
Chapter 199. ORANG KAYA SOMBONG.
\=
Tuan Cakar Elang sudah masuk ke dalam halaman villa mewah yang sangat luas! Dia masuk ke dalam villa mewah itu dengan cara memanjat pagar agar tidak di ketahui oleh penjaga di dalam.
Dia di sebut tuan Cakar Elang juga karena cengkraman jari dan tangannya yang sangat kuat! Bahkan dahan pohon saja bisa patah di cengkram oleh jari-jari dia.
Apa lagi tekniknya seperti teknik cakar elang yang sangat tajam! Menembus baja tipis dengan jarinya sangat mudah bagi tuan Cakar Elang.
Tuan Cakar Elang sudah masuk ke villa mewah milik Alda, namun setelah masuk dia di sambut dengan kesunyian! Padahal sekarang masih siang hari, mata hari juga masih terik di atas kepala seperti siap membakar kulit.
Namun keadaan di villa mewah milik Alda sangat sunyi, bahkan terkesan seperti villa kosong! Itu juga karena pekerja yang membersihkan sudah pulang sebelum masuk siang hari setelah membersihkan area villa yang luas.
Sehingga sekarang sudah sangat sepi! Hanya Alda dan yang lainnya saja, mereka juga sedang makan di ruang tengah.
Jadi wajar, di halaman depan villa kediaman Alda sunyi sepi seperti malam hari.
"Orang kaya sombong, begitu percaya diri sampai-sampai tidak menempatkan keamanan di villa sebesar ini!" Ucap tuan Cakar Elang dengan cibiran yang dalam.
Setelah tahu keadaan ini, dia lambat meremehkan pemilik villa ini! Yang sebelumnya berpikir di luar tidak ada penjaga pasti dia dalam ada lusinan, namun setelah masuk dan melihatnya tidak ada satupun penjaga.
Sehingga tuan Cakar Elang langsung santai dan mencibir kecerobohan Alda.
Karena dia berpikir, bahwa orang kaya itu seperti tuan muda Bramantyo Button! Dia penakut dan selalu menempatkan orang-orang hebat di sisinya.
Jadi melihat keadaan di sini, dia langsung berpikir! Bahwa pemilik villa mewah ini sangat sombong.
Setelah tertegun sesaat, akhirnya tuan Cakar Elang langsung bergerak dengan cepat menelusuri villa mewah milik Alda.
Dia masuk langsung dari depan, karena sudah tahu tidak ada penjaga! Jadi dia tidak perlu bertarung sama sekali.
__ADS_1
Lalu masuk ke ruang tengah! Namun masih tidak menemukan orang yang sedang di cari.
Akhirnya dia masuk ke ruang tengah lainnya! Ruangan ini di gunakan Alda untuk berkumpul bersama biasanya, di sini juga tersedia televisi yang besar yang menempel pada dinding.
Tuan Cakar Elang mendengar obrolan ringan beberapa orang setelah masuk ke ruangan tengah ini! Dia langsung mempercepat langkah hingga ketukan samar terdengar dari langkahnya yang ringan.
Dia akhirnya sampai di tempat makan Alda dan yang lainnya! Setelah melihat 6 orang sedang makan dia tertegun.
Setelah sadar, dia langsung menatap tajam kepada orang-orang yang ada di dalam ruang makan itu, dia langsung memancarkan aura membunuh dari matanya.
Alda dan yang lainnya menengok ke arah tuan Cakar Elang! Setelah itu Alda tersenyum tipis.
"Alda apa kamu kenal dengan orang tua tidak jelas itu?" Ucap Riko yang jelas merasakan aura membunuh yang di pancarkan dari sorot mata tajam dari tuan Cakar Elang.
"Tidak, sepertinya dia orang pertama yang berani masuk ke dalam villa ini dengan niat tidak baik." Jawab Alda.
"Dia bukan dari organisasi pembunuh bayaran internasional!" Ucap Hana, dia secara tidak langsung sedikit mengenal beberapa pembunuh yang bener-bener mampu.
Karena jika dia berani bertindak di siang hari, berarti kekuatan dia sangat hebat! Sedangkan Hana sangat asing dengan orang yang datang itu sehingga dia langsung mengkonfirmasi bahwa orang paruh baya yang datang bukan dari organisasi pembunuh bayaran.
