Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi
269 SELESAI MENYUSUN RENCANA


__ADS_3

Chapter 269. SELESAI MENYUSUN RENCANA.


\=


Orang-orang masih melihat Rizal yang berbicara di panggung kecil dengan tenang dan fasih! Meskipun sebagian kecil hanya bisa di katakan omong kosong, karena isinya sambutan biasa.


"Baiklah, karena waktu sudah cukup siang! Aku akan memberikan waktu kepada beberapa perusahaan yang sudah mengirimkan resume kepada kami untuk mempresentasikan di depan..!" Setelah berbicara seperti itu, Rizal langsung turun dari panggung kecil dan berjalan menuju meja yang ada di urutan paling depan.


Setelah itu, pembawa acara yang cantik dan anggun langsung berbicara.


"Karena tuan Rizal sudah memberikan perintah, sekarang untuk perwakilan dari perusahaan kontruksi Grup Whitetruk bisa naik ke atas panggung." Ucap pembawa acara.


Seorang laki-laki paruh baya berdiri dari deretan meja yang ada di aula itu! Badannya tinggi besar dan kepalanya botak, dengan senyum lebar dia maju dengan percaya diri.


Karena Grup Whitetruk adalah perusahaan milik keluarga dari kalangan kelas 2! Sehingga cukup besar.


"Selamat siang, aku pemimpin dari Grup Whitetruk yang bergerak di bidang konstruksi! Kami akan menawarkan kinerja kami yang cepat dan efisien....!" Laki-laki paruh baya itu menjelaskan semua keunggulan yang mereka miliki.


Orang-orang semua mendengarkan dengan seksama! Rizal juga mendengarkan dengan serius.


Setelah cukup lama akhirnya orang-orang dari tiga perusahaan yang ada di bawah Grup Brighton sekarang juga masuk ke dalam aula pertemuan.


Acara terus berlanjut.


*


Saat Rizal dan yang lainnya sedang sibuk mengurus Grup Brighton yang sedang mengembangkan kerajaan bisnis lainnya di kota Westa.


Di kediaman keluarga Aditya, Alda dan yang lainnya sudah selesai menyusun rencana.


"Kapan kita akan menjalankan misi ini?" Ucap Riko yang terlihat sangat senang, karena rencana yang di susun oleh mereka berhubungan langsung dengan master yang di kirim oleh keluarga Button cabang 2 yang sekarang sudah ada di kota Westa.


"Malam ini, karena mereka datang untuk membunuh sehingga aku yakin mereka akan bergerak di malam hari." Jawab Alda yang sudah menganalisa semuanya.


"Lalu kapan kita ke ibu kota?" Tama malah membahas masalah lain.


"Untuk ke sana kita selesaikan dulu di sini termasuk keluarga Readbulld! Aku yakin, keluarga itu tidak akan tinggal diam setelah apa yang telah aku lakukan sebelumnya." Ucap Alda.


"Ternyata seperti itu, pantas saja setelah kebohongan Tama malam kemarin tidak ada cela, ternyata itu semua masalah yang ada di balik semua ini." Ucap Dion seperti langsung menyalahkan Tama.


Tama yang di sindir hanya memilih diam! Dia hanya ingin keluar dari cengkraman keluarganya dan yang pasti keluarga Lims.

__ADS_1


Setelah mereka mengobrol cukup lama, akhirnya tuan besar Aditya keluar dari kamarnya! Dia mendapatkan informasi dari kepala pelayan keluarga, bahwa tuan muda kedatangan tamu lainnya.


"Ternyata ada tamu! Tama ini mamang anak bodoh, ada tamu tidak memanggil kekeh untuk menyambut." Ucap tuan besar Aditya dengan senyum lebar.


"Kakek, bukan seperti itu!" Ucap Tama, namun segera di potong oleh lambaian tangan kakeknya.


"Taun besar Aditya." Ucap Alda.


"Tuan besar Aditya..!" Dion dan Riko juga langsung ikut menyapa orang tua itu.


Meskipun Riko bisa di bilang arogan! Namun jika dengan pihak yang labuh tua, apa lagi seorang tetua dari keluarga sahabatnya mereka semua merasa rendah diri.


Mereka semua langsung menyalami tuan besar Aditya dengan hormat, melihat itu semua taun besar Aditya mengangguk puas! Karena teman dari Tama ini orang-orang yang sangat menunjang tinggi orang yang lebih tua.


"Sudah, kalian semua kembali duduk nak." Ucap tuan besar Aditya.


"Baik tuan besar Aditya..!" Jawab ketiganya.


"Ternyata teman-teman dari bocah naka ini semuanya adalah orang-orang yang hebat." Ucap tuan besar Aditya di benaknya.


