
Chapter 205. KABAR LUMPUH TERSEBAR LUAS.
\=
3 hari telah berlalu.
Di kota Mako kini banyak kejadian yang beredar, seperti daftar perusahaan yang siap bekerja dengan tiga pemenang tender utama dalam proyek pengembangan kota Mako.
Banyak perusahaan lokal yang bersuka cita! Mereka biasanya selalu tersingkir, karena perusahaan mereka yang lokal meskipun produk mereka unggulan namun belum memiliki nama, sehingga kalah dengan produk perusahaan besar dari luar kota.
Namun kali ini, produk lokal kota Mako di utamakan! Sedangkan perusahaan dari kota lain hanya mengambil kuota lebihan saja yang perusahaan lokal tidak bisa handle.
Namun sensasi ini sangat membuat heboh kalangan atas! Membuat orang-orang kuat nomer satu marah karena tidak bisa ikut andil dalam proyek besar yang akan membuat nama keluarga mereka melambung tinggi di masa depan.
Termasuk keluarga Yantoro! Mereka tidak mendapatkan kuota utama meskipun sudah banyak cara melobi Grup Brighton dan Grup Radcliffe maupun keluarga Chamber dan keluarga Luton.
Ini membuat Beno Yantoro sangat marah, sebagai tuan muda keluarga Yantoro yang dulunya mempunyai kekuasaan tinggi di kota Hostel! Namun sekarang seperti di pecundangi oleh orang lokal kota Mako yang dulu di anggap rendah bagi keluarganya.
Setelah menelusuri selama tiga hari, ternyata penghalang terbesar dia adalah Grup Brighton! Dia langsung ingat dengan Alda dan yang lainnya yang saat itu mewakili Grup Brighton di konferensi pers saat di umumkan pertama kalinya di kota Mako.
Akhirnya, Beno Yantoro menyimpulkan! Bahwa penghalang terbesar keluarga Yantoro untuk bangkit adalah Grup Brighton, sehingga terus menggali informasi tentang Grup Brighton hingga sekarang.
Selama tiga hari ini Alda dan yang lainnya hanya memantau pergerakan saja! Namun hal yang paling tidak di duga adalah Tama.
Dia membuat kegemparan di ibu kota.
Karena ulah Tama yang melakukan semuanya di media sosial, dia menyebarkan berita tentang Bramantyo Button di lumpuhkan oleh orang di kota Mako! Karena berniat membuat kekacauan sehingga ada orang yang bergerak menjegalnya.
Berita kabar Bramantyo Button lumpuh di kota Katao tersebar dengan cepat dan di beberapa kota besar! Khususnya di kota Katao dan beberapa kota di dekatnya.
*
Di Ibu kota.
__ADS_1
Kediaman keluarga Button cabang 2.
Certeo Button sangat tertekan sekarang, setelah melihat keadaan cucunya yang begitu mengenaskan.
Bramantyo Button tidak di bawa ke rumah sakit! Melainkan di rumah sendiri, meskipun begitu di sana sangat lengkap perlengkapan medis modern.
Bahkan Certeo Button mengundang dokter ahli bedah, tulang bahkan saraf! Namun sudah berjalan tiga hari kondisi Bramantyo Button masih kritis di dalam ruang perawatan khusus.
Malah hari ini tersebar bahwa Bramantyo Button di lumpuhkan oleh seseorang yang kuat di kota Mako, ini membuat wajah keluarga Button cabang 2 tercoreng karena mau bagaimanapun keluarga mereka termasuk keluarga kuat.
"Bamtoro, apa kamu suda menemukan siapa pelaku utama kejadian ini?" Ucap Certeo Button dengan kesal.
"Itu Alda ayah! Tapi aku belum tau pasti, master mana yang melindungi dia di kota Mako hingga membuat Bramantyo seperti sekarang padahal dia di lindungi oleh master muda dari berbagai perguruan." Keluh Bamtoro dengan kesal juga.
Dengan kekuatan keluarganya, namun dia tidak bisa menemukan kepastian dengan kejadian ini! Karena pekerjaan Alda dan yang lainnya begitu rapih dan bersih.
Sedangkan beberapa pengawal yang masih hidup masih koma! Petunjuk satu-satunya adalah tuan Cakar Elang, namun orang itu menghilang bagai di telan bumi.
Jadi mereka hanya bisa menggunakan pelacakan milik keluarga Button cabang 2, namun hasilnya cukup mengecewakan.
