
Chapter 044. KEDIAMAN KELUARGA SANGGORO.
\=
Hana masih dalam posisi yang sama! Alda tidak melepaskan sama sekali, malahan dia tersenyum lebar seperti sedang meremehkan.
Ini adalah penghinaan terbesar bagi Hana, karena laki-laki ini melawan dirinya hanya sebelah tangan dan seperti sedang bermain-main tanpa ada tatapan mata serius.
Jika saja Hana tau, apa bila Alda serius maka 100 orang ahli beladiri sekelas dia tidak ada apa-apanya! Bahkan Alda bisa membunuhnya dengan hanya beberapa menit dengan gerakan sederhana dan mematikan.
"Sudahlah aku paling malas bermain-main seperti ini! Apa lagi dengan seorang wanita." Ucap Alda lalu menghantarkan tangan kirinya.
Tubuh atas bagian hanya langsung terdorong kembali ke bangku samping pengemudi.
Hana langsung memegangi pergelangan tangan dan bahunya yang terkilir, dia memijit untuk mengurangi rasa sakitnya.
Kini Hana hanya bisa diam, dia sudah berusaha keras untuk melawan Alda! Namun dia tidak bisa berkutik sama sekali, sehingga hanya bisa menyerah saja.
Di dalam mobil Hummer juga hampir sama, Hani ingin melawan Dion! Namun hanya dengan kata-kata saja Hani langsung ciut nyalinya.
"Diam, jangan coba-coba untuk melawan! Apa kamu tahu kakak mu ada di mobil belakang dengan Alda orang yang paling kejam!" Ucap Dion mengingatkan Hani.
Hani hampir tidak percaya! Namun dia memutar kembali kejadian kakaknya yang langsung tertawan oleh Alda setelah dia tidak memperhatikan sebentar.
"Di antara kami berempat, Alda yang paling kejam! Jika kamu masih melawan maka jika mobil ini goyang sedikit saja ada akan langsung bertindak terhadap kakak mu di sana." Lanjut Dion mengingatkan.
Setelah itu Dion langsung fokus menyetir kembali sambil melihat sepion tengah untuk melihat mobil Alda di belakang, namun mobil itu masih ada di belakangnya melaju dengan tenang dan stabil.
Akhirnya dia terus mengikuti ke mana arah perginya mobil yang di bawa oleh Riko! Karena kini sudah memasuki kota Emerald maka laju tiga mobil itu menurun.
*
Kediaman keluarga Sanggoro kini terlihat sepi, namun banyak penjaga kediaman itu yang terus berpatroli.
Itu karena mereka mendapatkan instruksi dari tuan besar Sanggoro untuk terus menjaga kediaman dengan ketat.
Di sekitar kediaman keluarga Sanggoro, ada perkebunan teh yang luas! Karena kota Emerald masih di pesisir pegunungan maka di sini masih cocok di tanami teh maupun kopi.
Di tambah kediaman keluarga Sanggoro memilih lahan yang luas dan benar-benar belum tersentuh pembangunan kota, meskipun berada di tengah-tengah kota Emerald.
__ADS_1
Karena perkebunan ini di hasilkan dengan cara licik oleh keluarga Sanggoro dan Sugi yang berkomplot! Mereka menggulirkan orang kaya pemilik perkebunan itu.
Dari luar pagar, tiga mobil langsung masuk tanpa peringatan mobil paling depan langsung menabrak gerbang besi yang terpasang.
Baaammmm..!
Gerbang itu langsung roboh, lalu mobil yang menabraknya masuk orang di dalamnya tidak memperdulikan bahwa mobil mahal itu langsung penyok di bagian depannya.
"Cari mati, kalian menerobos kediaman keluarga Sanggoro!" Bentak dua satpam yang sedang asyik minum kopi sambil bermain catur.
Kedua satpam itu sedang minum kopi dan bermain catur karena dia pikir tidak ada yang berani berbuat semena-mena dengan keluarga Sanggoro.
Karena bagi dia Keluarga Sanggoro ada keluarga konglomerat, apa lagi dia tahu kekuatan yang di pegang Sugi sangat mengerikan, namun sayang dia tidak tahu Sugi sudah mati.
