingga apa yang di katakan seperti benar-benar salah dan di pojokan.


"Itu karena keamanan Grup Brighton berbicara kasar, sangat merendahkan martabat ku sebagai tuan muda keluarga Jink, sehingga aku menyerang mereka!" Ucap Roland Jink mencoba menyalakan Brogi.


Mereka pikir hanya keamanan, pasti atasnya dari Grup Brighton akan sedikit memberi mereka muka.


"Hei, kamu sendiri datang ke kantor orang dengan arogan! Kami hanya mengentikan kamu langsung mengancam akan mengacaukan Grup Brighton, kami sebagai keamanan mana bisa tinggal diam." Jawab Brogi tanpa takut.


"Apa kamu dengar sekarang tuan muda yang terhormat?" Tanya Alda seperti sedang merendahkan.


"Sial...!" Keluh Roland Jink dengan sangat kesal, ingin sekali dia memukul orang-orang ini sampai mati.


"Lalu bagaimana tanggung jawab anda dengan ini?" Tanya Alda kembali.


"Apa maksud mu?" Roland Jink tidak tahu apa maksud Alda.


"Kamu datang dengan kekuatan besar mengacu di kantor orang! Membuat luka dari keamanan, pekerjaan kantoran bahkan sampai petugas kebersihan juga terkena dampaknya! Apakah ini bukan di sebut sebagai provokasi terbuka?" Tanya Alda.


"Jika tidak memberikan kompensasi, maka tinggalkanlah satu kaki mu di sini maka Grup Brighton akan melupakan kejadian ini!" Lanjut dia berucap.


"Ini, bagaimana bisa?" Tanya Roland Jink masih tidak bisa percaya.


Jika dia cacat dengan tanpa satu kaki maka bagaimana dia akan bergaul di ibu kota kedepannya.


"Pilih salah satu!" Alda tidak memberikan jeda kepada Roland Jink.


Bahkan Sem Broko saja sekarang cukup bingung! Dia ingin menyelidiki masalah yang ada, malah yang terjadi sekarang keluarga Jink akan kembali rugi.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2