Certeo Button langsung berpikir keras, dia seperti sedang merenung apa yang harus di lakukan kedepannya.
"Jangan fokus terus terhadap Alda, segera alihkan kepada Charles, terutama kepada Haris Hanaga! Sepertinya rencana di jalankan oleh si bedebah Haris Hanaga itu." Setelah berpikir, akhirnya otak tua Certeo Button membuat keputusan.
Dia tidak tahu, bahwa keputusan ini akan menghasilkan hal pasif! Karena yang sebenarnya apa yang terjadi akhir-akhir ini di lakukan oleh Alda, sedangkan yang di lakukan oleh Charles Button dan Haris Hanaga hanya sedikit memberi jalan bahkan lebih banyak memberikan tekanan kepada Alda.
Itu juga sengaja di lakukan oleh Charles Button, karena Alda tidak menerima pendidikan formal yang tinggi! Itu di karenakan dia di sembunyikan untuk memperdalam beladiri, karena setelah kematian anaknya! Charles Button berpikir, pintar dan memiliki kekayaan tidak cukup bagi keluarga besar seperti mereka.
Namun harus di tunjang dengan kekuatan mutlak individu, sehingga Charles Button menggunakan banyak sumberdaya dan koneksi untuk memasukkan Alda ke dalam perguruan terpencil.
Alda yang tahu itu hanya pilihan terakhir hanya bisa menyetujui keinginan kakeknya! Sehingga dia berlatih sangat giat, bahkan porsinya lebih banyak dua kali dari orang lain.
"Baik ayah, akan aku lakukan nanti! Tapi bagaimana dengan Alda di kota Mako?" Bamtoro Button langsung menyetujui, lalu langsung bertanya bagaimana dengan urusan Alda kedepannya.
__ADS_1
"Itu urus saja nanti! Kita fokuskan kesembuhan Bramantyo terlebih dahulu, lalu yang paling penting sekarang, redam berita yang beredar di internet tentang Bramantyo. Khususnya di ibu kota." Perintah Certeo Button.
Dia adalah orang tua yang mementingkan reputasi, sehingga jika reputasi keluarga mereka rusak akan repot.
"Baik ayah, akan aku lakukan dengan baik kali ini!" Ucap Bamtoro Button, setelah itu dia segera keluar ruangan.
Setelah kepergian Bamtoro Button, Certeo Button langsung menunjukan wajah suramnya! Dia tidak menyangka kali ini akan mengalami kerugian besar.
Jika tahu akan seperti ini, dia tidak akan gegabah memberikan izin kepada cucunya waktu itu untuk pergi ke kota Mako, untuk berurusan dengan Alda.
Akibat dari kepercayaan diri terhadap cucunya, Certeo Button malah salah mengambil keputusan salah.
*
Di kota Mako.
"Ha-ha-ha-ha-ha-ha...! Dasar bodoh, apa kalian pikir meredakan berita yang sedang melambung itu mudah?" Tama tertawa terbahak-bahak.
Dia tertawa terbahak-bahak di depan laptop, melihat keadaan Tama yang sangat senang itu Alda mengerutkan keningnya! Karena penasaran dia akhirnya bertanya.
"Apa yang lucu, sehingga kamu begitu senang?" Tanya Alda penasaran.
Mereka semua sedang duduk-duduk tenang di ruang tengah! Sambil menyaksikan film di layar televisi yang besar, sambil memakan cemilan ringan.
Karena selama tiga hari ini, Alda dan yang lainnya hanya di rumah! Mereka menunggu pembunuh bayaran seperti kemarin namun yang datang hanya pembunuh kelas bawah sehingga membuat mereka terlalu santai.
Namun semua orang melihat Tama sibuk sendiri dengan laptop dan ponselnya membuat mereka penasaran, terutama Alda.
"Ha-ha-ha, itu tentang saudara dan musuh kamu Alda, aku menyebarkan berita kelumpuhan dia di beberapa kota besar terutama di ibu kota! Namun mereka langsung berusaha mengehentikan dengan hacker handal, tapi tidak semudah itu membobol sistem buatan keluarga Aditya." Jawab Tama menjelaskan, wajahnya terlihat puas.
Alda dan yang lainnya tahu, bahwa yang di maksud adalah Bramantyo Button! Sehingga Alda cukup terkejut dengan kelakuan Tama kali ini.
\=
__ADS_1
\=
...