Dengan cepat dia langsung membunyikan alarem berbahaya di kantor satpam yang tersedia di gerbang kediaman keluarga Sanggoro.
*
Seketika, alarem berbunyi keras di villa besar keluarga Sanggoro! Tuan besar Sanggoro yang sedang berbincang dengan putranya langsung terkejut.
"Ada apa ini, bagaimana bisa ada alarem berbahaya?" Tanya tuan besar Sanggoro karena kebingungan.
"Sial, kenapa mereka bisa datang? Bukannya mereka seharusnya mati karena di bunuh pembunuh bayaran?" Ucap tuan besar Sanggoro tidak mengerti.
Belum juga rasa kagetnya hilang, pintu ruangan itu langsung terbuka dengan keras.
Braakk..!
"Tuan besar Sanggoro, ada tiga mobil yang menerobos pintu masuk perkebunan!" Ucap seseorang yang bertugas mengontrol keamanan di bawah kendali tuan besar Sanggoro.
"Suruh orang-orang yang berjaga berkumpul di halaman depan, cepat!" Bentak tuan besar Sanggoro sudah sangat marah.
Dia tidak habis pikir, padahal dia sudah menyewa pembunuh bayaran di web hitam! Tapi bagaimana Riko masih bisa menerobos kediaman keluarga Sanggoro.
"Sayang, coba buka web hitam lagi! Apa masih aman atau ada perubahan, jika ada perubahan maka Riko sudah mati, namum jika tidak maka bisa jadi dia" ucap Lina pacar Rudi mengingatkan.
"Sayang, kamu memang cerdas!" Ucap Rudi, lalu kursi rodanya di dorong ke komputer yang ada di meja ruangan itu.
Dia sibuk membuka, web hitam karena untuk masuk di sana sangat lah rumit sehingga butuh waktu cukup lama.
__ADS_1
Tuan besar Sanggoro tidak memperdulikan anaknya yang sedang membuka situs web hitam, dia keluar untuk melihat situasinya siapa orang yang berani menerobos keluarga Sanggoro dengan terang-terangan seperti ini.
Dia keluar dengan tergesa-gesa.
*
Sedangkan di luar, tiga mobil berhenti di halaman depan yang sangat luas! Di sana banyak mobil terparkir di pinggiran garasi ada juga yang terparkir di halaman depan.
Mobil di sana di dominasi model sedan berwarna hitam, karena itu untuk pasukan milik Sugi asalnya. Lalu ada beberapa SUV besar di sana.
Riko, Tama Sinta keluar lebih dulu! Lalu di susul Alda, Dion lalu keduanya menggandeng Hana dan Hani.
Alda memegang tangan kiri Hana namun Hana langsung meringis kesakitan, karena terkilir saat bertarung dengan Alda di dalam mobil.
"Ahh, ternyata pembunuh bayaran juga bisa merasakan sakit!" Ucap Alda.
Kraakkk..!
"Ahhh..!" Hana langsung berseru tertahan.
Namun setelahnya dia tertegun karena rasa sakit akibat terkilir tadi sudah tidak terasa! Hanya rasa nyaman seperti sedia kala.
"Bagiamana apa sekarang sudah enakan?" Tanya Alda.
Mendengar pertanyaan seperti perhatian itu, Hana langsung tersipu kembali! Ini pertama kali bagian di perhatikan oleh orang yang bisa di bilang musuhnya.
Hani yang melihat kakaknya berseru tertahan, lalu mukanya terlihat merah merona dia bingung.
Dia ingin berlari ke arah kakaknya, namun di tahan oleh Dion!
"Apa yang kamu lakukan terhadap kakak ku, padahal di awal kamu sudah berjanji tidak akan membunuh kami?" Ucap Hani sambil berteriak kencang.
"Apa aku membunuhnya, dia masih hidup!" Jawab Alda lalu dia maju ke sisi Dion.
Setelahnya Hani langsung memeluk Hana dengan satu tangan yang bebas tanpa di tahan oleh Dion.
Keduanya berpelukan, Hani menguatkan Hana dan bertanya banyak apa yang di lakukan Alda barusan dan sebelumnya.
\=
__ADS_1
...