Sedangkan Tama masih fokus pada makanan di hadapannya saat ini setelah menengok sebentar.
Dia masih berpikir! Karena dia kalah dengan Riko berarti dia kurang makan, sehingga dia langsung meningkatkan porsi makan kali ini.
Tuan Cakar Elang tidak tahu harus bereaksi seperti apa? Jelas-jelas di depan dirinya sekarang hanya ada beberapa bocah yang di anggapnya mudah di bereskan, namun dari reaksi mereka semua tidak ada raut wajah yang ketakutan saat dia datang dan menatap dengan tatapan membunuh.
"Siapa di antara kalian yang bernama Alda?" Ucap tuan Cakar Elang, meskipun dia sebenarnya sudah tahu setelah Riko bertanya tadi terhadap Alda dengan menyebut namanya.
Namun untuk membuat tekan yang besar pada fisiologis Alda sehingga dia bertanya dengan ucapan yang berat dan intimidasi.
Namun tuan Cakar Elang salah orang jika ingin Alda terintimidasi oleh aura yang dia pancarkan! Karena Alda sudah mengalami yang lebih parah dari itu.
__ADS_1
"Aku, memangnya kau di kirim oleh siapa?" Ucap Alda bertanya, kenapa tuan Cakar Elang.
"Sebenarnya kamu tidak perlu tahu nak, tapi karena kamu akan mati! Sehingga aku dengan berat hati akan memberitahu mu." Jawab tuan Cakar Elang.
"Aku di utus oleh tuan muda Bramantyo Button! Tapi untuk selebihnya, lebih kalian tidak perlu tahu karena hal-hal di dunia ini tidak perlu kalian ketahui, sebab jika kalian tahu seperti ini jadinya! Nyawa taruhannya, he-he-he-he...!" Tuan Cakar Elang langsung menjelaskan dengan singkat, setelah itu dia tersenyum cengengesan.
Alda yang mendengar ini sedikit bergetar, sepertinya orang idiot itu masih belum menyerah! Akhirnya Alda hanya bisa tersenyum masam, dia sebenarnya akan sedikit lebih lunak terhadap keluarga Button cabang 2.
Namun setelah kejadian ini, dia tidak akan lagi bermain lembut.
"Alda serahkan orang tua tidak jelas ini kepada ku! Aku sudah tidak tahan." Ucap Riko.
Dia adalah orang yang cepat marah di tambah gila akan pertarungan sehingga ingin langsung menghajar tamu tidak di undang ini.
"Ya terserah kamu, tapi sebaiknya kamu hati-hati dengan jari-jari orang ini! Jangan biarkan dia mencengkram bagian dari tubuh kamu tanpa perlindungan." Jawab Alda, dia langsung tahu bahwa kekuatan orang itu terletak pada jarinya.
Karena kuku orang itu sedikit panjang dan jari-jari tangannya sudah terbentuk kapalan! Sehingga sudah di pastikan dia berlatih cukup keras di jari tangan miliknya.
Tuan Cakar Elang sempat terkejut setelah mendengar Alda mengingatkan temannya! Setelah itu dia meragukan, apakah benar Alda adalah tuan muda yang sembrono dan sombong.
Dia seketika sedikit waspada! Sepertinya informasi yang di berikan oleh Bramantyo Button tentang Alda Button salah total, bahkan beda 180° sehingga dia mulai waspada.
Itu di kuatkan dengan Alda tidak takut terhadap dia yang datang tiba-tiba! Bahkan menyerahkan temanya untuk bertarung dengan dirinya.
"Bocah sedikit besar, sepertinya kamu mempunyai kekuatan yang lumayan! Kamu cukup terhormat akan berhadapan dengan ku!" Ucap tuan Cakar Elang.
Dia memanggil bocah sedikit besar karena Riko memang kekar dan sedikit lebih tinggi dari yang lainnya! Sehingga di panggil seperti itu.
Namun Riko tidak peduli, dia berdiri dengan cepat setelah Alda membolehkan dia bergerak!.
\=
__ADS_1
\=
...