Meskipun tuan besar Aditya hanya tahu sedikit tentang beladiri! Namun melihat anak-anak muda di depannya ini merasa sangat takjub karena bisa memiliki kekuatan yang besar.


Penilaian tuan besar Aditya sangat tajam, karena dia sudah berada di posisi tinggi begitu lama! Apa lagi keluarga Aditya dulunya adalah salah satu keluarga bangsawan kekaisaran Trukotan.


"Apa orang tua ini boleh tau kalian berasal dari mana saja?" Ucap tuan besar Aditya.


Dion memandang Alda, akhirnya Alda hanya bisa mengangguk setuju.


"Taun besar Aditya, junior ini berasal dari kota Mako, nama saya Dion Narendra." Ucap Dion dengan penuh hormat.


Taun besar Aditya mengangguk, dia tanda mengerti! Setelah itu tuan besar Aditya menoleh kepada Riko.


"Kalau junior ini berasal dari kota Emerald, aku bernama Riko Setiadi..!" Riko berucap dengan tegas.


"Oh keluarga petarung gladiator! Pantesan saja memiliki badan yang besar dan kekar." Ucap tuan besar Aditya.


Deg..


Riko terkejut, karena tuan besar Aditya bisa langsung tahu! Bahwa dulunya keluarga Setiadi adalah keluarga petarung gladiator, karena sekarang gladiator sudah punah akhirnya hanya bisa menjadi petarung bawah tanah, namun prinsipnya sama! Karena bisa bertarung sampai mati demi kehormatan dalam pertarungan di dalam arena.


Alda dan Dion juga memandang ke arah Riko yang terlihat sedang terkejut! Sedangkan Tama hanya tidak peduli, karena mau petarung gladiator seperti apa pun dia bisa melawannya, dia hanya tahu permukaan tidak memiliki rasa mendalam dengan sejarah.

__ADS_1


Setelah Alda melihat tuan besar Aditya dan Tama! Dia sekarang berpikir, apa Tama adalah cucu yang tertukar karena sangat berbeda dengan sikap bijak tuan besar Aditya.


"Tidak perlu terkejut...!" Ucap tuan besar Aditya, dia lalu bercerita tentang sedikit masa lalu yang dia tahu.


*


Sedangkan di rumah sakit internasional kota Westa.


Ahsan Readbulld yang tidak menemukan hasil apapun hanya bisa frustrasi sambil menunggu salah satu dari keduanya bangun.


Namun harapan untuk taun besar Readbulld bangun hanya 30% menurut dokter yang menanganinya! Sedangkan Hiski Readbulld hari ini bisa di pastikan bangun.


Benar saja, setelah itu Hiski Readbulld bangun dengan mengerang lemah.


"Ehhkkkk.." Erangan Hiski Readbulld.


Karena pamannya ada di sini, Ahsan Readbulld langsung mendekat dan dengan cepat beberapa petugas medis langsung menangani Hiski Readbulld.


"Jangan bunuh aku gadis iblis..!" Teriak Hiski Readbulld setelah sadar sepenuhnya.


Tennnng...!


Hiski Readbulld langsung merasakan sakit di kepalanya, dia meringis dan mengerang kembali setelah berteriak kencang.


"Tuan muda, jangan berteriak! Anda aman di sini." Ucap salah satu dokter mencoba menenangkan pikiran Hiski Readbulld.


Nafas Hiski Readbulld memburu, seketika keringat dingin langsung bermunculan di wajah Hiski Readbulld! Dia akhirnya membuka matanya dengan tatapan kosong.


Yang dia ingat sekarang adalah wajah Hana yang sangat menyeramkan baginya! Dulunya dia sangat ingin menindih Hana di bawah tubuhnya karena kecantikan Hana yang sulit di cari tandingannya dan tubuhnya yang sangat bagus dan memancarkan aura yang unik membuat orang semakin terangsang, namun setelah melihat keganasan Hana! Hiski sekarang sangat takut.


Hiski Readbulld akhirnya sadar sepenuhnya! Dia bisa melihat sekeliling, hingga akhirnya dia melihat pamannya.


"Paman aku di mana sekarang, di mana gadis iblis itu?" Ucap Hiski Readbulld dengan tatapan yang ketakutan.


"Kamu ada di rumah sakit, tenangkan diri kamu terlebih dahulu! Setelah itu nanti ceritakan semuanya kepada paman." Ucap Ahsan Readbulld.


Hiski Readbulld mengangguk, dia mengambil nafas dalam-dalam lalu menenangkan pikirannya dan tubuhnya, para dokter di sana langsung memberikan perawatan yang cepat hingga tubuh Hiski Readbulld membaik dengan cepat setelah beberapa jam berlalu.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2